
Pagi hari yang cerah, matahari sudah memperlihatkan dirinya, Kiran perlahan membuka matanya dilihatnya jam menunjukkan pukul 7 pagi, dengan perlahan Kiran bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.
"Mommy"teriak Kenzo yang baru saja bangun dan mencari Kiran, sedangkan Kiran masih berada didalam kamar mandi, Doni, jelas dia masih tertidur.
"Mommy hiks hiks mommy"Kenzo mulai menangis dengan agak kencang, dan membangunkan Doni yang sedang terlelap
"Iya sayang mommy ada dikamar mandi"teriak Kiran
Doni perlahan langsung menghampiri Kenzo dan menggendongnya, berusaha untuk menenangkan Kenzo agar berhenti menangis.
"Jangan nangis dong, mommy nya lagi mandi dulu"ucap Doni sambil mengusap air mata Kenzo, beberapa menit kemudian Kiran keluar dari kamar mandi dan sudah lengkap dengan pakaiannya
"Ayo sini sama mommy"Kiran mengambil alih Kenzo
"Kamu mandi gih, aku mau masak dulu"ucap Kiran, meskipun perut Kiran sudah besar tapi dia selalu saja memasak, padahal Doni sudah melarangnya untuk melakukan hal-hal yang terlalu berat
"Kamu gak usah masak, mami pasti udah masak kok, aku kan udah bilang kamu jangan terlalu capek"
"Tapi mas..."
"Gak ada tapi tapi, udah kamu gak usah masak, kamu disini aja, nanti tungguin aku selesai mandi, abis itu baru kita turun kebawah"
"Kenzo ayo mandi sama Daddy"ajak Doni
"Ken mau sama mommy"
"Sama Daddy aja yah, nanti takutnya dedek bayi yang ada diperut mommy sakit, jadi kamu mandi sama Daddy dulu"bujuknya Doni akhirnya Kenzo menganggukkan kepalanya dan Doni langsung menggendong Kenzo menuju kamar mandi
Tok tok tok
"Kiran mami masuk yah"ucap Mona
"Iya mih, masuk aja"Mona pun langsung masuk kedalam kamar
"Sayang gimana, kamu udah sering ngerasain kontraksi?"tanya Mona
"Iya mih, tadi malam juga perut aku sakit terus"
"Kayak nya sebentar lagi kamu pasti lahiran deh"
"Mungkin mih, tapi aku deg-degan mih waktu aku ngelahirin Kenzo kan aku operasi"
"Kamu tenang aja, jangan terlalu khawatir"Mona mencoba menenangkan Kiran
Saat mereka sedang asik mengobrol, pintu kamar mandi terbuka, terlihatlah Doni yang hanya menggunakan handuk sambil menggendong Kenzo.
"Mami"
__ADS_1
"Hmmm, ayo sini Ken Oma yang bakal pakein baju buat kamu"Mona pun membantu Kiran memakaikan baju pada Kenzo
Saat Kiran hendak mengambil minyak telon yang berada di nakas tiba-tiba perutnya terasa sakit, dia seketika berhenti berjalan dan langsung memegangi perutnya.
"Awww mas, perut aku sakit mas"ucap Kiran, Doni langsung mengalihkan pandangannya pada Kiran dan langsung menghampirinya
"Kenapa sayang?"tanya Doni khawatir
"Perut ku sakit, awww, masss"
"Doni, Kiran kayaknya mau melahirkan, cepet bawa kerumah sakit"ucap Mona mulai panik
"Apa, ahh, ya udah ayo kita kerumah sakit"Doni menjadi panik, dia langsung menggendong Kiran, dan Kenzo di gendong oleh Mona.
Doni langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan, dia merasa panik, tapi sebisa mungkin dia tidak memperlihatkannya.
"Awww, mas sakit"Kiran terus meringis sambil memegangi perutnya
"Iya sayang, kamu harus kuat, sabar yah, bentar lagi kita sampai di rumah sakit"
"Oma, mommy kenapa?"tanya Kenzo yang penasaran
"Bayi nya mau keluar jadi mommy kesakitan sayang"ucap Mona
Sampai di rumah sakit, Doni langsung menggendong Kiran menuju ruang persalinan, dokter langsung memeriksa keadaan Kiran terlebih dahulu.
"Istri bapak akan segera melahirkan, kami akan mempersiapkannya"para suster dan dokter pun langsung bergegas bersiap, hanya Doni sendiri yang menemani Kiran di dalam
Sedangkan di luar ruangan Mona langsung menelpon Lusi.
"Hallo besan"ucap Mona diseberang telepon
"Iya hallo ada apa?"tanya Lusi
"Ini Kiran mau lahiran, kita udah di rumah sakit, nanti saya kirim alamat rumah sakitnya"
"Lahiran, baiklah segera kirim alamat rumah sakitnya"panggilan pun berakhir
"Ada apa Bun?"tanya Deron
"Itu kakak kamu mau lahiran, ayo kita kerumah sakit"
"Lahiran?"
"Iya, ayo cepetan"
"Bentar aku ambil kunci motor dulu"Deron langsung mengambil kunci motornya
__ADS_1
"Ayah gimana Bun?"
"Udah bunda telepon tadi, katanya ayah langsung kerumah sakit"Deron langsung melajukan motornya
Balik lagi di rumah sakit, kini Kiran sedang berjuang hidup dan matinya, Doni terus menyemangati Kiran, tangannya tak lepas dari genggaman Kiran.
"Ayo Bu, sedikit lagi, tarik nafas"instruksi dari dokter
"Ayo sayang kamu pasti bisa"dengan satu jeritan yang sangat kencang akhirnya anaknya keluar juga Kiran langsung menghela nafas, bersyukur dengan kelahiran anak keduanya, Doni langsung meneteskan air mata bahagia nya, dia menghujani ciuman di wajah Kiran.
"Selamat pak, buk, anak kalian laki-laki"ucap sang dokter dan Doni hanya tersenyum
"Makasih sayang, makasih"ucap Doni, lalu Doni langsung mengadzani anaknya itu.
Doni keluar dari ruangan bersalin, karena Kiran harus membersihkan dirinya terlebih dahulu, dan anaknya pun sedang dibersihkan oleh dokter, dilihatnya diluar sudah ada, kedua orang tua Kiran dan juga Deron.
"Gimana keadaan Kiran sama bayi nya?"tanya Lusi
"Alhamdulillah Bun, bayi nya lahir dengan selamat dan Kiran pun baik-baik saja"ucap Doni
"Alhamdulillah"semu orang menghela nafas lega
"Lalu anak kamu laki-laki atau perempuan?"tanya Mona, pasalnya memang Doni sebelumnya memang belum mengetahui jenis kelamin anaknya, katanya ingin menjadi suprise.
"Laki-laki lagi mah"ucap Doni tersenyum
Beberapa menit kemudian, Kiran sudah dipindahkan keruang rawat VIP, semua keluarga berkumpul disana.
"Jadi apa nama anak kamu Don?"tanya Deri
"Kaivan Niova Areson"ucap Doni sambil tersenyum
"Gimana kamu suka gak sayang?"tanya Doni
"Iya nama nya bagus"ucap Kiran yang sedang berbaring di brankar
Semenjak Doni menikah dengan Kiran, dia pun menambahkan nama keluarga nya di belakang nama Kenzo, jadi nama Kenzo adalah Kenzo Antonio Areson, dan keputusan Doni pun disetujui oleh kedua orang tua Evan.
"Mommy mana adik Ken?"tanya Kenzo
"Sebentar lagi adik Ken dibawa kesini, sekarang dia lagi dibersihin dulu sayang"ucap Kiran.
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.
Mohon bijak dalam berkomentar.
__ADS_1