
Kini jam sudah menunjukkan pukul 09.00 dan Kiran sudah berkutik di dapur, sedangkan Evan sang suami dan juga kedua temannya itu masih terhanyut dalam mimpi mereka masing-masing.
"Kiran?"panggil Evan yang baru saja bangun dan langsung menghampiri Kiran yang sedang memasak di dapur
"Udah bangun kak?"Evan tak menjawab, dia langsung memeluk Kiran dari belakang dan menyembunyikan kepalanya di leher jenjang milik Kiran, rambut Kiran diikat satu.
"Hmmm"Evan mencium dan sedikit mengigit leher Kiran
"Geli kak, aku lagi masak loh"
"Kamu bisa gak jangan panggil aku kakak, aku ini suami kamu, bukan kakak kamu"protesnya Evan
"Terus aku harus panggil kamu apa?"tanya Kiran, sambil menata makanan yang sudah matang, di atas meja makan
"Apa aja, asal jangan kakak"kini Evan sudah duduk di kursi, meja makan, sambil memakan apel
"Hmmm, apa yah, kalau hubby, boleh gak?"tanya Kiran
"Boleh, boleh banget"
"Temen-temen kamu masih belum bangun juga?"tanya Kiran, karena jam sudah menunjukkan pukul 10.15 tapi kedua teman Evan tak kunjung bangun, memang semalam Evan, Doni dan Riki begadang sampe pukul 3 pagi, entah apa yang tiga cowok itu lakukan
"Belum, udah biarin aja, kita sarapan sekarang aja"ucap Evan, akhirnya Evan dan Kiran pun sarapan berdua dengan sangat tenang, setelah selesai sarapan Evan menuju ruang tv untuk membangunkan kedua sahabatnya itu sedangkan Kiran sedang membereskan piring bekas dia dan Evan makan.
"Wouyy, k*mpret bangun lo, udah siang bego"Evan sambil memukul badan Doni dan Riki menggunakan bantal
"Paan sih lo jing, ganggu orang lagi tidur aja"protes Doni yang merasa tidurnya terusik
"Udah siang bego, liat tuh jam, bangun gak, atau mau gue siram pake air seember sekalian"ancamnya Evan
"Iya iya bangun nih, sumpah ganggu banget lo"ucap Riki yang terpaksa harus bangun dari tidurnya itu
"Gue mau mandi, minggir lo"ucap Riki pada Evan
"Selow nyet"
"Gue dulu mandinya"ucap Doni yang langsung menyusul Riki
"Gue yang duluan, harus ngantri dong"
"Gue dulu"ucap Doni
__ADS_1
"Ogah, gue dulu"Riki yang tak mau kalah
"Berisik anj*ng"ucap Evan
"Kenapa gak mandi berdua aja lo, sekalian adu pedang, urusan mandi aja diributin"celotehnya Evan
"Idihh, najis banget, gue masih normal yah"Riki bergidik ngeri mendengar ucapan Evan
"Gue juga ogah, awas lo jauh-jauh dari gue"ucap Doni sambil mendorong tubuh Riki, akhirnya Doni mengalah dan Riki mandi terlebih dahulu
Karena Riki sangat lama didalam kamar mandi, Doni pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, lebih tepatnya sarapan plus makan siang.
"Enak juga masakan istri lo"ucap Doni
"Iya lah, istri gue gitu loh"ucap Evan
"Gimana rasanya nikah muda Van?"tanya Doni
"Kepo lo"
"Ah elah, cerita dikit kali pelit amat lo"
"Lo lagi ngejek gue atau gimana sih, mau nikah gimana, pacar aja belum punya, dasar bego"Doni merasa kesal
"Makannya cari pacar bego"ucap Evan sambil menoyor kepala Doni
Karena Doni dan Riki sudah pulang ke rumahnya, Evan jadi bisa bermanja-manja dengan Kiran, sekarang Evan dan Kiran sedang berada dikamar.
Evan kini sedang berbaring bersama Kiran, sambil menonton tv, karena d dalam kamar Evan ada tv.
"Kamu mau ngapain?"tanya Kiran saat melihat Evan menyingkap kan baju Kiran
"Nggak"Evan langsung mengelus perut rata Kiran, sepertinya ini akan menjadi kebiasaan baru dari Evan
"Hubby"panggil Kiran
"Hmmm"
"Besok aku boleh sekolah kan?"tanya Kiran
"Nggak, jangan dulu sekolah"
__ADS_1
"Tapi aku mau sekolah, plis yah boleh, aku udah gak apa-apa kok, luka lebamnya juga udah pada ilang, meskipun belum semua"bujuknya Kiran,
"Gak boleh sayang"untuk pertama kalinya Kiran dipanggil sayang oleh Evan, sungguh itu benar-benar membuat jantung Kiran berdetak lebih cepat, kini dia tersipu malu, dan tentu sangat bahagia
"Yahh, kamu mah, nanti aku bosen kalau di rumah, sendirian lagi, kamu kan besok sekolah, terus pulangnya pasti kerja"
"Satu hari aja kamu jangan dulu sekolah, nanti besoknya kamu boleh sekolah yah, harus nurut sama suami"
"Ya udah deh iya"akhirnya Kiran mengalah dan tidak mau membantah omongan Evan, dengan alasan takut durhaka pada suami
Drttt drttt drttt
Handphone Kiran berbunyi
"Hp kamu bunyi tuh"ucap Evan, Kiran langsung mengambil handphone miliknya yang ia letakan di nakas
"Siapa?"tanya Evan
"Dila"Kiran langsung mengangkat panggilan dari sahabatnya itu
"Hallo Dil"ucap Kiran di sebrang telepon
"Ran, lo baik-baik aja kan, lo kemarin kemana aja sih, ngomong mau ke toilet tapi gak balik-balik, gue khawatir tau gak, dan sorry gue baru bisa telpon lo sekarang"ucapnya Dila
"Iya iya maaf, gue gak apa-apa kok, lo tenang aja, gak usah khawatir"
"Terus lo besok masuk sekolah kan? lo masih hutang penjelasan sama gue, lo harus jelasin apa yang terjadi sama lo kemarin"
"Iya nanti gue jelasin sama lo, dan besok gue gak masuk sekolah dulu"
"Kenapa?"
"Tidak diperbolehkan oleh sang suami tercinta"ucap Kiran sambil melirik Evan, Evan hanya tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
"Ohhhhhh, cieeee suami tercinta yah"godanya Dila
"Jangan gitu, lo jomblo, nanti sirik lagi"
"Kurang ajar lo, udah ah, gue matiin telepon nya"ucap Dila dan langsung mematikan sambungan telepon nya, Kiran hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
__ADS_1