
Keesokan harinya Kiran, dan semua anggota keluarga dan juga tidak lupa teman-temannya, sedang berkumpul di rumah sakit karena mendapatkan kabar bahwa Evan telah sadarkan diri.
Kini mereka semua sedang berkumpul di dalam ruangan Evan, atas permintaan Evan.
Kiran langsung mendekat kearah Evan sambil menggendong baby Kenzo, Evan hanya bisa tersenyum lemah melihat Kiran menggendong anaknya.
"Hubby"Kiran tidak bisa lagi menahan air matanya, kini dia menangis sejadi-jadinya
"Hubby aku kangen, liat anak kita udah lahir"ucap Kiran yang kini sudah duduk didekat Evan yang masih terbaring lemah
"Aku sayang sama kamu"ucap Evan lirih, dan langsung meneteskan air matanya, lalu dia mengelus lembut kepala Kiran dan beralih kepada bayi kecil yang sedang Kiran gendong.
"Sayang, aku udah gak kuat"ucap Evan dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada disana, perlahan mereka mulai meneteskan air matanya
"Kamu jangan ngomong gitu, kamu pasti sembuh"Kiran terus terisak, perlahan Lusi mendekati Kiran dan mengambil alih baby Kenzo dari gendongan Kiran
"Don, Doni"panggil Evan, Doni pun langsung menghampiri Evan
"Gue gak yakin, apa gue bisa bertahan atau nggak, gue minta sama lo, kalau gue gak ada lo yang harus gantiin posisi gue, bukan orang lain, gue percaya sama lo"
"Nggak, gak akan ada yang gantiin posisi lo, lo harus sembuh"Evan hanya tersenyum miris, karena yang dia rasakan saat ini rasanya tubuhnya sangat sakit, dia sudah tidak kuat
Evan memberikan surat yang telah dia tulis dengan susah payah sebelum mereka tiba di rumah sakit, Evan memberikan surat itu pada Kiran.
"Apa ini?"
"Nanti kamu juga tau sayang, asal kamu tau, aku benar-benar cinta dan sayang sama kamu"ucap Evan
"Hubby"mata Kiran sudah mulai meneteskan air matanya lagi
"Jangan nangis, cengeng banget sih"Evan menghapus air mata Kiran
__ADS_1
"Aku pengen foto sama anak kita"Kiran pun langsung melirik kearah Lusi yang sedang menggendong Kenzo, Kiran langsung berjalan mengambil alih Kenzo, dan langsung meletakkan Kenzo di sisi Evan, Evan langsung tersenyum melihat anaknya itu.
Doni langsung mengambil beberapa jepretan foto Evan dan juga Kenzo, lalu Evan meminta untuk mereka berfoto bersama, Doni pun meminta bantuan suster.
"Dia lucu"ucap Evan masih terus memandangi Kenzo
"Dia mirip banget sama kamu"ucap Kiran, Evan langsung tersenyum
"Aku pengen istirahat, kamu temenin aku disini"ucap Evan, semua orang kecuali Kiran keluar dari ruang rawat Evan
Kiran sempat menitipkan surat yang Evan berikan kepadanya, kepada Deron adiknya.
"Sayang, kamu jangan nangis terus, kamu harus jaga kesehatan kamu"Kiran tak menjawab dia langsung memeluk Evan dengan diiringi tangisan, Evan membalas pelukannya.
Perlahan Evan merasakan sakit, di sekujur tubuhnya, dia mulai memejamkan matanya, karena merasa tidak kuat lagi, tangan yang tadinya memeluk Kiran kini sudah terjatuh lemah, Kiran langsung merasa lemas, dia tidak kuat lagi untuk menggerakkan tubuhnya, dia berjalan sekuat tenaga untuk segera memanggil dokter.
"DOKTER"teriak Kiran, semua orang yang berada di luar kaget mendengar teriakan Kiran, sang dokter langsung masuk kedalam ruangan Evan diikuti oleh keluarga Evan dan Kiran serta teman-temannya.
Sang dokter langsung memeriksa Evan, dan berusaha sebisa mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan ternyata lebih menyayangi Evan.
"Apa, anak saya, gak mungkin dok, nggak, hiks hiks hiks"Yuna menangis histeris, begitupun dengan Liana dan lain lainnya pun
Kiran, dia langsung terduduk lemas dilantai saat mendengar pernyataan dokter, dia perlahan langsung bangkit dan menghampiri Evan yang sudah tidak bernafas lagi.
"Hubby kamu bohong kan, nggak, kamu gak boleh ninggalin aku haaaa hiks hiks hiks"Kiran menangis sejadi-jadinya sambil memeluk tubuh Evan
"Hubby bangun, EVANNNN BANGUNNN"Kiran berteriak
"EVANNNN HIKS HIKS HIKS"sesaat itu juga Kiran langsung pingsan
Kiran langsung ditangani oleh dokter.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya?"tanya Lusi
"Dia hanya mengalami shock saja"
Beberapa menit kemudian Kiran terbangun dan langsung berlari keruangan Evan.
"Kiran"
"Nggak, nggak mungkin, Evan bangun, jangan tinggalin aku, Evan"ucap Kiran sambil terus mengguncang tubuh Evan, tapi itu sudah tidak ada gunanya lagi, kini Evan sudah pergi meninggalkan mereka semua
"Kiran sayang, kamu harus kuat nak, ingat Kenzo, Kiran"ucap Yuna yang merasa tidak tega melihat Kiran
"Tapi mah, aku hiks hiks hiks, Evannnnnnnn"Kiran terisak di pelukan Yuna, semua orang yang melihat Kiran merasa iba dan tidak tega melihat Kiran.
Keesokan harinya mereka sedang berada di pemakaman umum, Kiran terus saja menangis, dia masih belum rela dengan kepergian Evan, setelah acara pemakaman selesai, semua orang sudah pergi kecuali Kiran dan keluarganya.
"Kiran udah yah, kita pulang"ucap Lusi
"Nggak Bun, aku masih mau disini, aku mau bareng kak Evan"
"Sayang dengerin mama, kamu harus kuat yah, meskipun Evan udah gak bareng lagi sama kita, tapi dia akan selalu mengawasi kita di atas sana"ucap Yuna
"Iya nak, kamu jangan sedih, kami semua disini untuk kamu, kami akan selalu mendukung kamu"ucap Robert
"Kamu harus mengikhlaskan kepergian Evan, Evan juga pasti gak suka kalau kamu nangis terus"lanjutnya Yuna mencoba menenangkan Kiran
"Kita pulang yah"ucap Yuna, Kiran pun mengangguk
Kiran pulang ke rumah kedua orang tuanya karena, mereka tidak mungkin membiarkan Kiran tinggal dirumahnya sendiri dengan keadaan seperti ini apalagi sekarang dia sudah memiliki Kenzo.
Author pas nulisnya juga gak tega, sumpah.
__ADS_1
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.