Married At 17

Married At 17
Episode 40 Enam bulan kemudian


__ADS_3

Tidak terasa sudah enam bulan usia kandungan Kiran, perutnya mulai terlihat, semenjak usia kandungan Kiran tiga bulan, Deron sering sekali menginap di rumah sang kakak, bahkan hampir tiap hari, dikarenakan Evan yang kadang sibuk bekerja bahkan sampai pulang malam, maka dari itu Deron memutuskan untuk tidur di rumah kakaknya sampai dia melahirkan.


Suasana rumah Evan kini begitu ramai, karena kedua teman Evan yang sedang bermain dirumahnya, karena malam ini juga tepatnya malam Minggu, jadi mereka bebas untuk bermain sampai malam.


"Heh Deron, ambilin minum dong"titahnya Riki


"Ogah, ambil aja sendiri, lo kira gue babu apa"Deron fokus memakan puding buatan kakaknya


"Dihhh, adik ipar lo gak ada sopan sopan nya Van"adunya Riki


"Lo kayak yang gak tau sifat dia aja"yang berbicara bukanlah Evan melainkan Doni


"Ya udah, biar aku aja yang ambilin"ucap Kiran dan hendak bangkit dari duduknya


"Ehhh, gak usah, biar Deron aja, Deron cepet ambilin minum"titahnya Evan, mau tak mau Deron pun menuruti apa kata Evan dan langsung membawakan lima gelas jus mangga


"Nih minum sampe lo keselek"ucap Deron kesal sambil memberikan satu jus mangga ke pada Riki


"Kurang ajar, dasar bocah"


"Stop, udah yah, jangan pada berantem, mending kita main PS aja yuk"ajak Doni


"Ayo, siapa takut"ucap Riki dan Deron bersamaan


"Van ikut gak"ucap Deron, kini Deron dan Evan sudah mulai akrab meskipun kadang masih sering bertengkar karena hal kecil

__ADS_1


"Ayo"


Ke empat cowok itu sangat asik bermain PS, dan Kiran hanya melihat saja sambil sesekali memakan buah apel yang sudah Evan siapkan untuk dirinya.


Saat Kiran tengah asik memakan apel tiba-tiba dia merasa didalam perutnya ada yang menendang.


"Awww"pekik nya Kiran, dan ke empat cowok yang tadinya fokus bermain PS langsung mengalihkan pandangannya kepada Kiran yang sedang memegangi perutnya yang sudah mulai membesar


"Kamu kenapa sayang?"tanya Evan dan langsung ikut memegangi perut istrinya itu


"Bayi nya nendang"ucap Kiran


"Serius?"terpancar jelas kebahagiaan di wajah Evan, rasanya dia benar-benar ingin segera melihat anaknya itu, pasti sangat mirip dengannya, pikirnya Evan


"Iya"Evan langsung mengelus perut Kiran dan mensejajarkan kepalanya dengan perut Kiran, terasa anaknya menendang lagi saat Evan mengelus perut nya


"Aku juga pengen rasain kak"ucap Deron yang sudah berada di dekat Kiran


"Etss mau ngapain?"tanya Evan saat melihat Deron hendak mengelus perut Kiran, dan menahan tangan Deron


"Mau rasain tendangan ponakan gue lah"


"Nggak, lo gak boleh elus perut Kiran"tolaknya Evan


"Dihhh, posesif banget sih, gue kan adiknya"sewotnya Deron

__ADS_1


"Iya tapi tetep gak boleh"


"Kak Kiran"rengek nya Deron, Riki dan Doni hanya melihat perdebatan diantara Deron dan Evan, hanya diam saja, sebenarnya Doni sangat ingin mengelus perut Kiran dan merasakan tendangan dari bayi yang ada didalam perut Kiran, tapi dia cukup sadar diri, dan dia juga merasa tidak enak kepada Evan.


"Iya boleh"ucap Kiran


"Sayangggg"kini Evan yang merengek


"Hubby Deron kan adik aku"


"Tapi dia kan tetep aja cowok"


"Hubby"ucap Kiran menampilkan puppy eyes nya, Evan menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya tanda setuju, akhirnya Deron langsung mengelus perut Kiran dengan sangat hati-hati


"Ihhh, beneran kak dia nendang loh"ucap Deron saat merasakan bayi yang ada di perut Kiran menendang


"Huh, jadi pengen nikah deh gue"ucap Riki tiba-tiba


"Yehhh, Lo pikir nikah itu gampang apa"ucap Doni langsung menoyor kepala Riki


"Santi dong"kesalnya Riki lalu memukul Doni dengan bantal sofa


"Makannya cepet lamar cewek lo dong"ucap Evan


"Tenang itu mah"ujar Riki.

__ADS_1


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


__ADS_2