
Evan yang merasa khawatir langsung berlari mencari Kiran.
"Maaf pak, saya boleh izin ke Dila?"ucap Evan, karena dikelas Kiran sedang ada guru
"Iya boleh, silahkan, Dila"ucap pak guru
Dila langsung menghampiri Evan dia juga ingin menanyakan soal Kiran.
"Kak Evan, ada apa?"tanya Dila
"Kiran kemana?"tanya Evan
"Aku juga mau tanya sama kakak soal itu, tadi Kiran bilangnya mau ke toilet, tapi sampai sekarang dia belum kembali ke kelas juga"jelasnya Dila
"Toilet?"
"Iya"
"Ya udah, makasih"ucap Evan, diapun langsung berlari pergi menuju toilet, saat sampai di toilet Evan langsung mencari keseluruhan toilet yang ada, tapi Kiran tidak ada disana.
"Ahkkkk, sialan, Kiran lo dimana sih, jangan bikin gue khawatir"gumamnya Evan dia benar-benar bingung, tiba-tiba dia berfikir tentang gudang sekolah, diapun langsung berlari menuju gudang sekolah
"Kiran, Kiran"teriak Evan saat dia sudah berada di area gudang, diapun melihat Kiran yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri
"Kiran"ucap Evan panik, dia langsung menghampiri Kiran
"Kiran bangun, lo kenapa?"ucap Evan, tanpa pikir panjang lagi dia langsung menggendong tubuh Kiran dan langsung berlari menuju parkiran, untuk mengantarkan Kiran ke rumah sakit
Dia sudah tidak peduli lagi dengan tatapan semua orang, yang dia pikirkan adalah hanya keselamatan Kiran.
"Eh itu si Evan kan, kenapa tuh orang?"ucap Riki saat melihat Evan
"Iya tuh, ayo kita ikutin"ucap Doni, mereka berdua pun mengikuti Evan
"Van Kiran kenapa?"tanya Riki, kini mereka sudah berada di parkiran
"Gue juga gak tau, bukain pintu mobilnya" Riki langsung membukakan pintu mobil milik Evan
"Kita ikut boleh yah"ucap Riki
"Ya udah, cepetan naik"Riki dan Doni pun langsung masuk kedalam mobil milik Evan
Evan langsung melajukan mobilnya, saat tiba di rumah sakit Evan langsung menggendong Kiran, menuju ruang pemeriksaan.
__ADS_1
Kiran langsung diperiksa oleh dokter dan Evan, Riki dan Doni menunggu diluar.
"Bagaimana keadaan pacar saya dok?"tanya Evan, saat melihat dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan
"Keadaan pasien cukup lumayan parah, perut pasien juga mengalami memar, pasien harus istirahat untuk beberapa hari, karena tubuhnya masih sangat lemah, saya akan memberikan beberapa vitamin dan obat untuk pasien"jelasnya sang dokter
"Baiklah dok, terimakasih, apa saya boleh menjenguk nya?"ucap Evan
"Iya silahkan boleh"
"Terimakasih banyak dok"Evan, Riki dan Doni langsung masuk kedalam ruangan Kiran, Kiran masih belum tersadar
"Kiran emang kenapa sih Van?"tanya Doni yang penasaran
"Gue juga gak tau, tiba-tiba tadi dia nelepon gue, terus minta tolong, gue langsung cari dia, ternyata dia ada di gudang dengan keadaan yang udah babak belur kayak gini"jelasnya Evan
Kini Evan duduk di kursi rumah sakit dekat Kiran, saat Evan tengah mengobrol dengan Doni dan Riki, tiba-tiba Kiran bergumam kecil tapi masih bisa didengar oleh Evan.
"Kak"gumam Kiran, Evan langsung menatap Kiran dengan penuh rasa khawatir
"Kiran"
"Perut ku sakit banget"ucap Kiran, Evan langsung menyibakkan seragam yang Kiran pakai dan memeriksa perut Kiran, ternyata perutnya terdapat tanda biru memar, Evan makin tersulut emosi saat melihat keadaan Kiran yang sangat memprihatinkan.
"Siapa yang udah ngelakuin ini sama lo?"tanya Evan
"Jawab Kiran"ucap Evan tegas
"Yuri"ucap Kiran
"Perempuan sialan"Evan hendak pergi tapi Kiran langsung menahannya nya
"Kak, jangan kemana-mana, temenin aku"ucap Kiran, Evan langsung menghela nafas berusaha meredam emosi nya, diapun langsung duduk kembali di dekat Kiran yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit
"Lo di apain aja sama Yuri?"tanya Evan, Riki dan Doni hanya duduk di sofa dan menyimak pembicaraan Kiran dan Evan
"Hmmm..."Kiran pun langsung menceritakan semua yang terjadi, Evan benar-benar tidak menyangka jika wanita itu akan berbuat hal seperti ini, Evan merasa sangat marah mendengar semua hal yang Kiran ceritakan
Karena hari sudah mulai sore Doni dan Riki pamit untuk pulang.
"Kiran laper gak?"tanya Evan
"Iya laper"
__ADS_1
"Mau makan apa, nanti aku beliin"entah setan apa yang merasuki Evan, kini dia dengan spontan mengubah panggilannya yang biasanya lo, gue, sekarang menjadi aku kamu
"Aku mau soto boleh kan"Kiran sangat bahagia kini Evan terlihat lebih lembut kepadanya
"Iya boleh, kalau gitu aku cari makanan dulu yah"
"Iya hati-hati"Evan pun langsung melenggang pergi mencari penjual soto, saat dia sudah menemukan penjual soto itu, dia langsung memesan nya
"Bang sotonya dua yah, dibungkus"ucap Evan
"Siap"ucap sang penjual soto
Evan langsung menuju ke rumah sakit karena sudah mendapatkan soto yang Kiran pesan.
"Ada kak soto nya?"tanya Kiran pada Evan yang baru saja masuk keruangan nya
"Ini"ucap Evan sambil memperlihatkan sebuah kantong kresek yang berisi soto
"Ayo kita makan dulu"sebelum Evan kembali kerumah sakit dia terlebih dahulu membeli mangkuk dan sendok sekali pakai
Mereka berdua pun makan dengan tenang, Evan tersenyum melihat Kiran makan dengan lahap dan langsung mengelus rambut Kiran.
"Enak?"tanya Evan
"Hmmm, enak banget"
Setelah selesai makan mereka berdua berbincang-bincang sedikit.
"Kamu tadi gak kerja?"tanya Kiran
"Nggak, tenang aja aku udah izin sama Papa kok"ucap Evan
"Kapan aku bisa pulang? aku gak mau lama-lama di rumah sakit"
"Besok juga kamu udah bisa pulang"
"Beneran?"
"Iya, tapi kamu jangan dulu sekolah"
"Kenapa?"
"Meskipun kamu udah bisa pulang besok, tapi tubuh kamu masih lemah, jadi kamu harus istirahat dalam beberapa hari ini"jelasnya Evan
__ADS_1
"Ohhhh"Kiran menganggukkan kepalanya
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.