
Tidak terasa kini Kenzo sudah naik ke kelas dua belas, dan pastinya Cia dan Kaivan pun sudah masuk SMA kelas sepuluh.
Cia dan Kaivan bersekolah disekolah yang sama bersama Kenzo, baru dua Minggu mereka berada di SMA tersebut.
Cia masuk jurusan IPA, dan dia berada di kelas IPA2, sedangkan Kaivan dia mengikuti jejak kakaknya dan masuk jurusan IPS, dia berada dikelas IPS1, perkumpulan anak-anak nakal, hampir semua orang yang ada dikelas Kaivan itu barbar.
"Bang, gue nebeng motor lo yah, motor gue lagi diservis"ucap Kaivan, semenjak dia masuk SMA, Daddy nya sudah memperbolehkan Kaivan memakai motor, meskipun sempat berdebat sedikit dengan Kiran, yang menentang Kaivan menggunakan motor, tapi akhirnya Kiran menyetujui juga.
"Ogah, gue mau jemput tunangan gue"ucap Kenzo, semenjak acara perjodohan Kenzo dan Cia, Kenzo lebih membuka hati pada Cia, dan seperti sekarang ini, Kenzo mungkin sudah mencintai Cia, hanya saja dia masih belum menyadari nya.
"Ahhh lo mah, bucin banget sih, kali ini aja yah, gue telpon Cia nya kalau lo gak bisa jemput"
"Ogahhh"
"Ya udah, gue bilangin sama mommy"Kaivan tukang ngadu
"Ck dasar tukang ngadu, ya udah bentar, gue telpon Cia dulu"akhirnya mau tak mau Kenzo mengalah dan langsung menelpon Cia
"Hallo Cia?"
"Iya kak"
"Maafin aku yah, aku gak bisa jemput kamu, motor Kai lagi diservis jadi dia ikut sama aku"
"Ohhh, ya udah gak apa-apa, nanti Cia dianterin papa aja"ucap Cia
"Maaf yah"
"Iya gak apa-apa"
"Aku tutup dulu telponnya"
"Okeh"panggilan telepon pun berakhir
Kenzo langsung melayangkan tatapan tajam pada Kaivan yang sedang berdiri di sampingnya.
"Cepetan naik"ketus Kenzo
"Ck ketus amat lo, cepet tua baru tau rasa"
"Bodo"Kenzo pun melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan, sampailah mereka di sekolah, yang terlihat sudah banyak anak-anak yang sedang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.
"KAIVAN"teriak Alka teman Kaivan, Kaivan langsung menoleh kearah sumber suara
"Wihh tumben lo berangkat sama Abang lo"
"Iya, motor gue lagi di servis"
"Bang gue ke kelas duluan"ucap Kaivan
"Hmmm"Kenzo hanya berdehem, Kaivan pun langsung pergi meninggalkan Kenzo yang masih duduk di atas motor nya
"Kenzo"panggilnya seseorang
"Apa?"dilihatnya Angga dan Ares yang menghampiri dirinya
"Ngapain lo masih di sini?"tanya Ares
__ADS_1
"Nungguin lo pada lah"
"Ohhh"
"Tuh muka kusut banget, ngapa lu?"tanya Kenzo pada Angga
"Bad mood gue"
"Ck udah kayak cewek lagi pms aja lo"
"Bodo"Angga langsung nyelonong pergi meninggalkan Ares dan Kenzo yang masih terpaku
"Kenapa tuh anak?"tanya Kenzo
"I don't know"merekapun langsung menyusul Angga yang sudah hampir berjalan jauh.
...***...
"Dah papa"ucap Cia pada sang papa tercinta
"Dahh, belajar yang rajin yah, jangan nakal"
"Siap komandan"Danu terkekeh melihat tingkah putri nya itu, lucu sekali pikirnya
Cia langsung bergegas pergi menuju kelasnya dengan sedikit berlari, ngomong-ngomong tinggi badan Cia itu 155 cm, jadi dia terlihat sangat kecil dan imut.
"DORR"
"EHHH BEBEK MONYONG"Cia latah saking kagetnya, baru saja dia sampai di dalam kelasnya, tapi dia sudah dikagetkan oleh temannya
"HAHAHA, njirrr bebek emang monyong"
"Ya iya lah masih pagi, lo pikir udah siang"
"Serah dah, seneng seneng lo aja"Cia langsung duduk di bangkunya yang terlihat sudah ada Chika disana yang sedang menelungkupkan kepalanya diatas meja
"Chikaaaa"
"Apa, gue ngantuk Cia"
"Lo mah ngantuk mulu, maraton Drakor terus sih lo"
"Iya, soalnya seru tau"
"Ya udah deh, karena bel masih lama dan lo juga tidur mulu, jadi gue mau nyamperin kak Ken dulu, bye"Cia hendak berjalan keluar tapi Chika langsung menghentikan nya
"Eh bentar mau kemana tadi?"
"Mau nyamperin kak Ken"
"Ikut yah, gue pengen ketemu sama kak Ares"
"Katanya ngantuk?"
"Nggak jadi ngantuk nya, hehehe"Chika menampilkan senyum manisnya
"Ck giliran urusan kak Ares aja, otak lo kenceng banget"
__ADS_1
"Hehehe, biarin lah, namanya juga suka, lo juga sama kak Kenzo gitu"
"Ya udah, ayo, nanti keburu bel lagi"Cia langsung menarik tangan Chika, untuk sekedar menemui Kenzo, karena tadi papanya sempat menitipkan sepatu milik Daddy nya Kenzo, dan menyuruh Cia untuk memberikannya pada Kenzo.
Saat sudah berada didepan kelas Kenzo, Cia malah berhenti, dan saling dorong dengan Chika.
"Chik, lo aja deh yang samperin, malu gue"
"Lah kok gue sih, kan lo yang mau ketemu sekalian ngasih ini"Chika menunjuk pada kantong kresek yang berisikan sepatu
"Iya tapi malu"
"Ya udah ayo barengan aja kalau gitu"
"Ya udah, ayo"
"Ya ayo"Chika langsung menarik tangan Cia
"Ayo ngomong, kok diem aja"ucap Cia
"Lo aja yang ngomong"mereka berdua seperti nya asik sekali berdebat sampai tidak menyadari kehadiran Kenzo dan kedua temannya yang sudah berada dihadapannya.
"WOUYY"
"Eh ayam copot mati"ucap keduanya kompak melatah, bisa kompak gitu yah
"Hahaha, njig gue baru tau kalau Cia latah"ucap Angga
"Nggak yah, Cia cuma kaget, jadi kelepasan, tanya aja kakak aku tercinta kak Ares"
"Ekhmmm, terus aku ini apa?"ucap Kenzo dengan ekspresi sok datar
"Kamu kan, tunangan Cia, bukan kakak Cia"
"Nih, tadi papa nyuruh Cia buat kasih ini sama kak Ken, katanya ini punya Daddy"ucap Cia sambil memberikan kantong kresek yang berisi sepatu itu
"Okeh, makasih Cia ku"Kenzo mencubit pelan pipi Cia
"Aww sakit tau"Cia mengelus pipinya
"Eh iya iya maaf"
CUP
Kenzo mencium pipi Cia yang tadi dia cubit, dan Cia langsung membeku seketika, Kenzo seakan-akan tidak memperdulikan mereka sedang dimana, main nyosor aja.
"Wouy wouy, jangan berbuat mesum disekolah lo, kurang asem emang"ucap Ares
"Halah jomblo diem"
"Songong lu"ucap Ares dan Angga bersamaan.
Doain aku yah besok hari pertama aku PKL (praktek kerja lapangan), sumpah deg-degan banget tau.
_
_
__ADS_1
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.