
Kiran kini sedang berada didalam kamar sendiri, dia menangis mengingat kenangan indahnya bersama Evan, berat rasanya untuk Kiran, Kiran berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Evan tapi itu semua butuh waktu.
"Bun, aku khawatir sama keadaan kak Kiran"ucap Deron
"Iya bunda juga, kamu bawa Kenzo ketemu Kiran gih, biar Kiran gak terlalu tenggelam dalam kesedihannya kalau ada Kenzo"Deron pun menggendong Kenzo
"Oke Bun"Deron langsung berjalan menuju kamar Kiran
"Evan, gue gak nyangka banget lo bakal secepat ini ninggalin kita, sekarang gue cuma bisa berdoa buat lo, gue janji bakal jagain kak Kiran dan juga keponakan gue"ucap Deron dalam hati
"Kak aku masuk yah"ucap Deron
"Iya"Deron langsung masuk kekamar Kiran, dilihatnya Kiran yang sepertinya baru saja menangis
"Sini biar Kakak yang gendong Kenzo"Deron langsung memberikan Kenzo kepada Kiran
Kiran menatap Kenzo, seketika dia teringat kembali dengan Evan yang sangat ingin melihat anaknya itu, tapi sekarang dia sudah pergi jauh, dan tidak bisa kembali lagi.
"Kak udah dong jangan nangis, kasihan Kenzo, Evan juga pasti gak suka kalau kakak terus-terusan kayak gini"Kiran langsung menatap Deron dan tersenyum
"Malam ini Kenzo tidur sama kakak yah"ucap Kiran
"Iya"
Sedangkan di lantai bawah, Yuna, Robert dan Liana sedang berkunjung untuk melihat keadaan Kiran dan juga Kenzo.
"Sayang, kita ke ruang keluarga yuk, di bawah ada, mama, papa, sama Liana"ucap Lusi yang baru saja tiba di kamar Kiran
__ADS_1
"Iya Bun, yuk kak"mereka pun langsung menuju ruang keluarga, Kiran duduk disebelah Deron
"Kiran"Yuna langsung menghampiri Kiran dan langsung memeluknya, semuanya terdiam, tiba-tiba Deron teringat dengan surat yang Evan berikan sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, Deron pun langsung beranjak dari duduknya dan langsung mengambil surat yang dia simpan di kamar nya.
"Kak ini"Deron memberikan surat tersebut pada Kiran, Kiran langsung mengambil nya
"Itu surat yang diberikan kak Evan, sebelum dia pergi"ucap Kiran dan langsung memberikan suratnya pada Yuna
"Aku mau mama yang bacain, mumpung semua keluarga sedang berkumpul"lanjut Kiran
Yuna pun mulai membuka surat tersebut dan perlahan melihat isinya, dan langsung membaca isi surat tersebut.
"Sayang Kiran, maaf kalau aku gak bisa bertahan, kamu jangan nangis terus yah, aku akan tetap mengawasi kamu dan juga Kenzo dari atas, kamu gak boleh nyerah, kamu harus kuat demi anak kita, dan untuk mama, papa, bunda, ayah, Liana, dan Deron, maafin aku kalau aku punya banyak salah sama kalian, aku titip Kiran dan Kenzo sama kalian.
Dan aku mau Doni menggantikan posisi aku, aku mau setelah aku pergi Doni dan Kiran menikah, aku percaya sama Doni, dia pasti bisa menjaga Kiran dan Kenzo, aku tidak mau Kenzo kehilangan sosok ayah, jadi aku minta agar Doni menjadi ayah sambung bagi Kenzo, dia jagoan kecilku tapi mungkin aku tidak bisa merawatnya sampai dia besar.
Itulah isi surat yang Evan tulis sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, Kiran langsung menangis, bunda Lusi langsung memeluk Kiran dan mencoba menenangkan Kiran.
Sedangkan dikediaman Doni, dia sedang duduk di balkon kamarnya sambil mengenang masa-masa indah nya bersama Evan, saat dia bolos disekolah, saat mereka nongkrong bersama, seketika Doni langsung tersenyum miris meratapi kenyataan yang terjadi.
"Van, kenapa lo pergi secepat itu sih, gue janji Van, gue gak bakal biarin orang yang udah buat lo kayak gini hidup dengan tenang, gue gak terima Van"Doni berbicara sendiri sambil menatap langit yang mendung
"Doni"panggilnya Mona, Doni langsung mengalihkan pandangannya kepada Mona
"Ada apa mih?"
"Di bawah ada keluarga Evan yang pengen ketemu sama kamu"
__ADS_1
"Mau ngapain?"
"Mami juga gak tau, ayo kesana"Doni pun langsung turun kelantai bawah dengan hanya menggunakan kaos warna abu-abu dengan celana pendek selutut
"Maaf sebelumnya menunggu lama"ucap Mona
"Iya tidak apa-apa"ucap Robert
"Sebenarnya kedatangan kami ke sini, hanya ingin memberikan surat terakhir dari Evan pada Doni, kami sekeluarga dan juga Kiran sudah membaca surat ini"Mona memberikan surat itu pada Doni
"Tapi kenapa diberikan kepada saya Tante?"tanya Doni
"Nanti kamu juga akan tau"
"Kalau begitu kami pamit"ucap Robert mereka segera pulang.
Setelah keluarga Evan pulang, Doni langsung kembali menuju kamarnya dan langsung membaca surat itu, dia merasa terkejut dengan isi surat itu, mana mungkin dia bisa menggantikan Evan.
"Van meskipun gue gak jadi suami Kiran juga, gue masih bisa jagain mereka kok, kenapa Lo malah kayak gini sih, gue emang suka sama Kiran tapi gue juga gak mau nyakitin hati dia"gerutu Doni berbicara sendiri.
Jadi gimana nih, kira-kira Kiran bisa bersama Doni gak yah.
Maaf yah buat kalian yang kecewa karena Evan di buat meninggal🥺tapi ini udah keputusan author, terimakasih banyak, semoga kalian tetep suka sama ceritanya.
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.
__ADS_1
Mohon berkomentar dengan bijak yah.