Married At 17

Married At 17
Episode 48 Kenzo Antonio


__ADS_3

"Kak, keadaan kakak masih belum sepenuhnya pulih kak, nanti kalau kakak udah pulih, kakak bisa liat Evan"


"Nggak, aku gak mau, aku mau liat Evan sekarang hiks hiks hiks"Kiran berusaha bangkit tapi perutnya masih terasa sakit


"Okeh, okeh, kita liat Evan sekarang, kakak tunggu dulu disini, aku ambil kursi roda dulu"ucap Deron dan langsung mengambil kursi roda, setelah itu dia membantu Kiran untuk duduk di kursi roda


"Bun, yah, aku bawa kak Kiran ke ruangan Evan dulu yah"ucap Deron, kedua orangtuanya hanya menganggukkan kepalanya


Deron langsung mendorong kursi roda tersebut dan langsung masuk kedalam ruang rawat Evan.


"Kiran"ucap Doni yang berada di ruangan Evan


"Kiran sayang, kamu udah sadar nak, kamu gak apa-apa kan?"tanya Yuna


"Nggak mah, aku gak apa-apa, aku mau liat kak Evan"ucapnya dan Deron langsung mendorong kursi roda nya untuk mendekati Evan


"Hubby"ucap Kiran, kini matanya mulai berkaca-kaca dan perlahan menetes air matanya itu


"Hubby, anak kita udah lahir, kamu cepetan bangun dong, katanya kamu pengen liat anak kita"ucap Kiran sambil terisak menangis


"Hubbyyy, hiks hiks hiks"


"Kiran kamu yang sabar yah, Evan pasti sembuh kok"ucap Yuna berusaha menenangkan Kiran.

__ADS_1


"Kiran kamu udah liat anak kamu?"tanya Robert, Kiran langsung menatap Robert dan menggelengkan kepalanya


"Kamu kamu liat anak kamu kan?"tanya Yuna


"Iya mah"


"Ayo mamah temani kamu ketemu sama anak kamu"ajaknya Yuna, Yuna pun langsung mengambil alih kursi roda nya dan langsung mendorongnya menuju ruangan khusus bayi


"Suster apa kami sudah bisa melihat bayi nya Kiran secara langsung?"tanya Yuna pada sang suster


"Mohon maaf Bu, kalian hanya bisa melihatnya di balik kaca terlebih dahulu, karena sang bayi masih dalam tahap perawatan"jelasnya suster tersebut


"Baiklah"


"Dia mirip banget sama kak Evan"ucap Kiran


"Iya sayang, kamu benar, dia mirip sekali dengan Evan"


"Apa kamu sama Evan sudah menyiapkan nama untuknya?"tanya Yuna


"Sudah mah, Kenzo Antonio, itu nama yang kak Evan buat mah"ucap Kiran seraya terus memandangi anaknya itu


"Nama yang bagus sayang"

__ADS_1


"Mah kapan kak Evan siuman?"tanya Kiran, seketika Yuna langsung terdiam berusaha untuk tidak menangis


"Kamu berdoa saja yah sayang"Yuna langsung membawa kembali Kiran ke ruangan Evan, Kiran selalu merasa sedih saat melihat Evan terbaring lemah.


"Gue gak bisa diem aja, gue harus cari tahu apa yang terjadi sebenarnya, feeling gue, ini bukan cuma kecelakaan biasa"ucap Doni dalam hati.


Tanpa pamit Doni langsung keluar dari ruangan Evan, diikuti oleh Riki.


"Lo mau kemana Don?"tanya Riki


"Gue mau cari tahu tentang kecelakaan ini, gue gak percaya kalau ini cuma kecelakaan biasa, gue yakin ada orang yang sengaja ngelakuin ini"ucap Doni


"Don lebih baik kita tunggu kabar dari polisi aja"


"Gue gak bisa, gue gak tahan liat Evan sama Kiran menderita Ki, lo ngerti gak sih?"


"Gue ngerti Don, ngerti banget, tapi lo jangan gegabah"Doni pun mendengus kesal


"Lebih baik kita pulang aja dulu, biarin Kiran dan Evan istirahat, lo juga harus istirahat"


"Okeh, gue pulang"Doni langsung melenggang pergi begitupun dengan Riki.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.

__ADS_1


Maaf kalau ada typo yah.


__ADS_2