
Keesokan harinya seperti biasa, Evan akan berangkat ke kampus, begitupun dengan Kiran, tadinya Evan ingin Kiran segera mengambil cuti di kampus, tapi Kiran bilang dia ingin ambil cuti saat usia kandungannya menginjak sembilan bulan saja.
Setelah melakukan acara sarapan pagi, mereka langsung menuju kampus dengan mobil yang biasa mereka gunakan, tanpa ada rasa curiga Evan langsung menjalankan mobil tersebut.
"Hubby mampir dulu di mini market dong, aku mau beli susu"ucap Kiran saat mereka sedang di perjalanan.
"Iya sayang"saat mobil Evan sudah dekat di minimarket, dan saat Evan hendak mengerem mobilnya, rem nya tidak berfungsi, Evan sedikit panik tapi dia berusaha setenang mungkin.
"Ada apa hubby? kok gak berhenti sih, minimarket nya udah kelewat loh"tanya Kiran yang memang tidak mengetahui bahwa rem mobilnya blong
"Rem nya blong"ucap Evan yang entah dia juga harus bagaimana
"Apa"Kiran kaget dan langsung panik
"Kamu tenang aja sayang, aku bakal lindungin kamu sama baby, kamu sekarang telepon Doni"titahnya Evan, mobilnya kini sudah mulai susah dikendalikan, dan Kiran semakin panik
"Hubby aku takut hiks hiks hiks"Kiran mulai menangis
"Kamu tenang aja sayang, kamu dengerin aku yah, kalau misalkan aku gak bisa bareng sama kalian, kamu harus janji sama aku kamu jangan terlalu sedih, kamu harus kuat demi baby kita"entah kenapa Evan tiba-tiba mengatakan hal itu
"Hubby kamu jangan ngomong gitu hiks, kita bakal selamat kok"Kiran makin histeris
"Ya udah, sekarang kamu cepetan telepon Doni"titahnya Evan lagi
"*Ya Allah lindungilah istri dan anak hamba, jika hamba tidak bisa selamat, tidak apa-apa, tapi tolong lindungilah istri dan anak hamba"Evan berdoa dalam hati
"Don, kalau gue gak ada, gue harap lo bisa jagain Kiran, gue ikhlas lo jadi pengganti gue, gue percaya sama lo"ucapnya dalam hati*
"Hallo"Kiran menelpon Doni
"Iya, ada apa Kiran?"tanya Doni di sebrang telepon
"Mobil kak Evan rem nya blong hiks hiks..."saat Kiran sedang berbicara dengan Doni, ucapannya terhenti saat melihat mobil truk yang akan melintas didepan mobilnya, saat mereka akan melintas lampu merah
"HUBBY AWASSSS"teriak Kiran histeris, dengan cepat kilat Evan langsung melepaskan sabuk pengamannya dan langsung memeluk Kiran agar tidak terluka, dan seketika terjadilah tabrakan, mobil Evan terguling beberapa meter.
Sedangkan di posisi Doni.
"Kiran, Hallo, KIRAN"teriak Doni, seketika tubuhnya terasa lemas
"Don lo kenapa sih teriak, ada apa sama Kiran?"tanya Riki
"Tadi Kiran nelpon gue, dia bilang rem mobil Evan blong, gue harus cari mereka"Doni langsung bergegas menuju parkiran kampus dan langsung melajukan motornya mencari keberadaan Kiran dan Evan, diikuti oleh Riki.
__ADS_1
Diposisi Kiran dan Evan saat ini, terlihat Evan yang sudah tidak sadarkan diri sambil memeluk Kiran, wajahnya penuh dengan darah, sedangkan Kiran dia masih sadarkan diri tapi dia merasakan sakit diperutnya, pelipis nya pun terlihat berdarah.
"Hubby bangun hiks"ucap Kiran lirih
"Hubby perut aku sakit"Kiran terus berbicara dengan Evan, meski Evan tidak dapat menjawab nya
Semua orang yang melihat kecelakaan itu langsung berusaha mengamankan korban, Evan dan Kiran segera di bawa kerumah sakit oleh polisi, ada beberapa polisi juga yang sedang mengamankan situasi.
Saat Doni sedang mengendarai motornya, dia merasakan handphonenya bergetar, diapun langsung menepikan motornya, dan mengangkat telepon yang masuk, ternyata itu Kiran.
"Hallo Kiran, kamu dimana? kamu gak apa-apa? Evan gimana?"tanya Doni
"Maaf mas ini dari pihak kepolisian, orang yang memiliki ponsel ini mengalami kecelakaan, kini mereka sudah berada di rumah sakit bangsa, apakah anda keluarganya?"
"Apa kecelakaan"seketika air mata Doni menetes
"Iya mas, apa anda keluarganya?"tanpa menjawab pertanyaan dari pak polisi Doni langsung mematikan teleponnya dan langsung melajukan motornya menuju rumah sakit bangsa.
Sesampainya di rumah sakit bangsa terlihat sudah ada kedua orangtuanya Evan dan juga Kiran, tadi setelah polisi menghubungi Doni, polisi itu langsung menghubungi Deron adik Kiran, menggunakan handphone Kiran, yang masih berfungsi.
"Tante, om, gimana keadaan Evan dan Kiran?"tanya Doni
"Doni, hiks hiks, Evan kritis Don"ucap Yuna, Mamanya Evan
"Dia lagi di operasi nak, dengan terpaksa Kiran harus melahirkan sekarang secara cecar"ucap ayah Deri
Seketika hati Doni benar-benar terasa sakit, tubuhnya lemas, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Evan sahabatnya dan juga Kiran sedang berjuang melawan maut.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya?"tanya Robert yang melihat dokter baru saja keluar dari ruangan Evan
"Pasian sudah melewati masa kritis nya, tapi dia mengalami koma"
"Apa, kapan anak saya bisa sadar dok?"
"Saya tidak tahu pak, itu tidak bisa kami prediksi kan, kalian banyak berdoa saja untuk kesembuhan pasien"
"Apa kami boleh masuk?"tanya Yuna
"Untuk sekarang masih belum bisa, kalau gitu saya permisi"ucap sang dokter
Sedangkan di ruang operasi bersalin, dokter baru saja selesai menjalankan operasi nya, dan bayi Kiran sudah lahir, bayi berjenis kelamin laki-laki itu langsung dibawa ke ruangan khusus bayi untuk mendapatkan perawatan lebih lagi.
Lusi dan Deri yang sedang berada didepan ruangan operasi Kiran, merasa sedih saat melihat keadaan Kiran.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Kiran dan bayinya?"tanya Yuna yang tiba-tiba muncul
"Bayinya selamat dan Kiran masih belum sadarkan diri"ucap Deri
Diposisi Doni, dia sedang melihat anak Kiran dibalik kaca ruangan khusus bayi, karena memang bayi Kiran masih belum bisa di jenguk.
"Van, liat anak lo, dia mirip banget sama lo, gue mohon Van, Lo harus bertahan, lo harus sembuh, demi Kiran, demi anak lo juga"ucap Doni sambil terisak
Beberapa jam kemudian dokter sudah mengijinkan orang-orang untuk menjenguk Evan, ruang rawat Evan dan Kiran bersebelahan, karena Robert meminta kepada pihak rumah sakit agar ruangan Kiran dan Evan bisa berdekatan.
"Van ini mama nak, cepetan bangun nak, kamu bilang kamu pengen liat anak kamu, sekarang anak kamu udah lahir nak, dia laki-laki, mirip banget sama kamu"ucap Yuna sambil terus meneteskan air matanya
Sedangkan diruangan Kiran, Lusi, Deri dan Deron sedang menemani Kiran, beberapa menit kemudian Kiran mulai membuka matanya.
"Kak, Kakak udah sadar"ucap Deron yang melihat Kiran mengerjapkan matanya, Deri pun langsung memanggil dokter
"Ahkkk"Kiran memegangi kepalanya dan perutnya yang terasa sakit
"Bagaimana keadaan putri saya?"
"Keadaannya sudah lebih baik pak, anda tidak perlu khawatir"ucap sang dokter dan langsung melenggang pergi
"Kiran jangan banyak gerak dulu yah"ucap Lusi
"Anak aku kemana Bun hiks hiks Bun"tanya Kiran saat melihat perutnya
"Anak kamu udah lahir nak"
"Kak Evan, dimana ka Evan?"Lusi Deri dan Deron terdiam
"Ayah, bunda, Deron, kak Evan dimana jawab? hiks hiks"Kiran menangis
"Evan mengalami koma nak"ucap Deri
"Apa, aku mau liat kak Evan yah, Bun"Kiran hendak turun dari tempat tidurnya tapi langsung ditahan oleh Deron
"Kak, keadaan kakak masih belum sepenuhnya pulih kak, nanti kalau kakak udah pulih, kakak bisa liat Evan"
"Nggak, aku gak mau, aku mau liat Evan sekarang hiks hiks hiks."
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.
Maaf kalau ada typo yah.
__ADS_1