Married At 17

Married At 17
Episode 38 Kram Perut


__ADS_3

Kini Kiran dan Evan sedang berada di parkiran kampus, untuk segera pulang, Evan langsung melajukan mobilnya keluar dari area kampus.


"Hubby aku pengen buah kedondong"ucap Kiran


"Ya udah nanti kita mampir dulu ke supermarket, siapa tau ada"ucap Evan


Kini mereka berdua sudah berada didalam supermarket yang lumayan besar, Kiran langsung berkeliling untuk mencari buah kedondong yang dia inginkan.


"Hubby sekalian sama belimbing yah"


"Iya ambil aja, apa yang kamu mau"


Kiran pun mengambil buah kedondong, belimbing, dan juga manggis.


"Udah itu aja?"tanya Evan


"Iya udah"


Setelah mereka membayarnya, Evan langsung mengajak Kiran pulang, karena dia juga ada urusan di kantor, jadi dia hanya mengantarkan Kiran pulang lalu dia akan pergi lagi menuju kantor.


"Baik-baik dirumah yah, aku kayaknya pulang telat deh, kalau kamu takut sendirian dirumah kamu main dulu aja di rumah Doni"


"Nggak kok, aku mah udah biasa sendirian dirumah"


"Iya, aku berangkat"


"Hmmm, hati-hati"Evan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Kiran langsung masuk kedalam rumah, dia sangat ingin berendam karena tubuhnya sudah terasa lengket penuh dengan keringat, karena cuaca hari ini sangat panas.


Saat Kiran sedang mencuci piring tiba-tiba perutnya terasa kram, dia berusaha menggapai handphone miliknya yang dia simpan di meja makan.

__ADS_1


Kiran mencoba menghubungi Evan, tapi tak kunjung diangkat, mungkin Evan sedang sibuk dengan pekerjaannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Doni, karena orang yang paling dekat rumahnya hanyalah Doni.


Drttt ****drttt****


"Hallo Kiran, ada apa?"tanya Doni


"Kak Doni tolongin aku, perut aku kram, kak Evan nya lagi di kantor, tadi aku telepon gak di angkat"ucap Kiran dengan masih berusaha menahan rasa sakit di perutnya


"Apa, ya udah kamu tunggu sebentar, aku otw ke rumah kamu"Doni langsung mematikan sambungan teleponnya dan bergegas berlari menuju rumah Evan


"Ehhh, Doni kamu mau kemana? lari-lari gitu"tanya Mona


"Perut Kiran kram katanya, terus si Evan nya lagi gak di rumah, jadi aku mau bawa dia ke rumah sakit"ucap Doni dan langsung berlari begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Mona


"Doni kamu gak bisa bohong sama mami, mami tau kamu suka sama Kiran, mami cuma berharap kamu gak ngerusak hubungan Evan sama Kiran"ucap Mona saat Doni sudah pergi


Sedangkan Kiran, perutnya kini sudah agak membaik, tidak sesakit saat tadi.


"Di dapur kak"teriak Kiran, Doni langsung menghampiri Kiran


"Masih sakit perutnya?"Kiran hanya menganggukkan kepalanya


"Kita ke rumah sakit aja yah"ajaknya Doni


"Tapi kak Evan gimana?"


"Bentar, aku telepon dulu Evan"Doni langsung menelpon Evan, dan untungnya Evan mengangkat telepon darinya


"Hallo Don, ada apa?"tanya Evan diseberang telepon

__ADS_1


"Van, perut Kiran katanya kram, tadi dia udah coba hubungin lo tapi gak lo angkat, jadi dia minta tolong sama gue, terus gue mau bawa Kiran kerumah sakit"jelasnya Doni


"Hah, seriusan, ya udah lo tolong bawa Kiran ke rumah sakit, nanti lo kirim alamat rumah sakitnya, gue bakal nyusul"ucap Evan, Evan menjadi merasa bersalah pada Kiran


"Okeh"Doni langsung mematikan sambungan teleponnya dan langsung menyimpan handphone nya di saku celana.


"Kiran maaf yah, kak Doni gendong kamu"ucap Doni lalu diapun langsung menggendong Kiran menuju rumahnya, karena mobil Evan dibawa oleh Evan jadi Doni harus menggendong Kiran ke parkiran rumahnya, dan mereka pergi kerumah sakit menggunakan mobil milik Doni.


"Iya kak"


Doni langsung menancapkan gasnya, menuju rumah sakit, saat tiba di rumah sakit, Kiran langsung diperiksa oleh dokter.


"Jadi bagaimana keadaannya dok?"tanya Doni


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja, itu semua biasa terjadi pada ibu yang sedang hamil muda"jelasnya sang dokter


"Terimakasih dok"ucap Doni, dokter hanya mengangguk dan tersenyum


Tidak lama kemudian Evan datang, dan langsung menghampiri Kiran yang masih terbaring di brankar rumah sakit.


"Sayang maafin aku yah, aku salah, maaf, kamu gak apa-apa kan?"Evan begitu khawatir dengan Kiran


"Aku gak apa-apa kok, kamu tenang aja"ucap Kiran sambil tersenyum


"Don thanks yah, lo selalu bantuin gue sama Kiran"ucap Evan


"Santai aja kali"


"Kalau gitu gue pulang duluan yah, kata dokter Kiran juga udah bisa pulang sekarang"lanjutnya Doni

__ADS_1


"Okeh, sekali lagi thanks yah"Doni hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Evan dan Kiran.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


__ADS_2