Married At 17

Married At 17
Episode 59 Tumben


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 11 siang, Kiran terlihat sedang menonton tv, karena Kenzo sedang di bawa jalan-jalan oleh Mama Yuna, Kiran jadi merasa bosan, dan entah kenapa dia merasa rindu dengan sang suami, tidak biasanya dia seperti ini, mungkin ini bawaan bayi yang ada dikandungan nya.


"Apa aku ke kantornya aja yah"Kiran berbicara pada dirinya sendiri, sejenak hening


"Okeh, kita ke kantor nya aja"Kiran langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar untuk bersiap


Kiran menuju kantor menggunakan taksi, tidak membutuhkan waktu yang lama Kiran sudah sampai di depan gedung perusahaan MD company, perusahaan milik Doni.


"Selamat siang mbak"sapa Kiran pada sang resepsionis


"Siang nyonya, mau ketemu tuan yah?"semua karyawan yang ada si kantor memang sudah mengetahui bahwa Kiran adalah istri Doni


"Iya mbak, kalau begitu saya duluan yah mbak"


"Iya"Kiran langsung melangkah menuju ruangan Doni yang berada di lantai paling atas


Kiran langsung masuk kedalam ruangan Doni tanpa mengetuk pintu, Doni yang tadinya sedang fokus dengan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya menuju ke arah pintu.


"Mas"panggil Kiran


"Sayang kamu kok gak bilang kalau mau kesini?"Kiran langsung menghampiri Doni dan langsung duduk di pangkuan Doni


"Emangnya gak boleh yah kalau aku kesini?"


"Bukannya nggak boleh, kan kalau kamu bilang dulu sama aku kalau mau kesini, aku bisa nyuruh supir buat jemput kamu"jelasnya Doni


"Ohhh, kamu lagi sibuk banget yah?"


"Nggak terlalu, kenapa hmmm?"Doni mengelus lembut kepala Kiran, lalu mencium sekilas bibir Kiran


"Aku kangen"ucapnya Kiran dan langsung membenamkan kepalanya di dada bidang Doni

__ADS_1


"Tumben"


"Ihhh aku beneran kangen sama kamu"Kiran memukul kecil lengan Doni


"Iya iya sayang, aku juga kangen sama kamu"Doni mencium kening Kiran


"Sayang"panggil Kiran sambil menatap Doni


"Apa hmm?"tanya Doni lembut


"Aku pengen"Doni mengerutkan keningnya, sedang mencerna ucapan Kiran


"Maksudnya?"


"Ihhh, kamu gak peka, aku pengen kamu"ucap Kiran sambil merajuk


"Ohhh, tumben banget kamu minta duluan, dengan senang hati sayang"Doni langsung tersenyum lalu mencium bibir ranum milik Kiran, Doni pun perlahan menggendong Kiran membawanya menuju kamar yang ada di dalam ruangannya.


"Kamu mandi dulu gih, nanti kita makan siang bareng"ucap Doni yang baru saja keluar dari kamar mandi, Kiran mengangguk dan tanpa rasa malu dia langsung bangkit dalam keadaan yang masih tidak memakai sehelai benang pun, Doni hanya bisa meneguk saliva nya, sedangkan Kiran hanya acuh dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Kiran sudah keluar dari kamar mandi, dan sudah rapih dengan pakaiannya, dilihatnya Doni tidak ada di kamar itu, Kiran pun langsung keluar dari kamar itu dilihatnya Doni sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Mas ayo katanya mau makan siang, aku laper banget"ucap Kiran


"Ayo, kamu mau makan dimana?"


"Aku mau martabak telor mas"


"Okeh ayo, kita cari penjual martabak telor nya"Doni berjalan keluar ruangannya dengan menggandeng tangan Kiran, senyuman di wajahnya tidak pernah luntur saat di sedang bersama Kiran.


"Itu mas penjual martabak nya"tunjuk Kiran saat melihat penjual martabak

__ADS_1


"Sebentar aku cari tempat parkir dulu"setelah mendapat tempat parkir untuk mobilnya, Doni dan Kiran langsung berjalan menuju Abang penjualan Martabak


"Bang martabak telor nya dua bungkus yah"ucap Doni


"Siap, mohon di tunggu yah"Doni hanya tersenyum, Kiran dan Doni menunggu sambil mengobrol ringan


"Kenzo kemana, kok kamu datang ke kantor gak sama Kenzo?"tanya Doni


"Kenzo di bawa jalan-jalan sama Mama Yuna, makannya aku bosen sendirian di rumah, jadi aku kekantor kamu aja deh, terus aku juga tiba-tiba kangen sama kamu"jelasnya Kiran


"Kirain Kenzo kamu kemanain"


"Ini mas, mbak martabak nya"sang penjual memberikan dua bungkus martabak telor pesanan Doni, dan Doni langsung membayarnya, mereka langsung menuju mobil kembali.


Author jadi pengen martabak beneran 😂ngiler



"Kita balik lagi ke kantor yah, nanti kita makan di sana"ucap Doni yang sudah kembali menancapkan gas


"Tapi aku lapar banget, aku makan duluan yah"ucap Kiran yang sudah membuka satu bungkus martabak nya


"Iya kalau gitu kamu makan aja sekarang, baby dalam perut kamu pasti udah laper"


"Iya betul, anak kamu udah lapar banget mas, mommy nya juga udah lapar, hehehe"Kiran berbicara dengan mulut penuh


"Iya mommy sayang"ucap Doni gemas sambil mencubit pelan pipi Kiran.


Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya.


Maaf kalau ada typo yah.

__ADS_1


Mohon bijak dalam berkomentar.


__ADS_2