Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 1


__ADS_3

Di malam hari saat hujan badai turun beserta petirpun menyambar di dalam kegelapan malam. Suasana yang cocok bagi munculnya para hantu. Seperti yang terjadi di film horor yang pernahku tonton ih ngeri ya. 😱


Terdapat sosok seorang wanita yang sedang memilah- milah sampah saat pemilik Apartemen memanggilnya "Nona Tsania." Ya benar Dia bernama Tsania Anatasha.


Ibu pemilik Apartemen itupun menyuruh Tsania untuk membersihkan kamar No.123 yang lagi-lagi ditinggal oleh penghuninya yang tak betah lama- lama tinggal disana entah kenapa. Mungkin karena sering di ganggu oleh para penampakan hantu.


Tsania sepertinya tahu kenapa tak ada yang betah tinggal disana saat Dia ketakutan masuk ke kamar itu. Saat Dia mulai bersih-bersih tiba-tiba lampu mati dan munculah sesosok hantu dengan berwujud yang aneh, muncul di pojokan kamar dan terdengar suara " E**rrrrh**....."


Entah kenapa Tsania tidak takut dengan hantu yang ini. Tiba-tiba Tsania berteriak dan lari terbirit - birit karena ketakutan saat hantu itu mulai melayang mendekati dirinya.


Tsania pun terus berlari sampai ke kamar Apartemennya yang berada di atap yang ditempeli dengan berbagai macam jimat seperti salib dan bawang putih. Emang bawang putih bisa ngusir hantu yah? mitos atau fakta itu Aku tak tahu.


Dia masuk ke kamarnya dan memohon pada hantunya untuk pergi. Saat Dia merasa kalau si hantu sudah pergi, ternyata si hantu sudah ada di belakangnya. Dan tiba-tiba wujudnya berubah menjadi wajah seorang Nenek-Nenek normal.


Tsania tiba di sebuah rumah yang sedang mengadakan acara pemakaman Dia melihat foto Almarhumah dan ternyata yang meninggal dunia adalah Nenek hantu yang menakutinya tadi. Dia menyerahkan barang yang Dia genggam sebuah buku tabungan sang Nenek yang berisi uang sebesar 150 juta.


Sang Nenek berpesan pada Tsania untuk menggunakan uang itu sebagai biaya pemakaman dan melunasi hutang-hutangnya dimasa dia hidup. Sang Nenek juga punya pesan tambahan. Tiba-tiba Tsania berteriak pada anak sang Nenek memanggilnya.


"Dasar kau ini memang ********, brengsek!!"


"Dan satu lagi Nenek menyuruhku untuk memperingkanmu!, agar tidak berjudi lagi, atau enggak Nenek akan datang kepada Kau, dan memetong tanganmu!" Kata Tsania.


"Itulah pesan sang Nenek." kata Tsania.

__ADS_1


Setelahnya terjadilah pertengkaran mulut diantara anak-anak Nenek itu memperebutkan uang warisan sang Nenek. Warisan saja di perebutkan dasar ya zaman sekarang memang dibutakan oleh harta, memang uang itu segalanya.


Tsania yang merasa tugasnya sudah selesai, pergi dan di pintu gerbang dia melihat hantu sang Nenek sedih melihat anak-anaknya. Yang bertengkar tapi kemudian Nenek melihat Tsania dan tersenyum, tanda berterima kasih padanya, lalu dengan sekejap begitu saja menghilang.


Di tempat lain Steven Wijaya Kusuma yang biasa dipanggil dengan nama Steven. Steven adalah CEO sebuah mall besar di Ibu Kota. Dia sedang bernegoisasi lebih tepatnya memaksa sang pemilik rumah untuk mejual rumahnya karena dia akan mendirikan lapangan golf disana. Sang pemilik rumah tak ingin menjualnya karena roh Almarhumah istrinya tak ingin rumah itu dijual.


Sang pemilik rumah mengatakan bahwa almarhum istrinya berkomunikasi dengannya melalui bunga mawar putih yang terletak di sebelah foto suami istri itu.


Steven mendekati bunga mawar putih itu, dan mengambil sebuah gunting lalu membuat kesepakatan pada sang bunga untuk, menganggukkan tangkainya kalau Dia, benar-benar tidak setuju jika, rumah ini dijual jika tidak maka Dia akan memotongnya.


Steven memberi waktu 5 detik pada sang bunga untuk membuat keputusan. Dia mulai menghitung 1.2.3.4. dan 5 sang bunga sama sekali tak bergerak. Maka Dia memotong bunga itu dan menuduh sang pemilik rumah sebagai orang gila karena Dia, menggunakan orang yang sudah meninggal dalam masalah orang yang masih hidup, lalu memaksanya menanda tangani surat jual beli rumah itu.


Sebelum Steven pergi sang pemilik rumah mengutuknya tersambar petir, karena Dia telah berani mengacuhkan perasaan orang lain, cuma karena Dia tak bisa melihatnya. Dan Steven dengan mudahnya menjawab bahwa Dia akan hidup sebagai orang pintar, dan akan terus menghancurkan apa yang tak bisa dilihatnya, dan jika Dia salah maka Dia bersedia disambar petir. Lalu menengadah ke langit siap menerima sambaran petir tapi ternyata tak ada petir yang menyambarnya lalu Dia pergi.


"Apakah Tuan tak takut pada hantu?" Hayo menurut kamu takut gakkk?. 😱


Steven menjawab : "Saya lebih takut pada manusia hidup dari pada hantu."


Lalu Dia meminta rekaman audio tentang surat kontrak pada Sekretarisnya, dan ternyata Dia membutuhkan rekaman audio itu, karena Dia menderita disleksia yang membuat huruf-huruf yang Dia baca berputar-putar.


Sang Sekretaris melihat Tsania di trotoar melambaikan tangan meminta tumpangan tapi, Steven tak ingin memberi tumpangan pada siapapun dan menyuruh Sekretarisnya untuk terus jalan.


Tiba-tiba kilatan cahaya yang sangat terang membuat sang Sekretaris berhenti mendadak. Tsania beranggapan mereka berhenti untuk memberinya tumpangan dan langsung masuk mobil.

__ADS_1


Tsania mengatakan ada seorang Tante yang memberi tahunya bahwa akan ada yang memberinya tumpangan kalau dia menunggu disana. Dia menambahkan sambil malu-malu melihat Steven kalau, sang Tante juga mengatakan bahwa walaupun Dia mampu menghindar dari petir tapi Dia takkan bisa menghindarinya.


Steven menyuruh Sekretarisnya untuk segera menurunkan wanita itu di tempat terdekat manapun. Tapi Tsania sepertinya tidak terlalu sakit hati dengan kata-kata kasarnya. Tsania melihat surat kontrak dengan label perusahaan Steven dan menanyakan apakah dia CEO disana? Saat tangan mereka bersentuhan mereka sama-sama merasakan sensasi geli yang kuat tapi Steven berpura-pura tidak merasakannya.


Tiba-tiba Tsania melihat ada hantu berdiri di jalur mobil mereka, dan berteriak ketakutan yang membuat sang Sekretaris berhenti mendadak, dan mobilnya menembus tubuh hantunya, dan membuat hantunya masuk mobil.


Saat melihat hantunya dalam jarak yang sangat dekat, dengan secara reflek Dia memegang Steven untuk, perlindungan dan hantunya tiba-tiba menghilang.


Si hantu muncul lagi di tempat peristirahatan saat Tsania sedang, memikirkan penemuan barunya tentang tangannya yang saat menyentuh Steven hantunya menghilang. Steven melihatnya sedang menuang minuman berahkohol serta berbicara dan tertawa sendiri.


Steven menggeleng-geleng kepala mengira Dia sudah gila. Tsania sebenarya sedang bicara dan menuang minuman ber ahkohol untuk si hantu yang ternyata walaupun si hantu meninggal karena mabuk tapi Dia belum bisa lepas dari minuman itu.


Tsania melihat dan mengejarnya juga berteriak pada si hantu untuk tidak mengikutinya. Steven berhenti mendadak yang membuat Tsania tak sengaja menyentuhnya dan hantunya langsung menghilang. Steven dengan arogannya mengatakan bahwa ada dua hal yang Dia benci yaitu orang yang menyentuh uangnya dan orang yang menyentuh tubuhnya.


Tsania meminta maaf dan menjelaskan tentang penemuan barunya yang kalau Dia menyentuh Steven maka hantunya akan menghilang. Hal itu membuat Steven punya ide bagus yaitu Dia akan mengajarinya cara mengusir sesuatu yang menjengkelkan. Dia melepas tangan Tsania yang memegangnya, menyuruhnya diam disana lalu masuk mobil dan pergi meninggalkannya.


Steven melihat jas hujan putih Tsania tertinggal di jok sebelahnya dan dibaliknya Dia melihat mawar putih yang tadi Dia potong. Oooo...Tante yang menyuruhnya untuk menunggu tumpangan mobil pasti hantu istrinya pemilik rumah yang dipaksa Steven untuk dijual. Tapi Steven tak ambil pusing tentang mawar putih itu dan membuangnya keluar.


...Sekian dulu..........


...Bersambung..........


...Terima Kasihhh..........

__ADS_1


__ADS_2