
Tsania ternyata minta bantuan Micky di ruang pengawasan dengan melihat rekaman CCTV. Micky mengatakan Ibu dari anak itu adalah anggota department store mereka, jadi Micky bisa mencari tahu alamatnya. Micky juga bertanya apakah boneka itu sangat penting. Tsania mengiyakan, Dia harus secepatnya menemukan boneka itu.
Micky akan selesai bekerja sebentar lagi. Dia mengajak Tsania mencarinya bersama. Tapi Tsania menolaknya karena ini masalah yang mendesak, jadi Dia harus segera pergi sekarang juga.
"Bukankah Kau bekerja untuk Presdir dan Sekretaris Andrew selama Sekertaris Andrew tidak ada hari ini? Apakah tidak apa-apa Kau pergi begitu saja untuk boneka itu?"
"Presdir memahami apa yang Aku lakukan." Tsaniapun pamit pergi.
Micky berkata sendiri, "Dia memahami tindakannya meninggalkan pekerjaan untuk menemukan sebuah boneka? Presdir Steven melakukannya?"
"Karena boneka itu, seorang anak yang tinggal di rumahku sakit.” Tsania berusaha menjelaskan pada Steven yang bertanya apakah Tsania yakin itu karena boneka itu. Tsania yakin anak yang mengambilnya akan sakit juga. Steven terlihat sedikit kesal, Tsania memasang senyumnya.
Kini Tsania menghubungi Ibu anak itu, "Ini Kingstev. Apakah anakmu mungkin mengambil sebuah boneka dari sini?"
"Sebuah boneka? Mengapa?" si Ibu terdengar marah.
"Aku tidak sedang menyalahkanmu. Ada masalah dengan boneka itu, jadi Aku akan kesana untuk mengambilnya."
"Dia tidak mengambil hal semacam itu. Dia kehilangan tasnya di Kingstev. Mengapa Kau tidak mencarinya saja untukku?" Ibu itu langsung menutup telponnya.
Tsania yakin anak itu mengambilnya, tapi mengapa Ibunya berbohong. "Apakah Kau pikir anak itu mungkin menyembunyikan bonekanya? Tanyanya pada Steven.
"Hentikan. Jika itu tidak akan merugikan Kingstev, hentikan disini."
Tsania memiliki alamatnya. Dan meminta Steven untuk ikut bersamanya. Tapi Steven menolaknya dengan mengingatkan Tsania tentang zona Tsania. Jangan berpikir untuk menyeretnya.
Ibu si anak mengambil payung dan berjalan menuju kamar anaknya.
Anak itu berbicara pada boneka, "Apakah Kau pikir Ibuku marah? Apa yang harus aku lakukan?"
Si Ibu masuk, dan anak itu refleks jongkok dipojokan dengan takut.
"Kau. Apa Kau tahu apa kesalahanmu?"
"Maafkan Aku Ibu."
Ibu itu memukuli anaknya dengan payung. Anak itu menangis.
Tsania duduk dengan bimbang di ruangannya. Kemudian Micky datang dan menanyakan apakah Tsania sudah menemukan bonekanya. Tsania menjawab belum.
Micky menunjukkan sebuah tas. Itu adalah barang kehilangan yang dilaporkan hari ini, apakah Tsania merasa itu milik anak itu, karena Dia kehilangan tasnya. Tsania melihat foto anak itu di tas dan membenarkan. Anak itu bernama Dion.
Micky mengajak Tsania untuk pergi bersama setelah kerja. Dia bisa membelikan boneka yang lebih bagus untuk Dion. Micky akan menemui Tsania nanti. Tsania mengucapkan terima kasih.
Setelah Micky pergi, Tsania berkata sendiri, "Dia akan membiarkanku masuk jika Aku memberitahunya Aku menemukan tasnya, kan?"
__ADS_1
Tsania membuka buku gambar Dion dan tercengang melihatnya.
Steven sedang bertemu dengan Bibinya.
Bibi Kinan berencana akan membeli beberapa lukisan seniman bagus, dan menawari Steven apakah akan membelinya juga. Steven bertanya siapa seniman itu. , yang memenangkan penghargaan bergengsi di seluruh dunia tahun ini.
Steven kemudian mengingat perkataan Tsania sebelumnya tentang seniman yang mencuri karya milik temannya yang sudah meninggal. Steven berpikir apakah seniman itu yang Tsania maksud.
Bibi Kinan akan segera membelinya, karena takut harganya naik.
“Jika Aku tidak mengetahui tentang ini, Aku tidak akan pernah ragu-ragu mengenai investasi bagus ini.” Gerutu Steven.
"Kenapa? Kau tidak akan membelinya?"
"Aku akan memikirkannya kembali."
Steven pergi ke ruangan Tsania, "Walaupun jika artis manapun itu, Aku masih akan tetap membelinya. Aku hanya mengeceknya karena Aku merasa tidak nyaman."
Steven memanggil Tsania dan membuka pintu ruangan dan ternyata kosong. Steven melihat tas Dion dimeja dan bertanya-tanya apakah itu milik anak itu. Steven mengambil buku gambarnya.
Tsania berada di Apartemen Ibu Dion. Dia melihat Ibu Dion keluar membawa keranjang sampah. Dion mengendap-endap menuju pintu rumahnya
Sementara Steven membuka buku gambar Dion dan melihat gambar anak kecil yang menangis.
Tsania masuk ke rumah itu dan melihat keranjang payung.
Tsania masuk ke dalam kamar Dion dan menemukan payung yang sudah rusak dan boneka itu. Tsania mengambil bonekanya dan mengguncangnya, "Keluar! Aku tahu kalian bukan anak jahat. Keluar." Maka keluarlah mereka bertiga.
Tsania menanyakan keberadaan Dion. Ketiga hantu anak itu menunjuk lemari yang pintunya diikat tali.
Steven membalik lagi buku gambarnya, ada gambar anak yang terkurung di dalam lemari. Dia terlihat sangat terkejut.
Tsania segera membuka tali yang mengikat pintu lemari. Tsania membuka pintu lemari dan menemukan Dion yang lemas. Tsania membangunkan Dion dan akan membawa Dion ke rumah sakit. Dion juga membawa boneka itu.
Saat keluar kamar, mereka dipergoki Ibu Dion. "Siapa Kau?"
"Kita harus membawanya ke rumah sakit."
"Untuk apa Kau peduli. Tinggalkan Dia dan pergi." Ibu Dion menarik Dion dari Tsania.
"Kau yang melakukan ini padanya, kan?"
"Aku hanya menghukum Dia karena kesalahannya." kata Ibu Dion galak.
"Kau menghukumnya dengan membuat anakmu seperti itu? Apakah Kau Ibunya?"
__ADS_1
"Keluar dari rumahku!"
Tsania kembali berusaha merebut Dion yang ketakutan, "Dia harus ke rumah sakit!"
Tsania didorong hingga Dia menabrak tiang dekat tembok dan sesuatu terjatuh. Tsania kemudian mendorong Ibu itu dan berhasil membawa Dion keluar.
Diluar datang Steven. Tsania terdiam menatap Steven. Begitupun Steven. Setelah beberapa saat Dia lalu mengambil Dion dari Tsania dan menggendongnya.
"Presdir..Dia perlu dibawa ke rumah sakit secepatnya."
"Aku tahu."
Steven melangkahkan kakinya dan diikuti Tsania.
Dirumah sakit diketahui ternyata Dion memiliki banyak luka ditubuhnya. Dion meringis menahan sakit. Tsania dan Steven melihatnya dengan iba.
Steven dan Tsania berada di atap gedung.
"Orang terakhir yang bersama anak itu bukan orang dewasa tapi boneka ini." Ujar Tsania sedih.
Steven dan Tsania berada di atap gedung.
Flashback On
Seorang anak kedinginan di tengah malam bersama bonekanya. Anak itu bergumam, "Maafkan Aku ibu.." (kemungkinan dihukum oleh Ibunya sampai meninggal)
Suara Tsania : "Tidak ada yang menolong, tidak ada yang datang untuk mereka…"
Seorang anak perempuan dengan dengan mata lebam terbaring dilantai memeluk boneka itu. Ada seorang pria yang bermain game di komputer.
"Tidak ada yang bersedih untuk mereka."
Seorang anak yang tinggal sendirian di sebuah kamar dan hanya makan makanan instan, Dia berbaring memeluk boneka itu.
"Itu sebabnya anak yang berbagi luka yang sama berkumpul di dalam boneka ini dan berteman."
Flashback Off
Tsania menangis dan berkata pada boneka itu, "Maafkan Aku. Maafkan Aku karena tidak ada yang datang untuk menolongmu."
Ketiga hantu anak itu keluar dengan wujud aslinya dan tersenyum pada Tsania. Mereka melambaikan tangan lalu menghilang. Steven memperhatikan Tsania dan ikut melihat ke langit.
Micky mengambil sebuah boneka berwarna pink. Kata di penjual namanya adalah Tsania, pacarnya Dino si dinosaurus hijau. Micky pun membeli dua boneka Tsania dan Dino.
Micky mencari Tsania di ruangannya, namun tidak ada. Mickypun meletakan boneka Tsania di meja dan akan membawa Dino ke ruangannya. Micky mengambil kembali bonekanya dan membuka laci meja Tsania. Ada amplop yang ada foto Karin. Micky mengambil dan hendak membukanya tapi tidak jadi. Micky meletakan boneka Tsania disana.
__ADS_1
...Bersambung.........