
Sekretaris Andrew memanggil Steven untuk keluar sebentar. Rupanya Tsania yang memanggil.
Tsania berkata ia sudah menemukan anjingnya. Steven berkata pelakunya adalah penyusup biasa.
iAda anjing juga. Dia di sini," Tsania mengelus kepala hantu anjing yang duduk dengan patuh di sebelahnya.
"Kau bilang ada di sini?"
"Iya, benar-benar di sini. Seekor anjing,"Tsania membenarkan.
Micky diam-diam mendengar percakapan mereka.
Steven dan Tsania berbicara di kantor Tsania. Hantu anjing itu berbaring dengan tenang di dekat Tsania.
"Ia anjing German Shepherd. Kau duduk di sini," kata Tsania. Anjing itu menyalak patuh.
Tsania melihat anjing itu terlatih dan pintar.
Steven bertanya apa anjing itu juga masuk untuk mencuri. Tsania berkata ia yakin anjing itu bersama si penyusup. Saat penyusup itu melarikan diri, ia melihatnya dan anjing itu mulai mengikutinya.
"Kalau begitu, apakah ini tali pengikatnya?" Tsania mengangkat tali pengikat di tangannya. Helly . Anjing itu langsung menyalak mendengar namanya dipanggil. Tsania melihat di leher anjing itu terpasang tanda pengenal yang sama.
Steven berkesimpulan anjing itu pasti sangat berarti bagi si penyusup hingga membawa ikat anjing itu bersamanya.
Ternyata si pemilik anjing alias si penyusup adalah tentara bersenjata yang melarikan diri 2 hari lalu. Si penyusup melihat berita mengenai dirinya di TV.
"Helly, apa yang harus kulakukan?" gumamnya ketakutan.
Hantu anjing mendadak terus menyalak. Tsania pikir hantu anjing itu mengajaknya ke suatu tempat. Ia bangkit berdiri dan hendak pergi bersama anjing itu.
Tsania menahannya dengan memegang lengan Tsania. Dalam sekejap hantu anjing itu hilang.
"Presdir, jika kau menyentuhku, anjing itu menghilang. Aku harus mengikutinya," kata Tsania.
Steven berkata Agatha dibawa ke rumah sakit karena penyusup itu. Apa yang akan terjadi jika Tsania menemui orang itu? Lebih baik mereka melapor polisi agar pria itu ditangkap dan hantu anjing itu bisa menemui pria itu nanti.
"Apakah kau tidak berpikir ada alasannya Helly mengikuti aku dan bukannya mengikuti pemiliknya? Jika aku menemukan penyusup itu akan sangat membantu…"
Steven menuduh Tsania hendak membuat Micky terkesan dengan menemui penyusup itu. Tapi penyusup itu kriminal. Berbahaya. Tsania tidak boleh pergi. Ia terus memegangi lengan Tsania.
Tsania mengerti Steven sedang mencemaskannya.
"Jangan memasang wajah seperti itu. Dengarkan aku."
"Kurasa aku salah paham, aku pikir Presdir akan menyuruhku mengejar anjing itu dan menangkap penyusupnya."
"Jadi apa kau akan menemukan penyusup itu untuk membuatku terkesan?"
"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan keselamatanku, Presdir," Tsania memegang tangan Steven yang memegangi tanganya.
Steven melepaskan tangannya dari pegangan Tsania.
"10 juta. Tidak ada yang gratis, aku akan menguranginya dari gajimu."
"Kau bilang kau akan memberiku diskon," Tsania memukul lengan Steven dengan gemas.
“Kalau begitu 5 juta,” Steven buru-buru pergi. Hahaha…kalau lama-lama takut jadi gratis kali yaaa.
Micky meminta Rayhan memeriksa kembali seluruh rekaman kamera pengawas. Tapi tidak ditemukan anjing di manapun.
Ia menemui Tsania. Tsania buru-buru menyembunyikan permennya di saku celana. Tsania bertanya mengenai Agatha. Micky berkata Agatha hanya terkejut dan tidak terluka.
__ADS_1
"Tapi Tsania, apa yang sudah kau lihat? Aku melihatmu bicara dengan Presdir Steven. Bukankah kau bilang kau melihat seekor anjing? Tidak ada seorangpun yang melihat anjing dan tidak terekam CCTV. Apa yang kaulihat?"
Tsania sebenarnya hendak menjelaskan yang sebenarnya, tapi teringat kemarahan Micky saat makan malam, ia tidak bisa mengatakannya.
"Apa kau benar-benar melihat seekor anjing?"
"Aku tidak melihatnya,” Tsania menggeleng. “Bagaimana mungkin aku melihat apa yang tidak dilihat orang lain?"
Ia berkata Micky pasti sudah salah paham. Ia mengarang cerita Steven menyuruhnya mencari seseorang. Dan "dia"(anjing) ada di sini sebelumnya. Bukan anjing, tapi "dia."
"Anggap saja aku salah paham. Kalau begitu apa yang barusan kau sembunyikan? Apa aku salah lagi? Bagaimana penjelasanmu kali ini?"
Pelan-pelan Tsania mengeluarkan permen dari saku celananya.
"Permen ini patah. Aku minta maaf. Kau memberinya dengan penuh ketulusan, tapi aku….maaf…"
Dengan sedih Tsania pergi meninggalkan Micky.
Malam itu Micky melaporkan kejadian penyusup pada ayah Steven. Ia berkata penyusup itu bersembunyi di kantor Tsania tapi bukan Steven sasarannya.
Ia keluar dan melihat Tsania sedang duduk termenung memandangi permen yang patah. Ia duduk di sebelahnya.
"Aku minta maaf."
"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf, Micky."
Micky meminta maaf karena telah berteriak dan marah saat mereka membicarakan hantu. Tsania ganti meminta maaf, ia tidak tahu Micky begitu membenci hantu tapi terus membicarakannya.
Micky berkata bukannya ia benci, tapi ia takut. Ia melihat banyak kematian mengerikan saat menjadi tentara. Ia bahkan harus menemui psikiater akibat mimpi buruk. Karena itu ia tidak tahan saat ada yang berkata hantu itu ada.
"Tidak ada. Tidak ada apa-apa di sekitarmu. Sama sekali tidak ada. Percayalah padaku."
"Aku percaya padamu," kata Micky. Ia lalu meminta Tsania tidak memikirkan permen yang patah. Permen itu memang harus patah untuk bisa dinikmati bersama. Ia mengambil setengah permen itu dan setengahnya lagi diberikan pada Tsania. Keduanya menikmati permen itu sambil tersenyum.
"Kau Helly?"
Helly menyalak dan mendadak bermunculan gadis penari menari-nari. Steven bengong, apalagi ketika melihat Helly menyalak mengikuti lagu sambil menggoyangkan badannya.
"Kenapa aku melihat anjing hantu menari?" gumamnya.
Plak! Ia menampar pipinya sendiri. Ia tidak merasakan apapun.
"Apa ini? Ini mimpi?"
Ia menampar pipinya lagi. Plak! Plak!
Steven terbangun. Ternyata benar hanya mimpi.
"Aku bermimpi anjing(buruk)," ujarnya. Ia mengambil tali pengikat Helly yang terletak di meja samping tempat tidurnya dan bertanya-tanya apakah mimpinya karena benda itu.
Steven menemui Tsania dengan tali pengikat itu. Tapi Tsania berkata ia akan melupakan Helly. Ia bisa berpura-pura hidup normal tapi walau ia berpura-pura tidak melihat para hantu itu, mereka tetap mengganggunya. Jadi selama ia tidak melihat hantu itu, ia tidak mau memikirkannya.
"Aku tidak peduli bagaimana kau hidup tapi anjing itu muncul dalam mimpiku."
"Bukankah itu hanya mimpi anjing(buruk) yang biasa dialami setiap orang?"
Steven menyalakan lagu Nobody dari ponselnya. Helly muncul di depan mereka (hanya Tsania yang melihatnya), menari dan menggoyangkan ekor.
Steven membenarkan, anjing itu muncul dalam mimpinya.
"Aku tidak pernah mau bermimpi anjing yang menari. Ambillah ini dan kembalikan pada pemiliknya," Steven mengulurkan tali pengikat Helly. "Dan kirim anjing itu (ke langit)."
__ADS_1
Tsania mengingatkan Steven yang melarangnya menemui pemilik Helly karena berbahaya. Sekarang ia tidak mau pergi. Ia meraih Steven agar Helly menghilang tapi Steven melompat mundur.
"Ikuti anjing itu. Aku..akan…pergi…bersamamu. Kau dekat dengan anjing itu."
Agatha menemui Micky dan memberikan dua tiket VVIP pertunjukan musikal sebagai hadiah untuk pertolongan Micky kemarin. Agatha menambahkan, tiket itu tak mungkin terbeli dengan gaji seorang pegawai biasa. Micky menerima tiket itu lalu meleos pergi.
"Hei, kita harus menentukan di mana kita akan bertemu."
"Kenapa aku harus menentukannya denganmu?"
"Itu hadiah. Bukan tiket itu hadiahnya, tapi aku."
"Apa kau akan meminta tiket ini dikembalikan jika aku menolakmu?"
Agatha berkata ia sedang menunjukkan ketulusan dengan tidak hanya memberikan tiket, tapi menemani Micky juga. Tapi Micky berkata ada seseorang yang ia ingin ajak pergi (ke pertunjukkan itu). Ia berterima kasih lalu pergi meninggalkan Agatha. Agatha menghentakkan kaki dengan kesal.
Tsania akhirnya pergi dengan Helly sambil mengomel mengapa Helly muncul dalam mimpi. Micky mendengarnya dan bertanya apa yang muncul dalam mimpi.
"Film..aku menonton film dan adegan film itu terus muncul dalam mimpiku," Tsania berbohong.
"Kau suka film? Apa kau juga suka pertunjukkan musikal? Kita pulang lebih awal. Mari pergi bersama," Micky menunjukkan tiket pemberian Agatha. Tsania senang sekali. Tapi ia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Ah, aku tidak bisa berada dalam ruangan yang terlalu gelap. Aku mungkin berteriak dan melarikan diri dari teater."
"Ini bukan pertunjukkan horor. Dan jika kau takut, kau boleh berpegangan,"Micky menyodorkan lengannya.
"Mari kita pergi,"Tsania tersenyum.
Micky mengajak bertemu di depan teater jam 8 malam nanti, karena pertunjukan dimulai jam 9. Tsania mengangguk.
Steven mengeluh kepanasan karena harus mengikuti Helly dan mereka tidak bisa naik mobil (karena Helly tidak bica mengatakan di mana tuannya berada). Dengan enteng Tsania menawarkan untuk membatalkan rencana mereka, bukankah Steven yang ketakutan akan bermimpi lagi?
"Ayo pergi," Steven menyerah.
"Kau pergi ke mana? Helly berjalan ke sana,"omel Tsania.
Steven protes ia tidak bisa melihat Helly, jadi mana ia tahu arahnya ke mana. Tsania ikut mengomel agar Steven berjalan cepat karena ia ada janji jam 8 nanti.
"Aku harus berdandan"
"Kau akan pergi ke pertunjukan musik dengan permen Micky, bukan? Apa kau sanggup menonton hingga akhir? Bagaimana kau tahu apa yang akan duduk di sebelahmu?"
"Aku akan duduk di sebelahnya meski aku harus memejamkan mata. Jadi ayo cepat, arahnya ke sana."
Steven tidak mau. Ia ingin membeli minuman dingin dulu. Tanpa mempedulikan protes Tsania, ia langsung masuk ke dalam kafe.
Tsania ingin membeli es kacang merah yang yummy banget kelihatannya….emang yummy sih hehe. Tapi Steven memesan 2 es kopi. Ia tidak mau melihat menu dan ia tidak mau orang lain memilihkan minumannya, juga tidak mau minuman orang lain lebih enak darinya. Dasaaaar…
Terpaksa Tsania memesan 2 es kopi. Sambil duduk minum, Tsania bertanya apakah Karin pernah muncul dalam mimpi Steven. Tidak pernah, jawab Steven. Tsania berkata ia tidak pernah melihat Karin lagi sejak terakhir kali.
"Hantu muncul saat seseorang membicarakan atau memikirkan mereka. Bicarakan Karin denganku, aku akan mendengarnya,"kata Tsania serius.
Steven berkata tidak ada yang ingin ia bicarakan dengan Tsania. Tsania bertanya apa Steven tidak percaya padanya.
"Apa Presdir takut aku akan melarikan uangmu?"
"Ya, aku tidak percaya padamu. Orang menciptakan kelemahan saat mereka membicarakan diri mereka sendiri. Aku tidak mau kau mengetahui kelemahanku."
"Kau tidak mempercayaiku…"kata Tsania sambil berpikir. Ia tidak melanjutkan kalimatnya karena Helly beranjak pergi. Jadi mereka harus ikut pergi. Tapi Tsania sempat mengatakan sesuatu pada Steven.
"Kenyataan bahwa Presdir ikut denganku walau tidak bisa melihatnya (Helly), itu adalah kepercayaan."
__ADS_1
...Bersambung........