
Agatha menunggu Alvino yang tak kunjung datang dengan cemas,
"Mengapa Alvino tidak datang?"
Ada seorang bibi mendekatinya.
Agatha : "Bagaimana dengan Alvino?"
Bibi : "Agatha, Alvino menghilang."
Agatha : "Apa? gak mungkin."
Semua orang mencari keberadaan Alvino.
Sento : "Mereka mengatakan dia pergi keluar beberapa saat yang lalu. Mungkinkah pengantin prianya kabur? Ah, pengirim surat rahasia itu pasti muncul."
Manager: "Tidak ada caranya untuk dia muncul. Dia sudah meninggal--. Ah…maksudku bukan begitu."
Manager keceplosan bicara.
Steven: "Aku menduga bahwa kau yang mengirim surat rahasia. Jika kau melakukannya, kau seharusnya sudah melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Sepertinya kau adalah orang yang mengirim surat rahasia padanya!"
Manager ketakutan dan menatap Sento : "Tapi…"
Sento akan memukul: "Apa yang kau lihat?"
Steven lalu teringat sesuatu "Tsania Anatasha…"
Tsania sedang duduk bersama hantu Anabella di bawah pohon kenangan.
Tsania : "Aku pasti telah salah menyampaikan perasaanmu. Kau menyimpan semua kenanganmu disini, sendirian. Aku penasaran bagaimana perasaanmu."
Hantu Anabella memandang papan reklame Alvino.
Flashback on
Anabela di rumah sakit. Di depannya ada kotak kenangan itu, dan Anabella menangis sambil memandangi fotonya bersama Alvino.
"Alvino, aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu."
Anabella meninggalkan Alvino sendiri , "Mari kita berpisah. Berjalan lebih jauh lagi sedikit…"
Alvino : "Anabella, apa yang kau katakan?"
Anabella : "Aku tidak bisa memilihmu lagi. Pergilah sendiri."
Anabella berjalan pergi. Alvino memanggilnya, "Anabella!"
Anabella sejenak berhenti, dia menjatuhkan buket bunganya kemudain berjalan lagi sambil menangis.
Alvino terus memanggilnya, "Anabella!"
Flashback off
Hantu Anabella melihat ke suatu arah dengan terkejut, Tsania mengikuti arah pandangnya. Dan ternyata Alvino datang dengan memakai sepatu yang ada di kotak.
Suara Tsania : "Anabella ingin menunjukan padamu bagaimana perasaannya."
Flashback On
__ADS_1
Alvino keluar dari kantor polisi. Wajahnya babak belur seperti habis di pukuli.
Anabella datang menghampirinya.
Alvino : "Pergilah. Hidupku sudah berakhir."
Anabella mengalungkan sepatu di leher Alvino : "Belum berakhir. Kau akan melanjutkan sepak bola, oke? Aku tahu kau suka sepak bola."
Alvino tersenyum, hatinya terhibur oleh Anabella, "Ini hal yang bagus kan?"
Mereka pun tertawa bersama.
Suara Tsania: "Sepatu itu adalah hal pertama yang pernah dia berikan padamu."
Flashback Off
Anabella berjalan menghampiri Alvino, dan berdiri tepat di hadapannya. Alvino menjulurkan tangannya, seperti hendak menyentuh Anabella.
Anabella menjulurkan tangannya, tapi tidak bisa menyentuh Alvino. Flashback saat Alvino menikah dengan Anabella, Alvino mencium kening anabella, sekarang Alvino seperti hendak mencium kening Anabella juga, tapi ternyata Alvino melewati Anabella.
Tentu saja, Alvino tidak melihat Anabella.
Alvino menyentuh pohon, seolah-olah itu adalah Anabella.
Alvino menangis: "Anabella, aku merindukanmu."
Anabella menyentuh pundak Alvino. Alvino seperti merasakan sentuhan itu dan berbalik. Dia menatap ke depan. Alvino seperti melihat Anabella yang menangis.
Tsania memperhatikan mereka dari jauh dengan haru.
Suara Tsania : "meninggalkanmu adalah hal terakhir yang bisa dia lakukan untukmu."
Alvino kembali ke Kingstev. Manager menyongsong kedatangannya, tapi Alvino memukulnya di hadapan semua orang. Alvino pun di buru wartawawan.
Alvino menemui Agatha.
Agatha berkaca-kaca: "Aku sudah menenunggu tanpa menghancurkan apapun. Jadi, bicaralah padaku."
Alvino : "Aku..aku tahu ini terlalu berlebihan, tapi aku ingin tetap bermain sepak bola. Wanita yang ada di dalam hatiku, terus memberiku harapan."
Agatha lalu menangis, dia melemparkan buket bunganya dan menampar Alvino. Agatha tampak terluka bagaimana tidak orang yang di harapkannya malah membuatnya kecewa.
Alvino kemudian menemui Steven.
Alvino : "Aku akan mengganti kerugian. Karena skandal surat rahasia itu, manager ku setuju untuk bertanggung jawab tanpa keluhan."
Steven : "Ketika orang yang sudah meninggal masih ada di sekitar, pada akhirnya orang yang masih hidup yang menderita."
Alvino : "Walaupun acaramu sudah hancur, tapi pernikahanku terselamatkan. Ini adalah pernikahanku yang sebenarnya."
Alvino menunjukan foto pernikahannya dengan Anabella yang sebelumnya dalam surat gel, wajah Anabela di lubangi.
Steven : "Di usiamu, dengan cideramu, itu tidak akan mudah untuk kembali bermain dalam liga besar. Kau akan menyesali kejadian ini berkali-kali."
Alvino : "Itu tidak akan terjadi."
Steven mendekatkan wajahnya pada Alvino, “Itu akan terjadi. Romantisme yang dibawa oleh orang yang sudah meninggal mungkin akan memberikanmu keberanian, tapi itu tidak memberikanmu kemampuan. Aku akan menikmati melihatmu terjatuh dala setiap pertandingan. Melihat sepak bola sepertinya akan lebih menyenangkan.”
Alvino : "Apa kau sedang memberiku kutukan?"
__ADS_1
Steven : "Benar. Jadi ambil dendam itu untuk melawanku, dan cobalah hidup dengan baik, jadi aku bisa melihatmu seperti sebelumnya. Pergilah."Steven sedikit tersenyum.
Alvino berjalan pergi, lalu dia teringat sesuatu dan berbalik, "Ah, Tsania memintaku untuk memberitahumu sesuatu."
Micky melihat jamnya dan hendak keluar dari areal gedung apartemen. Lalu masuk mobil Steven. Steven keluar dari mobilnya dan menatap ke atap gedung.
Tsania terlihat sangat kelelahan, hingga dia susah hanya untuk sekedar membuka matanya.
Tsania : "Tolong, jangan ada yang datang hari ini. Aku sangat lelah hingga hampir mati! Aku harap aku bisa lari ke suatu tempat dan tidur dengan tenang."
Baskom berisi air sabun disampingnya bergejolak seperti air mendidih.
Steven naik ke atap dan melihat Tsania yang terantuk-antuk, dan gelembung sabun yang berterbangan di sekitarnya.
Tsania mengigau: "Jangan datang! Pergi!"
Flasback On
Steven : "Apa yang dikatakan Tsania?"
Alvino : "Orang yang sudah meninggal tidak mempunyai kemampuan, tapi perasaan mereka yang tertinggal. Ada seseorang yang seperti itu untukmu juga. Steven, apakah kau juga memiliki seseorang di hatimu, yang sudah meninggal dan tidak bisa kau lupakan?"
Flashback Off
Steven mengingat masa lalunya lagi. Ada seorang gadis yang berada dalam mobil yang terbakar. Steven memanggil gadis itu dan ingin menghampirinya, tapi beberapa orang menahannya.
"Karin!Karina! Karin!"
Lalu mobil itu meledak.
Steven menghampiri Tsania, "Tsania ! Tsania!"
Tsania tidak menjawab, lalu Steven menarik Tsania untuk berdiri.
Steven : "Tsaniaa..! Apa yang kau katakan tentang yang dekat denganku? Apa yang kau lihat di sekitarku?"
Tsania : "Aku mengantuk."
Steven menggoyang-goyang badan Tsania : "Katakan padaku. Apa yang ada di sampingku?"
Tsania : "Aku mengantuk."
Ngantuk kau bilang, dasar cewek aneh,aku bertanya padamu kau bilang ngantuk. Batin Steven.
Steven menggoyang-goyang badan Tsania : "Katakan padaku. Apa yang ada di sampingku?"
Tsania sangat lemas: "Aku ingin tidur disampingmu."
enak aja main tidur di sampingku lagi, memangnya aku pria apaan ? Batin Steven.
Lalu Tsania terjatuh ke pelukan Steven.
Steven terkejut, tangannya mengambang di udara, dan hanya memandangi Tsania dengan heran.
Dasar wanita aneh super aneh .Batin Steven.
Gelembung sabun berterbangan di sekitar mereka berdua.
__ADS_1
** Bersambung.........