Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 30


__ADS_3

Steven melepaskan tangan Tsania dan berkata Ia juga tidak berbeda dengan yang lainnya. Tsania bertanya apakah Steven merasa sesuatu sedikit saja.


"Aku selalu merasa sedikit seperti itu. Kau…cenderung…menyentuhku terlalu banyak. Kau sepertinya tidak terlalu memikirkannya dan Aku tidak mengatakan apapun karena Aku tidak mau menjadi orang aneh. Tapi sepertinya Kau mulai seperti orang normal, karena itu Aku meminta sesuatu padamu. Saat Kau membutuhkanku sebagai tempat berlindung, Aku ingin itu pada tingkat pertemanan," kata Steven. Ia tidak suka orang-orang melihat ke arah mereka dan bertanya-tanya apa yang sedang mereka lakukan.


Tsania mengangguk. Steven memegang tangan Tsania.


"Ini, bersikap sebagai teman."


Lalu Ia menaruh tangan Tsania di pipinya dan dadanya. Ia berkata sikap seperti itu yang mengundang pertanyaan orang.


Tsania mengangguk mengerti. Ia berkata Ia selama ini menganggap Steven sebagai penunjang hidup, tanpa memikirkan Steven menyukainya atau tidak. Tapi sepertinya sekarang Ia harus berhati-hati.


Steven menunjuk dahi Tsania yang terluka dan menyuruhnya mendekat.


"Kau juga harus berhati-hati pada hal seperti ini. Aku akan mendengar cerita-cerita hantumu, jadi jangan pergi sendirian dan berakhir seperti ini."


Ia menegaskan itu adalah perhatian seorang teman. Lalu Ia mendekati Tsania.


"Jika Aku mendekat, orang-orang juga akan bertanya apa yang sedang kita lakukan. Apa Kau mengerti?"


Tsania mengangguk. Memangnya siapa ya yang selama ini terus menerus mendekat.


Teruskan saja Steven, penyangkalanmu yang seperti ini, akan semakin membuatmu penasaran ha-ha-ha-ha.


Steven hendak mengantar Tsania pulang, tapi Tsania menolaknya. Steven berkata Tsania telah dimasukkan dalam sel dan terluka, setidaknya Ia bisa memberikan perhatian seperti itu.


Tsania menggeleng. Ia harus berhati-hati karena radar di dadanya menangkap sinyal aneh.


"Kalau begitu peganglah. Gunakan ini," Steven mengulurkan tangannya.


Tsania tetap menggeleng dan mendorong tangan Steven. "Sudahlah, tidak apa-apa," katanya.


“Apa Kau lagi-lagi bersikap hati-hati, karena tidak mau terlihat bersamaku di depan permen Micky?" tuduh Steven.

__ADS_1


Tsania menggeleng, Ia hanya bersikap hati-hati. Steven memegang tangan Tsania.


"Aku tidak perlu berhati-hati. Jika kita berpapasan dengannya, Aku akan menjelaskan padanya. Kita tidak punya hubungan "Apa yang sedang mereka lakukan?" kita hanya bersikap teman. Jadi jangan khawatir dan ikut saja,” tegasnya.


Steven menarik Tsania pergi. Ia mengomel apakah Tsania tidak tahu adalah suatu kehormatan bisa memiliki hubungan teman dengan Presdir. Bahkan Micky akan menganggap Tsania lebih serius.


Micky melaporkan pada ayah Steven kalau Steven ditahan untuk Tsania. Ia juga yakin Tsania ada kaitannya dengan Karin yang sudah mati. Ia meminta maaf karena tidak menyadari itu sebelumnya.


Ayah Steven berkata Karin adalah anak yatim piatu. Jika Tsania juga tidak memiliki orang tua, mungkin saja mereka bertemu di panti asuhan. Micky berkata Ia akan menyelidikinya. Ayah Steven juga menyuruh Micky menyelidiki apakah Tsania pernah pergi atau menetap di Eropa, karena Karin pernah tinggal di sana.


"Micky, sepertinya Kau tertarik padanya. Apa Kau tidak apa-apa?"


"Aku akan baik-baik saja."


"Jangan berpura-pura kuat. Jika berat, katakan saja. Ketika hati tidak terasa benar, rasa sakit akan memberi jawaban. Apakah hatimu akan terasa sakit?"


"Aku…akan mengatasinya."


Micky hendak membuang kedua boneka itu ketika Ia melihat Tsania pulang diantar Steven.


Tsania mengetuk jendela mobil Steven dan mengingatkannya untuk makan tofu alias tahu, karena baru keluar dari penjara. Ini adalah tradisi di Indonesia, tofu berwarna putih yang melambangkan kemurnian, juga tahu tidak bisa kembali menjadi kedelai dan bernutrisi. Jadi makan tahu adalah lambang memulai hidup baru dan tidak kembali ke penjara di kemudian hari.


Steven berkata Ia tidak makan makanan semacam itu. Tsania tidak mendesaknya dan pamit pergi.


"Tsania, mengenai radarmu yang menangkap sinyal aneh, apakah ada yang mengikutimu?" tanya Steven.


Tsania berkata tidak ada hal yang menakutkan tapi sesuatu yang harus dimarahi. Jadi Ia hanya perlu berbicara saja. Dengan kata lain, tidak memerlukan Steven.


Setelah Steven pergi, Tsanka mulai memarahi dirinya sendiri.


"Kau ini bukan Candy, Kau ini radar. Sadarlah!" Ia menggetok kepalanya dengan kesal. Ia tidak menyadari Micky melihatnya.


Micky membuang boneka Dino dan Tsania.

__ADS_1


Stven melihat pil di tangannya. Ia berkata sejak bertemu Tsania, Ia makan obat penenang yang pahit seperti makan vitamin. Karena pahit, Ia mengambil air minum di kulkas dan menemukan makanan seperti tahu.


Ia langsung teringat pada perkataan Tsania. "Ini seperti tofu," gumamnya. Keju.


Ia duduk makan keju beserta wine. Saat hendak memakannya Ia teringat saat Tsania menyentuh wajahnya.


"Wanita yang meminta untuk tidur bersama sambil berpegangan tangan, sekarang tidak mengkhawatirkan apapun," gumamnya.


Di kamarnya, Tsania melahap tahunya. Ia berbicara dengan boneka Tsania.


"Setelah radar tidak menangkap hantu akhir-akhir ini, apakah Aku sekarang ditempeli hantu nafsu? Sentuhanmu seperti ini adalah pelecehan, sama saja seperti menyolek bokong seseorang di kereta," kata Tsanka sambil memegang pipi boneka.


Tiba-tiba Ia menyentuh pundaknya dan menoleh. Ia melompat ketakutan karena hantu Nenek minimarket muncul lagi. Ia mengeluh Ia tidak akan bisa tidur jika hantu nenek itu terus di situ.


"Tapi karena Nenek di sini, bisakah Nenek menakutiku sedikit agar Aku kembali pada akal sehatku?”


Sedetik kemudian Ia berteriak meminta hantu Nenek berhenti menakutinya.


Bibi Kinann dan suaminya mengunjungi rumah Steven karena mereka mendengar Steven masuk penjara setelah mengurus sesuatu yang bahkan tidak memberi keuntungan.


Bibi Kinan berkata Steven telah melakukan perbuatan baik tapi sepertinya Steven melakukan sesuatu yang biasanya tidak dilakukannya setelah kehadirannya. Bahkan Ayah Steven juga sepertinya sudah tahu dan mulai bertanya-tanya Tsania adalah gadis seperti apa.


Steven berkata itu lebih mengejutkan dari pada dirinya masuk penjara. Ia menatap Direktur Bima dan bertanya apakah hal-hal mengenai dirinya juga dilaporkan pada Ayahnya. Direktur Bima berkata bukan Ia yang melakukannya. Terakhir kali Ia berbicara dengan Ayah Steven adalah mengenai golf.


Bibi Kinan berkata berita tentang Steven akhir-akhir ini mencuat, sebagai Ayah tentu saja Ia tertarik pada puteranya. Steven tersenyum sinis. Untuk pertama kalinya selama 34 tahun lebih, Ayahnya tertarik padanya. Hal ini begitu mengejutkan hingga tawanya hampir meledak.


"Ayahmu semakin tua. Jadi mungkin Ia semakin tertarik pada puteranya. Bukan begitu, suamiku?" Bibi Kinan menoleh pada suaminya.


"Tentu saja, Ia sedang berada dalam usia menantikan cucu dan sebagainya. Presdir, kali ini pastikan Kau benar-benar berhasil," kata Direktur Bima.


"Entahlah, mungkin saja Ia akan mendapat cucu dari sentuhan fisik yang tak berarti," sahut Steven.


...Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2