Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 11


__ADS_3

Manager: “Presdir nampaknya benar! Dia mengambil sisi pegawainya.”


Agatha : “Presdir Steven bukan orang dengan karakter seperti itu."


Agatha melihat Micky lewat di depannya, lalu mencoba memegang tangannya dari belakang. Agatha langsung di telikung Micky.


Agatha kesakitan, “Ini aku! Agatha! Lepaskan!”. Agatha marah.


Micky : “Kau memegangku sangat tiba-tiba.”


Agatha : “Kau melakukan hal yang sama terakhir kali…kau pasti seorang security yang berdedikasi. Kau bekerja disini?”


Agatha melihat nama Micky di jasnya : “Micky? Apakah namamu micky? Ini bagus bertemu dengamu, karena kejadian terakhir.......”


Micky memotong : “Aku harus pergi. Aku sedang bertugas sekarang.”


Micky beranjak pergi.


Manager: “Apa kau mengenalnya?”


Agatha tak percaya: “Apakah dia baru saja mengabaikanku?”


Micky menuju toko Anggrek.


Micky : “Apa yang terjadi?”


Reyhan : “ Steven sudah menyelesaikan semuanya.”


Micky : “Presdir sendiri?”


Reyhan mengangguk dan mohon diri.


Reyhan berkata pada rekannya, yang terdengar oleh Micky.


Reyhan : “Aku bersumpah Tsania adalah cinta rahasianya Steven! Aku percaya dengan apa yang ku lihat! Tapi, aku tidak memegangnya terlalu keras, kan? Itu akan membuatnya terganggu…”


Rekan : “Ayo pergi.”


Micky tampak berpikir.


Tsania berada di kantor Steven.


Steven : “Terima kasih banyak untuk bantuanmu, walaupun kau mengatakan kau tidak akan mempercayainya dan mengabaikannya.”


Steven : “Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakukannya untuk balas dendam. Pria itu bukan hanya menghianati istrinya, tapi juga menghianati Kingstev ku. Dia menandatangani kontrak pindah dengan mall Gian. ******** itu….Aku hanya membalas dendam untuk penghianatannya.”


Tsania : “Tapi bukankah kau melihatnya karena kau juga menyelidikinya?”


Steven : “Tidak, aku hanya datang ke tempat yang tidak seharusnya karena salah arah.”


Flashback On


Steven kembali ke rumah sakit setelah Tsania yang dia cari sudah pulang.


Steven : “Apa? Apakah ini rumah sakit lagi? Ayo pulang ke rumah, hmm?”


Saat akan memundurkan mobilnya, Steven melihat suami Siska membuang sepatu.


Steven : “Aku pergi ke arah yang salah dan melihatnya, jadi aku mengambilnya.”


Flashback Off


Tsania : “Terkadang orang menemukan apa yang mereka cari di tempat yang luar biasa, atau mendatangi tempat yang luar biasa karena kehilangan arah. Kita bisa berpikir itu sebagai keberuntungan atau kemalangan dari sebuah kebetulan. Tapi tidak semuanya merupakan kebetulan.”


Steven : “Apa kau sedang mengatakan bahwa aku kehilangan arah bukan karena kebetulan?”


Tsania : “Belok kanan.”


Steven menoleh ke Tsania.


Flashback On


Sebelum sampai di rumah sakit, saat Steven mencari Tsania.


“Belok kanan.”


Steven : “Apa? Belok kanan lagi? Lalu, bukankah itu tempat sebelumnya?”


Ternyata itu bukan suara GPS, tapi hantu Siska.


Flashback Off

__ADS_1


Steven sepertinya merasa takut, dia menegakan duduknya.


Tsania tersenyum. Lalu terlihat ketakutan melihat ke arah atas di belakang Steven. Steven ikut menoleh ke belakang.


Steven : “Berhenti. Jangan katakan padaku hal yang tidak berguna lagi.”


Tsania : “Presdir…coba pikirkan…aku pikir itu adalah jalan untukku untuk menjadi orang yang special bagimu.”


Tsania tersenyum malu.


Steven : “Kau bisa menjadi special bagiku? Mengapa? mata Steven melirik ke samping. Apakah dia mengatakan padamu beberapa nomor lotre?”


Tsania : “ Karina, dia orang yang sangat special untukmu, kan? Aku punya kemampuan untuk melihatnya.”


Steven : “Benar. Kau bilang Karin ada di sampingku, kan? Jika kau selalu berada di sekitarku, kau bisa melihatnya lagi, kan?”


Tsania : “Ya..aku akan menjadi special jika aku bisa melihat Karina lagi, kan? Jika aku melihatnya lagi, aku akan mengatakannya padamu!”


Tsania kemudian mengucapkan terima kasih sekali lagi, dan pergi sambil tertawa senang.


Steven berkata sendiri: “Aku akan bertemu dengan Karin?”


Bibi Kinan : “Apakah kau merasakan sesuatu dari kejadian ini?” kejadian di toko Anggrek


Direktur Bima : “Aku?”


Bibi Kinan : “Aku tidak peduli jika kau melihatku lebih dulu karena uang. Kau hanya kurus terus melihatku sampai akhir. Payudara wanita centil bisa rusak karena usia mereka..Akan tetapi, uangnya tidak akan pernah kering. Jadi, kau hanya perlu menjaga kepercayaan dan kesetiaan dari awal, dan tidak melihat kemanapun lagi. Itu semua yang aku inginkan.”


Direktur Bima : “Aku tidak akan pernah…mengubah perasaanku tentang mencintaimu. Aku hanya melihatmu.”


Bibi Kinan : “Oke.. jika kau miring sedikit saja, Bibi Kinan menggerakan tangannya di leher, aku hanya akan membuangmu tanpa melihat kembali.”


Direktur Bima : “Itu tidak akan terjadi, tidak akan !"


Reyhan memberikan minuman pada Tsania.


Reyhan : “Kami akan berkumpul bersama dengan anggota tim keamanan hari ini. Akankah kau bergabung?”


Tsania tertawa: “Berkumpul? Minum dan pergi karaoke?”


Reyhan tertawa: “Ya, Ya!”


Tsania : “Aku ingin pergi tapi—“


Reyhan : “Ya.”


Hana : “Tsania, ayo pergi dan terima semangat.”


Tsania : " Kak, kau tahu aku tidak bisa minum. Akan jadi masalah jika aku tak sadarkan diri.”


Hana : “Kau bisa hanya memakan makana ringan disana.”


Reyhan : “Benar. Jadi aku akan menganggapmu ikut? Aku ingin melakukan ini karena aku ingin lebih dekat denganmu!”


Reyhan tertawa.


Di café tempat berkumpul.


“Cheers!”


“Suasananya menjadi hidup karena ada kau disini! Tsania, apa yang kau pikirkan tentang pria sepertiku?”


Reyhan terus mengoceh dan membuat Tsania dan Hana tertawa. Diam-diam Micky mengawasi Tsania.


Minuman dituang. Cola untuk Tsania karena dia tidak bisa minum.


Reyhan menukar cola Tsania dengan minuman tanpa sepengetahuan orang lain, dan memberikannya pada Tsania.


Tsania meminum habis minuman itu. masa gak terasa bedanya ya?


Kemudian, Tsania terlihat pusing. Hana memindahakan duduk Tsania ke samping Micky agar Tsania bisa berbaring.


Tsania berkata sendiri: “Apakah aku lelah? Mengapa kepalaku sakit?


Micky : “Apa kau baik-baik saja?”


Tsania : “Ya, aku baik-baik saja. Ini sudah lama sekali sejak terakhir kali aku berkumpul bersama orang lain.”


Micky : “Apa kau sungguh baik-baik saja? Apakah kau tidak mabuk?”


Tsania mengurut-ngurut kepalanya, “Aku tidak minum alcohol. Aku tidak bisa minum. Aku takut akan menjadi orang lain.”

__ADS_1


Micky : “Semua orang akan menjadi seperti itu jika mereka mabuk.”


Tsania : “Aku benar-benar akan menjadi orang lain kadang-kadang.”


Steven masih di kantornya. Dia melamun.


Flashback On


Steven remaja sedang bersama Karin .


Steven : “Karina. Apakah benar kau menyukaiku hanya karena aku berasal dari keluarga kaya? Apa kau terganggu? Aku bersalah?”


Karina : “Aku hanya berpura-pura seperti aku sedang terganggu, jadi kau tidak akan merasa bersalah. Jika aku menerimanya, kau akan terluka.”


Steven terlihat marah dan pergi meninggalkan Karin.


Karin : “Apa kau marah? Kau akan memaafkanku jika aku memanggilmu tiga kali.”


“Steven........”


“Steven............ ”


“Steven................. ”


Steven tersenyum dan berbalik, “Itu tidak lucu.”


Karin : “Itu tidak lucu, tapi kau memaafkan aku, kan?”


Steven tertawa.


Flashback Off


Steven keluar dari kantornya dan terlihat kesal, “Gadis itu..”


Di belakangnya ada Tsania yang masih memegang kepalanya karena pusing.


Tsania melihat ada hantu Karin dibelakang Steven.


“Gadis itu? Aku mengatakan padanya akan membuatnya Steven bertemu dengannya yaitu Karin.”


Hantu Karin menatap Steven dengan sedih. Lalu dia berbalik dan menatap Tsania.


Micky menelpon seseorang.


“Aku pikir gadis yang aku laporkan sebelumnya memiliki hubungan special dengan Presdir Steven. Aku akan terus mengawasinya untuk melihat jika dia mempunyai hubungan lain atau informasi tentang Karina.”


Tsania berjalan dan berhenti di depan sebuah gedung. Dia menatap lantai atas. Itu adalah rumah Steven.


Steven menemui Tsania di bawah.


Steven : “Mengapa kau datang kesini? Bagaimana kaubisa tahu tentang tempat ini? Kau menumpang mobilku, datang ke Kingstev ku, sekarang kau dengan berani membunyikan bel pintu rumahku?”


Tsania diam saja di tempat.


Steven : “Aku sudah memperingatkanmu. Apakah aku tidak memberitahumu untuk berhenti?”


Tsania berbalik dan tersenyum, “Steven.”


Steven tertawa, “ Steven? Kau pasti sudah keluar dari akal sehatmu.”


Tsania menghampiri Steven dan berdiri di hadapannya.


“Kau marah padaku, kan?”


Steven : “Benar. Aku marah padamu. Kau di pecat. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku. Menghilanglah!”


Tsania : “Akankah kau tetap memaafkanku jika aku memanggilmu tiga kali?”


Steven…..”


“Steven….....”


“Steven….........”


cara memanggilnya sama dengan Karin remaja


Tsania tersenyum.


Steven berbalik: “Ini tidak lucu. Kau. Siapa kau?”


Tsania : “Ini aku. Gadis nakal-mu.

__ADS_1


** Bersambung.....


Jangan lupa like, rite and vote ya !!! terimakasih !


__ADS_2