
"Jerry, Pria yang ku temui di rumah sakit waktu itu mengatakan padaku bahwa dia bertemu alien disana."
Tsania curhat pada Kakaknya, yang menyarankan agar Tsania tidak mengatakan pada Micky perihal dia yang pernah keluar masuk rumah sakit dan kantor polisi.
“Meskipun Aku tidak bisa memberitahunya mengenai hantu karena akan mengganggunya, tidak bolehkah Aku mengatakan padanya hal lain? Aku sangat bersyukur dan bahagia saat seseorang mengatakan Dia menyukaiku, tapi Aku merasa buruk membohongi seseorang seperti ini." Keluh Tsania.
Hana bertanya apa Tsania apakah hal semacam itu masih muncul, karena Tsania mengatakan bahwa Dia hari ini merasa lebih baik. Tsania membuka tutup tempat bekalnya, dari belakang Rayhan mengagetkannya dari belakang. Membuat Tsania berteriak melemparkan tutup wadah ke muka Rayhan dan berlari menaiki tangga tanpa melihat siapa sebenarnya yang barusan itu.
Hana memarahi Rayhan. Rayhan malah bertanya mengapa Tsania selalu seperti itu. Hana sudah memberitahu Rayhan agar jangan menakuti Tsania seperti hantu. "Apakah aku hantu?" Tanya Rayhan.
Hana melihat hidung Rayhan berdarah. Hana segera membersihkannya dengan tissue, kemudian menyembunyikan tissue itu dibalik badannya. Rayhan bertanya apakah hidungnya berdarah karena pukulan Tsania. Rayhan merasa itu adalah penyerangan.
"Itu bukan…" Hana melihat hidung Rayhan akan mengeluarkan darah lagi, dengan segera mengambil tissue dan meminta Rayhan untuk mengeluarkan ingusnya. Tapi Rayhan merasa itu tidak seperti ingus. Hana membersihkan kembali darahnya, kemudian berbalik dan berkata lirih, "Aku tidak bisa melihatmu ditangkap karena penyerangan."
Steven dan Sekertaris Andrew melihat Tsania yang terengah-engah setelah berlari karena Rayhan tadi. Sekertaris Andrew menanyakan mengapa Steven tidak menghampiri Tsania.
"Bahkan untukmu, Aku pergi kesana dan bertanya, apa yang terjadi? Apakah itu sesuatu yang kau harapkan dariku?"
"Bukankah Kau selalu pergi saat Tsania seperti itu?" Sekertaris Andrew balik bertanya.
"Selalu pergi, pergi terlalu jauh, Aku tidak akan pergi lagi."Steven pun berjalan pergi.
Sekertaris Andrew hendak menjelaskan mengenai kegiatan pada Steven, tapi Sekertaris Andrew terus batuk. Steven memintanya untuk ke Rumah Sakit lagi jika Sekertaris Andrew merasa tidak baik. Tapi Sekertaris Andrew menolaknya, karena ada dokumen dan artikel yang harus Dia tunjukan hari ini.
Namun Sekertaris Andrew kembali batuk dan kali ini Dia agak limbung. Tsania bertanya apa Sekertaris Andrew baik-baik saja.
"Tuan Stev, tidak bisakah Kau menghubungi seseorang untuk menggantikanku hanya untuk hari ini?"
"Siapa?"
Jreng..jreng.. Tsania.
__ADS_1
"Aku punya pengalaman sebagai Sekertaris. Tapi waktu itu, hantu di samping Presdir dengan kapak menempel di kepalanya, selalu muncul, jadi aku berhenti."
"Kapak? Apakah Kau bekerja di kantor gangster?"
Tsania mengatakan itu kantor kecil tapi perusahaan keuangan yang normal. Steven bertanya apa nama perusahaannya. Sella Finance. Steven mengatakan tahun lalu Presdir Sella Finance ditangkap untuk tuduhan pembunuhan. Tsania terkejut.
"Saat Kau melihat hantu, Kau tidak menonton berita?"
Tsania mengatakan bahan di surat kabar mengira semua tentang kebenaran, tapi saat dia melihat hantu dia menemukan tidak semuanya benar. Awal tahun ini, ada seorang seniman yang muncul di koran karena memenangkan penghargaan sedunia. Tapi ternyata seniman itu mencuri lukisan temannya yang meninggal.
Tsania berbisik, "Seniman itu…"
Steven menyela. "Jangan katakan padaku. Cukup Kau saja yang tahu dan pergilah." Steven mendorong kepala Tsania dengan jarinya.
"Aku hanya ingin tahu bahwa ada seniman yang sangat bagus hingga memenangkan penghargaan besar dan sampai disitu. Benar atau tidak, baca saja di koran yang kau miliki."(Steven meminta Tsania membaca artikel koran yang sekarang di tangannya.)
"Oke, Aku tidak tahu jika ini benar, tapi (Tsania membaca artikel) Kegiatan anak-anak di Kingstev mendapat respon besar dari konsumen."
Tsania mengambil tempat Sekertaris Andrew, Asisten Arini dan Sarah melapor pada Direktur Bima.
"Benarkah? Gadis itu akan secepatnya menjadi kelemahan Presdir Steven?"
"Jika Bibinya tidak menyetujuinya, akankah Ayahnya juga tidak menyetujuinya?" Tanya Sarah.
"Orang yang sangat dibenci Presdir kemungkinan adalah Ayahnya. Aku tidak tahu jika ini benar atau tidak, tapi ada rumor yang mengatakan alasan gadis itu meninggal adalah karena Ayahnya Presdir."
"Saat itu, ada rumor bahwa karena Kakaku tidak membayar uang tebusan, gadis bernama Karin meninggal. Sungguh itu cerita yang menggelikan." Bibi Kinan sedang bersama dengan Agatha.
Agatha mengatakan tentu saja, Ayah seperti apa yang tidak akan membayar uang tebusan, jika dia tahu bahwa anaknya bisa saja terbunuh. Bibi Kinan berharap Steven berpikir seperti itu. Untuk Bibi Kinan, Kakaknya pergi ke luar Negri untuk menemukan perhiasan yang hilang dan memperbaiki semua kesalahpahaman. "Kita akan melihat, perkiraanku benar atau salah."
Ayah Steven di luar Negri, sedang bersama seorang wanita. Wanita itu bertanya pada Ayah Steven, mengapa dia terus mengawasi anaknya.
__ADS_1
"Itu terlihat seperti Dia sudah melihat penjahat dari kejadian itu. Tapi Dia mengatakan dengan tegas Dia tidak melihatnya. Apakah itu benar atau tidak, Aku tidak tahu." Jawab Ayah Steven.
"Apakah Kau takut bahwa penjahat itu akan melakukan sesuatu pada anakmu?"Tanya wanita itu lagi.
Ayah Steven hanya tersenyum mencurigakan.
Saat Sekertaris Andrew sakit dan membiarkan posisinya terbuka, Tsania lengket terus padanya. Aku sudah mengatakannya padamu mereka mempunyai hubungan yang seperti itu." Rayhan berbicara pada Micky di ruang pengawasan dengan melihat Steven dan Tsania yang terekam CCTV.
"Jangan pergi berkeliaran menyebarkan sesuatu yang Kau tidak tahu kebenarannya." Micky memberi peringatan.
Tapi Rayhan malah meminta Micky untuk keluar dari lingkaran hitam Tsania, yang lebih berlubang dari pada lingkaran misteri. Rayhan juga mengasihani Micky. Micky hanya tersenyum. Dan sepertinya cemburu.
Steven memberikan pengarahan pada Tsania. Pada waktu rapat eksekutif, Tsania harus mendengarkan dengan baik dan mencatat semua informasi. Tsania menawarkan untuk membacakan kembali dokumen yang sudah diatur sebelumnya.
"Tidak apa-apa. Aku mengingat semuanya. Jika aku tidak ingin membacanya. Aku perlu berkonsentrasi penuh dan mengisinya." Steven menunjuk kepalanya.
"Sejak Aku mengikutimu sepanjang hari, Aku menyadari bahwa Kau sangat sibuk." Ujar Tsania.
"Bahkan setelah mengatakan ‘Presdir, Presdir’. Kau sangat sulit menyadari bahwa Aku adalah Presiden Direktur tempat ini.” Sindir Steven.
Tsania pikir Steven bemalas-malasan karena Steven selalu melihat keluar melalui teleskop di dalam kantor. "Kau mempunyai banyak pekerjaan. Apa yang Kau selalu lihat melalui itu?"
"Kau selalu berbicara tentang dunia yang Kau lihat. Apa Kau baru sekarang ingin tahu tentang dunia yang Aku lihat? Ayo lihat."
Steven dan Tsania menuju ruangan rapat. Ada dua orang staff yang membukakan pintu untuk mereka. Steven dan Tsania masuk. Semua orang di ruangan memberi salam pada Steven. Steven duduk di depan, Tsania duduk di belakang barisan samping dekat pintu. Setelah seorang staff wanita menuangkan minumannya, Steven meminta untuk memulai rapatnya.
Lampu dipadamkan, dan di depan Steven ada layar besar yang menunjukan presentasi hari itu. Tsania terlihat terpana.
"Sekarang, Aku akan mempresentasikan rencana bisnis untuk Kingstev di New York. Untuk menggambarkan situasi sekarang di pusat perbelanjaan lokal yang mempunyai cabang di New York, ada sejumlah 7 bisnis yang sedang berjalan di New York. Kebanyakan dari mereka berkumpul di daerah Los Angels, dan seperti yang bisa Kau lihat di laporan, dua bisnis telah berhasil dalam bertahan dan mereka mempertimbangkan untuk mengembangkan bisnisnya"
Tsania memperhatikan Steven dengan terpesona.
__ADS_1
...Bersambung........