Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu# 41


__ADS_3

"Sekarang ia akan menikah. Jika ia tahu Aku menyukainya, ia akan menyuruhku pergi, bukan?"


"Kau bilang kau menyukainya. Diabaikan seperti ini, tidakkah kau merasa tersakiti?" tanya Micky.


"Di dunia Micky, Aku ini bagai Candy dan Presdir pangeran tampan dengan kuda putihnya, kan? Tapi di duniaku, aku ini hanya radar hantu dan Presdir adalah tempat persembunyian di mana Aku bisa bersembunyi. Aku tidak bisa menjadi Candy…karena orang itu tidak bermaksud menjadi pangeran tampan. Tapi Aku masih bisa berguna sebagai radar, jadi kupikir ia akan membiarkan Aku tinggal di sisinya." Tsania menyadari Steven mungkin tidak menerimanya sebagai wanita, tapi ia masih bisa berada di sisi Steven sebagai radar.


Dengan harapan baru, Tsania berlari pergi meninggalkan Micky untuk menemui Steven.


Tsania masuk ke ruangan Steven. Steven menyilangkan tangan di dada. Siap menerima rentetan pertanyaan dan mungkin protes Tsania mengenai pernikahannya.


"Presdir, selamat untuk pernikahanmu," kata Tsania sambil tersenyum.


Steven melongo.


Tsania berkata ia tadi terlalu terkejut jadi tidak bisa mengatakan apa yang ia ingin katakan. Ia mengucapkan selamat atas pertunangan Steven dan berharap Steven bahagia.


"Kau menakutkan. Mengapa kau mengatakan ini?" tanya Steven curiga.


"Presdir, karena kau akan menjadi sweet home seseorang (Yuna), mungkin kau tidak merasa nyaman memiliki tempat persembunyian (Tsania). Bagaimana jika membiarkan tempat persembunyian itu di bawah tanah, sekitar dua tingkat di bawah tanah? Jika kau bersedia, Aku akan menggunakannya seringan mungkin sesekali tanpa membuatmu merasa tidak nyaman. Bisakah Aku melakukannya?" tanya Tsania sambil mengacungkan jarinya.


"Sweet home? Aku tidak suka yang manis-manis."


"Kalau begitu, segeralah buat seorang anak. Buat seorang anak yang memiliki kekuatan yang sama denganmu, dan biarkan Aku mengasuhnya," kata Tsania bersemangat.


Steven berkata Tsania telah melanggar batas dengan memintanya memiliki anak. Ia bertanya apakah Tsania bersikap seperti ini karena rahasia yang dikatakannya pada hantu pemecah kacang (Steven menyebutnya begitu karena Steven menjadi pemecah kacang saat hantu istri Kevino dan Tsania memasak di dapurnya)?


"Apa ia mengatakan rahasiaku padamu?" tanya Tsania khawatir.


"Tidak, Aku tidak mendengarnya. Jika itu rahasia maka kau ingin menyembunyikannya dariku, jadi Aku tidak menanyakannya lebih jauh. Aku menolaknya dengan sopan, mengatakan Aku tidak ingin mendengarnya. Kau berterima kasih untuk itu, bukan?"


Tsania terlihat lega dan berkata rahasianya bukanlah apa-apa.

__ADS_1


"Aku tidak mendengarnya, tapi melihat sikapmu saja sudah jelas. Kau begitu canggung hingga Aku mulai curiga apakah kau memang berniat merahasiakannya. Kau masuk ke sini dan menyelamatiku, mendoakan kebahagiaanku. Apa yang kau lakukan sama saja seperti gadis terkenal itu yang mengatakan "Aku tidak akan menangis meski merasa kesepian atau sedih. Kau mengikuti pola gadis itu. Kau seperti dia."


Steven berkata semua yang dikatakan Tsania tadi hanyalah untuk menutupi perasaannya, yang sebenarnya agar tidak merasa malu telah menyukainya.


Tsania berkata sepertinya Steven salah paham. Orang yang ia sukai dan ia katakan pada hantu isteri bukanlah Steven tapi orang lain.


Senyum Steven menghilang.


"Kau pasti tahu orangnya. Aku menyukai….hal-hal yang sangat manis (misalnya, permen?)" kata Tsania. "Juga, selama ini Aku tinggal di sisimu meski kau mengatakan semua hal buruk, karena kau adalah tempat persembunyianku. Sebagai wanita, Aku benci pria seperti Presdir. Pria yang kejam dan kasar!"


"Benar, Aku bersyukur Aku bukan tipemu!" sergah Steven.


"Kalau begitu Aku akan pergi sebelum kau menyuruhku pergi. Kata-kata itu membuatku merasa buruk," kata Tsania marah.


"Tunggu!"


Tsania berbalik.


"Pergilah!" Steven mengusir Tsania sambil mengibaskan tangannya, seperti yang biasa ia lakukan.


Steven bergumam jika Tsania hendak membuat alasan sebaiknya membuat alasan lain, mengapa harus menggunakan Micky?


Tsania menggeleng sedih saat melihat Sekretaris Andrew. Sekretaris Andrew prihatin melihatnya.


Bibi Kinan memanggil Tsania ke kantor suaminya. Ia menyindir Tsania pasti bisa melihat barang seni sampai Kevino begitu menghargainya. Karena itu ia menyuruh Tsania untuk melihat sesuatu.


Benda itu ada di dalam kotak kayu yang cukup besar di atas meja. Bibi Kinan menyuruh Tsania membuka kotak itu dan melihat isinya. Tsania membuka kotak itu. Isinya sebuah vas Cina.


Bibi Kinan berkata vas itu hadiah pertunangan dari tunangan Steven. Tsania mengamati vas itu. Tiba-tiba muncul wajah menakutkan di dalam vas. Tsania terkejut dan otomatis melepaskan vas itu ke kotaknya.


Direktur Bima mengomel vas itu mahal. Sedangkan Bibi Kinan mengira Tsania bereaksi seperti itu karena vas itu hadiah pertunangan Steven.

__ADS_1


"Kurasa barang ini terlalu berlebihan untukmu, benar kan? Memikirkan kau bisa memecahkannya saja sudah menakutkan, bukan? Kau mungkin berpikir kau seharusnya tidak menyentuhnya," kata Bibi Kinan. Sepertinya ia berbicara mengenai vas sekaligus mengenai Steven.


"Benar, jangan sentuh benda semacam itu. Mereka mengerikan!" kata Tsania masih terkejut.


Bibi Kinan melongo. Direktur Bima berkata itu adalah vas porselen yang berharga, bukan benda semacam itu.


"Itu karena orang-orang terus berkata benda itu berharga, tapi mungkin saja itu cuma wadah air. Tolong jangan terus menerus mengatakan benda itu terlalu berharga untuk dipegang orang lain. Ia akan menjadi arogan dan tidak sopan," kata Tsania.


"Apa? Kau mengatakan itu padaku?" Bibi Kinan tersinggung.


"Aku hanya membicarakan vas itu," kata Tsania.


Direktur Bima diam-diam bangkit dari kursinya untuk menghindari "badai." Bibi Kinan berkata sama seperti vas itu, Tsania jangan coba-coba menyentuh Steven dan menggagalkan pernikahannya. Ia mencoba mengatakannya baik-baik tapi Tsania malah mengatakan "arogan dan tidak sopan."


Tsania meminta maaf, ia hanya membicarakan vas itu. Vas itu hanya wadah air tapi orang-orang melihatnya dan memberikan hatinya pada vas itu (mengaguminya) hingga hal-hal aneh bisa muncul.


"Sekalinya tergoda pada hal yang salah, satu-satunya cara untuk membalikkannya adalah dengan menghancurkannya," kata Tsania.


Bibi Kinan masih juga salah mengerti. Ia mengira Tsania berniat melakukan segala hal untuk menghancurkan pernikahan Steven. Ia berkata Tsania wanita yang berbahaya.


"Kurasa Nyonya tidak mengerti karena tidak bisa melihatnya. Aku bahkan memberinya selamat atas pertunangannya. Jika vas ini salah ditangani, akan sangat berbahaya jadi tolong berhati-hatilah!" Ucap Tsania memberitahu Bibi Kinan.


Tsania langsung beranjak pergi. Sekali lagi ia mengingatkan vas itu bisa membawa kehancuran, seseorang bisa tergoda.


"Tsania, semangat," Direktur Bima memberi semangat. Kinan melotot.


"Hal-hal menakutkan akan muncul? Tergoda? Tsania membicarakan dirinya sendiri kan?"


Di dalam vas nampak wajah seorang pemuda berpakaian rapi.


Tsania menceritakan apa yang terjadi pada Hana. Hana menangis mengira Bibi Kinan menawarkan amplop uang pada Tsania agar menjauh dari Steven. Tapi Tsania berkata ada hantu. Ia sudah memperingatkan mereka tapi mereka tidak menerimanya.

__ADS_1


Hana berkata saat ini semua orang mengira Tsania dicampakkan oleh Steven. Tsania menghela nafas panjang, orang-orang mengiranya seorang Candy. Pada saat seperti ini hanya para hantu yang bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Bersambung.......


__ADS_2