Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 16


__ADS_3

Steven terdiam, dia ragu. Namun akhirnya dia melepaskan pegangannya pada gagang pintu, “Jika demikian, tentu saja aku harus.....“


Tsania muncul dari pintu, “Presdir.” Steven mendorong Tsania kembali masuk. (kan kalau Tsania keluar Presdir Wang akan bekerja sama dengan Gian.)


Tsania kembali ke luar, “Presdir, kau disini.”


Steven : “Wanita ini, bukan aku.” (maksudnya Tsania keluar sendiri bukan dia yang mengajaknya. Jadi Presdir Wang jangan menyalahkannya dan bekerja sama dengan Gian)


Madam Sahara : “Rencananya sekarang berantakan, Presdir.”


Presdir Wang menatap marah pada mereka berdua. Steven juga seperti menyalahkan Tsania. Tsania yang tidak tahu apa-apa sih, senyum aja.


Lalu Tsania mengatakan bahwa cucu Presdir Wang ingin berbicara dengannya dan Tsania menirukan kata-kata Jetli.


“Nenek, apakah kau pikun? Hentikan! Dan wanita (Madam Sahara), ambil boneka itu, lemparkan dan katakan padanya untuk pergi!” Tsania meninju bokongnya dan mengacungkan tinjunya ke depan.


Presdir Wang terharu, “Itu memang benar Jetli ku.” (Presdir Wang sepertinya mengenali gaya tinju bokong itu..)


Madam Sahara membuang muka. Steven tersenyum pada Tsania. Dan Tsania mengedipkan matanya pada Steven lalu tersenyum.


Bibi Kinan berbincang dengan suaminya. Dia mengatakan bahwa sebelum Steven jatuh pada pembersih hantu, mereka harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Tsania. Bibi Kinan berpikir untuk menempelkan Steven pada wanita yang lebih baik dari pada memaksa Tsania menjauh dari Steven. Dan wanita yang dipilih Bibi Kinan adalah Agatha.


Agatha sedang syuting iklan peralatan dapur. Agatha memakai gaun merah, menari meliuk-liuk dengan banyak api yang keluar dari kompor. Sutradara memintanya melompat-lompat dan bahkan sampai menari sambil berbaring di lantai.


Agatha kelelahan dan berhenti untuk istirahat. Dia dikipasi oleh managernya dan diberi minum oleh asistennya. Manager mengatakan masih ada satu scene lagi. Agatha yang kelelahan merasa tangannya hampir lepas. Dia berjalan terhunyung-hunyung di papah oleh managernya.

__ADS_1


Bibi Kinan menyapa Agatha dan mereka pun duduk bersama. Agatha mengatakan iklan tadi adalah konsep yang dia ambil dengan konsep pernikahannya, tapi karena pernikahannya gagal maka konsepnya berubah (menjadi menari di depan api).


“Sepertinya kau menemui banyak kesulitan dari pembatalan pernikahanmu. Jika saja teman itu tidak ada disana, mungkin akan berjalan dengan lancar.”


“Seorang teman?”


“Oh, aku mengingatnya. Aku belum memberitahukannya padamu. Aku akan memberitahukan mu/ wanita yang membawa kabar yang menyakitkan hati pada hari pernikahanmu, aku dengar dia adalah teman sekolahmu. Dia bekerja di Kingstev sekarang.”


“Apakah mungkin Tsania? Jadi itu adalah Tsania?” mata Agatha seperti akan keluar.


Bibi Kinan mengangguk membenarkan. Agatha kesal dan memalingkan mukanya, bersamaan dengan itu api di atas kompor di set untuk syuting berkobar.


Presdir Wang : “Baru-baru ini kami kehilangan salah satu divisi kami, dan seorang anggota keluarga kami sakit. Dan..orang-orang membicarakanya, menyalahkan pada Jetli yang sudah meninggal.”


Steven : “Bisnismu tidak berjalan karena adanya masalah ekonomi global. Dan setiap keluarga bisa saja ada salah satu yang sakit atau dua. Mengapa itu menjadi salahnya hantu?”


Tsania mengatakan bahwa Jetli sedang menunggu orang yang dia sukai. Tapi Presdir Wang tidak pernah memikirkan hal itu. Jetli sakit sejak dia masih muda. Karena dia hanya berada di rumah sakit dan rumah, dia tidak mempunyai banyak teman. Dan dia memiliki kepribadian yang sensitive, jadi tidak ada seorang pun yang mendekatinya.


saat Jetli meminum obat. Dia melemparkan gelas minuman pada pelayan, dan dengan marah mengatakan bahwa itu masih panas.


“Karena dia mempunyai banyak duri, semua orang menjauhinya. Anak itu….memiliki gadis yang dia suka. Aku juga..ingin melihatnya sekali lagi.” Presdir Wang menangis.


Steven kemudian mengatakan ada satu cara agar Presdir Wang bisa betemu dengan gadis itu. Steven meminta dukungan Tsania tapi Tsania bilang tidak tahu. Steven mengatakan karyawannya Tsania akan menjelajahi rumah dan berbicara pada Jetli, sehingga mereka bisa mencari tahu siapa gadis itu.


“Bukankah kau kesini untuk mengambil kembali karyawan pentingmu?”

__ADS_1


“Tentu saja tidak. Yang penting untuk ku hanya kau, Presdir. Aku akan mengatakannya sekali lagi, aku tidak membuka pintunya.” Steven menjilat. Presdir Wang tersenyum.


Steven kemudian mengubah topik pembicaraan dengan menanyakan masalah pekerjaan. Tsania melihat Jetli yang berdiri di jendela menghadap keluar lagi. Tsania berdiri di samping hantu Jetli dan melihat ke arah mata Jetli memandang. Ada seorang pengantar susu di bawah. Tsania buru-buru berlari keluar. Presdir Wang merasa heran, tapi Steven menenangkannya dan mengatakan bahwa karyawannya melihat sesuatu. Steven pun ikut keluar dari kamar itu.


Sesampainya di bawah, pengantar susu itu sudah pergi. Tsania bertanya pada pelayan tentang pengantar susu itu. Pelayan memberitahu Tsania bahwa yang dekat dengannya adalah pengantar susu sebelumnya, mereka terlihat sering berbincang dan bermain bersama.


Tsania berlari ke dalam dan mengatakan bahwa yang dinantikan oleh Jetli siang dan malam adalah bukan seorang wanita, tapi seorang pria.


“Pria?” Steven terlihat cukup kaget.


Presdir Wang masuk ke ruangan itu dan menayakan apakah Tsania menemukan sesuatu. Tsania akan mengatakannya tapi dicegah Steven. Dan Steven mengatakan Tsania belum mengetahuinya dan akan datang lagi besok.


Steven keluar rumah Presdir Wang dan diikuti oleh Tsania.


Tsania : “Mengapa kita pergi? Dia sedang menunggu, bukankah kita harus membiarkannya bertemu dengannya?”


Tsania : “Apakah kau mengusulkan bahwa kita harus melempar bom nuklir diwajah seorang nenek yang menunggu cinta pertama cucunya yang cantik? Tidak bisa. Aku tidak akan mencari cinta pertama si hantu, tapi penting untuk membuat nenek itu terus bahagia.”


Tsania bertanya lalu apa yang akan dilakukan Steven. Steven mengatakan cinta pertamanya adalah perawat cantik yang dia temui saat di rumah sakit, atau guru piano. Dengan itu, buat perjanjian dengan hantu. Tapi kata Tsania itu namanya sebuah kebohongan. Dan Tsania kira Steven tidak menyukai kebohongan.


“Saat aku berbohong padamu dan mengarang cerita tentang Karin, bukankah kau bilang kau membenci untuk berbohong juga? Dia sangat kasihan. Dia tidak punya siapa-siapa. Dia menunggu untuk seseorang yang dia sukai. Aku ingin mempertemukan mereka.”


Steven tidak menjawab. Tsania kemudian mengatakan dia akan melakukan apa yang Steven minta padanya. Mereka pergi seperti ini atau Tsania pergi ke dalam dan memberitahu Presdir Wang. Steven yang memutuskan.


Steven berjalan pergi, kemudian berhenti dan berkata, “Pergilah. Untuk mencari pemuda pengantar susu itu. Tapi itu bukan cinta pertamanya. Buat dia menyetujui untuk mengakuinya hanya sebagai persahabatan.” Tsania tersenyum senang dan mengikuti Steven.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2