Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 36


__ADS_3

Steven berkata dengan serius, bahwa dia sudah menghitung kegunaan untuk Tsania. Tsania bertanya apakah Steven akan memberhentikannya menjadi radar. Steven bertanya balik, mengapa Tsania berpikir bahwa dia akan mengusirnya.


"Jika Aku tidak bisa menemukan uangmu, Kau bilang Aku bernilai 0 Rupiah. Jika Aku bernilai 0 Rupiah, Kau bilang Kau akan menendangku keluar." Kata Tsania dengan sedih.


"Ya, Aku mengatakannya. Jadi, menurutmu berapa banyak nilaimu?"


Tsania berpikir, jika dia mendapatkan jumlah yang sama dengan pekerja customer service yang lain, setelah dikurangi biaya penggunaan tempat perlindungan, pasti negatif.


"Kau akan menghitung nilaimu dalam jumlah uang. Aku kira Kau belajar sesuatu saat Kau berada di sisiku. Lalu…apakah Kau sudah memeriksa akunmu? Gajimu seharusnya sudah di tambahkan."


Tsania kemudian menelpon pihak bank untuk menanyakan jumlah rekeningnya, dan betapa terkejutnya dia sampai membelalakan mata. Steven tersenyum dan mengatakan itu adalah jumlah setelah dia menghitung semua yang sudah di lakukan Tsania. Tsania mengambil bagian besar dalam pembiayaan Presdir Wang, dan juga mengatasi masalah yang ada di hotel, jadi gaji Tsania berdasarkan hal itu.


"Walaupun Kau mengambil biaya penggunaan tempat persembunyian, Kau masih punya banyak sisanya, kan? Nilaimu masih bisa dihitung, sehingga Kau masih bisa menariknya (tabungan)." Ujar Steven.


Tsania mengangguk dan berterima kasih. Dia amat senang, dan mengatakan bahwa jika dia terus seperti itu, dia akan mempunyai uang untuk membayar rumahnya setelah menangkap beberapa hantu lagi.


Tsania bertanya apakah Tsania akan keluar dengan tenang jika dia memintanya. Jika Steven memintanya pergi, malah membuat Tsania semakin ingin menempel pada Steven, itu sebabnya dia hanya akan pergi setelah Steven mengulangnya tiga kali.


"Tapi..jika Kau benar-benar ingin Aku keluar dari hidupmu, maka Sku akan pergi dalam hitungan pertama." Ujar Tsania sungguh-sungguh.


Jadi, selama ini Tsania mengacuhkan kata-kata Steven itu seperti salakan anjing. Tsania hanya tersenyum. Kemudian Steven tersenyum juga dan memintanya keluar. Tsania sekali lagi berterima kasih dan keluar.


Di luar, Tsania mengungkapkan kegembiraannya pada Sekretaris Andrew, dia mendapatkan undian hari ini. Sekretaris Andrew mengatakan Steven mendapatkan ikan yang besar berkat Tsania.


Tsania mengelak, itu semua karena Sekertaris Andrew, "Jika Kau tidur dan diganggu oleh hantu, beritahu Aku. Aku akan membantumu." Sekertaris Andrew berterima kasih.


Saat akan keluar, Tsania berpapasan dengan Bibi Kinan. Dia menyapanya dan berlalu begitu saja. Sekretaris Andrew menatap Bibi Kinan, dengan tidak senang. Mengapa demikian?


Bibi Kinan berbincang dengan Steven.


"Kau bertemu dengan Agatha, tapi mengapa tetap bersama Tsania yang aneh itu?"

__ADS_1


"Aku pikir Kau salah. Agatha itu tidak berguna. Tsania malahan bisa berguna dalam hal apapun." mengelak atas apa yang Bibinya ucapkan.


Steven berkata jika Bibi Kinan memang serius, atur saja makan malam dengan seseorang, dia akan datang dan makan. Maka Bibi Kinan meminta Steven di Cina menemui Yuna dari perusahaan Kontruksi yang sedang belajar disana.


"Dia adalah wanita yang dibicarakan akan menikah denganmu, lalu terputus saat dia mematahkan kakinya(kecelakaan) di resort ski. Kau mengingatnya kan?" Tanya Bibi Kinan antusias.


"Baik, Aku akan menemuinya. Apakah Kau sekarang yakin?" tanya Steven.


“"Ya. Pemburu Hantu itu tidak akan ikut ke Cina, kan?"


Berdasarkan ramalan cuaca, selama perjalanan bisnisnya, Steven mengira aka ada angin topan. Maka Bibi Kinan juga mengira tidak akan ada alasan untuk melihat matahari, karena akan ada hujan besar.


Micky menemui Tsania dengan mata pandanya. Dia mengatakan bahwa kucing yang mati itu benar-benar kucing berwarna putih. Dia tidak bisa tidur setelahnya.


"Maafkan Aku…Aku seharusnya tidak memberitahumu, jadi Aku tidak akan membuatmu takut." Tsania menyesal.


"Disini ada satu, kan? Tsania, apakah selalu ada hal semacam itu disekitarmu?" Micky berbisik.


"Jika itu sulit, abaikan apa yang Aku katakan dan pikirkan saja bahwa Aku tinggal di dunia yang berbeda. Berpura-puralah Kau tidak tahu."


"Bagaimana Presdir Steven percaya padamu?"


"Karena Presdir sangat special untukku."


"Jika Aku bersikap seakan tidak tahu, maka Aku tidak akan tahu bagaimana duniamu." Ujar Micky. (Micky masih curiga pada Tsania)


Tsania tidak bisa memaksa Micky untuk percaya padanya, tapi dia melihat hantu Karin disana. Tsania tidak ada hubungannya dengan penjahat itu. Tapi Micky bilang dia akan tetap mengawasi Tsania. Dia berasumsi bahwa hal menakutkan yang dikatakan Tsania adalah balasan untuknya karena telah berbohong. Micky akan mencoba untuk tetap kuat.


Micky kemudian keluar, setelah terkejut karena menendang kardus. Tsania bingung apa yang harus dia lakukan. Karena Micky ketakutan, maka dia tidak bisa meminta Micky percaya padanya.


Micky sedang berjalan, lalu ada tangan yang memegang pundaknya. Refleks Micky menelikung tangan itu. Ternyata itu Agatha.

__ADS_1


"Mengapa Kau seperti ini lagi?"


Micky tersadar, "Ini manusia."


"Aku bukan manusia, Aku seorang dewi." Agatha menyangkalnya dengan tersenyum manis. Dan Micky menatapnya dengan ekspresi tidak peduli.


Micky berjalan pergi meninggalkan Agatha. Tapi Agatha memanggilnya lagi. Wajah Micky terlihat tidak baik. Micky tidak bisa tidur karena senang setelah seorang dewi mengajaknya berkencan, tebak Agatha.


"Dewi juga setipe dengan hantu. Aku benar-benar tidak menyukainya. Pergi."


"Jika itu membebanimu, maka Aku akan menjadi manusia biasa, bukan seorang dewi." Agatha tidak menyerah begitu saja.


Agatha kemudian menanyakan apakah Micky tidak menyelidiki Tsania lagi hari ini. Micky mengatakan dia sudah mengetahui semuanya, jadi dia tidak lagi mengawasi Tsania. Agatha merasa kecewa semuanya berakhir, karena menurutnya itu menarik.


"Maka, ayuk kita makan di suatu tempat untuk merayakan hari pertama kita sebagai pasangan."


"Siapa yang berkencan dengan siapa? Aku sudah mengatakan bahwa Aku tidak mau."


"Walapupun Kau menolaknya sekarang, secepatnya, Kau akan menerimanya." Ujar Agatha yakin. "Jika Kau melihatnya kembali nanti, maka hari ini akan menjadi hari pertama."


"Benarkah? Maka katakan saja bahwa kita berkencan…dan putus sekarang. Agatha, satu hari… tidak, ini satu menit 30 detik, tapi terima kasih untuk semua kenangan. Berbahagialah.” Micky menyentuh pundak Agatha dan berjalan pergi.


Agathabmengeluh, betapa sulitnya membujuk pria pekerja. Dia memegangi kepalanya.


Kevino Caprino, pianis itu berada di aula Kingstev, dia menekan tuts piano. Di luar, Micky yang sedang bersama Rayhan mendengar suaranya. Merekapun akan segera memeriksanya.


Saat berjalan, mereka menerobos hantu istri Kevino. Mereka berhenti. Dan Rayhan bertanya pada Micky apakah dia merasakan sesuatu yang sangat dingin. Micky tidak menjawabnya dan meminta Rayhan memeriksa arah sebaliknya. Dia akan memeriksa sendiri. Setelah sendirian, Micky memegang tangannya, dan mengutuk dirinya sendiri, "Aku akan menjadi gila." Micky merasakan hawa dingin tadi.


Kevino di aula, menekan tuts piano itu lagi. Kemudian dia seperti akan melukai tangannya dengan penutup tuts piano. Sementara itu, Micky masuk ke aula. Kevino menyadari kedatangan Micky dan bersembunyi. Micky menggunakan senternya memeriksa ke sekitar. Dia seperti melihat bayangan seseorang ketika menyenter ke atas panggung. (hantu isti Kevino sedikit menampakan diri).


"Apa itu?" Micky mendekat dan melihat kaki dan kepala seseorang menyembul dari balik piano, "Siapa disana?"

__ADS_1


...Bersambung.........


__ADS_2