Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 32


__ADS_3

Tsania membuka kotak itu. Isinya gaun cantik dan sepatu. Tsania sangat senang.


Ia memakai gaun dan sepatu itu lalu pergi menemui Steven di area kolam renang. Ia tersenyum saat melihat Steven sedang menunggunya. Ia menghampiri Steven dan memanggilnya.


Steven menoleh dan tersenyum melihat Tsania mengenakan pakaian itu.


"Apa Kau yang mempersiapkan ini untukku?"


"Ya, ada lagi." Steven melihat jamnya. "Lihatlah," Ia menunjuk ke atas.


Pertunjukkan kembang api di mulai. Tsania tersenyum senang.


Tapi itu baru khayalan Tsania mengenai apa yang akan terjadi. Sebelum menemui Steven ia sempat bertanya pada manager, mengenai kolam yang ditutup dan tidak boleh ada yang masuk.


Manager menegaskan Steven telah memerintahkan tidak boleh ada yang masuk selain mereka berdua.


Tsania masuk ke area kolam menemui Steven. Steven sedang berbicara di telepon, tanpa menyadari kedatangan Tsania.


"Aku datang ke sini karena ada masalah di kolam hotel. Aku tidak datang untuk bermain. Aku akan kembali setelah mengetahui ada apa di dalam kolam. Ya, tidak akan lama."


Tsania tertegun. Ia melihat pakaiannya dan teringat pada pertanyaan Steven mengenai hantu air. Ia langsung berlari pergi.


"Tsania! Tsania! Kau mau ke mana?" seru Steven.


Tsania kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. Ia merasa lega karena ia bisa sangat malu nantinya. Akan jadi bencana jika ia muncul berpakaian seperti tadi.


"Tapi, kenapa Aku sangat sedih?" Ia menahan tangisnya saat melihat dirinya di cermin. Ia memukuli dadanya yang terasa sakit. Kata-kata Micky terngiang di kepalanya. "Saat hatimu tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Rasa sakit akan memberimu jawaban."


Steven termenung di tepi kolam. Ia berpikir mengapa Tsania berlari seperti tadi dengan pakaian seperti itu. Ketika ia masuk ia menemukan jawabannya.


Manager bertanya apakah Steven memerlukan hal lain, seperti champagne dan bunga. Ia akan mempersiapkan segalanya. Sadarlah Steven bahwa Tsania telah salah mengerti (sama seperti si manager).


Ketika Tsania berjalan menyusuri hotel, beberapa pegawai hotel wanita menertawakannya. Mengira Steven telah mengusir Tsania dan juga tidak ada acara apapun.


Karena sudah terbiasa ditertawakan orang, Tsania tidak mempedulikan mereka. Tiba-tiba Steven berdiri di hadapannya.


"Kau mengganti pakaianmu?"


"Ya, kurasa ini akan lebih nyaman," kata Tsania pelan.


"Kurasa tadi Kau lebih cantik. Ayo kita pergi," Steven menarik tangan Tsania.


Tsania bengong. Steven malah mendekap tangan Tsania.


"Di sini tidak ada yang menakutkan," kata Tsania. Jadi Steven tidak perlu memeganginya.


"Ada orang-orang yang lebih menakutkan dari hantu," ujar Steven.


Tsania berusaha menarik tangannya karena saat ini orang-orang melihat mereka dan bertanya. "Apa yang sedang mereka lakukan?"


"Aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan. Aku melihatmu, yang merasa sedih karena apa yang mereka katakan. "Tsania, Kau merasa sedih, bukan?"

__ADS_1


"Iya."


Berlari dengan gaun seperti itu, Kau terlihat seperti Candy."


"Benar. Coba saja pikirkan. Kau mengundangku ke sini, mengajakku makan malam, mengirimiku gaun. Tentu saja Aku menjadi Candy. Seharusnya Kau suruh saja Aku menggunakan radarku. Mengapa Kau melakukan semua itu?"


"Kau bilang Kau takut. Aku masih tempat persembunyianmu. Memaksamu di saat Kau bilang tidak mau, Aku merasa bersalah," Akui Steven.


Tsania tersenyum. Sekarang ia merasa lebih baik.


Mari kita tangkap hantu itu.”


"Ayo," Steven kembali mendekap tangan Tsania.


"Presdir, sekarang sudah tidak apa-apa," Tsania hendak menarik tangannya.


"Lepaskan tanganku jika Kau bisa. Aku tidak peduli."


Mereka melihat para pegawai hotel melihat mereka sambil berbisik-bisik.


"Sepertinya mereka mengharapkan seorang Candy yang telah dicampakkan oleh kekasihnya. Tapi Aku tidak mau menjadi Candy seperti itu. Ayo kita pergi," kata Tsania tersenyum.


Steven tersenyum. Sambil bergandengan, mereka berjalan menuju area kolam.


Agatha menemui Micky dengan hasil penyelidikannya. Agatha berkata ia sudah menanyai teman terdekat Tsania, orang tua adalah orang tua asli dan keluarga mereka sangat dekat.


"Aku juga merekamnya. Apa Kau mau dengar?"


"Kirim saja padaku, terima kasih," Micky langsung beranjak pergi.


"Bukannya Kau penyanyi?"


"Aku juga main film. Apa Kau sudah melakukan penyelidikan tentang a


Aku? Kau bisa menemukannya di internet."


Micky bertanya berapa lama lagi Agatha akan mengikutinya. Agatha tahu Micky tidak punya mobil, jadi ia mengajak Micky ikut mobilnya.


"Aku naik busway. Busway mengangkut siapa saja. Jika Kau bisa menaikinya, naik saja," tantang Micky.


Agatha mengikat tudung kepalanya.


Steven dan Tsania menunggu lama di tepi kolam, tapi hantu air tidak juga menunjukkan diri. Tsania mengira hantu itu ada di dalam air. Ia akan masuk ke kolam dan melihatnya. Ia berdiri dan memasang kaki katak untuk penyelam.


Steven menyuruh Tsania menunggu sebentar lagi. Mungkin hantu itu muncul saat hari lebih gelap.


"Sama seperti takut sebelum tertusuk jarum, momen yang paling menakutkan saat bersama hantu adalah saat mereka hendak menampakkan diri," kata Tsania. Ia juga ingin semuanya selesai sebelum pertunjukkan kembang api dimulai. Ia harus cepat melihatnya.


"Apa Kau akan baik-baik saja?" tanya Steven.


"Hantu air sangat menakutkan. Jika Kau tertangkap, mereka akan menyeretmu ke dalam dan tidak mau melepaskan. Kau akan menolongku jika Aku tidak muncul, kan?" Tsania hendak memakai kacamata selamnya.

__ADS_1


Steven malah merebut kacamata selam itu dan melarang Tsania terjun ke kolam.


"Beristirahatlah dan lihat kembang api."


"Bagaimana dengan hantu airnya? Mari kita selesaikan saja di saat kolam kosong."


Steven berkata ia akan mengeringkan air kolam selama beberapa hari lalu mengajak Tsania pergi.


Saat Tsania hendak menyusul Steven, tiba-tiba terdengar suara kecipak air dari dalam kolam. Tsania terkejut dan pelan-pelan mendekati kolam. Ketika ia berada di tepi kolam, hantu itu melompat muncul meraih Tsania. Untunglah Steven memegangi tangan Tsania hingga Tsania tidak terjatuh dan hantu itu lenyap.


"Kau hampir jatuh!" kata Steven khawatir.


"Ada Tante di sana!" Tsania menunjuk ke dalam kolam. "Ah, menakutkan!"


Hana dan Rayhan membuntuti pria itu hingga ke rumahnya. Hana hendak turun melabraknya. Ia akan meminta semua uangnya dikembalikan dan membunuhnya. Tapi ia berhenti saat melihat seorang wanita hamil keluar dari dalam rumah.


Rupanya pria itu sudah menikah. Hana terpaku.


"Apa Kau akan membu---?" tanya Rayhan.


Hana menutup kembali pintu mobil dengan penuh kesedihan.


Agatha benar-benar ikut naik busway bersama Micky. Ia menyamar dengan mengenakan kacamata hitam besar. Micky heran melihatnya.


Pasangan di depan mereka mulai membicarakan Agatha. Mereka berkata Agatha bukan penyanyi yang baik, juga mereka menuduh Agatha melakukan operasi plastik.


Agatha menunduk di sebelah Micky. Micky melihatnya dengan prihatin. Pasangan itu terus membicarakan Agatha yang popularitasnya kalah dari penyanyi berbakat AM.


Merasa kasihan, Micky memegang tangan Agatha dan mengajaknya turun di perhentian berikut. Tapi Agatha menarik tangannya. Dan malah melepas semua penyamarannya.


"Halo semua, Aku Agatha, ia melambai sambil tersenyum pada semua penumpang. Pasangan tadi terbengong-bengong melihatnya. Agatha mendekatinya.


"Sekedar informasi saja, Aku masih sangat populer. AM?" Agatha menyanyikan lagu AM dan bersikap cute pada Micky.


Para penumpang berebut hendak mengambil fotonya. termasuk pasangan tadi. Micky mengamankan Agatha dan menariknya turun dari Busway.


"Kenapa? Aku sedang bersenang-senang," kata Agatha melepaskan diri dari Micky.


"Kau ini benar-benar…..jelek dalam menyanyi."


"Benarkah? Tapi Aku masih cantik, kan?"


"Lagi-lagi Kau bilang seperti itu?"


"Ya, Aku sudah memutuskan. Mari kita berkencan."


"Aku tidak mau," kata Micky sambil berjalan pergi.


Agatha berteriak kesal. Sebegitu cepatnya Micky menolak? YAAAAA!!!! teriakan Agatha.


Tapi teriakannya menarik perhatian orang hingga mereka mulai mengerubunginya. Kali ini Agatha takut karena ia sendirian.

__ADS_1


Dan sang ksatria pun muncul. Micky menerobos kerumunan itu dan menarik Agatha pergi. Agatha berlari sambil tersenyum.


...Bersambung...........


__ADS_2