Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 17


__ADS_3

Agatha berada di depan rumah Tsania. “Tsania, keluarlah, aku akan menghancurkanmu.” Agatha meremas beberapa pucuk surat milik Tsania yang dia periksa.


Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan membenturkan wajahnya ke dinding. Agatha kesakitan. Itu Micky, dia mengira Agatha adalah penguntit Tsania. Agatha kesal, dan berkata itu adalah dirinya. Micky pun buru-buru melepaskannya.


Micky memberikan kompres es batu pada wajah Agatha. Agatha berkata dia belum menyelesaikan syuting iklannya hari ini, dia akan menuntut Micky. Itu tidak akan menimbulkan memar, kata Micky. Menurut Micky, itu tidak terlihat seperti sangat sakit. Lalu Micky menanyakan untuk apa Agatha datang kesana, padahal dia sangat sibuk.


Ini bukan untuk mengurangi kemarahanku. Ini untuk balas dendam.”


“Kau tidak memiliki senjata apapun, jadi tidak terlhat kau sedang mencoba untuk melakukan balas dendam secara fisik. Apa yang akan kau lakukan?”


“Aku akan mengambil prianya darinya.” Jawab Agatha dengan mantap.


“Pria?” Tanya Micky lagi.


“Presdir Steven.”


Agatha mengatakan dia datang untuk memperingatkan Tsania bahwa dia akan menggoda Steven dan membuat Tsania menangis. Micky tertawa kecil. Agatha merasa Micky meremehkannya.


“Itu seperti kau akan pergi berperang…tapi dalam pertempuran, kau membutuhkan sebuah senjata rahasia. Kau mau aku menjadi senjata rahasia?”


“Apa kau menawarkan pertolongan padaku?”


“Tapi, ada syarat. Temukan alasan mengapa Presdir Steven tertarik pada Tsania!”


Agatha bertanya kenapa Micky ingin mengetahui hal itu, apakah mungkin Micky menyukai Tsania. Micky bilang Agatha bisa menganggapnya seperti itu.


Lalu tiba-tiba Micky mendekatkan wajahnya pada Agatha. Menyentuh luka di pipi Agatha dan mengatakan sepertinya luka itu akan menjadi biru. Beberapa saat Agatha terpana, kemudia merasa gugup tiba-tiba Micky mendekat seperti itu. Dia pun memundurkan badannya dan mencoba mengalihkan perhatian.


“Mengapa kau tetap berbicara tidak formal padaku dari awal? Kau sungguh terlihat lebih muda dariku.”


“Kau juga sungguh terlihat lebih tua dariku. Apakah kau mau aku memperlakukanmu seperti orang tua?”


Agatha kesal Micky terus saja berbicara dengan tidak formal. Micky cuek saja dan tersenyum. Agatha kemudian mencoba mengajak Micky untuk minum karena mereka dalam sisi yang sama. Micky menolaknya, untuk urusan minum Agatha bisa melakukannya sendiri. Micky tersenyum dan meninggalkan Agatha.


Steven dan Tsania mendatangi toko yang menjual susu ke rumah Presdir Wang. Mereka melihat pemuda yang tadi pagi. Tsania kemudian bertanya padanya siapa yang mengantar susu ke rumah Presdir Wang sebelum dia. Pemuda itu menunjukan temannya yang ada di depan toko. Tsania menunjuk seseorang yang dia kira di tunjuk oleh pemuda itu. Steven mengomentari badan seseorang yang dimaksud adalah pemuda dengan badan yang kekar.


Tsania mendekati pemuda itu dan bertanya apakah dia mengenal Jetli. Pemuda itu bingung. Teman yang disampingnya menoleh, “Jetli?”


“Siapa yang mengantarkan susu ke rumah itu…?” Tanya Tsania.


“Itu aku, yang mengantar susu ke rumah Jetli.” Teman yang menoleh tadi menjawabnya, dan di seorang wanita.

__ADS_1


Tsania bingung, karena sepertinya harusnya laki-laki. Gadis itu bilang dia selalu dianggap laki-laki sebelum dia memanjangkan rambutnya. Pemuda bertubuh kekar mengatakan gadis itu terlihat seperti wanita dari luar, tapi dia pada dasarnya adalah laki-laki. Gadis itu menunjukan tinju bokong yang seperti dilakukan Tsania sewaktu menunjukan kata-kata Jetli pada neneknya.


Steven bertanya pada Tsania benarkah gadis itu yang dimaksud.


“Aku kira, itu kau, yang Jetli tunggu.”


Gadis itu terdiam.


Flashback.


Gadis mengantarkan susu ke rumah Jetli. Dia melemparkan susu begitu saja ke tanah. Jetli melihatnya dari atas dan memanggil gadis itu.


“Hey, pengantar! Apakah kau mengantar susu dengan benar? Susunya bisa rusak.”


“Rasanya tetap sama walaupun sedikit rusak.” Elak gadis itu.


“Rasanya mungkin sama, tapi aku tidak menyukai sesuatu yang jelek, sepertimu.”


“Aku juga benci sesuatu yang keji…sepertimu.” Si gadis meninju bokong pada jetli.


Jetli kemudian menyemprot gadis itu dengan selang yang dia pegang sedari tadi. Gadis itu menutup mukanya dan kesal pada Jetli.


“Pengantar! Kau benar-benar seorang wanita. Seorang wanita yang jelek.” Jetli tertawa senang.


Flashback end


"Aku sadar akan apa yang terjadi pada Jetli. Aku benar-benar tidak ingin membicarakannya, jadi tolong pergilah.” Gadis itu berbalik akan masuk ke dalam toko.


“Ada sesuatu yang sangat ingin dia tunjukan padamu. Akan sangat bagus jika kau bisa datang kesana dan melihatnya. Itu bunga yang sangat cantik. Bunga mawar merah muda.” Ucap Tsania.


Gadis itu berhenti dan menjatuhkan keranjang susu yang dipegangnya. Dia seperti terguncang.


Flashback.


“Ada banyak macam bunga mawar, dengan banyak warna yang berbeda.”


“Lalu, apakah ada mawar merah muda? Aku suka Merah muda.”


“Mawar merah muda juga ada.”


“Hebat! Mereka pasti cantik!”

__ADS_1


“Mereka tidak terlalu cantik. Mereka seperti daun selada, sepertimu.”


“Hey! Aku juga terlihat cantik jika aku memanjangkan rambutku dan merapikannya. Mengapa kau terus menyebutku jelek?”


Jetli mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu, “Kau jelek. Aku bahkan tidak bisa menyebutmu seorang laki-laki atau perempuan.”


“Kau juga. Kau terlalu kurus seperti seorang perempuan.”


Jetli kemudian mencium gadis itu.


Seperti yang ku bayangkan. Ini tidak bagus…dengan seorang anak yang bahkan tidak terlihat seperti seorang perempuan.”


Gadis itu sepertinya merasa sakit hati dengan kata-kata Jetli, dan matanya berkaca-kaca. Jetli berkata pada gadis itu untuk tidak menangis, karena akan semakin terlihat jelek jika dia menangis.


“Aku juga tidak telalu peduli dengan seoran laki-laki sepertimu, yang kurus dan menanam bunga. Aku benar-benar benci orang seperti itu.” Gadis itu pun lari. Jetli menyesal telah mengatakan hal yang buruk pada gadis itu.


Jetli terbaring di tempat tidur dengan infuse dan bantuan oksigen. Dia menatap bunga mawar merah muda dalam guci yang ada di meja dekat jendela. Presdir Wang duduk disampingnya dan menggenggam tangannya, “Jetli ......Jetli…” sepertinya Jetli meninggal dengan menatap bunga itu.


Flashback end.


Tangan seorang perempuan menyentuh bunga itu. Gadis pengantar susu.


“Mereka sangat cantik. Berbohong mengatakan mereka jelek…aku juga memanjangkan rambutmu untuk menunjukannya padamu…tapi seperti mengolokku, kau meninggal.” Gadis itu menangis.


Kemudian datang arwah Jetli menghampiri gadis itu dan menciumnya seperti waktu itu. Bunga mawar merah muda itupun menjadi asap hitam dan menghilang. Presdir Wang yang menyaksikan semuanya menghampiri guci tempat bunga itu, dan membelainyanya, “Selamat jalan, anakku..” Presdir Wang dan gadis itu menangis melepas kepergian Jetli.


Mawar merah muda melambangkan cinta yang mulia yang hanya berada di surga. Melegakan bahwa Jetli, neneknya, dan gadis itu mengetahui bagaimana perasaan mereka satu sama lain, kan?” Tsania berada dalam mobil Steven bersama Sekertaris Andrew.


“Kita memperoleh hasil yang begitu bagus hari ini. Kau menyumbang juga, jadi akau akan membuatnya special dan mengantarmu pulang ke rumah.”


“Tidak, tidak, tidak. Aku pikir lebih baik jika kita jangan berhenti di depan rumah kos. Ada seseorng yang akan merasa canggung jika aku datang dengan keluar dari mobilmu.” Tsania menolak di antar sampai depan rumah.


“Ah, apa yang kau maksud Kepala Tim Micky? Kau tinggal bersama, kan?” Sekertaris Andrew bertanya pada Tsania. Steven hanya mendengarkan saja.


Tsania mengatakan Micky memiliki banyak ketertarikan padanya, jadi dia benar-benar ingin tahu mengenai apa yang aku lakukan disamping Steven. Dan itu sedikit canggung untuk menjawabnya.


“Dari Kepala Micky, aku tebak kau menyembunyikan fakta bahwa kau mempunyai radar khusus.” Steven akhirnya bicara.


“Itu benar. Dia terus menanyakan apa yang membuat aku ketakutan dan apa yang aku khawatirkan, tapi aku hanya mengatakan itu adalah penguntit (yang aku takutkan). Lalu, dia mengatakan akan menjadi penjagaku.” Tsania tertawa senang campur malu.


Steven mengira Tsania sedang membual. Tapi Tsania malah berterima kasih pada Steven karena dia bisa bekerja dan bisa bertemu dengan orang yang baik. Steven meminta Sekertaris Andrew menghentikan mobilnya. Steven tidak mau mengantar Tsania lebih jauh lagi, sesuai dengan besarnya sumbangan Tsania. (mungkinkah Steven cemburu? Tadinya kan mau antar sampai depan rumah..jadi tidak jadi..)

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2