
Sekretaris Andrew memberitahu Steven bahwa CEO Gian akan datang terlambat. Terjadi kecelakaan besar di dekat mall hingga terjadi kemacetan. Sekretaris Andrew berkata kecelakaan itu sepertinya cukup besar dan banyak orang yang tewas.
“Di dekat sini, banyak orang yang mati?” tanya Steven. Ia bertanya apakah ada yang meneleponnya. Sekretaris Andrew berkata tidak ada. Ia mengira Steven hendak menelepon Presdir Gian.
“Kenapa menghubungi dia?” tanya Steven.
“Bukankah mereka yang Tuan khawatirkan?”
Steven terdiam.
Tsania melewati tempat kecelakaan dalam perjalanan pulang. Ia melihat banyak mayat di bawa ke dalam ambulans. Tsania terpaku di tempatnya. Ia melihat hantu-hantu mulai bermunculan.
Ia memejamkan matanya dan menutupinya dengan kedua tangannya. Takut dengan apa yang akan ia lihat. Tiba-tiba seseorang membalikkan tubuhnya lalu memeluknya.
“Tempat perlindunganmu sudah datang. Sembunyilah,” kata Steven.
Tsania masih memeluk Steven, “Terima kasih.”
Steven melepaskan pelukannya, dan melihat tangan Tsania yang masih berpegangan padanya. Tsania pun segera minta maaf, tetap memegang Steven sangat membantunya.
Steven kemudian menggenggam tangan Tsania dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
Setelah agak jauh, Steven bertanya apakah sudah tidak ada masalah. Tsania berpikir sudah tidak ada lagi hantu yang mengikuti mereka.
Tsania melepaskan genggaman Steven dan mencoba melihat ke sekitar.
“Sudah tidak ada.” Tsania kembali menggenggam tangan Steven.
“Mengapa kau tetap memegang tanganku jika memang sudah tidak ada?”
Tsania melepaskan tangannya, “Tanganku tetap ingin menjangkau dan menyentuh tubuhmu.”
Steven agak kesal, “Aku bukanlah sebuah kue udang murahan yang bisa kau ambil begitu saja, bahkan jika tanganmu tidak dapat memegang semuanya.”
Tsania mengatakan bahwa Steven benar, Steven adalah seorang Presdir yang sangat mahal. Dan juga, Tsania berpikir Steven sangat marah padanya hingga akan melarangnya menyentuhnya lagi.
“Terima kasih ! karena menolongku, keluar (dari tempat itu Presdir.” Tsania membungkukan badan berterima kasih.
Steven memandang Tsania dan berkata ia telah membuat taksiran yang tinggi mengenai nilai Tsania, ia tidak akan mendorong jauh sesuatu yang sangat mahal.
Tsania tertawa: “Ah...benar, aku adalah radar 1 milyar mu yang bisa melihat hantu..”
Steven : “Kau bernilai 1milyar saat kau menjadi seorang radar yang jujur, tapi jika kau melaporkan kesalahan (berbohong) lagi, maka nilaimu adalah nol. Jika itu terjadi lagi, kau akan menendang dirimu sendiri dengan tanpa harapan.”
Tsania menunduk dan benar-benar merasa bersalah, ia mengerti dan meminta maaf.
“Aku hanya ingin membuatmu merasa lebih baik.”
Steven menunjuk mulut Tsania, “Jangan mencoba menghiburku. Semua yang aku inginkan adalah kemampuanmu untuk menemukan Karina menggunakan indera ke enam.”
Tsania mengerti dan merasa bertindak berlebihan. Mulai sekarang, dia hanya akan menggunakan indera ke enamnya dan tidak akan melewati batas. Steven lalu mengatakan besok Tsania bisa mulai bekerja, dia sudah membuat sebuah posisi untuk Tsania.
Tsania terharu: “Benarkah? Aku selalu dipecat karena hantu. Aku tidak membayangkan bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan! Terima kasih banyak, Presdir. Mulai sekarang, aku akan berusaha yang terbaik untuk melihat hantu.”
Steven : “Sekarang karena kau mempunyai tempat perlindungan yang dekat, sungguh-sungguhlah untuk menunjukan kemampuanmu.”
Tsania : “Ya, aku akan berusaha yang terbaik. Tapi…apakah kau benar-benar akan memotong gajiku setiap kali aku menyentuhmu?”
__ADS_1
“Memegang tangan harganya 10 juta Memeluk harganya 100 juta. Kau sudah menggunakan gajimu bulan ini.”
Steven tersenyum sinis dan akan berbalik pergi, tapi Tsania menahannya, dan berpikir itu sedikit kasar.
“10 juta!” Steven mengingatkan Tsania yang tidak sengaja memegang tangannya.
Tsania melapaskan tangannya dan berjanji tidak akan memegang Steven sembarangan lagi. Steven mengatakan dia memperingatkan Tsania mulai sekarang, jika Tsania tetap menyentuhnya karena Tsania tidak bisa mengontrol tangannya,
“Kau tidak akan pernah bisa melihat wajah Steven. Jadi, sebelum menyentuhku, berpikir hati-hati, dan hanya menyentuh saat kau sangat ketakutan sampai tidak bisa bernapas.”
Tsania mengangguk mengerti, dan mengeluh Steven menjadi sangat mahal, di saat dia mengatakan tidak akan mendorongnya menjauh.
“Tidak masalah jika kau mengeluh. Aku satu-satunya orang di dunia yang kau butuhkan. Yang berarti walaupun aku bertindak mahal, aku penyelesaian masalah yang tidak bisa kau tolak.” Steven menunjukan badannya.
“Tapi jika kau seperti itu, aku juga satu-satunya untukmu, dan hanya aku. Hanya aku yang menjadi penghubungmu dengan Karina.”
“Benar. Kau satu-satunya. Jika aku tidak bersamamu, kau merasa ketakutan hingga kau merasa akan mati, benar? Saat kau tidak bersamaku, aku merasa….”
Steven berpikir, dan Tsania tersenyum mengharap lanjutannya akan bagus….
“Hanya semacam perasaan ‘Sangat buruk’”
Steven kemudian pergi. Tsania mengikutinya dengan riang dan berkata ingin melepaskan rasa kecewa Steven yang tadi. Juga menanyakan apakah Steven bercanda tentang gajinya yang akan di potong.
Di rumah, Steven mengambil botol minuman ber ahkohol di kulkasnya, kemudian dia mengingat saat tadi dia menyentuh tangan Tsania. Steven memandangi tangannya, dan berkata 10 juta bahkan tidak senilai dengan sebotol minuman ber ahkohol . Lalu Steven mengingat saat dia memeluk Tsania, dan berkata:
“100 juta. Aku memeluknya dengan harga tidak sampai setengah harga mobil. Hargaku terlalu murah.” Steven menutup kembali kulkas dengan marah.
Di rumah Tsania berbicara dengan boneka kucingnya (Hello Kitty). Dia menirukan kata-kata Steven, “Tempat perlindunganmu sudah datang, jadi bersembunyilah!”
Tsania memeluk boneka itu. Tsania mengatakan bahwa tadi Steven mengagumkan. Tsania memarahi boneka itu, seperti dia memarahi dirinya sendiri. Jangan berpikir kalau Steven memeluknya karena dia menyukainya. Dia hanya melakukannya untuk memburu hantu. Jika terus berpikir seperti itu, mungkin dia akan kehilangan tempat persembunyiannya.
Tsania lalu memeluk boneka itu lagi berkali-kali, sekarang seakan boneka itu adalah Steven.
“Satu juta. Dua juta. Tiga juta. Hantu, pergilah!”
Seorang wanita berjalan di lorong sebuah rumah dengan membawa kotak dan diikuti oleh seorang wanita muda. Dia masuk ke sebuah ruangan, disana sudah ada seorang nenek dan pria muda yang sedang duduk.
Wanita tadi duduk, dan meletakan kotak yang tadi dia bawa di atas meja.
“Aku telah menemukan seorang gadis yang akan cocok dengan cucumu.”
“Berapa usianya? Apakah sama dengan usia Tama?”
Mereka berbicara dalam bahasa jepang.
Wanita Madam Sahara itu mengatakan bahwa si gadis berusia sama dengan Tama, dan juga dia meninggal di usia yang sama dengan usia saat Tama meninggal. Jadi, wanita muda dan pria muda yang tadi bersama mereka adalah hantu, karena ternyata hanya ada mereka berdua di sana.
Madam Sahara membuka kotak yang tadi dia bawa, disana ada boneka pasangan pengantin pria dan wanita, dan juga kertas ramalan tanggal pernikahan berdasarkan horoskop mereka berdua yang telah di persiapkan Madam Sahara.
Nenek membuka kertas ramalan, dan membacanya. Madam Sahara merasakan kehadiran Tama di ruangan itu, dia berharap Tama bisa pergi dengan tenang setelah menikah. Nenek bertanya pada Tama apakah dia bisa pergi dengan tenang setelah ini.
Lalu, hantu Tama berubah wujud menjadi sangat mengerikan membuat si hantu wanita kabur. Kemudian lukisan dirinya di kamar itu terjatuh di lantai, angin masuk melalui jendela yang tiba-tiba terbuka meniup lilin dan menumpahkan gelas sehingga airnya membasahi kertas ramalan pernikahan tadi.
Madam Sahara tersenyum sisnis, “Aku tidak berpikir cucumu menyukai gadis yang telah ku pilih. Aku akan menemukan seorang pengantin wanita yang akan di sukai cucumu yang sudah meninggal, dan akan kembali lagi nanti.”
Tsania mengeringkan rambutnya yang sudah di cuci di depan kipas angin. Dia lalu bercermin dan mengambil tasnya hendak berangkat kerja. Ini hari pertamanya kerja, dan Tsania terlihat senang sekali.
__ADS_1
Micky turun dari kamarnya, hendak pergi kerja juga. Di bawah dia disambut oleh kakak-adik Boy. Raka, sang kakak mengatakan pada Micky bahwa kiriman susu sudah datang dan akan memberikannya pada Micky. Tapi Micky memberikannya pada Raka.
Raka: “Kak, aku mendengar Tsania mendapatkan pekerjaan di tempat yang sama dengan tempatmu bekerja. Dia baru saja berangkat. Aku harap dia tidak dipecat lagi. Kak, kau jagalah dia (Micky tersenyum). Tsania mengatakan bahwa banyak orang menakutkan yang terus mengikuti dan mengganggunya.”
Micky bertanya orang seperti apa. Raka hanya bilang nanti Micky juga akan mengetahuinya, karena Micky sangat berani jadi jangan berlari, jagalah Tsania.
Micky tersenyum: “Aku menyukai Tsania, tapi aku tidak menyukai susu. Jadi kalian bisa meminumnya untukku.” Micky membelai rambut kedua anak itu dan berlalu.
Raka mengatakan pada adiknya bahwa jika Micky tidak meninggalkan Tsania, mereka bisa terus meminum semua susu milik Micky. Riki mengangguk.
Saat sedang berjalan dengan tenang, Tsania di kagetkan dengan sesuatu. Micky yang berada di depannya seperti melihat Tsania sedang berbicara dengan orang yang terhalang tembok.
“Pergi! Jangan mengikutiku!” Tsania marah, tapi si hantu kopi yang ternyata mengagetkannya tadi malah melipat tangannya. Tsania marah lagi, “Biarkan aku hidup normal, berhenti menggangguku!”
Micky menghentikan langkah Tsania dan bertanya siapa orang tadi itu, dan kemana perginya, karena sudah tidak terlihat lagi. Belum sempat Tsania menjawab, Micky berlari ke depan hendak mengejar “orang” itu.
Hantu kopi muncul lagi. Tsania berjanji akan membelikan kopi untuknya, jadi datang lagi nanti. Tsania lalu mengejar Micky. Micky berhenti dan mengatakan mereka pasti kehilangan orang itu.
"Apa itu? Pelecehan seksual? Tukang copet?” tanya Micky khawatir campur penasaran.
Tsania : “Bukan apa-apa. Jangan khawatir.”
Micky : “Aku mendengar dari Raka bahwa banyak orang menakutkan yang mencarimu.”
Tsania tersenyum: “Bukan seperti itu.”
Micky berkata dia memikirkan hal yang aneh, selalu melihat ke sekitar dan terlihat gelisah. Bahkan Tsania juga mengambil jalan yang jauh menuju rumah, pasti karena suatu tujuan. Tsania tidak bisa menjawab.
“ Tsania, apakah mungkin, kau mendapatkan pinjaman dari lintah darat? Apakah kreditur yang mengejar dan mengganggumu?”
Tsania menggeleng. “Lalu apa?” Tanya Micky lagi.
"mmm..yang mengejarku adalah…hantu. Sekarang, ada satu dibelakangmu.” Tsania berbisik.Micky pelan-pelan membalikan badan dan melihat si hantu kopi di belakangnya. Lalu Micky pingsan.
Tsania memegang kepalanya, ternyata tadi hanya ada dalam pikirannya. Micky bertanya lagi, siapa yang mengganggu Tsania.
“Aku di kejar oleh seorang hantu….sepertinya seorang penguntit.”
“Penguntit?” “
Tsania : “Dia mengikutiku siang dan malam, menggangguku.”
Micky : “Apakah kau sudah melaporkannya? Apa kau ingin pergi ke kantor polisi bersamaku sekarang?”
Tsania menjawab tidak, dia tidak ingin pergi ke kantor polisi.
“Aku baru-baru ini menemukan cara untuk hidup, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan itu.”
Lalu Micky menawarkan diri untuk membantu Tsania, karena dia pernah menjadi seorang penjaga pribadi, jadi dia tahu bagaimana caranya mengatasi penguntit. Tsania tersenyum, “Apakah kau mengatakan bahwa kau akan menjadi pengawalku? Aku sangat berterima kasih, tapi kau tidak perlu melakukannya.”
Micky tersenyum, “Aku sangat ahli. Aku tidak akan meminta bayaran.”
Tsania merasa tersanjung, “Lalu, haruskah aku meminnta bantuanmu?”
Kini mereka jalan bersama menuju kantor. Micky memegang Tsania yang akan tertabrak orang yang sedang berjalan berlawanan arah. Mereka berjalan penuh senyuman.
Tanpa mereka tahu, ada yang melihatnya. Sekertaris Andrew di dalam mobil memberitahu Steven ada Tsania di depan yang sedang berjalan dengan Micky.
__ADS_1
Sekertaris Andrew juga bilang Tsania terlihat sangat gembira di hari pertamanya ini. Steven malah mengatakan karena Tsania terlalu terang membuatnya kepanasan, sangat mengganggu. Sekertaris Andrew terlihat heran dengan perkataan Steven. Mungkinkah Steven mulai cemburu?
* Bersambung......