Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 2


__ADS_3

Di suatu tempat di bawah pohon rindang seorang pria berjas hujan putih menggali tanah tapi tak menemukan apa yang dicarinya. Sesosok hantu melihatnya dari atas pohon lalu Tsania terbangun dari tidurnya dan berharap matahari segera muncul.


"Untung ini cuma mimpi." katanya.


Semua kejadian ini mungkin berlangsung satu malam.


Pagi harinya ada pemberitaan tentang pernikahan yaitu Agatha Ainsley dan pengantin prianya yaitu Alvino Adrian.


Alvino Adrian adalah orang yang sama yang kemarin malam menggali tanah di bawah pohon.


Agatha adalah model yang bekerja di perusahaan Steven menuntut agar iklan dari perusahaan Steven harus muncul lebih banyak dari pemberitaan pernikahan Agatha karena stevenlah yang mensponsori pernikahan modelnya tersebut.


Steven mendapat info bahwa ada surat ancaman yang ditujukan pada sang pengantin pria. Sebuah foto pernikahan antara Alvino dengan pengantin wanita yang wajahnya sudah dihilangkan. Alvino sepertinya punya masa lalu yang dijadikan seseorang yang tahu masa lalunya untuk mengancamnya.


Sementara itu sang pengantin wanita Agatha Ainsley sedang mendaftarkan nama orang-orang yang akan diundangnya dan yang tidak. Dia melihat foto Tsania.


"Ini Tsania bukan? iya Dia pasti Tsania teman masa sekolahku dulu lebih baik ku undang Dia." katanya Agatha dan menuliskan nama Tsania di dalam undangannya .


Ya walaupun mereka tidak akrab tapi Agatha tetap mengundangnya.


Anak-anak tetangga memberi tahu Tsania dan mengampirinya. "Maaf Kak boleh Aku bicara sebentar?"


Kata anak-anak itu. lalu Tsaniapun menjawab. "Iya boleh, katakan saja apa yang kalian mau bicarakan."


Anak-anakpun menjawab dengan terbata-bata "Be...gini... Kak... kalau tetangga kita menganggap kalau Kakak seperti orang gila ketawa- ketawa sendiri bahkan bicara sendiri tanpa ada lawan bicara."


Tsaniapun menjelaskannya kepada anak-anak supaya tidak ada salah paham.


Tsania mencoba menari nafas


" Hmmm... begini anak-anak, terserah apa kata orang itu mulut-mulut mereka. dan Kakak disini mau menjelaskan kenapa Kakak begini, kalian pasti gak percaya kalau, semenjak kecelakaan yang menimpaku dulu Aku menjadi seperti begini." katanya.


Terus anak-anakpun hanya melongo tandanya antara percaya dan tidak. Dia mengingat kembali saat-saat Dia dihantui di tempat kerja, waktu Dia kencan bahkan di jalanan.


Lalu anak-anakpun menyarankan kepada Tsania untuk berkencan : "Kak.. gimana kalau Kakak pacaran aja, kencan gituu.. biar gak kesepian! "


dan Stania menjawabnya: "Gimana mau kencan pacar aja gak punya!" Ucapnya.

__ADS_1


Dan anak-anakpun : "Berarti Kakak jones donk jomblo ngenes." Ucapnya dengan seringai di bibirnya.


"Enak aja mungkin sekarang Kakak jomblo, tapi nanti mungkin tidak." Katanya.


"Buktikan donk Kak kalau Kakak bakal cepat dapat pacar, atau hanya berkencan juga tak masalah." Kode keras nih nyuruh nyari jodoh. πŸ˜†


"Baiklah Aku ikutin saran kalian dan terima kasih atas sarannya." Kata Tsania.


Tsania lalu teringat saat Dia menyentuh Steven dan hantunya menghilang dan penasaran apakah Dia mau berkencan dengannya


"Apa iya Aku bisa ajak Dia kencan, dan apakah Dia mau, ku ajak kencan? tak mungkin Dia mau, tapi tak apalah kucoba dulu siapa tau mau kan." Ucapnya kepedean.πŸ˜…


Sedangkan di sisilain Seteven menemui sang pengantin pria yaitu Alvino Adrian untuk menanyainya tentang wanita di foto itu iya itu foto Annabela.


"Vin siapa wanita yang ada di foto itu ?" Steven menanyainya.


"Oh itu Dia itu adalah mantanku yang Aku paling benci karena Dia sudah meninggalkanku." Ucapnya.


"Terus kenapa Kamu masih memakai gelang itu?" Bertanya kepada Alvino.


"Ini sebagai pengingat saja kalau Aku, harus semangat untuk hidup, dan mengingat bahwa Dia mantanku yang ku benci." jawabnya.


Tsania diam-diam datang ke kantor Steven dan melihat Dia sedang rapat dengan Alvino melalui celah pintu yang sedikit terbuka dan tepat di sebelah Alvino Dia melihat seorang wanita berambut panjang yang duduk membelakanginya. Dan saat Dia berbalik wanita berambut panjang dan berbaju pengantin tadi sedang memandangnya dengan wujud hantu yang aneh yang membuatnya berteriak ketakutan dan lari. "Aaaaa.....aaa.. Hantu....tolooooong..... tooolooong..."😈


Hantu itu terus mengikutinya dan ternyata si hantu menyuruhnya.


"Mau apa Kamu mengikutiku? pergii... pergi sana... pergiii.... mengusir si hantu."


"Tak usah takut Aku disini bukan untuk membunuhmu, tapi Aku hanya minta tolong kepadamu!" Ucapnya si hantu.


"Kenapa harus Aku yang bantu Kamu kita beda dunia, beda alam, beda segalanya. Aku manusia Kamu hantu." Ucap Tsania.


"Hanya Kamulah yang bisa bantu Aku, Kamu bisa melihatku sedangkan yang lain tidak." Kata si hantu.


"Baiklah Aku akan membantumu asal setelah ini, Kamu pergi dari hadapanku." Permintaan Tsania terhadap hantu itu.


"Baiklah, Aku hanya ingin Kamu tolong katakan kepada Alvino ada sesuatu yang terkubur di tanah di bawah pohon. Dan satu lagi Aku ingin ikut Kamu masuk lift supaya lebih enak menjelasnykanya kepadamu." Kata si hantu.

__ADS_1


"Ok baiklah, Kamu boleh ikut Aku." Kata Tsania.


Disaat mengejar Alvino tiba-tiba Steven menjambak rambut Tsania.


"Siapa Kamu, dan ada kepentingan apa Kamu kesini?" Tanya Steven.


Tsania hanya menahan sakit ketika rambutnya dijambak oleh Steven.


stevenpun memerintahakan Security untuk mengusir Tsania keluar kantornya." Security, Security bawa perempuan ini keluar." Perintahnya si Steven.


Tsania berteriak mengingatkannya kalau mereka bertemu kemarin malam saat hujan. " Hei tuan belagu, Kamu sudah lupa siapa Aku, apa pura-pura lupa? Aku yang kemarin bertemu mu disaat waktu hujan kemarin malam apa Kamu sudah lupa?"


"Siapapun kamu tidak penting buatku dan jangan menyentuhku." Katanya memarahi Tsania.


"Siapa yang menyentuhmu?" Kata Tsania tidak terima kalau di tuduh menyentuh Steven.


"Ini buktinya Kamu menyentuhku!" Kata Steven.


Padahal mereka bahkan memiliki saat-saat yang menggelikan bersama-sama dan bajunya kemarin ketinggalan di mobilnya.


Saat mereka cuma berdua Tsania mengatakan "Aku kesini memang sengaja ingin menemuimu tuan belagu."


Dan tak sengaja tiba-tiba "Sebentar Aku kesana dulu" Tsania pergi menemui Alvino.


"Dasar ya main tinggal saja, memang Aku di sangka apa?"


Stevenpun marah kepada Tsania.


"Lebih baik kalau tidak adak kepentingan keluar dari sini atau Kamu pilih polisi atau ambulance." katanya si tuan belagu.


"Baiklah Aku akan pergi dari sini, males berdebat dengan Anda tuan yang belagu." Pergi meninggalkan gedung kantor milik Steven.


Tsania pergi meninggalkan gedung kantor dengan keadaan kesal terhadap Steven si tuan belagu begitu Tsania menjulukinya.


"Dasar tuan belagu, memang ya Kamu orang kaya tapi, gak sekaya hatinya. Segitunya terhadap orang lain, Memang Aku tidak sebanding denganmu, tapi lihat saja nanti Kamu bakal berubah pikiran terhadapku, dan tak seenaknya terhadapku ." Batin Tsania.


...**** bersambung...........

__ADS_1


** maaaf segini dulu ceritanya besok lanjut lagi dan jangan lupa jempolnya. terimakasih 😊


__ADS_2