Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 29


__ADS_3

Tsania dan Steven kembali ke rumah sakit. Boneka usang itu sudah dibakar, tapi Tsania masih khawatir dengan Dion. Steven bilang mereka akan memeriksanya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Kemudian ada seorang polisi menghampiri mereka.


"Kalian yang membawa Dion Andrea ke sini, kan?"


Tsania takut-takut menjawab, "Ya."


"Ada yang melaporkan memasuki rumah tanpa ijin, penyerangan dan penculikan. Kalian berdua harus ikut bersama kami."


Tsania terlihat takut, Tsania kemudian mendorongnya pergi.


Di kantor Presdir, Sekertaris Andrew keluar dengan terburu-buru. Bibi Kinan yang baru saja datang dengan Agatha heran karena Dia dengar Seketaris Andrew pulang karena sakit. Bibi Kinan datang untuk meminta Steven untuk makan malam bersama.


"Sepertinya sulit untuk melakukan itu sekarang.."


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Steven?"


Tsania dan Steven berada di dalam tahanan yang berbeda.


"Presdir..Presdir, apakah Kau ada disana? Predir Kau baik-baik saja kan?"


"Diam. Aku sedang memikirkan seberapa jauh Aku datang, dan seberapa jauh Aku akan mengikutimu di masa depan." Steven memejamkan matanya dan mendekap badannya sendiri.


"Tapi Presdir.. Jangan terlalu khawatir, Aku sudah berada disini beberapa kali. Tidak terlalu buruk. Makanan yang mereka pesan disini rasanya enak. Haruskah aku bertanya apakah kau lapar?"


"Tsania! Aku tidak lapar. Tolong diamlah!" Tsania sepertinya ketakutan pada orang yang berada di dalam selnya, Dia membalikan badannya ke depan.


Sekertaris Andrew mendatangi Ibunya Dion.


"Apalagi sekarang?" Tanya Ibunya Dion.


"Psikolog anak Kingdstev harus melaporkanmu karena kekerasan terhadap anak."


"Psikolog anak? Siapa?"


"Aku." Sekertaris Andrew menunjukan tanda pengenalnya. "Dan pengacara Kingstev mengklaim bahwa apa yang Presdir kami dan pekerjanya lakukan selama proses menyelamatkan anak yang mengalami kekerasan adalah bukan penyerangan yang di sengaja."


"Pengacara Kingstev?" si Ibu masih marah-marah.


Sekertaris Andrew kembali menunjukan tanda pengenalnya yang lain, "Aku. Anakmu akan dirawat selama Kau dalam proses penyelidikan. Kemudian Dia akan dikirim ke yayasan perlindungan anak."

__ADS_1


Ibu itu marah dan menanyakan mengapa Sekertaris Andrew harus peduli atas apa yang Dia lakukan pada anaknya. Dan seseorang bisa saja memukul anak mereka sesekali. Sekertaris Andrew memukul kepala Ibu itu dan mengatakan ada nyamuk. Ibu itu mengeluhkan sakit.


"Kau tahu bagaimana rasanya ‘sakit’?"


Polisi kemudian membawa pergi Ibu itu. Sekertaris Andrew berkata pada dokter bahwa Kingstev akan membayar semua biaya perawatan dan perlindungan Dion. Sekertaris Andrew meminta dokter untuk memperhatikan baik-baik tanda-tanda kekerasan lainnya.


Agatha memberitahu Micky bahwa Steven berada di kantor polisi. Tapi Agatha tidak tahu kenapa dan Dia juga heran kenapa orang seperti Steven ada disana. Agatha mengajak Micky untuk pergi bersama. Tapi Micky meninggalkannya begitu saja.


Steven akhirnya di keluarkan dari tahanan.


Sekertaris Andrew : "Pengacara perusahaan Kingstev akan menyelesaikannya. Ayo pergi."


Tsania yang masih berada dalam tahanan panik "Bagaimana denganku? Presdir! Apakah Kau tidak membawaku keluar?"


Steven menatap Tsania.


"Aku tidak mau memberitahumu karena mungkin Kau akan marah…tapi ada seorang wanita di sebelahku. Aku takut!"


Steven menghampiri Tsania dan memberikan lengannya. Tsania memegangnya. Sedetik kemudian Steven menarik tangannya dan berlalu pergi tanpa melihat Tsania lagi. Tsania memanggilnya dengan putus asa, "Presdir!" dan memang ada seseorang di sampingnya.


Diluar kantor polisi, Sekertaris Andrew berkata akan mengurus sesuatu terlebih dulu dan meminta Steven untuk pergi duluan. Sekertaris Andrew akan masuk kembali ke kantor polisi. Tsania keluar dari sana. Mereka saling tersenyum. Ternyata Steven tidak meninggalkan Tsania begitu saja.


"Kau tidak perlu minta maaf. Kau melakukannya dengan baik, Tsania.” Kata Steven tanpa menatap Tsania.


Tsania tersenyum, "Terima kasih sudah mengatakan padaku kalau Aku melakukannya dengan baik."


Steven menghadap Tsania dan menemukan luka di pelipis Tsania, "Kau terluka." Steven terlihat khawatir.


Tsania merasa itu tergores saat Dia melawan Ibu Dion.


Steven memegang dagu Tsania dan melihat jika ada luka lain, "Ibu anak itu harus benar-benar dihukum. Dia membuat anaknya sendiri dalam keadaan itu, dan sekarang Dia membuat anak orang lain terlihat seperti ini juga. Tsania ayo pergi ke rumah sakit."


Steven berjalan pergi. Tsania memegang pipinya lalu mengikuti Steven. Micky datang dan melihat Tsania disana. Agatha juga melihat Tsania bersama Steven dan mengira Steven ke kantor polisi karena Tsania.


Micky masuk ke ruangan Tsania dan mengambil boneka Tsania dari dalam laci. Kemudian Micky mengambil amplop itu dan melihat isinya. "Karina.."


Dia pun teringat perkataan Tsania waktu berangkat kerja bersama : "Dia sekarang mempercayaiku, dan memberiku misi yang sangat penting."


Micky termenung memegang amplop itu dan boneka Tsania.


Steven berjalan bersama Tsania. Tsania tidak begitu sering pergi ke rumah sakit, jadi Dia harus selalu menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Aku senang bisa pergi ke rumah sakit bersamamu, Presdir."


"Aku juga senang sudah berkeliling sekitar sel tahanan karena Tsania. Tapi kenapa panas dalam diriku meningkat?" Tsania mengipasi dirinya sendiri dengan tangan.


Tsania kemudian mengeluarkan kipas pasangannya dan menawarkan apakah Steven mau memakainya.


Steven bertanya apakah itu kipas pasangan yang waktu itu. Tsania teringat Steven yang tidak mau dilibatkan sebagai ‘pasangan’. Steven dengan cepat mengambil kipasnya. Tsania tersenyum dan Dia juga ikut kipas-kipas, "Dingin kan?"


Tsania tiba-tiba menutupi wajahnya dengan kipas. Steven terkejut melihat ke sekitar dan memegang tangan Tsania dengan cepat.


Tsania menoleh dan tersenyum, "Presdir, itu bukan zona Tsania."


"Itu sudah menjadi bagian yang sering digunakan, gunakan saja."


Tsania tersenyum, "Aku tidak melakukannya karena hantu. Aku sakit kepala karena Aku rasa Aku memukul kepalaku terlalu keras. Tidak apa-apa Kau tidak harus menahanku."


"Gunakan saja ini sebagai pencegahan karena sakit kepalamu memburuk jika Kau melihat hantu dalam keadaan seperti ini. Aku memberimu hadiah karena Kau melakukan dengan baik hari ini. Ini mahal." Steven mengulurkan tangannya.


Tsania tersenyum, "Aku pikir Kau tidak akan pernah membiarkanku menaruh tanganku di atasmu di dalam penjara tadi. Terasa aneh mendengarmu mengatakan padaku untuk menggunakannya karena Aku melakukannya dengan baik."


Tsania berbalik pergi. Steven memegang pundak Tsania dan membaliknya.


Steven : "Ketika matahari terbit di duniaku, Aku mencoba semuanya untuk mengeluarkanmu. Namun, Aku menyadari jika Aku sesungguhnya yang terseret ke dalam dunia gelapmu. Aku berjuang untuk berhenti dan keluar, tapi Aku menyadarinya di dalam penjara hari ini. Aku…sudah…pergi sepanjang jalan. Kau ingin berada di sampingku bukan? Selamat. Kau berhasil."


Tsania berusaha mencerna kata-kata Steven.


Steven menepuk pundak Tsania lagi dan mengajaknya pergi karena mungkin Sekertaris Andrew sudah ada di sana. Steven berjalan pergi.


Tsania : "Presdir. Aku…menangkap sesuatu yang aneh di radarku dari tadi." Tsania menyentuh dadanya.


Steven menjulurkan tangannya, "Gunakanlah."


Tsania tidak menyentuh tangan itu, tapi Dia menyentuh wajah Steven.


Tsania : "Kau tidak merasakan apa-apa saat Aku menyentuhmu seperti ini, kan? Benar?"


Steven : "Apakah Kau benar-benar berpikir Aku adalah tempat persembunyian yang terbuat dari marmer?"


Steven memindahkan tangan Tsania ke dadanya, "Kau tahu itu tidak benar."


...Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2