Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 23


__ADS_3

Kakak beradik Boy berjalan melewati taman bermain. Si adik Riki, menunjuk ke arah boneka yang mereka lihat semalam. Boneka itu masih ada. Raka mengijinkan adiknya mengambil boneka itu karena sepertinya tidak ada pemiliknya.


Riki menghampiri boneka itu lalu menyalaminya. Boneka itu tersenyum dan berbicara.


"Kau sekarang teman kami. Bermainlah dengan kami."


Micky telah tiba di tempat pertunjukkan, tapi Tsania belum ada. Agatha juga datang karena ingin melihat dengan siapa Micky menonton. Ia melihat Micky berdiri sendirian dan berjalan menghampiri.


Tepat saat itu Micky menerima telepon dari ayah Steven.


"Tidak ada hubungannya dengan Presdir Steven (sepertinya kasus tentara itu). Aku akan terus mengawasi dan melaporkan pada Anda urusan pribadi Presdir Steven. Tapi aku akan berhenti melapor mengenai Tsania. Aku tidak merasa nyaman berbohong padanya. Harap dimengerti."


Agatha menghampiri Micky. Ia bertanya apakah Micky memata-matai Steven, dan kebohongan apa yang dikatakan Micky pada Tsania. Micky terdiam.


Steven menelepon Sekretaris Andrew agar menjemputnya. Di sebelahnya, Tsania tertidur pulas. Steven melihat surat pernyataan yang dibacakan Tsania. Ia teringat pada perkataan Tsania.


Tsania berkata alangkah baiknya jika Steven bisa membaca saat berpegangan padanya, sama seperti ia tidak bisa melihat hantu mengerikan saat ia memegang Steven. Lalu Tsania mengulurkan tangannya agar Steven mencoba. Tapi Steven diam saja.


Steven menoleh pada Tsania yang sedang tidur. Pelan-pelan ia meraih tangan Tsania lalu melihat surat pernyataan di hadapannya. Namun perhatiannya kembali tertuju pada Tsania. Dan pelan-pelan ia mendekat pada Tsania.


Steven mendekatkan wajahnya pada Tsania, seperti hendak mencium. Namun Steven tersadar dan menggelengkan kepalanya. Steven menarik kembali tangannya dan meletakan kertas perjanjian di pangkuan Tsania. Steven meniup tangannya lalu memukul tangan Tsania hingga Tsania terbangun karena kaget.


"Bangun. Mobilnya sudah di jalan."


"Tertidur di sampingmu, Presdir, sangat menyenangkan. Aku tidur nyenyak."


Steven mengatakan Tsania mengeluarkan air liur saat tidur ke sofa, Tsania harus membeli sofa itu. Tsania tersenyum digoda seperti itu oleh Steven dan berkata dia bisa membersihkannya (tanpa membeli). Sekali lagi Tsania tersenyum senang dan mengatakan dia tidur dengan baik, dan akan sangat bagus jika dia bisa tidur sebentar lagi. Tsania menyandarkan kepalanya pada Steven dan merangkul lengannya.


"Lakukan saja sesukamu, tapi aku pikir kau bakal kencan." Kata Steven mengingatkan. Tsania teringat janjinya dengan Micky.


Steven beranjak keluar. Tsania menyusulnya, tapi di tahan sebentar oleh manager toko dan memberikan surat pernyataan yang telah ditanda tangani tadi.


Tsania memanggil Steven dan menyerahkan salinan surat pernyataan yang diberi oleh manager toko. Tsania juga kemudian akan memberikan hadiah kipas pasangan yang diberi manager tadi. Tapi Steven menolak, "Mengapa aku harus membagi itu denganmu? Aku tidak mau dilibatkan dengan mu sebagai ‘pasangan’." Steven juga meminta Tsania menjauhkan kipasnya yang digunakan Tsania.

__ADS_1


"Mengapa kau belum juga pergi? Mengapa kau masih berdiri disini?" Tanya Steven.


"Apakah kau tidak akan memberikan aku tumpangan?" Tsania balik bertanya.


"Aku sangat lelah hari ini. Aku juga hampir tertembak, saat aku terlibat denganmu."


"Maafkan aku, Presdir." Tsania tertunduk merasa bersalah.


Steven berpikir sangat berbahaya untuknya terseret ke dalam dunia yang Tsania lihat, dan tidak boleh pergi lebih jauh lagi. Perlu garis tegas di antara Steven dan Tsania. Tsania menghadangkan tangannya disamping Tsania.


Tsania bertanya apakah Steven mengatakan akan membuat sebuah garis dan memintanya untuk menghilang. Tapi Steven tidak menjawab dan berkata untuk tetap fokus pada kegunaan satu sama lain.


"Mulai sekarang dari sini ke sini adalah zona Tsania. Jika kau membutuhkan tempat persembunyian, daripada berbicara padaku, sentuh saja aku disini, dan pergi."Steven menunjukan batas dari pergelangan tangan sampai sikunya pada Tsania.


"Bicara padaku hanya saat kau melihat sesuatu yang berguna untukku, seperti Karina." Lanjut Steven.


Tsania terlihat sedih, "Bagiku, berbicara padamu mengenai banyak hal membuatku merasa lebih baik."


Steven mengatakan dia sudah memberikan zona Tsania, jadi jangan menyentuhnya di tempat lain. Tidak ada mata, telinga, atau mulut di tangannya. Jadi Tsania jangan mengharapkan Steven untuk melihat, mendengar dan berbicara. Tsania mengatakan dia berbicara pada Steven karena Steven tidak takut hantu. Tsania memegang zona Tsania.


"Itu benar, aku tidak takut hantu. Aku takut padamu, Tsania."


Sekertaris Andrew datang. Steven langsung masuk ke dalam mobil. Sekertaris Andrew bertanya apakah Tsania tidak ikut dengan mereka. Tsania menjawab Tsania punya janji kencan dan meminta untuk cepat pergi. Mobil pun melaju meninggalkan Tsania.


Tsania berjalan berkata sendiri, "Baik, dia hampir saja tertembak karena aku. Itu dapat dimengerti bahwa dia berpikir aku berbahaya." Sepertinya Tsania sedikit terluka dengan kata-kata Steven tadi.


Lalu ada yang memanggilnya, Agatha.


"Apakah kau datang untuk menyaksikan musical?"


"Ya. Kau juga?"


"Aku akan pergi, tapi aku baru saja menyaksikan sesuatu yang sangat menarik." Ujar Agatha dengan tawa sinisnya.

__ADS_1


Tsania pun pamit pergi, tapi dia berbalik lagi dan berkata, "Kau tahu…aku pikir kau akan pergi dengan berpura-pura bahwa kau tidak melihatku. Terima kasih untuk mengatakan ‘halo’ itu sangat bagus bertemu denganmu. Sampai jumpa." Tsania melambaikan tangan dan tersenyum.


"Oke..semoga berhasil Tsania."


Setelah Tsania pergi, Agatha berkata dia menebak bahwa Tsania tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Flashback On


Micky menjelaskan pada Agatha : "Sesuai permintaan klien, aku mengawasi orang yang dekat dengan Presdir Steven. Tsania salah satunya."


Agatha : "Jadi kau sangat baik padanya karena kau mau menyelidikinya?"


Micky : "Aku melakukannya untuk melindungi Presdir Steven. Mulai sekarang, jangan mencampuri dan mengganggu pekerjaanku."


Agatha : "Aku tidak akan mengganggu. Kau mengatakan akan menyaksikan musical bersama Tsania, kan? Lakukan pekerjaanmu dengan baik."


Flashback Off


Dari perkataan Micky pada Agatha, dia mengisyaratkan bahwa yang menyuruhnya adalah Steven kan? Berarti dia bohong pada Agatha? Masih menjadi misteri apa sebenarnya tujuan Micky mengawasi Steven.


Agatha melihat Tsania yang sedang bercermin, dan menduga bahwa Tsania datang kesana dengan berpikir akan melakukan kencan. "Menyedihkan sekali."


Tsania memanggil Micky yang telah menunggunya di dalam gedung. Dia bertanya apakah Micky marah padanya karena dia terlambat dan mengajak Micky untuk segera masuk. Tapi Micky menolaknya.


"Sekarang, aku tidak ingin melihat orang berakting tentang sesuatu yang tidak nyata. Mari kita lakukan sesuatu yang lain."Ajak Micky.


"Sejujurnya, aku juga tidak ingin berada di tempat yang gelap. Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Tsania.


"Mari lakukan apa yang kau ingin lakukan. Aku akan mengikutimu tanpa bertanya apapun."


Tsania mengangguk.


...Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2