
Tsania kemudian melihat ada hantu duduk di barisan di depannya. Tsania memalingkan wajahnya. Saat Dia melihat lagi, hantu itu sudah tidak ada disana, dan ada disampingnya. Tsania terkejut dan menunduk ketakutan.
Steven melihat ada yang tidak beres dengan Tsania. Dia kemudian berdiri dan menghampiri Tsania dengan cool. Dia kemudian menyentuh pundak Tsania. Hantu itu pun menghilang.
Semua mata memandang Steven dan Tsania. Steven kemudian meminta penyaji melanjutkan persentasinya.
Tsania tersenyum pada Steven yang kembali ke tempatnya tanpa melirik Tsania.
Dan kejadian itupun tak luput dari pandangan Direktur Bima yang sekarang bertambah yakin jika ada sesuatu diantara mereka berdua. Direktur Bimapun akhirnya tersenyum lebar.
Steven dan Tsania kembali ke ruangan. Tsania berterima kasih atas apa yang Steven lakukan padanya tadi.
"Itu karena Kita sudah sepakat untuk melakukan apa yang dibutuhkan untuk satu sama lain. Kepalaku sakit mengingat semuanya seperti orang gila."
"Untuk hasil rapat, Aku akan mengatur isinya dan memberikannya pada Sekertaris Andrew saat Dia disini." Tsania pun permisi.
Namun, mata Tsania tertuju pada teropong milik Steven, dan meminta ijin untuk melihatnya sekali saja. Tsania langsung menuju teleskop tanpa jawaban Steven. Tsania mencoba-coba teleskopnya.
Steven kemudian menghampiri Tsania. Memegang teropongnya dari belakang Tsania dan mengarahkannya. Jadi seperti memeluk.
"Jika Kau melihat ke arah sini, itu sainganku. Jika Kau melihat ke arah sana, itu pintu masuk mobil Kingstev. Dan sebelah sini, itu pintu keluar mobil."
"Aku bisa melihat semuanya."
Lalu Steven mengambil alih teropongnya tanpa melepaskan Tsania. "Apa yang Aku awasi adalah milik Kingstev. Aku sangat sibuk mencoba membuatnya lebih sempurna."
Tsania terdiam. Lalu saat Steven memandangnya, Tsania dengan cepat melepaskan diri.
"Kenapa? Apa Kau melihat sesuatu lagi?" Tanya Steven heran.
Tsania tertunduk, "Tidak, Aku hanya mengingat hantu berambut panjang yang Aku lihat sebelumnya di ruang pertemuan. Aku hampir berteriak, tapi terima kasih padamu, rapatnya berakhir dengan baik."
__ADS_1
"Tsania, itu seharusnya berakhir baik untukmu. Karena tempat persembunyianmu datang disaat Kau menangkap sesuatu dalam radar. Kau. Ada hal lain yang Kau hiraukan secara menyeluruh kecuali kenyataan bahwa Aku adalah Presdir."
"Aku tidak menghiraukanmu."
"Tidak, kau menghiraukanku. Kenyataan bahwa tempat persembunyianmu adalah seorang pria, Kau secara menyeluruh mengabaikannya."
"Itu…"
"Jika Kau menyadari bahwa tempat persembunyianmu adalah seorang pria, kau tidak bisa terus meminta untuk tidur bersama hanya memegang tangan, jadi..Kau pasti berpikir bahwa Aku adalah sebuah beton atau semacamnya."
Kemudian Steven mengatakan di ruang pertemuan sebelumnya tidak hening sama sekali, dan sejak Tsania datang, dunianya terus menerus berisik. Tsania mengatakan Dia hanya terus maju untuk bertahan, tapi Dia tidak menyadari jika Dia menyulitkan situasi Steven.
Steven mengatakan Dia sudah memutuskan untuk hidup seperti itu saat Dia menempatkan Tsania. Jadi Dia akan menjaganya sendiri. Kemudian Steven mengajak Tsania pergi karena sudah waktunya kegiatan Kids Mall.
Tsania berpikir apakah benar dia menganggap Steven sebagai beton.
Tsania memanggil Steven, "Presdir, Aku akan tetap merasa bersalah mengenai menyebutmu hanya sebuah beton. Kau marmer berkualitas tinggi."
Steven mendekati Tsania dan menepuk dinding marmer disamping Tsania, "Ini bukan hanya marmer biasa. Ini marmer paling mahal di dunia. Sesuatu yang tidak akan bisa Kau miliki jika Kau hanya seorang wanita biasa. Aku membuatnya tersedia untukmu karena radar special yang Kau miliki. Hanya terbuka satu jengkal."
Tsania mengangguk. Kemudian Steven berjalan pergi. Tsania menggerutu karena Steven tetap saja menegaskan satu jengkal itu.
Micky memperhatikan Tsania yang berjalan dengan Steven di koridor sebrang. Tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya, Agatha. Dia bertanya apakah Micky sedang bekerja dengan terus melakukan pengawasan.
"Aku tidak terus mengawasi, tapi Aku cemburu. Melihat gadis yang membuatku tertarik pergi bersama pria lain, itu membuat cemburu."
"Kau bilang Kau berbohong padanya bahwa Kau menyukainya."
"Aku tidak mengatakan itu masih terjadi. Tapi, kenapa Kau terus muncul di hadapanku? Apa Kau mengawasiku? Atau…."
"Atau…apa? Apa? Apa Kau pikir Aku mengikutimu karena Aku menyukaimu? Kenapa Aku harus? Aku bintang top! Selebriti top! Dan Kau hanya seorang pekerja.." Agatha sewot, padahal sepertinya Dia memang menyukai Micky.
__ADS_1
Micky mengatakan jika memang Agatha adalah bintang top, bukankah seharusnya sangat sulit untuk sering melihatnya. Karena Dia terlalu sering melihat Agatha, maka Agatha hanya seperti gadis tetangga. Agatha tertawa, jika Dia gadis tetangga di lingkungannya.
Micky mendekatkan wajahnya pada Agatha, "Nona bintang top Agatha. Kau terlihat lebih cantik di televisi dari pada dari dekat, jadi jangan keluar terlalu sering."
Agatha bingung dengan apa maksud perkataan Micky, apakah Dia cantik atau tidak terlalu cantik. Dan juga pada Tsania, apakah Dia mengawasinya atau cemburu. Kemudian Agatha mengeluhkan kontak lensanya yang menjadi mengambang karena Dia terlalu banyak menggunakan otaknya.
Steven dan Tsania mengawasi kegiatan untuk anak yang di adakan di Kingstev. Steven tersenyum menatap semuanya. Tsania berkata Steven sepertinya menyukai anak kecil.
"Apa Kau tahu berapa banyak dompet terbuka untuk setiap anak? Ibu, Ayah, Kakek-Nenek pihak Ayah, Kakek-Nenek pihak Ibu, setidaknya ada 6. Dan saat Kau menambahkan Paman dan Bibi, kekuatan pemakaian menjadi sangat sangat sangat sangat besar."
"Di rumah kosan kami, ada anak yang bermain dengan boneka yang di pungut dari jalanan karena Dia hanya mempunyai 1 dompet- Ibunya." Ujar Tsania sedih.
Jika itu mengganggu Tsania kenapa Tsania tidak membuka dompetnya dan membeli sebuah mainan, saran Steven. Tsania akan membelinya di tempat lain. Steven mengira Tsania sedang memakinya. Tsania yang berjalan meninggalkan Steven menggerutu karena Dia tidak bisa membuang boneka usang itu.
Ada seorang anak kecil mengatakan bahwa tasnya hilang pada Ibunya. Ibunya yang terlihat galak menyuruh anak itu untuk mencarinya.
Anak itu kemudian mencari kesana kemari, Dia melihat ke kolong-kolong meja, kursi, rak baju. Terakhir Dia mengintip ke kolong ada hantu anak kecil yang tersenyum padanya. Anak itu sepertinya mengikuti hantu itu. Kini dia berada di dekat kantor Tsania. Dan hantu anak kecil yang tadi melambaikan tangannya.
Anak itu masuk ke kantor Tsania dan menemukan boneka usang itu di atas meja. "Kau siapa?"
Boneka itu menjawab, "Halo? Mari kita berteman. Bawa kami bersamamu. Kau sama dengan kami."
Anak itu pun kemudian mengambil bonekanya.
Tsania kemudian melihat anak yang membawa boneka itu. Dia bertanya pada Steven, bukankah boneka yang dibawa oleh anak kecil yang memakai baju kuning bergaris itu, adalah boneka yang Dia bawa. Tsania heran mengapa anak itu mengambilnya.
Tsania kemudian berlari untuk mengejar anak itu, "Apa yang harus ku lakukan? Anak-anak (hantu) itu akan mengganggunya seperti mereka mengganggu Riki."
Anak itu dan Ibunya berjalan keluar dari Kingstev. Ibu itu menyuruh anaknya berjalan dengan cepat. Dia akan memarahi anaknya dirumah karena telah menghilangkan tasnya.
...Bersambung.........
__ADS_1