Melihat Hantu

Melihat Hantu
melihat Hantu # 42


__ADS_3

Steven pergi ke kantor Direktur Bima. Ia mengamati vas yang sama. Bibi Kinan berkata pernikahan sudah diumumkan, jadi Steven akan menyingkirkan Tsania bukan?


Tsania berkata ia tidak berniat begitu. Ia justru menikah agar Tsania bisa berada di sisinya dengan aman. Bibi Kinan terkejut. Apa Tsania yang tidak mau melepaskan Steven?


"Aku yang tidak membiarkannya pergi. Karena Aku tidak bisa tidak melihatnya. Untuk saat ini Aku menjaga jarak demi pernikahan. Lalu Aku akan terus melihatnya."


"Sampai kapan?"


"Sampai Aku tidak mau melihatnya lagi."


Direktur Bima terlihat senang sementara Bibi Kinan merasa kesal. Steven mengamati vas di tangannya. Ia bertanya apakah vas itu yang membuat Tsania takut.


Direktur Bima berkata Tsania hampir memecahkan vas itu saat mereka bilang harganya mahal. Steven tahu Tsania tidak akan ketakutan hanya karena harganya mahal. Ia bertanya-tanya apakah ada sesuatu dalam vas itu. Lalu ia melepas vas itu hingga jatuh begitu saja ke kotaknya hingga Direktur Bima dan Bibi Kinan terlompat.


"Karena menawarkan uang tidak akan menakutinya, jangan lakukan itu di masa yang akan datang," ujar Steven. Ia menepuk vas itu lalu pergi.


Direktur Bima diam-diam memberi semangat pada Steven.


Agatha mengobrol dengan teman-temannya mengenai Tsania. Sepertinya mereka teman SMA karena mereka juga kenal dengan Tsania. Agatha tertawa tak percaya saat temannya mengatakan Tsania berpacaran dengan Steven. Temannya melihat Steven dan Tsania bersama dalam satu acara.


Agatha berkata Steven hanya bermain-main dengan Tsania. Dan lagi status mereka sangat berbeda meski hanya bermain-main. Temannya berkata apa yang salah dengan Tsania, dia pintar, cantik dan hebat dalam olahraga, juga berkepribadian baik.


Agatha kesal mendengarnya. Sementara teman yang lain berkata Presdir Kingstev pasti cocok untuk orang seperti Tsania. Agatha berkata teman-temannya harus melihat Tsania agar sadar seperti apa Tsania sekarang. Ia hendak membuat reuni agar mereka bisa melihat Tsania yang sekarang.


Tsania duduk di kantornya, merenung sambil memandangi kalung berliannya. Tiba-tiba Steven masuk. Ia bertanya apa Tsania baik-baik saja dan apa yang ia lihat dalam vas itu. Apa hal menakutkan itu mengikuti Tsania?

__ADS_1


Tsania menggeleng, hantu itu tidak mengikutinya. Tapi hantu itu berbahaya jadi ia meminta Steven memperingatkan mereka.


"Mengapa kau tidak datang padaku? Jika kau datang padaku karena kau memerlukan Aku, sudah kubilang Aku tidak akan menghindarimu. Setelah menyuruhku memindahkan tempat persembunyian ke tingkat 2 ruang bawah tanah sweet home, mengapa kau tidak menggunakannya?"


"Bolehkah Aku jujur? Aku khawatir orang yang kusukai akan salah paham."


"Apa kau akan terus berkeras orang itu adalah Micky?"


Tsania bertanya apakah Steven akan terus salah paham bahwa orang yang ia sukai adalah dirinya.


Ada seekor serigala yang terkena petir bertemu seekor domba. Agar serigala hidup, ia harus memakan domba itu. Tapi karena sayang pada domba itu, ia tidak bisa memakannya dan hampir mati kelaparan. Untuk bertahan hidup, seharusnya ia melihat domba itu sebagai makanan bukan sebagai seseorang yang ia sukai. Serigala yang bodoh, bukan? Ia tidak akan seperti serigala itu.


Steven tahu yang dimaksud serigala adalah Tsania dan ia adalah dombannya. Tsania membenarkan, karena itu Steven harus berhenti bertanya apakah serigala menyukai domba.


Steven bertanya bagaimana dengan dombanya. Dalam film, domba juga menyukai serigala. Domba itu begitu menyukai serigala hingga menyuruh serigala itu memakan dirinya.


Steven menggelengkan kepalanya lalu pergi. Tsania bergumam memangnya serigala akan memakan domba itu begitu saja di saat serigala itu menyukai sang domba.


Tsania menyadari ia tidak sepadan dengan Steven. Meski Steven memilihnya dan berkorban untuknya, apakah ia bisa membiarkan Steven berkorban? Karena ia menyukai Steven, ia tidak bisa melakukannya.


Steven kembali ke kantornya. Ia mulai menyesal tidak meminta hantu istrinya Kevino mengungkapkan rahasia Tsania.


Micky bertanya apa Sekretaris Andrew apa yang harus ia lakukan pada ayah Steven mengenai pernikahan Steven, karena ayah Steven berniat mengatur ulang jadwalnya dan kembali secepatnya jika Steven benar menikah.


Sekretaris Andrew mengungkapkan yang sebenarnya. Pernikahan ini palsu dan hanya untuk kebutuhan bisnis semata.

__ADS_1


Kilas balik pada pertemuan Steven dan Yuna.


Steven bertanya apakah pimpinan  Perusahaan ayahnya Yuna akan diganti jika ia menikah dengan Yuna. Yuna berkata ia kembali ke Cina dengan alasan pernikahan untuk menghindari ibu tirinya. Ia berniat mengganti nama perusahaan ayahnya dengan nama lain dan menjadi CEO.


Steven bertanya apakah satu minggu waktu yang cukup. Yuna berkata ia akan membantu perluasan bisnis Steven di Shanghai jika Steven membantunya. Steven menerima tawaran itu.


Sekretaris Andrew berkata setelah satu minggu, pernikahan itu akan dianggap tidak ada jadi ia meminta Micky memberitahu ayah Steven agar tidak berusaha terlalu keras menyesuaikan jadwal.


Micky bertanya apakah Tsania tahu mengenai hal ini. Sekretaris Andrew menjawab Tsania tidak tahu dan ia meminta Micky tidak memberitahunya sebelum Steven sendiri yang mengatakannya.


Bibi Kinan mengagumi vas putih itu. Ia berkata vas itu seperti sarjana yang bermartabat. Direktur Bima mengingatkan untuk berhati-hati dengan vas itu seperti yang telah diingatkan Tsania. Lalu ia menaikkan kakinya ke atas meja dan menggosok-gosokkan kakinya.


Bibi Kinan memarahinya karena ia benci orang yang tidak bermartabat. Ia menyuruh suaminya menggosok kaki di kamar mandi. Direktur Bima menurut. Bibi Kinan bertanya-tanya mengapa ia bisa jatuh cinta pada pria seperti itu pdahal Direktur Bima bukan tipenya. Ia lebih menyukai cendekiawan bermartabat.


Wajah sarjana Jekki kembali muncul di dalam vas. Tentu saja Bibi Kinan tidak melihatnya.


Vas itu dibawa pulang oleh Bibi Kinan dan ditaruh di meja samping tempat tidurnya. Ia terbangun karena mendengar suara suling. Ia pergi ke halaman. Di gazebo ada seorang pemuda tampan berpakaian Jekki sedang meniup suling.


Bibi Kinan bertanya apakah pemuda yang bermartabat itu memanggilnya. Pemuda itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada bibi Kinan. Bibi Kinan mendekati pemuda itu dan mengulurkan tangannya. Saat tangan mereka hendak bersentuhan, pemuda itu menghilang seperti asap.


Bibi Kinan terbangun. Ia tadi hanya bermimpi. Ia tercekik tangan Direktur Bima yang sedang memeluknya. Plaa! Bibi Kinan memukul paha Direktur Bims keras-keras. Ia bertanya samapai kapan Direktur Bima akan tidur seperti itu.


Direktur Bima bingung, ia memang selalu tidur seperti itu. Kenapa istrinya baru protes sekarang? Sebelumnya Bibi Kinan selalu mengatakan ia terlihat manis saat tidur karena seperti anak kecil.


Bibi Kinan menyuruh suaminya tidur di kamar lain. Ia bergumam ia bertemu sarjana bermartabat dalam mimpinya.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2