
Tsania menurut, dia berterima kasih. Tsania hendak membuka pintu mobil, tapi tidak jadi. Dia tersenyum, lalu perlahan tangannya menggapai tangan Steven dan menggenggamnya. steven terkejut.
“Apa ini?”
“Kau mengatakan ini gratis dan akan menjadi sia-sia jika aku pergi tanpa melakukannya.” Tsania tersenyum-senyum dan menyentuhkan tangan Steven ke wajahnya.
Steven menarik tangannya, dan Tsania pun keluar dari mobil. Steven memandang tangannya yang tadi dipegang Tsania, lalu meminta Sekertaris Andrew untuk melanjutkan perjalanan.
Tsania berjalan dengan memegang tangannya di pipi, seolah-olah masih menggenggam tangan Steven. Dia bertanya pada dirinya sendiri, mengapa hanya dengan memegang tangan saja membuatnya tidak lagi merasa takut.
Tiba-tiba dua orang pria bertubuh besar muncul dibelakangnya. Mereka bukan hantu, tapi entah kenapa mereka mengikuti Tsania. Tsania kembali berjalan. Dua pria itu berlari menghampiri Tsania, memegang tangannya dan memintanya untuk mengikuti mereka sebentar. Tsania berontak. Lalu ada tangan yang melepaskan pegangan salah satu pria dari Tsania. Tsania berlindung dibelakang orang itu, yang tak lain adalah Micky.
Micky menghajar kedua pria itu sampai mereka tidak bisa melawan lagi. Lalu Micky mengajak Tsania pergi, dan bertanya apakah mereka adalah yang suka mengikuti Tsania.
“Mereka manusia. Aku tidak tahu mengapa mereka mengikutiku.”
Kedua pria itu akan menyerang lagi, tapi ada seseorang yang menghentikannya, Madam Sahara.
Kini Tsania berbicara berdua dengan Madam Sahara. Micky mengawasinya dari jauh.
Madam Sahara : “Aku datang kemari untuk menemuimu sekali lagi, tapi sepertinya ada kesalah pahaman. Kau bersinar sangat terang. Itulah mengapa penghuni kegelapan mencarimu.”
Tsania : “Kau melihat cahaya bersinar dariku?”
Madam Sahara : “Mereka mungkin mengeluh dan meminta pertolongan, tapi kau harus berada dalam perlindunganmu.”
Di perlihatkan Steven dirumahnya sedang memandangi tangannya. Dan dibelakangnya, di luar jendela, arwah Karin terus memperhatikannya.
Madam Sahara : “Beberapa hantu diam-diam menunggu sebuah kesempatan. Mereka akan mencoba menggunakanmu untuk menemukan kesempatan kembali (ke dunia). Burung kegelapan bersinar pada akhirnya, dan burung kematian akan hidup pada akhirnya. Hati-hati untuk tidak tertelan.”
Madam Sahara pun pergi meninggalkan Tsania yang sedikit ketakutan.
Kakak beradik Boy sedang bermain ayunan di taman. Mereka sedang menunggu ibunya yang sedang dalam perjalanan pulang. Riki menjatuhkan bola yang dipegangnya. Bola itu menggelinding ke kaki seorang anak kecil. Riki memperhatikan anak itu yang memanggil Riki dengan tangannya.
“Riki, apakah kau mengantuk?” Raka bertanya pada adiknya. Namun ternyata adiknya tidak ada lagi di ayunan di sampingnya. “Riki?!”
Raka berjalan mencari adiknya. Bola yang tadi terjatuh diambil Raka. Raka terus mencari Riki, “Riki! riiiikiiii! Dimana kau Riki! riki!”
__ADS_1
Raka akhirnya melihat Riki sedang berdiri menatap sesuatu. Raka mengatakan pada Riki untuk memberitahunya terlebih dulu sebelum pergi. Riki menunjuk sesuatu yang ada di depannya. Sebuah boneka.
Riki akan mengambilnya. “Jangan! Seseorang pasti meninggalkannya disini. Jika nanti itu tetap di sana, artinya itu sudah di buang. Kita akan mengambilnya nanti.” Raka mencegah Riki. Riki cemberut menatap boneka itu.
Kemudian Raka mengajak Riki untuk pulang. Riki menoleh ke belakang, dan kini ada 3 orang anak kecil berwajah pucat yang matanya hitam di samping boneka itu melambaikan tangan pada Riki. Riki balas melambaikan tangan. Lalu boneka itu…matanya bergerak.
Micky mengantar Tsania ke rumahnya. Micky menanyakan bagaimana bisa Tsania mengenal Madam Sahara. Tsania sedikit bingung menjawabnya, kemudian menjawab mengenal Madam Sahara saat bekerja.
“Kau tidak menjelaskan secara terperinci, seperti biasa.”
Tsania tampak berpikir lalu dengan hati-hati bertanya pada Micky, “Apakah kau benar-benar menyukaiku? Itukah mengapa kau terus menginginkan untuk mengetahui diriku?”
Micky tetap menatap Tsania tanpa menjawab.
"Alasan mengapa aku tidak bisa berbicara tentang diriku sendiri dengan baik adalah karena aku sangat bahagia bahwa seseorang menyukaiku. Karena aku taku jika dia mengetahuinya, dia akan berlari menjauh. Kau merasa ragu pada gadis yang menakutkanmu, kan? Apakah mungkin dia seorang mata-mata ? Apakah dia seorang penjahat? Apakah dia sebenarnya adalah laki-laki? Kau mempunyai semua pemikiran itu, kan? Tapi, apapun yang kau pikirkan, kau bahkan akan lebih terkejut. Aku sudah memperingatkanmu. Jangan datang terlalu mendekat. Aku sangat berterima kasih untuk hari ini.”
"Jangan berterima kasih padaku. Karena itu membuatku merasa bersalah. Kau bukan satu-satunya yang mempunyai rahasia. Aku juga mungkin mempunyai sesuatu yang tidak aku ceritakan padamu. Setelah mendengarkan peringatanmu, aku menjadi sedikit takut bahwa aku mungkin mengecewakanmu.”
Kemudian Micky pamit pulang.Tsania berkata pada dirinya sendirinya, haruskan dia memberitahu Micky, karena Micky mengatakan sangat menyukainya. “Micky! Aku melihat hantu! Bagaimana seandainya aku mengatahan hal itu…” Tsania menghela nafas.
Tsania berada di kantor Steven. Steven memberitahu bahwa Presdir Wang memutuskan untuk memegang tangan (bekerja sama) dengan Kingstev daripada mall Gian. Dan ternyata Presdir Wang juga mengatakan pada Tsania bahwa dia akan memegang tangannya. Dia mengajak Tsania pergi ke Cina. Tapi Tsania tidak bisa pergi, karena ada Steven disini. Walaupun Tsania sangat ingin pergi, tapi dia menolaknya.
“Ada sesuatu yang lain yang aku tolak. Aku merasa sangat sedih melepaskan yang satu itu pergi.”
“Apa lagi sekarang?”
“Orang yang mengatakan bahwa dia menyukaiku.”
Seorang anak perempuan memberikan lollipop pada Micky sebagai ucapan terima kasih karena telah mempertemukannya kembali dengan ibunya. Rupanya anak tadi terlepas dari pegangan ibunya saat berbelanja. Micky memandangi permen itu lalu tersenyum.
“Aku tidak bisa memberitahunya tentang melihat hantu. Sekarang lebih sulit mengatakannya karena dia mengatakan dia menyukaiku. Jika itu tidak berjalan, aku hanya akan berpura-pura aku adalah seorang yang normal. Tapi aku sangat putus asa. Mengapa aku melihat hantu?” Tsania berkata dengan sedih.
“Tsania.” Steven memegang pundak Tsania. “Kau…terlihat jauh lebih normal dari pada saat pertama kali aku bertemu denganmu.” (sampai sini Steven terlihat tulus, lalu dia berkata seperti biasa). “Dia akan berpikir kau menolaknya karena kau kau sombong.”
“Aku lucu, kan? Sekarang saat aku mempunyai lubang untuk bernapas, aku mulai berpikir mengenai hal yang berbeda, dan sekarang aku bahkan mempunyai banyak yang aku mau.”
“Manusia menginginkan hal lebih banyak lagi, saat sekali saja mereka merasa hidup enak. Itu bisa saja terjadi.”
__ADS_1
Tsania tersenyum: “Terima kasih, Presdir. Bagiku, kau bukan hanya tempat persembunyian, tapi juga seorang penasehat.”
“Kau membawa Presdir Wang padaku, dan kehilangan hubunganmu. Jadi aku akan memberimu sedikit diskon.”
Tsania kembali berterima kasih. Lalu dia juga mengatakan bahwa hari ini dia merasa sedikit depresi, jadi dia tidak ingin melihat hantu. “Saat aku pulang ke rumah, bisakah kau ikut denganku?”
“Manusia selalu mengambil kesempatan disaat mereka pikir ada kesempatan. Itu…tidak akan terjadi.” Steven menolaknya. Tsania mengerti dan keluar dari kantor Steven.
Rayhan membagikan makanan dan minuman pada para Karyawati tim pembersih. Para Karyawati itu merasa senang dan penasaran ada peristiwa apa hingga Rayhan memberikan mereka makanan dan minuman. Tentu saja, Rayhan menginginkan sesuatu dari mereka.
“Apakah kalian mengenal Tsania yang bekerja bersama kalian? Aku dengar dia pindah ke pelayanan pelanggan karena kasih sayang Steven.” Rayhan mulai bergosip.
Para pekerja terkejut, apakah mereka berada dalam hubungan seperti itu. Rayhan mengatakan sudah banyak bukti, dan bukan hanya satu orang saja yang melihatnya. Dan terlalu nyata jika mengatakannya hanya sebagai sebuah rumor.
Dari jauh Direktur Bima dan Asistennya melihat Rayhan beraksi. “Mulut Rayhan memiliki kemampuan yang tinggi, jadi rumor menyebar dengan sangat cepat melampaui perkiraan.” Bisik Asisten Arini. Direktur Bima mengatakan sekarang seharusnya rumor itu sudah di dengar Presdir.
Kemudian para Karyawati mengatakan bahwa Tsania sepertinya sudah mempunyai pacar. Seorang anggota keamanan yang tinggal bersama dengannya, mereka juga pulang bersama. Rayhan menebak bahwa ini cinta segitiga.”
Micky di kantornya, memandangi permen itu. Kemudian dia berdiri hendak pergi. Rayhan datang dan memanggilnya, dan mulai bergosip.
Rayhan : “Aku dengar, di tim keamanan kita, ada seorang pegawai yang tinggal di tempat yang sama dengan Tsania. Dia mengajaknya pulang bersama. Siapa dia?”
Micky : “Dia tidak hanya pulang bersama, tapi berangkat kerja bersama juga dan mengatakan bahwa dia akan menjadi pengawal pribadinya.”
Rayhan : “Benarkah? Nona Tsania keren! Tapi bagaimana dia mendapatkan semua pria seperti itu dengan lingkaran kegelapannya?”
Micky : “Itu benar. Aku baru saja memperhatikannya, tapi sepertinya mereka menjadi semakin dekat.
Rayhan : “Itu yang disebut menggoda! Itulah mengapa dalam banyak pria yang tercebur ke dalam kematian! Bagaimana pun juga, siapa orang bodoh yang tergoda itu?”
Micky : “Itu aku. Akulah yang sedang menyelam ke lubang hitam kegelapan. Tidak mudah untuk menyelam kedalamnya. Aku membutuhkan banyak keberanian.”
Micky pun beranjak pergi meninggalkan Rayhan yang masih bengong tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Kemudian Micky bilang mereka harus memberi batasan pada Rayhan. Micky juga menanyakan apa tujuan Rayhan (bergosip), tapi Rayhan hanya meminta maaf.
Tsania berjalan sambil membawa barang dalam kardus. “Tidak ada pelanggan khusus, tapi hanya sekumpulan barang…ini sungguh hanya sebuah tempat penyimpanan.”
Tiba-tiba dari belakang Micky memanggilnya. Tsania berhenti berjalan, dan Micky menghampirinya.
__ADS_1
Bersambung........