
Bibi Kinan meninggalkan Agatha dan Steven makan berdua. Agatha bertanya apa Steven terkejut diajak bibinya makan bersamanya. Steven berkata ia selalu datang setiap kali Bibinya mengundangnya makan jika ia ada waktu.
Agatha bertanya apakah Steven merasa tidak nyaman bersamanya karena ia teman Tsania. Tidak sama sekali, jawab Steven.
“Aku tadinya ragu karena kalian berdua sepertinya sangat dekat. Aku merasa lega karena hal ini tidak mengganggumu.”
“Kau khawatir tanpa alasan.”
“Jika begitu, aku akan mengatakan sesuatu padamu. Tsania itu gila. Kau dulu tidak mengenalnya, tapi gadis itu cukup normal sebelumnya. Melihatnya hancur seperti itu, aku hanya bisa berasumsi terjadi sesuatu yang dramatik padanya. Berada di dekat seseorang yang begitu sial sepertinya….”
“Agatha, apakah kedatanganmu ke sini untuk menaruh Tsania di piring dan mem-fillet-nya?” tanya Steven.
“Tentu saja tidak.”
“Kalau begitu mari kita lanjutkan pembicaraan mengenai properti. Ceritamu mengenai resort pamanmu sangat menarik.”
Agatha berkata resort itu sebenarnya milik ayahnya juga, semacam bisnis keluarga. Steven bertanya di mana mereka akan bertemu berikutnya.
Direktur Bima sedang menyusuri koridor kantor Kingstev saat ia mendengar suara siulan yang aneh. Direktur Bima mencari asal siulan itu dan tiba di depan ruang Tsania.
Direktur Bima masuk ke dalam ruangan yang gelap dan tidak melihat hal yang aneh. Saat ia hendak keluar, ia mendengar suara. Ia mendekati tumpukan dus dan mengangkatnya.
Tiba-tiba muncul seekor anjing bermata merah. Direktur Bima terkejut. Ia lari dari kantor Tsania dalam keadaan tagan tergigit.
Steven, bibinya, dan Agatha pergi ke kantor Direktur Bima. Direktur Bima berkata ada anjing di mall Kingstev. Steven melihat luka gigitan di tangan Direktur Bima. Ia telah menghubungi bagian keamanan.
Micky mengerahkan anak buahnya untuk mencari anjing itu sebelum mall buka keesokan paginya. Tsania juga datang ke kantornya karena anjing itu terlihat di sana. Ia berkata ia tidak memelihara anjing. Rayhan menyuruhnya memeriksa apakah ada barang yang hilang lalu meninggalkan Tsania sendirian.
Tsania berjongkok dan melihat sisa-sisa keripik dan air minum di lantai. Apa anjing yang meninggalkan semua itu?
“Apa kau yakin bukan kau yang membuatnya ke sini?” Steven tiba-tiba berdiri di belakang Tsania. Ia menuduh Tsania memelihara anjing. Tsania membantahnya.
“Bau apa ini?” Steven mengendus-endus. “Bau daging. Apa anjing itu kemari karena mencium bau daging?”
“Presdir bernar-benar berhidung tajam seperti anjing,” Tsania tersenyum, “Aku datang saat sedang makan daging bersama Micky. Oh permenku!”
Tsania teringat pada permen pemberian Micky lalu mencarinya. Apa permen itu dimakan anjing.
__ADS_1
Tsania menemukan permen itu di bawah meja, namun sudah patah menjadi 2. Steven diam-diam tersenyum. Tak sengaja ia menemukan ikat leher anjing di dekat tumpukan dus. Benar-benar ada anjing di sana.
Micky mengantar Agatha keluar mall. Agatha bercerita ia sedang makan malam bersama Steven dan ikut datang karena penasaran. Ia juga mengatakan kalau ia membicarakan Tsania dengan Steven tapi sepertinya Tsania tidak berarti apa-apa bagi Steven. Steven bahkan memotong pembicaraannya tentang Tsania.
“Pasti ada alasan kenapa ia memberinya pekerjaan dan membuatnya tetap di dekatnya.”
“Mengapa kau begitu penasaran dengan hubungan mereka? Apa kau menyukai Tsania?”
“Anggap saja begitu.”
Agatha menganggap hal itu menguntungkannya. Ia lalu membicarakan pekerjaan Micky yang harus mengejar anjing. Apa Micky mendapat upah tambahan jika bekerja ekstra? Micky malas meladeninya dan menyuruh Agatha turun sendiri ke tempat parkir.
Agatha berjalan ke lift, tanpa menyadari ada sesuatu yang mengikutinya.
Steven khawatir jika anjing itu tidak ditemukan sebelum besok maka mall tidak bisa dibuka dan festival musim panas yang seharusnya memberi keuntungan besar terancam gagal.
Tsania berkata keripiknya dimakan habis, pasti anjing itu kelaparan. Ia mendapat ide. Nama anjing itu adalah Helly (nama yang tergantung di tali pengikat anjing).
“Presdir, mari kita tangkap anjing itu dan mengadakan festival musim panas. Aku akan menemukan anjing itu. Helly (menang)!!”Tsania memberi semangat.
Steven menatap Tsania dengan curiga. Bagaimana caranya?
“Apa-apaan ini? Kukira kau memiliki ide bagus, tapi kau hanya mengiming-imingi anjing itu dengan 2 sosis?”
Tsania berkata anjing sangat suka dengan sosis. Steven menyuruh Tsania pulang. Tapi Tsania belum menyerah. Ia menemui hantu tempat sampah dan bertanya apakah hantu itu melihat anjing.
Hantu itu dengan marah memutar tutup tempat sampah hingga Tsania buru-buru menjauh. Steven bertanya apa yang baru saja Tsania lakukan.
“Di sana ada hantu tante-tante yang selalu duduk di sana mengubek-ubek sampah.Tampangnya sangat menakutkan. Bibirnya terbelah hingga ke sini dan matanya…”
“Tunggu, bagaimana jika hantu itu mendengarmu membicarakannya seperti itu?” ujar Steven.
“Kan ada kau, Presdir,” Tsania mengacungkan jarinya ke dada Steven.
Ia lalu berkata ada hantu tante-tante di toilet yang selalu membuat mampet. Apakah ia juga perlu bertanya padanya?
“Sepertinya kau telah akrab dengan para hantu saat bekerja di sini..”
__ADS_1
Tsania berkata ada hantu-hantu yang cenderung diam di satu tempat dan tidak ke mana-mana. Awalnya ia takut tapi lama-lama merasa kasihan. Dan setelah beberapa kali bertemu mereka, ia merasa para hantu itu teman kerjanya sekarang.
“Lalu apa kau kadang-kadang kalian pergi makan bersama?” olok Steven.
“Mengapa kau membuat gurauan menakutkan seperti itu? Saat mereka bersama, sungguh menakutkan. Pergi bersama rekan kerja seharusnya seperti malam ini….membakar daging sambil tertawa hahahaha dan mengobrol.”
Lalu Tsania menjadi sedih dan bercerita makan malam itu menjadi rusak karena topik hantu. Steven tersenyum dan menebak Tsania tidak bisa memberitahu Micky mengenai kemampuannya bisa melihat hantu.
Tsania mengangguk. Ia bercerita kalau Micky paling membenci hantu di dunia ini. Micky bahkan membenci orang yang mengatakan hantu itu ada lebih dari pada ia membenci hantu. Tanpa sadar Steven tersenyum menang.
“Apa yang harus kulakukan?” tanya Tsania.
“Mengapa bertanya padaku? Aku juga membenci mereka tapi aku membiarkanmu tetap di dekatku karena kau berguna bagiku.”
“Benar, kalau begitu aku akan menjadi berguna dan membantu Micky menemukan anjing itu.” Haha...tampang Steven langsung asem. Tsania lalu berlari untuk bertanya pada hantu toilet dan meminta Steven menunggunya.
Tidak mungkin Steven mau menunggu. Ia melihat pengikat anjing di tangannya. Jika ada pengikat anjing dan anjing, pasti ada pemiliknya (tidak mungkin anjing melepas pengikat itu sendiri). Ia bertanya-tanya di mana pemiliknya.
Si pemilik anjing mengintai Agatha yang sedang menunggu lift. Di tasnya terdapat senjata api.
Tas Agatha terjatuh. Ia berjongkok memungut barang-barangnya yang berantakan. Melihat dompet tergeletak di lantai, pria bersenjata itu lari menabrak Agatha dan mengambil dompetnya.
Agatha terjatuh sambil berteriak. Bagian lengan gaunnya sobek. Micky segera berlari setelah mendengar suara teriakan Agatha. Pria itu kabur mendengar suara langkah Micky.
Micky memberitahu arah pria itu pada Rayhan tapi Rayhan terlewat dan s tak melihat pemuda itu.
Tsania belum menemukan info apapun dari para hantu. Tiba-tiba ia mendengar sesuatu. Tsania berjalan ke arah suara itu.
Pria pemilik anjing berusaha membuka pinta keluar mall tapi pintu mall dirantai. Sang anjing berdiri di sebelahnya dan terus menyalak pada tuannya. Tapi anehnya pria itu seperti tidak menyadari ada anjing di sebelahnya (kalau sadar pasti ia sudah menyuruh anjing itu diam dan tidak membuat keributan).
Tsania tiba di sana namun ia hanya melihat anjing itu dengan mata merahnya. Menyeringai galak dan menatap Tsania. Tsania sadar…itu adalah anjing hantu.
Pemilik anjing berlari ke pintu lain dan bertabrakan dengan Rayhan. Rayhan terkejut saat melihat pria itu hingga tidak bereaksi saat pria itu akhirnya berlari keluar.
Teman Rayhan datang. Rayhan berkata ia merasa ada yang aneh dengan pria itu. Sepertinya pria itu pernah menjadi pegawai paruh waktu di bagian customer service Kingstev. Tapi ia juga tidak yakin pria itulah yang dilihatnya.
Micky melapor pada Steven bahwa ia sudah mengirim Agatha ke rumah sakit bersama salah satu rekannya. Steven menyuruh Micky memeriksa apakah terdapat kerusakan di toko-toko mereka sebelum pembukaan festival besok.
__ADS_1
Direktur Bima bertanya bagaimana dengan anjingnya. Micky berkata di kamera pengawas sama sekali tidak terlihat ada anjing, hanya ada pria itu. Tsania berkata sepertinya Direktur Bima digigit manusia, bukan anjing. Bibi Kinan lega, suaminya tidak perlu disuntik rabies.
...Bersambung........