Melihat Hantu

Melihat Hantu
Melihat Hantu # 37


__ADS_3

Micky berlari menerjang Kevino. Micky menelikung badannya dan menekan tangannya. Anak buah Micky berdatangan dan menyadari bahwa itu adalah si pianis, Kevino.


Kevino berada di kantor Direktur Bima, dia mengatakan datang untuk memeriksa piano yang akan digunakannya untuk latihan. Tapi, tim sekurity itu malah berlari padanya dan membuat tangannya seperti itu.


Bibi Kinan meminta maaf pada Kevino. Tapi, Direktur Bima mengatakan bahwa Micky tidak melukai tangannya dengan keras. Tapi Kevino menolak untuk tampil karena tangannya tidak bisa digerakan.


Direktur Bima pusing.


Rayhan bergosip di ruangan Tsania bersama Hana dan tentu saja Tsania.


"Kevino itu, dia mengalami kemerosotan setelah kematian istrinya. Tidak peduli bagaimana Aku melihatnya, itu sebuah omong kosong." Rayhan merasa Micky sedang sial. Hana juga heran bagaimana bisa Micky berada dalam situasi seperti ini. Micky disalahkan oleh Kevino untuk tangannya yang terluka.


Rayhan juga merasa malam itu aneh, dan Micky juga tidak seperti biasanya. Tsania tampak memikirkan sesuatu.


Tsania menemui Kevino dan memperkenalkan diri sebagai Costumer Service Kingstev, dan meminta ijin untuk berbicara dengan Kevino. Tapi Kevino menolaknya karena tidak ada yang ingin dia katakan.


Kevino pergi, tapi Tsania tetap berdiri disana. "Aku bisa melihatmu." Kemudian munculah hantu istri Kevino.


"Kau istri Kevino, kan?" tanya Tsania.


Steven yang sedang berjalan di mall bersama Sekretaris Andrew berhenti melihat kalung berlian. Namun, Steven berjalan kembali.


"Itu berlian. Jika dia memilikinya sebagai jimat, dia akan merasa aman." Sekretaris Andrew menunjuk kalung itu.


Steven tidak mengerti maksud Sekretaris Andrew. Kemudian Sekretaris Andrew menjelaskan bahwa Tsania memberitahuinya.


Flashback


"Apakah ini pulpen yang Presdir gunakan setiap hari untuk tanda tangan? Bisakah Aku menyimpannya selama dia berada dalam perjalanan? Aku merasa jika Aku memilikinya sebagai jimat, Aku akan merasa aman, walaupun hanya sedikit." Tsania menunjukan pulpen Steven pada Sekretaris Andrew dan kemudian mendekapnya.


Flashback End


"Dia bertingkah seperti dia baik-baik saja, tapi Aku kira dia mengkhawatirkan waktu dimana Aku akan pergi." Ujar Steven.

__ADS_1


"Kalung berlian itu akan lebih baik dari pada pulpen, dia akan sangat senang jika Kau memberikannya. Berlian adalah impian setiap wanita untuk memilikinya. Itu juga harganya cukup mahal." Belum selesai Sekertaris Andrew menjelaskan, Steven meminta mereka untuk pergi.


Tapi ternyata, Steven membeli kalung itu tanpa diketahui Sekretaris Andrew. Karena sekarang dia di rumahnya sedang memegang kalung itu dan merasa heran pada dirinya sendiri, "Mengapa Aku membeli ini? Ini sesuatu yang tidak bisa aku hitung."


Ada yang memencet bel rumahnya. Steven membuka pintu, dan di sana ada Tsania yang tersenyum.


"Mengapa Kau ada disini?" Steven menggenggam kalung berliannya.


"Apakah Sekretaris Andrew tidak memberitahu mu? Aku bertanya pada Sekretaris Andrew untuk meminta ijin dan dia mengatakan Kau akan memberikannya, dan dia mengatakan padaku untuk berbicara padamu." Kata Tsania.


Steven bergumam, "Sekretaris Andrew tidak mungkin melihatnya…Aku membelinya sendiri." (maksudnya kalung itu, Steven mengira maksud Tsania adalah kalung itu yang di belikan untuk dirinya).


"Tapi Kau memilikinya, kan?" Tsania permisi masuk ke dalam rumah.


"Ini bukan untukmu. Aku tidak akan memberikannya padamu."


"Apa yang Kau bicarakan?" Tsania tidak paham.


Tsania masih tidak paham, "Sebuah jimat? Kau juga membeli sebuah jimat karena Kau takut hantu? Aku punya banyak di rumah, Kau bisa memintanya padaku."


Tsania berjalan masuk. Steven mengejarnya dan menanyakan apa keperluan Tsania ke rumahnya. Untuk menyelesaikan masalah Kevino, jawab Tsania.


"Aku bertemu istrinya. Dia datang kesini bersamaku sekarang." bisik Tsania.


"Kenapa Kau kesini bersamanya?"


"Aku akan membuat sesuatu bersamanya, Aku butuh oven dan Sekretaris Andrew mengatakan padaku untuk datang dan berbicara padamu. Aku pikir Kau tahu karena Kau membuka pintu."


Steven kesal pada dirinya sendiri karena telah salah paham. Tsania bertanya berapa yang dibayar Steven untuk jimat itu. Steven kesal dan menjawab tidak tahu. Dia menunjukan ovennya dan Tsania bisa menggunakan semaunya.


Steven memperhatikan Tsania yang sedang di dapur. Dia melihat kalung itu dan bergumam sendiri, dia menjadi begitu terkejut karena berpikir Tsania datang untuk kalung itu, dan dia membiarkan Tsania masuk ke dapurnya.


Tsania kemudian mengejutkan Steven lagi dengan mengingatkan Steven untuk memecahkan kacang walnutnya. Stevenpun memecahkan kacangnya kembali dengan kesal, "Walnut, Kau memiliki waktu yang sangat mewah, apa Kau tahu seberapa mahalnya ini?" Steven mengelus benda yang dia gunakan untuk memecah kacang.

__ADS_1


Tsania mengatakan bahwa Kevino Caprino adalah seorang yang sangat sensitif. Sebelum konser, dia hanya bergerak sesuai dengan jadwalnya. Dan orang yang mengurus semuanya adalah istrinya.


Flashback


Istri Kevino memberikan pie dan teh untuk suaminya yang sedang berlatih. Serta merapikan pakaian Kevino.


"Saat dia berlatih, dia membenci bau makanan, jadi dia hanya memakan pie kacang yang tidak memiliki bau sangat tajam. Istrinya, seperti bayangan, selalu mengurus suaminya yang suka pilih-pilih. Jika Aku membuat pie ini dengan resep istrinya, mungkin dia akan memaafkan kesalahan Micky." Tsania menjelaskan.


Steven menaruh kacang di samping Tsania, "Jadi, Kau melakukan semua ini untuk permen Micky?"


"Karena Aku mengatakan tentang hantu, Micky menjadi benar-benar ketakutan."


"Kau bilang bahwa permen Micky yang manis berubah menjadi pahit. Kau tetap ingin menolongnya?" Tanya Steven tak percaya.


"Aku menerima permintaan maafnya, dan ku mengatakan padanya sesuatu yang dia benar-benar tidak ingin mengetahuinya. Jadi Aku sedikit menyesal. Dan juga, bukankah ini jadi sebuah kerugian jika dia tidak tampil?"


Dengan kesal Steven menjawab karena itulah dia memecah kacang. Tsania menanyakan ketebalan kulit pienya pada hantu istri Kevino, dan ternyata masih kurang tipis. Lalu tanpa sengaja Tsania meyenggol Steven, sehingga hantu itu menghilang.


"Mengapa Kau menyentuhku? Aku sedang berbicara dengannya dan sekarang dia menghilang!" Tsania tanpa sadar marah pada Steven.


"Apa Kau sekarang merasa terganggu olehku? Waktu itu Kau memintaku untuk menyentuhmu karena Kau tidak ingin melihat hantu dan sekarang Kau marah padaku karena membuatnya menghilang?" Steven tidak terima disalahkan.


Tsania merasa menyesal, dia meminta maaf. Dia hanya terkejut karena hantu itu menghilang saat dia sedang berbicara dengannya. Karena Kevino sangat pemilih, dia tidak akan memakannya jika rasanya sedikit berubah. Tsania sekali lagi meminta maaf.


Steven mengambil wine dari lemari es dan menyuruh Tsania meminumnya satu gelas saja dan biarkan hantu itu merasuki ke tubuh Tsania sehingga dia bisa membuat pie itu sendiri.


"Aku dengar sesuatu seperti itu akan berbahaya, jika Aku tidak hati-hati, Aku bisa membuat tubuhku benar-benar diambil alih." Ujar Tsania.


Steven langsung mengembalikan wine itu ke lemari es dan menunjuk wajah Tsania, "Mulai sekarang jangan pernah berpikir untuk minum alkohol. Jika itu begitu berbahaya, jangan melakukan apapun yang seperti itu." Tsania tersenyum mengiyakan.


Hantu itu kembali. Kemudian Tsania meminta Steven untuk sedikit ke pinggir dan berhati-hati. Maka Steven minggir ke dekat lemari es. Dia memperhatikan Tsania yang membuat pie dengan arahan hantu yang tak bisa dilihatnya.


...Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2