
Tsania sedang membereskan sampah ketika Ia melihat Micky turun. Berbeda dari biasanya, Micky nampak dingin dan menjaga jarak.
Tsania meminta maaf, karena telah pulang lebih dulu, padahal telah berjanji akan pulang bersama Micky. Ia berkata ada urusan mendadak.
"Tsania, kurasa lebih baik kuluruskan semuanya selagi Aku bisa. Ketika Aku bilang Aku menyukaimu, itu adalah kesalah pahaman. Itu adalah gurauan yang kukatakan pada anak-anak (Raka dan Riki), tapi Kau mempercayainya jadi Aku tidak bisa menyanggahnya. Kau bahkan berterima kasih padaku, jadi Aku berusaha menjalaninya. Tapi Aku tidak bisa lagi, maafkan Aku."
"Ah, ternyata seperti itu. Pantas saja, Aku merasa sedikit aneh. Sungguh memalukan," kata Tsania pelan, berusaha menyembunyikan rasa malunya dan kekecewaannya. "Kau seharusnya mengatakan padaku lebih awal kalau Kau tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Karena Kau memberiku permen dan tiket, kurasa Aku menjadi terlalu senang dan berlebihan."
"Kau sudah menerima permen dan tiket, tapi Kau tidak menyukaiku, kan? Seseorang yang kuhormati berkata : Saat hatimu tidak mengatakan yang sesungguhnya, rasa sakit akan memberikan jawaban. Aku rasa Kau tidak merasa sakit karena diriku. Jika begitu, maka Aku tidak perlu merasa bersalah, kan?"
Micky berlalu pergi, sementara Tsania kembali membereskan sampah. Micky berlari lalu memegang dadanya. Rasa sakit telah memberikan jawaban.
Awalnya Steven merasa sedih untuk Tsania karena Micky tiba-tiba berkata seperti itu padanya, juga merasa kesal pada Micky. Tapi sekarang hatinya sakit untuk Micky. Ia benar-benar menyukai Tsania.
Di sebuah kolam, seorang gadis yang sedang berenang tiba-tiba kakinya ditarik masuk ke dalam air. Gadis itu tenggelam. Ia membuka mata dan melihat hantu. Ia berteriak lalu jatuh pingsan. Untunglah Ia berhasil diselamatkan.
Kolam renang itu adalah kolam renang Hotel Kingstev. Dan peristiwa tadi adalah kejadian ketiga kalinya. Orang-orang mengatakan bahwa ada sesuatu yang menarik para korban ke dalam air. Direktur Bima bertanya-tanya jika bukan hantu air, maka apa penyebabnya?
Micky menemui Agatha. Ia meminta Agatha menyelidiki Tsania. Semua hal yang tidak bisa ditemukan dalam catatan resmi. Seperti : Apakah teman-temannya pernah melihat orang tua Tsania, bagaimana hubungan Tsania dengan orang tuanya.
"Kenapa Kau ingin tahu tentang keluarganya? Apa Kau mau menikahinya?" tuduh Agatha.
"Jika Aku mau menikahinya, Aku tidak perlu melakukan penyelidikan latar belakang seperti ini. Aku bisa langsung menemui mereka," ujar Micky kesal.
"Aah...benar juga. Kalau begitu apa menyelidikinya adalah bagian dari pekerjaanmu? Jika iya, Aku akan membantumu," Agatha mengajak Micky makan bersama.
Micky bertanya apa Agatha hanya akan membantunya jika Ia makan bersamanya. Agatha berkata ini adalah jam makan, jadi Ia membiarkan Micky bergabung dengannya.
"Kalau begitu tidak usah, hubungi Aku jika Kau menemukan sesuatu!" kata Micky cuek, lalu pergi begitu saja.
Agatha bergumam Ia sudah melakukan reservasi. Kenapa Micky bersikap jual mahal padahal hanya pegawai biasa?
Steven bertanya pada Sekretaris Andrew apakah Sekretaris Andrew melapor pada Ayahnya mengenai dirinya. Sekretaris Andrew berkata terakhir kali Ia bertemu Ayah Steven adalah tahun lalu, sebelum Ayah Steven pergi ke luar negeri. Setelah itu mereka tidak pernah berbicara di telepon. Ia bertanya mengapa Steven menanyakannya.
__ADS_1
Steven berkata Ia merasa aneh karena Ayahnya tiba-tiba menunjukkan ketertarikan pada Tsania padahal sebelumnya tidak tertarik pada gadis manapun yang dijodohkan dengannya.
"Mungkin Ia melakukanya karena sayang," kata Sekretaris Andrew.
‘"Itu lebih tidak masuk akal," kata Steven. Ia bertanya apakah Tsania sudah pergi.
Tsania sudah tiba di Hotel Kingstev. Ia menelepon Kakaknya dan menyuruhnya cepat datang. Hana berkata Ia akan segera menyusul setelah pulang kerja. Sarah tiba-tiba muncul di belakangnya dan bertanya Hana hendak ke mana?
Hana menyembunyikan voucher tiketnya dan tidak mau memberitahu Sarah. Lalu Ia menemui Rayhan dan menunjukkan tiketnya. Ia menyuruh Rayhan mengajak Micky ke hotel itu.
Hana berkata Ia akan meneraktir Rayhan jika bisa membuat Micky dan Tsania bersama. Rayhan bertanya-tanya apakah Ia perlu melaporkan hal ini pada Direktur Bima. Ia memutuskan untuk tidak mengatakannya, Ia juga ingin bersenang-senang.
Tsania berkeliling di hotel yang mewah itu. Ia melihat ada pertunjukkan kembang api nanti malam. Pertunjukkan itu pasti dilakukan malam hari dan Ia takut keluar saat malam.
Steven meneleponnya dan bertanya Ia ada di mana. Tsania berkata Ia ada di lobi hotel dan memuji hotel ini bagus.
"Tentu saja, itu kan milikku. Lukisan di sebelahmu juga sangat mahal."
"Mmmm…memang terlihat mahal," kata Tsania melihat lukisan itu.
"Aku di belakangmu."
Tsania menoleh. Steven tersenyum. Tsania terkejut, bagaimana Steven bisa ke sini. Steven berkata Ia mengikuti Tsania. Ia bertanya apa Tsania sendirian. Tsania menjawab Kakaknya belum datang.
Steven mengajak Tsania makan bersama. Mereka sempat berpapasan dengan manager hotel. Manager hotel itu melapor pada Steven kalau kolam renang sudah ditutup sesuai perintah Steven. Steven melihat jamnya, mereka bisa pergi ke sana setelah makan.
Pegawai hotel menduga Steven sedang mempersiapkan acara untuk Tsania dan mengomentari betapa beruntungnya Tsania.
Steven berkata Ia akan meneraktir makanan apapun yang Tsania inginkan. Tsania pikir Steven menawarinya karena Ia terlihat kurang energi. Steven mengiyakan. Tsania pergi dengan gembira.
Bibi Kinan ditemani Sekretaris Andrew pergi ke panti asuhan yang mengasuh Karin. Pemilik panti berterima kasih pada Bibi Kinan karena telah menyumbang ke panti ini sejak Karin meninggal 10 tahun lalu.
Micky juga pergi ke tempat yang sama.
__ADS_1
Bibi Kinan meninggalkan panti bersama Sekretaris Andrew. Ia berkata setelah kematian Karin, Ia berpikir untuk mengakhiri hubungannya dengan panti ini karena Ia merasa seakan telah membayar untuk nyawa Karin. Tapi jika Ia memikirkan Steven, Ia merasa Ia telah melakukan hal yang tepat dengan terus datang ke sini.
"Ini adalah tempat di mana Steven pertama kali bertemu dengan Karina, bukan?" tanya Sekretaris Andrew. Bibi Kinan membenarkan.
Sekretaris Andrew melihat bangunan panti itu, dan ia sempat melihat Micky masuk ke panti. Ia curiga mengapa Micky datang ke panti asuhan ini.
Micky memperlihatkan foto Karin dan Tsania ke pemilik panti. Pemilik panti tidak pernah melihat keduanya di panti asuhan ini.
Hana dalam perjalanan menyusul Tsania. Ia mengomel karena Rayhan ikut tanpa mengajak Micky. Rayhan berkata Micky sedang ada urusan. Mereka sedang berhenti di pom bensin.
Hana melihat seorang pria di mobil depan dan mengenalinya. Itu adalah Justin Albino, orang yang melarikan uangnya lalu menghilang. Dan sepertinya bekas kekasih Hana karena mereka memiliki hiasan mobil yang sama.
Pria itu selesai mengisi bensin dan pergi. Hana langsung tancap gas mengiktuinya, tanpa menghiraukan protes Rayhan.
Steven memperhatikan Tsania makan, dan bersikap perhatian dengan, menuangkan minum untuknya. Ia juga berkata lingkaran hitam di mata Tsania telah memudar.
"Tapi apa Kau tidak membawa pakaian lain?" tanyanya. Tsania mengenakan kaus dan celana jeans pendek.
Tsania berkata seluruh pakaiannya ada di mobil Kakaknya dan Kakaknya datang terlambat. Steven mengamati Tsania, sepertinya ia sedang mencoba mengira-ngira ukuran Tsania.
Merasa salah tingkah, Tsania berlari ke toilet. Steven berkata pakaian Tsania akan basah jika nanti naik turun kolam. Apakah Ia harus mempersiapkan pakaian ganti?
Saat di toilet, Tsania mendengar percakapan pegawai hotel mengenai kolam renang yang ditutup dan acara yang dipersiapkan Steven. Mereka iri pada gadis yang beruntung itu dan berharap bisa mengencani Steven satu kali saja.
Tsania bertanya-tanya apakah acara itu untuk dirinya. Ia menatap poster acara kembang api di dinding toilet.
Saat ia kembali, Steven berkata ia akan menunggu Tsania dua jam lagi di lobi. Ia berkata ada sesuatu yang sangat penting. Jika Tsania terkejut, ia harap Tsania tidak terlalu marah.
Tsania kembali ke kamar hotelnya. Ia semakin yakin Steven memang sedang mempersiapkan sesuatu untuknya.
Steven berkata pada manager hotel kalau tidak ada seorangpun boleh masuk ke area kolam setelah ia masuk. Ia juga menyuruh manager mengirim barang yang telah disiapkan ke kamar Tsania.
Manager hotel membawa sekotak besar hadiah ke kamar Tsania. Ia berkata Steven yang mengirimkannya untuk Tsania.
__ADS_1
... Bersambung..........