
Foto yang selama ini dipegang Ayah Steven adalah foto Karin dengan Catrine. Catrine adalah gadis yang selalu di samping Ayah Steven. Jadi, Ayah Steven benar-benar tidak tahu penjahat dan kalungnya donk? Dan dia tidak tahu Karin? Atau dia ditipu oleh si penjahat dan Karin?
Tsania memandangi foto Karin dan kalung itu. Tsania berharap Karin muncul lagi dan menjelaskan semuanya.
"Dia mempunyai waktu yang sulit. Dia mungkin tidak ingin mendengar kata-kata." Tsania mengingat Steven yang mencengkram meja dengan erat dan raut wajah yang nampak kepedihan saat di kantor tadi.
"Jika keberadaan kalung itu ditemukan oleh Ayahmu, apa yang akan terjadi pada Tsania?" Tanya Sekretaris Andrew.
"Tidak akan ada kegunaan lagi untuknya." Jawab Steven dengan raut wajah yang sulit Aku ungkapkan, antara menyesal dan tidak.
"Sejak dia datang, disini ramai. Akan menjadi sepi lagi nantinya." Sekertaris Andrew tersenyum. Dan Steven tampak memikirkan perkataan Sekertaris Andrew itu.
Micky bertemu dengan Tsania dan menyapanya, walaupun sebelumnya agak ragu. Micky menanyakan pada Tsania apakah Tsania sudah mendengar tentangnya dari Presdir. Dia juga mengatakan bahwa dia menyelidiki apakah Tsania mempunyai hubungan dengan Karina atau tidak.
"Itukah sebabnya Kau selalu menanyakan apa hubunganku dengan Presdir? Aku telah salah menilai itu sebagai kecemburuan." Tsania menertawakan dirinya sendirinya.
Micky meminta maaf. Tsania mengatakan seharusnya Micky mengatakan yang sesungguhnya, karena dia akan memberitahu Micky. Tsania berpikir sejenak, kemudian berkata akan mengatakan semuanya pada Micky. Tsania mengajak Micky ke tempat yang sedikit lebih gelap. Walaupun bingung, Micky mengikuti Tsania.
Dari jauh, Steven dan Sekertaris Andrew memperhatikan mereka. Sekertaris Andrew berpendapat bahwa Micky mendekati Tsania dengan sengaja, tapi Tsania sepertinya tidak marah.
"Walaupun terlihat Tsania tidak teluka, di dalamnya dia pasti merasa buruk." Timpal Steven sambil menatap Tsania.
Micky bertanya apa yang sebenarnya mereka cari. Tsania berkata Micky tidak bisa melihatnya. Jika dia mengatakannya dalam cara yang salah, maka Micky mungkin akan berpikir bahwa Presdir dan dia gila. Jadi Tsania mencari sesuatu yang tepat (bukti). Tsania melihat-lihat ke sekeliling. Lalu dia menemukannya.
"Micky, Aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Aku….bisa melihat hantu." Perkataan Tsania membuat Micky terkejut, matanya membesar.
Tsania melanjutkan, "Orang lain bisa merasakan angin berhembus, atau merasakan ada pakaian lewat, tapi akau bisa melihat dan mendengarnya."
__ADS_1
"Tsania, apa Kau mencoba menakutiku karena Kau marah dan ingin menghukumku?" Tanya Micky.
Tsania menggeleng, "Aku tidak mengatakan sebelumnya, karena Kau sangat membenci hal seperti itu. Tapi dengan tidak mengatakannya, Aku tidak bisa menjelaskan hubungan antara diriku dengan Presdir. Dengan tujuan untuk berbicara dengan Karina yang sudah meninggal, Aku tinggal di dekat Presdir."
"Apa Kau melihat orang mati dan berbicara dengan mereka?" Tanya Micky hati-hati.
Tsania mengangguk. Dan meminta Micky melihat Nenek yang berada tidak jauh dari mereka. Nenek itu pasti kehilangan kucing yang sangat disayanginya. Ada seekor kucing putih cantik berada di dekatnya. Tapi Micky tidak bisa melihat kucing atau sesuatu yang lain di dekat Nenek itu.
"Tapi Aku bisa melihatnya." Kata Tsania, dan kemudian dia pergi meninggalkan Micky.
Micky melihat ke samping Nenek itu dan mendekatinya. Micky bertanya apakah Nenek itu memelihara seekor kucing. Nenek itu membenarkan, tapi kucingnya sudah mati belum lama ini. Nenek itu menunjukan fotonya bersama Kitty (nama kucing) pada Micky. Dan benar saja kucing yang bersama Nenek itu di foto adalah seekor kucing berwarna putih. Micky terkejut, dia menyadari Tsania tidak berbohong.
Steven menuju ruangan Tsania. Sesampainya di depan ruangan dia berkata sendiri, bahwa ruangan itu harus dibersihkan karena Tsania tidak lagi berguna.
Steven membuka pintu dan melihat Tsania sedang duduk menunduk. Dia mengira Tsania sedang menangis. Tsania lalu menengadah, dan Steven melihat sebenarnya Tsania sedang tertidur. Steven berkomentar ternyata Tsania di dalamnya tidak buruk (akibat dibohongi Micky). Lalu tiba-tiba ada kotak yang jatuh, dan membuat Tsania tidak nyaman.
Steven melangkah maju, dan berbicara : "Disana…apakah ada sesuatu yang datang? Jangan membangunkannya. Dia harus tidur jadi dia bisa membantu para hantu dan mendengarkannya. Saat dia tertidur, tinggalkan dia sendiri!"
Steven kemudian menyandarkan kepala Tsania pada tubuhnya. Dia mengingat Tsania pernah berkata bahwa dia hanya ingin memberikan ruang untuk Steven bernapas. Steven bergumam bahwa Tsania untuk hal yang lain. Steven memandang Tsania kembali dan merangkulkan tangannya. Tsania tersenyum dalam tidurnya dan memeluk Steven.
Tsania terbangun dan mendapati si hantu kopi berjongkok di depannya. Tsania heran kenapa hantu itu tidak mengganggunya seperti biasa. Berarti Tsania tidak tahu bahwa tadi ada Steven disana, dan hantu itu menurut pada Steven.
Tsania ke café Kakaknya dan memberika kopi serta kue untuk si hantu kopi. Hana bertanya apakah hantu itu sekarang menyuruhnya membeli makanan.
"Para hantu pasti menyukaiku. Sebelumnya wanita separuh baya memberitahuku Aku berguna untuk orang mati."
"Hey!" Hana membentaknya. "Apa sangat bagus menjadi populer di antara para hantu?"
__ADS_1
Tsania membenarkan, karena wanita itu juga memintanya untuk berhati-hati agar jangan sampai tertelan. Hana bertanya apa maksudnya tertelan.
"Orang mati akan mencoba menggunakan tubuhku untuk kembali." jelas Tsania.
Sementara itu, Steven melihat tirai bergoyang sendiri di dekat teropong. Steven menghampirinya, "Apa? Apakah Kau terus mengikutiku karena ingin berbicara denganku? Itu tidak berguna karena Aku tidak bisa melihat atau berbicara denganmu. Itu tidak sedikitpun menakutkan."
Steven ke mejanya dan memasang headset. Dan ternyata disana memang ada Karin memandangnya dengan sedih.
"Jika mereka ingin menggunakan tubuhku untuk mengatakan apa yang ingin mereka katakan pada seseorang, haruskah Aku membiarkannya?" Tsania menerawang.
Hana memukulnya, "Kau gila, gila! Aku biasanya tidak menyebutmu gila, tapi itu adalah hal gila."
Tsania meringis kesakitan, "Benarkah? Jika Aku membiarkan tubuhku di ambil, maka sama saja Aku mati. Aku tidak mau."
Seorang pria mengunjungi (mayat) istrinya dengan membawa bunga mawar di ruang penyimpanan.
"Sayang, Aku datang. Aku akan memainkan apa yang Aku pelajari hari ini. Aku tidak tahu apakah Kau akan suka." Dia memainkan musik dari ponselnya dan memperdengarkan untuk istrinya itu.
Di luar, petugas penyimpanan berpikir bahwa pria itu percaya bahwa istrinya bisa kembali hidup, karena sudah sebulan ini dia seperti itu.
Pria itu membelai wajah istrinya dan mengatakan waktunya hampir tiba untuk konsernya. "Aku membutuhkanmu. Kembalilah." Dan ternyata ada hantu istrinya di sampingnya.
Sarah menjelaskan pada Bibi Kinan dan Direktur Bima, bahwa banyak ketertarikan dari media tentang konser pianis terkenal. Melalui kegiatan seni seperti ini, orang-orang akan menikmati kemewahan Kingstev, Direktur Bima akan membuatnya seperti itu.
"Mereka mengatakan bahwa sejak istrinya meninggal, dia tidak akan menggerakan jarinya. Apakah Kau bertemu dengan Kovino Capucinno secara pribadi dan mengkonfirmasinya?"
"Bukan Kopino Capucinno, tapi Kevino Caprino. Dia menggerakan jarinya dengan sangat baik. Aku melihatnya sendiri."
__ADS_1
Karena Steven sibuk dengan hubungan dengan Cinanya, Direktur Bima harus mengurus konser ini. Dan Bibi Kinan akan mengambil kembali ruangan Pemburu Hantu saat Steven tidak ada. Direktur Bima kesal istrinya tetap menyebut Tsania dengan Pemburu Hantu, dia akan menjelaskannya kembali. Tapi mendapat tatapan tajam dari istrinya, Direktur Bimapun kemudian hanya mengatakan "I love you."
...Bersambung..........