![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
Ke esokan harinya...
Waktu sudah menunjukan pukul enam sore, semua penduduk kelas 11-2 sedang berkumpul diruang kelas. Dan Hana sedang berpidato didepan kelas untuk menyemangati teman-temannya.
“Baiklah festivalnya dimulai besok, kita kerahkan semua kemampuan kita. Jangan lupa dialog kalian saat pertunjukan nanti, simpan kostum kalian baik-baik jangan sampai kotor dan hilang sebelum acaranya selesai. Jangan sia-siakan kerja keras kita selama beberapa minggu terakhir ini. semangat!” Teriak Hana mendapat sambutan hangat dari semua teman-temannya.
“Dimana Cika?” Tanya Yuda kepada Hana yang baru selesai berpidato.
“Apa dia belum kembali?” Tanya Hana membuat Yuda khawatir.
“Beberapa menit yang lalu dia memberikan semua kostum yang dia buat padaku. Dan aku membagikannya pada kalian, jadi seharusnya dia disini.” Lanjut Hana sambil melihat kesekeliling kelas, sedangkan Yuda langsung pergi keluar kelas mencari Cika keruang kesenian.
Tapi orang-orang diruang kesenian belum melihat Cika sejak jam istirahat siang tadi. Jadi Yuda memutuskan untuk mencari Cika diruang tata busana. Dan benar saja dugaannya, gadis itu ada didalam ruang tata busana, tertidur pulas didekat jendela yang terbuka membuat rambutnya tertiup angin dengan perlahan.
“Selamat atas kerja kerasmu.” Bisik Yuda yang berdiri didepan meja jahit gadis itu, kemudian pria itu mengambil kursi dan meletakannya didepan meja gadis itu dan di dudukinya.
“Besok aku akan memberikan jawabanku kepada Nanami.” Bisik Yuda lagi.
“Aku mencintaimu ....” Gumam Cika mengigau.
“Ha?” Ucap Yuda terkejut dan segera menutup mulutnya agar suaranya tertahan dan tak membangunkan Cika, “hanya mengigau.” Lanjut Yuda dengan rona merah diwajahnya.
‘Kenapa aku jadi malu begini?’ Batin pria itu sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya dan melihat suasana lapangan olahraga melalui jendela ruang tata busana.
“Yuda?” Ucap Cika bersamaan dengan Nanami mengejutkan pria itu, namun Nanami segera bersembunyi dibalik pintu dan Yuda menatap mata Cika menahan malu.
“Kau su–sudah bangun.” Tutur Yuda tergugup untuk pertama kalinya.
“Apa kau sudah mendapatkan kostumnya?” Tanya Cika.
“Ya Hana sudah memberikannya padaku, dan kostum untuk parade nanti juga sudah aku pegang.” Jawab Yuda terlihat canggung.
“Ada apa denganmu? kenapa terlihat canggung?” Tanya Cika merasa heran.
“Tidak ada ... ayo pulang, hari mulai gelap.” Jawab Yuda mengalihkan pembicaraan dan bergegas pergi kearah pintu.
“Cika!” Teriak Nanami mengejutkan Yuda, “Yuda,” lanjut gadis itu melihat Yuda dihadapannya, “Sedang apa kau disini?” Lanjutnya bertanya.
“Tidak ada.” Jawab Yuda segera pergi dari sana.
“Dasar aneh! Aku membawakan tas mu, ayo pulang.” Tutur Nanami mendekati Cika setelah melihat Yuda yang melengos dari hadapannya.
***
Hari yang ditunggupun akhirnya tiba, semua orang sudah berkumpul di dalam kelas dan sibuk melengkapi persiapan yang belum sempurna itu.
“Semuanya semangat untuk hari pertama, jangan biarkan kelas lain unggul!” Teriak Hana menyemangati.
“Yaaa!” Teriak teman-temannya begitu bersemangat dan bersiap diposisi masing-masing untuk menakut-nakuti para pengunjung rumah hantu.
Sedangkan Yuda dan Bayu sedang bersiap dibagian penerima tamu, dan Adam bersama Hana sibuk membagikan brosur kepada para pengunjung dari luar sekolah, supaya mereka mau mengunjungi stand rumah hantu kelas 11-2.
“Kyaaaa ....” Teriak Anya yang terkejut melihat berbagai penampakan didalam kelas 11-2 yang menjadi stand rumah hantu, dan gadis itupun keluar dengan lesu dan wajahnya yang masih terlihat ketakutan.
“Anya?” Ucap Dinda yang melihat gadis itu ketakutan.
__ADS_1
"Ketua ...." Rengek Anya masih syok.
“Kenapa disini? siapa yang jaga stand?” Tanya Dinda membuat Anya cengengesan.
“Aku berkeliling sebentar abis ini balik kesana lagi.” Jawab Anya masih cengengesan.
“Kau ini benar-benar tidak bisa diandalkan. Pengunjung lagi banyak-banyaknya juga, ayo pulang ke stand.” Tutur Dinda menggeret gadis itu.
“Ampuni aku ... siapapun tolong selamatkan aku dari wanita ini! lagipula aku bukan anggota klubmu kenapa kau repot-repot menarik ku kestandmu?” Teriak Anya terlihat seperti anak kecil.
“Diam!” Ucap Dinda langsung memukul kepala gadis itu dan membawanya kembali kestand klub kesenian.
“Anak-anak dari klub kesenian benar-benar bersemangat ya.” Tutur Nanami yang baru kembali dari tugasnya menyebar brosur bersama Raka.
“Begitulah.” Lanjut Yuda menanggapi ucapan Nanami.
Sepanjang hari suasana didalam sekolah semakin ramai, banyak acara yang diselenggarakan panitia. Yang tentunya membuat semua pengunjung betah berlama-lama disekolah.
Disisi lain...
“Gue mohon pinjamkan Cika sebentar ya Din. Gue butuh suaranya ....” Rengek seorang gadis berkucir dua.
“Loe gak liat antrean distand gue panjang gitu,” tutur Dinda, “yang satu itu gak berguna ....” Lanjutnya yang melihat kearah Anya yang sedang bermain-main dengan kanvasnya.
“Ayolah bentar aja ... Cuma sepuluh menitan deh. Nanti gue balikin.” Bujuk gadis itu, “sebagai gantinya nanti gue bantuin jagain stand klub loe deh.” Lanjut gadis itu masih merengek.
‘Boleh juga, dia kan juga jago melukis. Bisa gue manfaatin balik,’ batin Dinda merasa berseri-seri, “tapi bener ya cuma 10 menit?” Tanya Dinda memastikan.
“Ya 10 menit doang oke.” Jawab gadis itu segera menggeret Cika dari tempat duduknya.
“He?” Gumam Cika merasa syok karena digeret paksa oleh gadis berkucir dua itu.
“Nama gue Tiara, gue dari klub musik ringan. gue butuh bantuan loe bentar.” Tuturnya sambil menggeret tangan Cika menuruni anak tangga,
“Bantuan?” Tanya Cika.
“Cuma nyanyi satu lagu doang ko.” Jawab Tiara masih menggeret tangan Cika dengan terburu-buru.
“Nya–nyanyi?” Teriak Cika merasa terkejut, “ya–yang benar saja? kenapa minta batuanku? kenapa tidak meminta bantuan dari anggota paduan suara atau klub musik orkes?” Lanjut gadis itu bertanya.
“Mereka tidak mau repot-repot membantu band amatiran seperti kami.” Jelas Tiara menuruni anak tangga yang menghubungkannya dengan kelas 11-1 sampai 11-5. Tentu saja mereka harus melewati kelas 11-2 dan 11-3 untuk menuruni anak tangga berikutnya.
“Tapi ....” Ucap Cika memperhatikan celemek kotor yang masih dikenakannya dan lengan bajunya yang tergulung hingga kesiku.
Disisi lain...
“Itu bukannya Cika?” Tanya Nanami kepada Yuda.
“Kenapa dia bersama anak dari kelas sebelah?” Lanjut Hana bertanya.
“Digeret lagi.” Gumam Adam.
Cika pun berjalan melewati kelasnya masih digeret oleh Tiara.
“Bagian gue udah selesai kan?” Tanya Yuda mulai mengikuti Cika dan Tiara.
__ADS_1
“Ya... kita harus istirahat dulu, ganti bagian tugas berikutnya ya.” Tutur Hana ikut penasaran dan mengikuti Yuda bersama Nanami.
***
“Lepaskan celemekmu dulu oke!” Ucap Tiara sambil melepaskan celemek yang ku kenakan dan merapihkan rambutku yang sedikit berantakan.
“Cika aku mohon padamu, jangan biarkan kami tampil sendiri. Jadilah vokalis sementara kami, jika tidak klub kami tidak boleh berpartisipasi lagi dalam festival sekolah berikutnya. Aku tidak mau kalau klub kami harus bubar, hanya satu lagu dan kali ini saja ... aku mohon ....” Tutur Tiara menjelaskan situasinya padaku.
“Tapi suaraku ....” Ucapku terpotong.
“Hanya menyanyikan lagu ‘Catch The Moment dari LiSA’. Ku dengar kau pernah menyanyikannya sekali” Ucap Tiara mengejutkanku.
“Da–darimana kau tau? lagipula itu sudah sangat lama.” Tuturku merasa tak sanggup.
“Anya memberitauku, kalau suaramu cocok untuk menyanyikan lagu seperti itu. Apalagi kau pernah tampil sekali saat SMP.” Jelasnya.
“Stalker kah?” Gumamku.
“Pokoknya siapkan dirimu dulu, aku akan membantumu ....” Tuturnya bersiap dengan Bass nya.
“Tapi tapi ....” Ucapku tak diperdulikannya, dan MC pun memanggil nama band mereka. Kemudian Tiara menarik ku naik keatas panggung. Meski tak ada yang memperhatikan kami, rasanya jantungku mau copot.
Semua orang berlalu lalang dihadapan stand khusus yang disediakan ketua osis untuk menghibur para pengunjung. Dan dari yang ku tau, siapapun yang tampil diatas panggung kecil ini harus bisa mencuri perhatian semua orang. Jika tidak, berarti kami benar-benar belum siap untuk melakukan pertunjukan didepan banyak orang. Bahkan ada kemungkinan, band mereka tidak diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi lagi pada festival berikutnya.
“Siap?” Tanya Tiara pada yang lainnya setelah menyetel bass-nya dan mereka mengangguk mantap, “tanangkan dirimu, ini hanya sebentar. Setelah ini kita harus kembali ke standmu kan?” Lanjutnya mengingatkanku.
‘Benar juga, Dinda masih membutuhkanku. Aku harus cepat jika ingin segera kembali kestand ku.’ Batinku berusaha menenangkan diriku.
Tak lama kemudian suara keyboard memimpin diikuti oleh suara bass, gitar dan drum juga suaraku yang mulai menyambut musik yang mereka ciptakan untuk ku.
‘Suaraku tersendat-sendat’ Batinku merasa tak puas.
Semakin lama aku semakin terbiasa dan menyesuaikan diri dengan yang lainnya, kemudian mataku menangkap pemandangan langka. Yuda yang berdiri disamping Nanami, dan Hana yang bergandengan tangan dengan Adam. Kemudian Anya dan ketua yang melihatku dari balik jendela dilantai empat.
Lalu aku melihat seorang wanita yang tak asing bagiku datang bersama seorang pria, ‘Ibu Ayah’ Batinku terus memperhatikan mereka yang mendekati panggung dan memotret pertunjukan pertamaku setelah sekian lama.
‘Mereka datang ... tak bisa ku percaya ....’ Lanjutku dalam hati sambil terus bernyanyi sampai selesai. Dan di detik-detik terakhir para penonton mulai memadati sekitar panggung.
“Terima kasih.” Ucapku bersamaan dengan Tiara dan kamipun turun dari panggung.
“Tadi itu benar-benar hebat!” Ucap Tiara kegirangan dan memeluk tubuhku dengan erat, entah kenapa rasanya semua orang sangat senang memeluk tubuhku.
“Terima kasih atas bantuannya, dengan begini klub kami masih bisa ikut berpartisipasi difestival berikutnya.” Tutur seorang gadis berambut blonde sebahu.
“Sama-sama, maaf jika suaraku tak memenuhi harapan kalian.” Tuturku merasa tersanjung.
“Benar-benar melampaui harapan kami.” Ucap Tiara kembali memeluk ku dan menggeretku setelah memakaikan celemek ku kembali.
“Ayo kembali ke standmu, janjinya hanya 10 menit kan.” Lanjutnya sambil menyeringai bahagia.
“Um.” Angguk ku sambil mengikutinya yang menggandeng tanganku dengan erat.
Bersambung...
__ADS_1