![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
“Dimana mereka? kenapa lama sekali? waktu janjiannya sudah hampir lewat.” Gerutu Hana tampak kesal.
“Tenanglah, mereka pasti datang.” Hibur Dinda sambil tersenyum.
“Tapi mereka itu benar-benar keterlaluan.” Timpal Anya yang tak kalah kesalnya.
“Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai.” Tutur Nanami mencoba untuk menenangkan Anya.
“Dasar para pria pemalas.” Oceh Hana, tak lama kemudian Raka dan ketiga temannya datang.
“Kalian benar-benar tak bisa dipercaya.” Ucap Hana begitu kesal.
“Bukankah aku sudah membangunkanmu? apa kau tidur lagi?” Tanya Anya menghampiri Raka yang cengengesan melihat kekasihnya memarahinya.
“Sini biar aku bawakan.” Ucap Yuda menghampiriku dan membawakan dua kotak makan berukuran cukup besar ditanganku.
“Terima kasih.” Ucapku sambil tersenyum padanya.
“Keretanya sudah datang, ayo pergi.” Ucap Nanami membuat kami semua bergegas.
Aku duduk disebelah Nanami dan Dinda, sedangkan Yuda duduk didepanku bersama Ali. Disebrang tempat duduk kami ada Hana yang duduk didekat Adam dan Anya yang duduk disebelah Raka.
“Syukurlah aku tidak bergabung dengan mereka.” Gumam Ali segera mendapat tawa dari Nanami dan Dinda.
“Ah ya aku bawa camilan dari rumah, kalian mau?” Tanya Nanami sambil menawarkan camilan pada yang lainnya dan kami menikmati perjalanan kami hari ini. cuacanya sangat cerah dan indah hari ini.
Lalu perdebatan Hana dan Adam kembali dimulai membuat suasana menjadi berisik dan penuh tawa karena kelakuan mereka yang begitu mirip dengan sepasang kekasih yang saling mencintai meski tidak pernah akur satu sama lain.
“Hentikan!” Teriak Hana merasa kesal.
***
“Akhirnya kita sampai dipantai!” Gumam Nanami yang menuruni bis diikuti yang lainnya. Setelah turun dari kereta kami harus menggunakan bis untuk sampai dipantai yang kami tuju.
“Pantai!” Teriak Hana dan Anya bersamaan, mereka berlari menuju tepian pantai.
“Simpan dulu tas kalian!” Teriak Raka mengingatkan mereka, lalu dengan cepat mereka lari kesebuah penginapan ditepian pantai dan kami mengikutinya dengan santai.
“Sebelum bermain dipantai sebaiknya kita makan dulu.” Saranku membuat Hana terburu-buru.
__ADS_1
“Pelan-pelan saja.” Ucapku membuatnya tertawa.
“Enak.” Ucap Ali bersamaan dengan Dinda saat menelan makanan dimulutnya.
“Kau sudah banyak berkembang ya? bagus juga.” Tutur Anya sambil tersenyum puas.
“Benar. Ini sangat enak.” Gumam Yuda membuatku merasa malu.
“Besok pagi kita akan kembali dan bertemu ditempat festival.” Jelas Hana.
“Jadi sekarang kita mau main apa?” Tanya Adam dengan nada bicara super datarnya.
“Main volly pantai saja.” Saran Raka.
“Berenang.” Ucap Hana tak mengurangi rasa semangatnya.
“Mencari kerang laut.” Tutur Anya dengan mata berbinarnya.
“Sekalian saja mencari mutiara.” Gumam Ali dengan nada pasrahnya.
Setelah selesai makan, kami semua bergegas mengganti pakaian kami dengan baju renang dan mulai bermain ditepi pantai.
“He? kenapa tidak memakai baju renang yang lain?” Tanya Anya menghampiriku dengan baju renangnya yang berwarna merah muda dan rambutnya yang dikepang kesamping.
“Sebenarnya aku lebih suka baju renang yang tertutup dan aku hanya punya baju renang dari sekolah, dan karena acaranya dadakan aku jadi tidak bisa membeli baju renang yang baru.” Jelasku sambil mencari alasan.
“Baiklah kita putuskan permainan apa yang akan kita mainkan.” Teriak Ali mendekati kami bersama Nanami dan yang lainnya.
“Aku ingin coba berseluncur.” Ucap Adam dengan gaya bicaranya yang lesu seperti biasanya.
“Baiklah kita lakukan setelah bermain volly pantai.” Ucap Raka.
“Boleh tuh.” Ucap dinda.
“Baiklah, laki-laki lawan perempuan. Yang kalah harus traktir es kelapa muda ya.” Tutur Ali penuh semangat.
“Siapa takut!” Ucap Dinda dan Hana bersamaan.
“Jadi siapa yang pertama?” Tanya Yuda.
__ADS_1
“Aku akan mewakili timku bersama Dinda.” Jawab Hana penuh semangat.
“Baiklah kami akan menyemangati kalian.” Tuturku sambil tersenyum pada mereka.
“Aku akan bermain bersama Raka.” Ucap Ali dengan penuh percaya diri.
Merekapun bertanding satu sama lain dalam permainan volly pantai, dan yang lainnya menyemangati disamping pantai. Ku lihat Nanami dan Anya menyemangati Hana dan Dinda dengan penuh semangat. Sedangkan Yuda hanya berteriak seorang diri untuk menyemangati Ali dan Raka, sedangkan Adam hanya memasang wajah lesunya.
‘Benar-benar pengalaman yang menyenangkan, bermain bersama teman-temanku.’ Batinku sambil memperhatikan mereka semua satu persatu.
“Nanami gantikan aku!” Teriak Dinda sambil berjalan kearah kami dan Nanami pergi menggantikan Dinda.
“Kau juga Yuda!” Ucap Raka memintanya pergi kesana.
“Kau lelah?” Tanya Anya sambil menyusut keringat diwajah kekasihnya itu.
Setelah lama bertanding akhirnya tim laki-laki yang memenangkan permainannya, dan aku bersama Dinda harus membelikan mereka es kelapa muda dari uang patungan semua perempuan. Anya sedang berbincang dengan Raka dan Hana sedang berdebat dengan Adam, Ali juga sedang berbincang bersama Yuda dan Nanami. Jadi aku memutuskan pergi bersama Dinda untuk membelikan mereka es kelapa muda itu.
“Ini pesanan kalian.” Ucap Dinda kepada Ali dan Adam.
“Ini.” Ucapku sambil memberikannya pada Yuda dan Raka.
“Dimana Nanami?” Tanyaku saat menyadari ketidak hadirannya.
“Dia bilang mau berenang dulu sebentar.” Jawab Ali sambil menyeruput minumannya.
“He?” Gumamku sambil melihat kelautan lepas.
“Bodoh!” Bentak Hana pada Adam.
“Dia malu-malu tuh.” Ejek Anya sambil tertawa.
“Ayo kita ambil foto.” Ucap Dinda sambil menunjukan handphonenya.
“Biar ku panggilkan Nanami.” Ucapku sambil meninggalkan mereka, ku lihat Nanami sedang asik berenang. Dan lama-lama aku melihatnya kesulitan mengambil nafas, “apa yang dia lakukan?” Gumamku saat melihatnya berjuang untuk mengambil nafas saat ombak terus datang dan menenggelamkannya.
Dengan cepat aku berlari dan berenang mendekatinya, “Nanami.” Ucapku membantunya.
“Apa kakinya kram?” Gumamku saat mengambil nafas.
__ADS_1
Bersambung...