Melt [BELUM REVISI]

Melt [BELUM REVISI]
Foto dan Boneka


__ADS_3

Merekapun bersenang-senang sampai hari mulai larut, mereka pergi kedataran yang lebih tinggi untuk melihat pertunjukan kembang api, Hana terus saja bertengkar dengan Adam dan Anya terus bermesraan dengan Raka.


Cika hanya bisa tertawa memperhatikan teman-temannya dan menyembunyikan rasa kecewanya terhadap Yuda.


“Awas kau ya!” Teriak Ali mengejar Hana yang berlari menaiki anak tangga dengan Yukatanya.


“Hati-hati! kau bisa terjatuh.” Teriak Dinda yang berdiri dibelakang Cika, dan Cika yang sudah berada dipuncak tak bisa mengalihkan perhatianya dari Hana yang berlari mendekatinya saat Ali mengejarnya.


“Awas!” Ucap Adam mengingatkan Ali, tapi terlambat. Kini pria itu tersandung saat akan meraih Hana, dan tubuhnya menabrak Cika dengan benturan keras dikepalanya. Ali pun terjatuh menindih tubuh gadis itu.


“Kau benar-benar ceroboh.” Gumam Anya dengan nada lesunya.


“Ma-maafkan aku.” Ucap Ali sambil bangkit dari posisinya, dan melihat Cika yang terbaring dibawahnya, ‘Cika...’ Batinnya saat melihat wajah gadis itu.


“Menyingkirlah!” Ucap Yuda membuat pria itu segera bangkit dan membiarkan Cika terbangun dari posisi terbaringnya, “kau baik-baik saja?” Lanjut Yuda bertanya sambil membantunya berdiri.


“Ya, tapi benturan tadi ....” Jawab Cika sambil memegangi dahinya.


“Maafkan aku.” Ucap Ali merasa bersalah.


“Tak apa. Tadi itu kecelakaan kan, tidak disengaja.” Jawab gadis itu sambil tersenyum.


“Ya baiklah, kembang apinya akan segera meluncur.” Tutur Hana memperingatkan mereka, dan tak lama kemudian kembang api pun melesat keudara dan meledak disana silih bersahutan. Mengunci semua mata yang melihatnya.


“Ayo!” Bisik Anya dan Hana mengajak mereka kesuatu tempat.


“Tapi Cika, Yuda ....” Bisik Ali saat melihat kedua temannya masih mematung melihat kembang api yang begitu indah.


“Kita berikan mereka waktu untuk berbaikan.” Jawab Dinda sambil berbisik.


***


 


“Cika maafkan aku.” Ucapku mengawali pembicaraan dengannya, tapi gadis itu masih mematung memperhatikan semua letusan kembang api dilangit luas, dan ku perhatikan sekelilingku. Tak ada siapapun disana.


‘He? heh?! kemana mereka pergi?’ Batinku bertanya-tanya, lalu aku mendapatkan pesan dari seseorang. Dengan cepat aku membukanya, ‘Raka?’ Batinku saat melihat namanya yang tertera dilayar handphoneku.


From : Raka

__ADS_1


Semoga berhasil (*^*)/


‘Adam juga ?’ Batinku saat mendapat pesan darinya.


From : Adam


Berbaikanlah... 😗


“Mereka itu ....” Gumamku merasa lebih baik, lalu ku masukan kembali handphoneku kedalam saku celana jeans ku.


“Cika ....” Ucapku sekali lagi sambil meraih tangan kanannya untuk ku genggam, kini mata kami saling bertemu dan bertatapan cukup lama. Ada sebersit rasa kecewa yang tergambar dimatanya, dan aku tidak pernah menyadarinya. Perasaannya terhadap diriku selama ini, “maafkan aku Cika ....” Lanjutku masih menatapnya dengan penuh penyesalan.


“Kau hanya menolongnya sebagai sesama manusia. tolong jangan terus-terusan meminta maaf.” Tuturnya dengan senyuman yang tak pernah ku lihat sebelumnya, senyuman yang memaksa untuk menekan rasa kecewa dan kesedihannya.


“Karena Yuda selalu baik kepada siapapun dan tak pernah membeda-bedakan. Seharusnya aku tidak menjadi egois dan marah kepadamu karena kebaikanmu pada Nanami, seharusnya aku mengerti dengan situasimu. Tapi aku malah mempermasalahkannya ....” Jelasnya membuatku tersentak, bagaimana bisa aku melukai perasaannya dengan tindakan bodohku kemarin.


‘A-apa dia merasa ce-cemburu?’ Batinku menahan malu, karena begitu manisnya gadis dihadapanku ini. diam-diam mencuri pandangan dan malu-malu menatapku karena merasa marah.


“Ayo pergi.” Ucapku membawanya pergi sambil menggandeng tangannya.


“Dimana Hana dan yang lainnya?” Tanyanya sambil berjalan mengikutiku, lalu berlarian kecil untuk mengejar langkah yang sama denganku. Dan kini gadis itu sudah berjalan disampingku, tentu saja tangannya masih ku gandeng.


***


‘Aku merasa bodoh karena rasa cemburu yang berlebihan. Padahal aku tau, Yuda itu selalu baik kepada siapapun. Dia akan membantu orang-orang yang kesulitan dan membutuhkannya ....’ Batin Cika yang melihat Yuda sedang menembak sesuatu dihadapannya untuk mendapatkan sesuatu.


“Ini ....” Ucapnya sambil memberikan boneka beruang putih seukuran kepalan tangan ketangan Cika.


“He?” Tanya gadis itu merasa bingung.


“Hadiah untukmu, ada gantungannya juga. Kau bisa menggantungkannya ditas mu itu.” Jelasnya sambil tersenyum.


“Terima kasih.” Ucap Cika sambil memperhatikan boneka ditangannya.


“Sudah lama kita berpisah dengan yang lainnya, sebaiknya kita cari mereka.” Tutur Yuda menyadarkan Cika.


“Biar ku telpon.” Saran Cika sambil mengeluarkan handphone didalam tas kecilnya.


“Tak ada yang menjawabnya ....” Jelas gadis itu setelah mencoba menelpon teman-temannya, “ada apa?” Lanjutnya bertanya saat Yuda melihatnya dengan serius setelah melihat kearah lainnya.

__ADS_1


“Tidak.” Jawabnya sambil memalingkan pandangannya dari gadis itu, “aku hanya membayangkanmu mengenakan Yu-yukata ....” Lanjutnya menjelaskan, membuat Cika tersentak dan merasa malu dengan perkataan kekasihnya itu.


“A-anu,” gumam Cika malu-malu, kemudian menatap mata Yuda dengan penuh keberanian, “ayo kita berfoto bersama!” Lanjutnya dengan mata berbinar-binar.


“Ha?” Gumam Yuda dengan rona merah diwajahnya.


“Ki-kita belum pernah berfoto bersama kan? jadi–” Jelas gadis itu terhenti saat tiba-tiba Yuda memperlihatkan layar handphonenya, dan berfoto bersama dengan senyuman lebarnya. Bukan hanya sekali dia memotretnya tapi berkali-kali dengan berbagai ekspresi.


“Akan aku kirimkan kepadamu.” Tutur Yuda sambil mengirimkan semua foto yang diambil ke handphone Cika melalui aplikasi line.


“Terima kasih.” Ucap gadis itu sambil tersenyum melihat foto yang baru diterimanya.


'Padahal kita pernah foto box saat kencan pertama kita, tapi sepertinya kau lupa. Tapi lucu juga melihatnya seperti ini, yah... biarkan saja, aku tidak akan memberitaunya.' Batin Yuda sambil tersenyum memperhatikan ekspresi Cika yang berbinar-binar.


Disisi lain Anya dan Raka berjalan kearah Yuda dan Cika, lalu mengejutkan mereka dari belakang.


“Anya.” Ucap Cika yang terkejut dengan kehadirannya.


“Loe.” Ucap Yuda pada sahabatnya itu.


“Hhaha... maaf maaf...” Tawa Anya sambil merangkul Cika.


“Sorry sorry... Ngomong-ngomong, kalian udah baikan nih ceritanya?” Tanya Raka setelah tertawa puas karena berhasil membuat Yuda terkejut.


“Masa kamu gak bisa liat sih aura berbunga-bunga mereka.” Ejek Anya membuat mereka malu-malu.


“Gitu dong baikan, jangan lama-lama marahannya. Kan jadinya asik kalau baikan ....” Jelas Raka sambil merangkul Yuda.


“Terus Hana dan yang lainnya dimana?” Tanya Cika menyadarkan mereka.


“Hana baru jadian sama Adam.” Jawab Anya berbisik pada Cika.


“Se-serius?” Tanya Cika merasa terkejut, dan Anya hanya mengangguk-ngangguk puas dengan senyuman lebarnya.


“Hana lagi berduaan sama Adam dijembatan, Dinda, Ali sama Nanami lagi cari makanan.” Jelas Raka.


“Kalau gitu kita samperin mereka yuk.” Ucap Anya sambil mendorong Raka yang masih merangkul Yuda dan Cika mengikuti mereka dibelakang sambil memegangi boneka beruang putih seukuran dengan kepalan tangan yuda yang diberikannya pada dirinya, dan gadis itu memperhatikan boneka itu sambil tersenyum bahagia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2