![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
“Pada akhirnya kita kalah.” Keluh Hana yang kelelahan.
“Kau benar, berarti sekarang kita hanya bisa berharap pada lomba estafet ....” Tutur Anya sambil menepuk bahu Hana.
“Tim Voli kelas mereka benar-benar kuat ya,” Gumam Hana, “tapi, ngomong-ngomong Anya ... aku mencoba untuk menelpon Cika kemarin malam, tapi nomornya tidak bisa dihubungi. Aku jadi cemas padanya.” Lanjut Hana mengalihkan pembicaraan.
“Aku juga mencoba menelponnya pagi tadi, tapi tidak bisa ....” Gumam Anya menunjukan ekspresi khawatirnya, “yah pokoknya kita menangkan dulu lomba estafetnya, setelah itu kita jalankan misi perayaan ulang tahun Yuda. Dan soal Cika, kita bisa membicarakannya setelah itu.” Lanjut Anya membuat Hana kembali bersemangat.
Disisi lain tim laki-laki juga tak kalah bersemangat, mereka mengerahkan seluruh kemampuannya dalam bermain bola dan olahraga lainnya. Hari semakin terik namun semangat mereka masih berada dipuncaknya.
“Oper sini!” Teriak Ali kepada temannya, lalu pria itupun mendapatkan operan bola yang bagus dari temannya itu.
“Rasakan ini!” Teriak Ali lagi sambil menendang bolanya ke gawang, namun berhasil dihentikan oleh sang kiper lawan.
“Tendang kedepan!” Teriak Yuda kepada kipernya, “ya. Terima ini!” Lanjut kiper itu berteriak kepada Yuda.
“Sial, serangan balik!” Gumam Ali merasa tertekan, membuatnya bergegas mengejar Yuda, “rebut bolanya!” Lanjutnya.
“Oper oper!” Teriak Raka kepada Yuda, dan pria itupun mendapatkan operan bagus dari Yuda. Tanpa membuang-buang waktu Raka pun langsung menendang bolanya kearah gawang, mecetak satu angka untuk tim nya. Dan membuat Yuda bersama yang lainnya berteriak kegirangan. Sedangkan Ali dan tim nya merasa kesal.
“Kita balas serangannya!” Teriak Ali menyemangati yang lainnya.
“Ya!!” Jawab rekan-rekannya.
***
Waktupun menunjukan pukul tiga sore, semua pertandingan sudah diusaikan. Dan pemenangnya sudah diumumkan dipapan pengumuman sekolah. Untuk acara besok, mereka hanya akan mengikuti upacara penutupan dan menerima sertifikat kemenangan untuk kerja keras mereka.
“Tak ku sangka bisa kalah dari orang sepertimu.” Tutur Ali merasa kesal.
“Hhaha... kau kurang beruntung.” Ucap Raka yang berjalan disamping Yuda.
“Begini-begini juga Raka sangat atletis.” Jelas Yuda.
“Padahal tinggal sedikit lagi, coba aja wasitnya gak keburu niup peluit. Pasti udah keitung masuk tuh bola.” Jelas Ali masih tak terima dengan kekalahanya.
“Tapi itu nyaris saja, kau benar-benar berhasil membuatku takut.” Ucap Raka sambil merangkul Ali dan tertawa.
“Le–lepaskan gue bodoh!” Ucap Ali merasa kesal.
“Ngomong-ngomong kenapa kita harus balik ke kelas lagi? padahal kan tinggal balik.” Tanya Yuda.
“He...” Ucap Ali bersamaan dengan Raka, “itu, pokoknya kita harus ke kelas dulu. Ada barang gue yang ketinggalan.” Lanjut Ali menjelaskan maksudnya.
“Tapi kan gue bisa tunggu digerbang.” ucap Yuda.
“Udah deh, kita turuti aja kemauannya.” Ucap Raka sambil melepaskan rangkulannya.
“Iya, biar setia kawan aja gitu. Pokoknya ikut gue deh, gak usah banyak nanya!” Jelas Ali mempercepat langkahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sampai dikelas, dan mata Yuda membelalak terkejut saat mendapati semua teman-teman dekatnya ada didalam kelas itu berteriak “Selamat Ulang Tahun!” secara serempak dan meletuskan beberapa balon yang sudah diisi dengan potongan kertas ermas berwarna emas dan perak untuk memeriahkan acaranya.
“He?” Gumam Yuda, “apa yang kalian lakukan?” Lanjutnya masih mematung di tempat.
“Sebenarnya kami ingin merayakannya bersama dengan Cika juga, tapi hari ini dia juga tidak datang kesekolah. Jadi kami merayakannya tanpa dia,” jelas Hana terlihat murung, “lagipula dia juga bukan kekasihmu lagi, jadi ada atau tidaknya kehadiran dia. Kami akan tetap merayakannya!” Lanjut Hana kembali bersemangat.
“Ucapannya nusuk banget!” Gumam Yuda merasa dipermalukan.
“Kalau begitu sebaiknya Yuda tiup lilin dulu, terus buka kadonya.” Tutur Nanami yang sejak tadi hanya diam.
“Benar, ayo tiup lilinnya dan kita makan kuenya!” Teriak Ali segera berlari mendekati teman-temannya dan Yuda berjalan mengikutinya bersama dengan Raka.
Setelah selesai tiup lilin dan membagikan kuenya, Yuda pun menerima beberapa kado dari teman-temannya.
“Sebaiknya kau berbaikan dengan Cika secepatnya ....” Tutur Anya sambil memberikan hadiahnya pada Yuda, dan Yuda hanya bisa tersenyum mendengar ucapan teman dekat mantannya itu.
“Maaf aku terlambat.” Ucap Dinda mengejutkan mereka semua.
“Oii kau membuatku jantungan tau!” Ucap Ali sambil menangkap heandphonenya yang nyaris terjatuh kelantai.
“Wajahmu lucu sekali ya Dinda.” Ledek Hana sambil tertawa melihat ekspresi lelah Dinda.
“Yang lebih penting ...,” tutur Dinda sambil berjalan mendekati mereka dan memberikan bungkusan ketangan Yuda saat melewatinya, “tadi aku berpapasan dengan kepala sekolah, terus dia bilang soal kepindahan Cika padaku.” Lanjutnya membuat semua orang membisu.
“Pi–pindah?” Ucap Anya dan Hana bersamaan.
“Awalnya kepala sekolah memberikan ucapan selamat padaku karena klub kesenian berhasil masuk ke final. Lalu dia menyinggung soal Cika yang juga anggota klubku, dia menanyakan tentang Cika, lalu berakhir pada informasi yang dia berikan padaku. Kalau Cika sudah pindah ke London bersama dengan Ibunya. Dia akan menetap disana dalam waktu yang lama.” Jelas Dinda membuat Anya tak berkutik.
“Ba–bagaimana bisa? kenapa dia tidak memberitauku?” Tanya Hana.
“Kau ingat saat dia melukis diruang klub hari itu Anya? kepala sekolah bilang, hari itu dia datang bersama ibunya untuk berpamitan,” tutur Dinda merasa sedih, “... jadi karena itu dia terburu-buru menyelesaikan lukisan terakhinya.” Lanjutnya mengecilkan suaranya.
“Bohong! kenapa dia tidak memberitauku, apa yang dia pikirkan? kenapa dia, Cika!” Tutur Anya merasa kesal dengan sikap sahabatnya yang tak memberitau soal kepindahannya.
“Cika ....” Gumam Yuda dan yang lainnya membuat suasana didalam ruangan itu menjadi sunyi, dan semua orang mendadak menjadi murung.
“Te–teman-teman ...,” ucap Nanami tak didengarkan, “a–ada Line terkahir dari Cika, ti–tiga hari yang lalu.” Lanjutnya membuat mereka semua segera membuka heandphonenya masing-masing.
“Dia menulis pesan melalui pesan grup ....” Gumam Hana.
Cika : Selamat pagi teman-teman, maaf aku tidak bisa ikut bersenang-senang saat festival olahraga nanti. Aku harus pergi ke London hari ini, ibuku sudah merencanakan kepindahan kami diam-diam. Dia juga sudah mengurus semua surat kepindahanku tanpa sepengetahuanku. Sebenarnya aku ingin mengucapkan perpisahan pada kalian semua, tapi aku takut... jadi tidak aku lakukan. Hari ini cuacanya sangat bagus ya, semangat untuk festival besok dan menangkan pertandingannya ya.
Cika : Untuk Dinda, jika lukisan itu bisa membawa kemenangan. Tolong beritau aku ya, aku akan terus memantau email ku. Jadi aku bisa tau kalau kau mengirim pesan padaku.
Cika : Untuk Anya, Hana dan Nanami, terima kasih kalian sudah menjadi sahabat baik ku. Terima kasih karena sudah memberikan liburan terbaik, ku harap aku bisa berlibur ke pantai lagi bersama kalian.
Cika : Untuk Adam, tolong jaga Hana dengan baik ya. Jangan buat dia bersedih, yah meskipun aku tidak pernah melihatnya bersedih sih, Hhehe.
Cika : Untuk Raka, tolong jaga Anya ya, mungkin setelah dia mengetahui kepindahanku yang diam-diam. Dia akan sangat kesal dan menyalahkan dirinya karena tidak bisa membuatku berkata jujur padanya. tapi itu bukan salahnya, aku yang memutuskan untuk merahasiakannya dari semua orang. Jadi tolong hibur dia, agar dia tidak marah lagi padaku.
__ADS_1
Cika : Untuk Ali, terima kasih karena sudah memukul Yuda untuk ku. Tapi aku harap kalian bisa berbaikan lagi. Sampai hari kelulusan dan seterusnya kalian semua harus akur dan saling membantu.
Cika : Terakhir, Untuk Yuda... sebenarnya aku sudah mengirim email kepadamu. Tapi sepertinya belum kamu baca. Jadi aku Cuma mau memberitaumu itu saja. Dan untuk kalian semua, aku minta maaf ....
Cika : Hai-hai kalian, apa kalain sudah disekolah? aku masih dirumah, ada yang mau menjemputku?
Cika : Hana! mau aku buatkan bekal lagi tidak?
Cika : Dinda, bagaimana dengan lukisannya? sudah dikirimkan kah? maaf tidak bisa mengantarmu 🙇♀️
Cika : Anya... kenapa pesanku tidak dibalas! 😑
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Cika : .
Bersambung...
__ADS_1