Melt [BELUM REVISI]

Melt [BELUM REVISI]
Pertengkaran


__ADS_3

“Apa yang mereka lakukan?” Tanya Ali yang memperhatikan Cika dan Nanami yang berjuang dari ombak yang terus berdatangan.


“Mereka?” Gumam Anya dan Hana bersamaan, “Tenggelam!” Lanjut Yuda segera berlari menuju lautan diikuti Ali dan Dinda.


Mereka terus berenang mendekati Nanami dan Cika dipinggiran pantai nyaris ketengah laut.


“Cika!” Ucap Anya mulai panik.


“Tenanglah Yuda pasti akan menyelamatkannya ....” Tutur Raka menenangkan kekasihnya itu.


“Haa... ?! dia membantu Nanami dan membiarkan dirinya tenggelam supaya gadis itu bisa bernafas.” Jelas Adam yang memperhatikan pergerakan Cika ditengah laut.


“Apa?” Tanya Hana merasa tak percaya dengan tindakan Cika.


***


‘Sial... kakiku terlilit tumbuhan air...’ Batinku berusaha mengambil nafas dan kembali tenggelam untuk melepaskan kakiku dari lilitan tumbuhan.


‘Nanami.’ Lanjutku dalam hati saat melihatnya kelelahan, lalu ku paksakan tubuhku untuk menghirup udara dan kembali tenggelam untuk membantunya bernafas, tak lama kemudian mataku menangkap sosok Yuda yang mendekat. Tanpa membuang waktu dia langsung membawa Nanami kedaratan.


‘He?’ Batinku sedikit terkejut dengan tindakannya, dan aku tak bisa menyusulnya karena kakiku masih terlilit. Lalu aku melihat Ali dan Dinda yang menyelam membantuku untuk melepaskan kakiku.


Setelah lama mencoba akhirnya kami berhasil memotong tumbuhan yang melilit kakiku, lalu kami berenang kedaratan. Dan Dinda bersama Ali membantuku berjalan dengan memapahku.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Hana segera mendekatiku, “Kakimu...” Lanjut Anya.


“Aku baik-baik saja, Cuma lecet sedikit...” Ucapku sambil melihat kearah Yuda yang sedang fokus memberikan nafas buatan pada Nanami.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Ali tak didengarkan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Nanami sadarkan diri setelah terbatuk dan mengeluarkan banyak air didalam mulutnya, dan hatiku terasa sakit saat itu. Melihat pria yang ku cintai lebih mencemaskan orang lain daripada kekasihnya sendiri.


Ali pun melepaskan tangannya dan membiarkan Dinda membawaku ke penginapan dan membantuku mengobati kakiku yang terluka akibat terlilit tanaman air itu.


***


“Cika!” Ucap Yuda dan Nanami mengejutkanku, “Terima kasih karena sudah menolongku. Kau membiarkan aku bernafas selagi kakiku keram, dan kau menyelam untuk mengangkat tubuhku,” tutur Nanami, “kakimu.” Lanjutnya terhenti.


“Sudah diobati.” Jawabku sambil menutup mataku yang sejak tadi terbaring disofa penginapan.


“Cika, aku ... aku minta maaf karena tidak menyelamatkanmu dulu.” Jelas Yuda tergagap.


“Biarkan dia istirahat dulu, kau bisa berbicara padanya setelah dia bangun nanti.” Ucap Dinda membuat semua suara yang ku dengar menghilang. Lalu tak lama kemudian aku mendengar sebuah perdebatan didepan penginapan.


“Lagian loe kenapa sih? udah tau Cika itu pacar loe, bukannya loe tolongin dia dulu.” Oceh Anya terdengar kesal.


“Aku melihat Nanami tak berdaya jadi aku langsung membawanya ketepian untuk menghindari hal yang lebih buruk, bagaimana jika sesuatu terjadi padanya saat aku menyelamatkan Cika terlebih dulu?” Jelas Yuda membela dirinya.


“Secara tidak langsung kalian sudah berciuman kan, ini benar-benar gila ... Cika berjuang melepaskan kakinya seorang diri setelah kau pergi membawa Nanami kedaratan dan saat itu ombaknya cukup besar. Untung saja Ali dan Dinda bergerak cepat untuk membantunya, jika tidak dia akan kehabisan tenaga dan tenggelam saat itu juga.” Oceh Hana tak kalah kesalnya.


“Ma–maafkan aku karena sudah merepotkan kalian semua.” Sesal Nanami.


“Sudahlah berhenti bertengkar. Yang penting sekarang Nanami dan Cika baik-baik saja.” Tutur Adam menjadi penengah mereka semua.


***


Ku buka mataku saat mendengar teriakan Hana dan Anya diluar penginapan, lalu ku langkahkan kaki ku menuju beranda penginapan dan duduk disana sambil mengayun-ayunkan kakiku kedepan dan kebelakang. Melihat ekspresi semua orang yang tertawa bahagia, tapi tak ku temukan Yuda dan Nanami dimanapun.


“Mereka bermain kembang api.” Gumamku sambil tersenyum dan merenungkan kejadian sore tadi. Ingatanku terus berputar saat Yuda menyelamatkan Nanami dan berenang menjauhiku, lalu saat dia memberikan nafas buatan dengan ekspresi khawatirnya yang sedikit berlebihan.

__ADS_1


‘Apa Yuda terpaksa berpacaran denganku ya?’ Batinku sambil melihat kelaut lepas dan beralih ke kaki kiriku yang dibalut perban, ‘Tapi tumbuhan itu cukup berbahaya juga ya. Seharusnya ada peringatan jangan berenang disekitar sana ....’ Lanjutku masih dalam hati.


“Cika!” Teriak Anya dan Hana sambil melambaikan kembang apinya kearah ku, lalu Raka merangkul Anya dan tersenyum kearahku. Sedangkan Adam hanya berjongkok memperhatikan Hana diam-diam.


“Ci–cika...” Ucap seseorang dibelakangku mengalihkan perhatianku dari Anya dan yang lainnya, ku lihat Nanami mengambil posisi duduk disebelahku dan membiarkan kakinya menggantung sama sepertiku, karena beranda rumah cukup tinggi.


“Maafkan aku ... aku tidak sadar kalau Yuda sudah melakukan itu padamu ....” Jelasnya membuatku kembali mengalihkan perhatianku kearah Anya dan yang lainnya bermain kembang api dan kejar-kejaran dipinggiran pantai.


“Aku mohon maafkan aku. Bicaralah padaku seperti dulu lagi ....” Lanjutnya sambil terisak.


“Aku hanya tidak mengerti kenapa Yuda melakukannya dihadapanku, dan kenapa harus Yuda?” Ucapku membuatnya terdiam, lalu ku rasakan sentuhan hangat dipunggung tanganku.


“Cika.” Ucap Nanami membuatku sadar dengan perkataanku, “lupakan saja, lagipula dia hanya menyelamatkanmu.” Tuturku sambil bangkit dari posisi duduk ku.


‘Mungkin tak akan ada yang mau melakukannya selain dia.’ Lanjutku dalam hati sambil melihat Dinda dan Ali berlarian mendekati Raka dan yang lainnya. Lalu bergabung bermain kembang api bersama, dan tawaan mereka terdengar sampai kepenginapan.


Saat aku hendak pergi kedalam penginapan dan membalikan tubuhku, ku dapati Yuda berdiri dihadapanku dengan jarak dua langkah dihadapanku.


“Cika.” Bisiknya dengan lembut.


“Aku sudah melupakannya.” Tuturku sambil tersenyum dan berjalan melewatinya, “dengarkan aku dulu.” Ucapnya sambil memegangi tangan kananku dengan erat.


“Saat itu aku melihat Nanami sudah mencapai batasnya jadi aku menolongnya duluan ....” Jelasnya membuatku melepaskan tangannya secara paksa.


“Aku tau, jangan mengulangi penjelasanmu siang tadi.” Tuturku menghentikan penjelasannya dan kembali berjalan meninggalkannya.


“Ku mohon jangan marah padaku.” Ucapnya membuatku terkejut, karena tiba-tiba dia memeluk ku dengan erat dari belakang.


“Berikan aku waktu untuk sendiri dulu Yuda.” Ucapku sambil melepaskannya dan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2