Melt [BELUM REVISI]

Melt [BELUM REVISI]
Kencan


__ADS_3

“Akhirnya weekend juga ....” Gumamku sambil bersiap dengan dress putih lengan pendek dihiasi pola bunga berwana pink, dan rambutku yang di ikat menyisakan poni yang ditata ke samping kiri.


 


“Sayang Yuda datang menjemputmu.” Teriak ibu membuatku segera meraih tas kecil berwarna putih dengan tali rantai dan menyelempangkannya, setelah itu berlari keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


“Kalian akan pergi kencan?” Tanya ibu dibawah tangga sambil memegangi spatula ditangannya, dan celemek yang dikenakannya membuatku segera melihat ke dapur. 


“Ibu sedang masak? awas gosong ....” Tuturku mengingatkannya, “aku akan pulang cepat. Aku pergi dulu.” Lanjutku sambil meraih pintu.


“He ....” Gumam Ibu, “tapi siang ini ibu ada meeting diluar.” Teriaknya tak ku dengarkan.


“Maaf sudah membuatmu menunggu ....” Tuturku saat keluar dari rumah dan berlari keluar gerbang rumah.


“Ti–tidak masalah ... aku juga baru tiba.” Tuturnya tergugup membuatku ikut merasa malu.


“Aneh ya?” Tanyaku sambil melihat dress pendek selutut yang ku kenakan dan sepatu putih yang memperlihatkan punggung kakiku yang mengenakan kaos kaki berwarna putih dengan renda pink.


“Tidak!” Ucapnya spontan membuatku sedikit terkejut, “Ka–kau terlihat lebih cantik mengenakan dress itu.” Lanjutnya sambil memalingkan wajahnya dariku dan menutupi mulutnya dengan punggung tangan kanannya.


“Kau terlalu memuji,” ucapku sambil tersenyum padanya, “sebaiknya kita pergi sekarang.” Lanjutku sambil meraih tangan kanannya dan menggandenganya menuju stasiun.


Entah kenapa aku merasa sangat bahagia bisa jalan bersama Yuda di hari libur, dan kami mengunjungi taman hiburan untuk rencana weekend hari ini. aku juga mengajaknya foto box, lalu berburu makanan dan menikmati pemandangan sore hari di atas bianglala.


“Terima kasih karena mau menemaniku hari ini.” Tuturnya membuat perhatianku beralih padanya dan meninggalkan matahari yang hendak kembali keperaduan.


“Terima kasih juga karena sudah mengajak ku keluar hari ini ....” Tuturku sambil memberinya senyuman, lagi-lagi rona merah diwajahnya membuat mataku tak bisa berpaling darinya.


“Aku mencintaimu ....” Lanjutku spontan membuat matanya melihat mataku dengan tajam.


“Aku tau.” Ucapnya sambil tersenyum meraih wajahku dan mendekatkan wajahnya padaku, membuatku bisa merasakan nafasnya yang terdengar tenang, dan ku raih tangan kirinya yang memegangi wajahku dengan lembutnya.


“Sebaiknya kita pulang sekarang.” Tuturnya sambil melepaskan tangannya dari wajahku dan menggandeng tangan kiriku menuju stasiun.


***


 


Sesampainya distasiun pemberhentian, aku langsung melangkah keluar kereta bersama Yuda. Dan dia juga harus naik kreta lainnya untuk sampai dirumahnya. 


“Pergilah ... aku akan pulang sendiri dari sini.” Tuturku berniat melepaskan genggamanku namun dicegah olehnya.


“Apa maksudmu? mana mungkin aku tega melihatmu pulang sendiri. Biarkan aku mengantarmu pulang.” Jelasnya sambil menatap mataku.


“Ha? ta–tapi ini sudah malam. Kau bisa pulang larut nantinya.” Tuturku berusaha mengingatkannya.


“Ayo.” Ucapnya tak mendengarkanku dan menarik tanganku agar bergegas.


Kamipun berjalan menuju rumahku sambil melihat beberapa bintang yang bersinar cukup terang malam ini, Yuda juga menceritakan kegiatannya di klub musik. dan soal Nanami yang tak menghadiri latihan untuk kompetisi musim panas nanti yang akan diselenggarakan satu minggu lagi.


“Baiklah kita sampai ....” Ucap Yuda melepaskan tanganku saat sampai didepan gerbang rumahku setelah lama berjalan.


“Terima kasih sudah mengantarku pulang.” Tuturku sambil tersenyum padanya.

__ADS_1


“Bukan masalah besar.” Ucapnya sambil menyeringai.


“Kalau begitu aku masuk ya. Yuda pulanglah dan istirahatkan dirimu ....” Tuturku.


“Cika juga istirahatlah ... kalau begitu aku pamit ya. Selamat malam.” Ucapnya sambil melangkah mundur menjauhiku.


“Hati-hati dijalannya ya.” Ucapku sambil melambaikan tangan padanya dan diapun berlalu dari hadapanku, kemudian aku memutuskan untuk masuk kedalam rumah karena udaranya semakin dingin.


Setelah masuk kedalam rumah dan pergi ke kamarku, ku raih handphoneku yang tersimpan di dalam tas kecil yang masih terselempang dipundak ku. Lalu mulai mengetik pesan untuk Yuda yang isinya :


Dear : Yuda


Semangat untuk kompetisi musim panasnya... >///<


Tak lama kemudian aku mendapat balasan darinya


From : Yuda


Ya aku sudah lama menantikannya.


Dear : Yuda


Baguslah...


From : Yuda


Sudah malam, apa kau tidak merasa lelah setelah seharian berlarian kesana kemari untuk menaiki wahana permainan yang kau sukai?


Dear : Yuda


From : Yuda


Ayolah kita baru berpisah di depan rumahmu. Mana mungkin aku sampai di rumah secepat itu. Kau lucu ya Cika :v


Dear : Yuda


Hentikan! >///<


From : Yuda


:v


***


 


Selama liburan sekolah tak ada hal spesial yang ku lakukan bersama dengan Yuda. Karena dia harus fokus pada kompetisinya. Dan ibu juga sempat mengajak ku mengunjungi ayah di London, kami tinggal tiga hari disana. 


Melakukan banyak hal yang membuatku merasakan kehangatan sebuah keluarga. Dan berakhir dalam hari ketiga, ibu mengajak ku kembali ke negara kami. Karena aku juga harus mulai bersiap untuk aktifitas sekolahku yang tinggal beberapa hari lagi.


“Cika! ada Yuda.” Teriak Ibu membuatku bergegas keluar dari kamar dan berlari menuruni anak tangga, benar saja pria itu sedang berdiri didepan pintu sambil tersenyum kepada ibuku yang menyambutnya.


“He? kenapa tidak bilang mau mampir?” Tanyaku berjalan ke arahnya, dan ibu pergi kedapur untuk menyiapkan beberapa camilan dan minuman untuk Yuda.

__ADS_1


“Sebenarnya aku juga tidak ada niatan untuk mampir setelah merayakan kemenangan kompetisi itu dirumah Nanami bersama yang lainnya. tapi saat lihat rumahmu ... aku jadi ingin menemuimu, dan lagi kau baru kembali dari London.” Jelasnya sambil memakai sandal rumah yang disiapkan oleh ibuku.


“He... kalian menang? hebat, selamat ya... tapi bukannya kau bilang finalnya saat masuk sekolah nanti kan?” Ucapku sambil memimpin perjalanan menuju ruang tamu.


“Silahkan duduk ditempat yang kau sukai.” Tuturku mempersilahkan.


“Silahkan dinikmati.” Tutur Ibu yang menyiapkan camilan dan minumannya di atas meja tepat saat kami duduk.


“Terima kasih. Maaf sudah merepotkan ....” Tutur Yuda masih dengan senyumannya itu.


“Tidak apa. Nak Yuda ini kan temannya Cika, teman spesialnya kali ya ....” Goda ibu membuatku malu setengah mati.


“Ibu!” Ucapku segera menghentikannya dan dia hanya tersenyum padaku.


“Baiklah, hari ini ibu akan pergi keluar kota untuk memeriksa butik kita disana. Ibu akan kembali dua tiga harian lagi. Kamu baik-baik ya dirumah, ibu sudah siapkan beberapa camilan untukmu didalam lemari es.” Lanjut ibu sambil berjalan kedapur.


“Heee...??? jadi balik kerja lagi nih?” Tanyaku.


“Kalau ibu gak kerja kita mau makan apa sayang? ibu pamit ya, jaga rumah jadi anak baik selama ibu gak dirumah.” Ocehnya sambil berjalan kearah pintu.


“Ibu... aku bukan anak kecil lagi jadi jangan memperlakukanku seperti anak kecil.” Ocehku merasa kesal.


“Ibumu lucu ya.” Ucap Yuda.


“Ibu pamit.” Teriaknya sambil menutup pintu rumah.


Ku buang nafasku lesu sambil meraih cangkir teh didepanku.


“Lucu darimananya?” Tanyaku pada Yuda.


“Boleh aku pinjam toiletnya ?” Tanya Yuda terlihat menahan sesuatu.


“Ya. Ada didekat pintu masuk.” Jawabku membuatnya bergegas pergi ke toilet.


Tak butuh waktu lama, diapun kembali sambil memegangi kepalanya dan duduk ditempat sebelumnya sambil menyeringai.


“Ada apa?” Tanyaku.


“Aku merasa gugup.” Jawabnya membuatku tersentak.


“Gu–gugup?” Tanyaku.


“Aneh kan?” Jawabnya sambil menyeringai lagi.


“Tidak juga ... jadi bagaimana kalian bisa memenangkan kompetisi itu? dan finalnya?” Tanyaku sangat penasaran.


“Ya. Sejujurnya kami tidak memenangkan peringkat pertama untuk membawa pulang emas. Tapi kami membawa pulang perak, dan acaranya dimajukan pada saat itu, jadi finalnya kemarin ....” Jelasnya sambil menggaruk kepalanya dan meraih cangkir teh dihadapannya.


“Hoo... tapi perak itu, tetap saja keren ....” Ucapku sambil memberikan senyumanku padanya, “Selamat ya” Lanjutku.


“Terima kasih Cika.” Tuturnya membalas senyumanku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2