![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
Setelah berbicara dengan Nanami pagi tadi, dia terlihat murung. Mungkin merasa tidak enak denganku, dan aku pun mulai merasa canggung. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan? menjauhinya atau tetap bersikap biasa saja seolah pagi tadi tak pernah terjadi apapun.
‘Yuda juga semakin hari semakin dekat dengan Nanami ....’ Batinku merasa iri pada gadis itu, ‘Tunggu! bukankah itu berarti mereka saling menyukai? Nanami mengakui perasaanya padaku, dan Yuda juga selalu membicarakan Nanami saat bertukar pesan denganku.’ Lanjutku masih dalam hati.
“Sudahlah ....” Gumamku sambil menatap keluar jendela, berusaha menerima segalanya dan melupakan hal-hal yang membuat konsentrasi belajarku hilang.
Tak lama kemudian bel sekolahpun berdering, semua siswa/i mulai menduduki tempat duduknya masing-masing, dan pelajaranpun dimulai.
Di awali dengan pelajaran sejarah, dan saat aku sedang fokus merangkum. Tiba-tiba saja tangan Yuda memberikan sebuah surat kepadaku, dan saat ku buka aku melihat gambarannya yang, ya bisa dibilang lucu. Lalu ada dua kata yang menarik perhatianku, membuatku tertawa, “Sejarah \= Mengantuk”
“Akhirnya kau tertawa juga.” Bisiknya membuatku refleks melihat kearahnya yang tersenyum kepadaku seperti biasanya.
‘Setelah lama aku tak mendapatkan surat darinya ....’ Batinku sambil memperhatikan kertas ditanganku.
Lalu ku balas suratnya dan diapun tertawa karenanya, sampai akhirnya kami saling bertukar surat saat pelajaran masih berlangsung. Beruntunglah Pak.Budi tidak ada didalam kelas, karena beberapa menit yang lalu dia pergi keluar.
***
Bel istirahatpun berbunyi, semua orang berbondong-bondong pergi ke kantin dan aku pergi keruang kesenian untuk mengambil cat air yang diminta oleh Anya. Lalu mengantarkannya ke kelasnya.
“A–” Ucapku terhenti saat tak menemukannya dimanapun, “Anya dimana ya? apa dia lagi makan siang diatap bersama Raka?” Gumamku bertanya-tanya.
“Permisi,” ucapku kepada seorang gadis yang melihatku didepan pintu kelasnya, kini gadis itu menghampiriku dan menatapku dengan penuh pertanyaan, “boleh titip ini untuk Anya, dia memintaku mengantarkan cat airnya ke kelasnya. Tapi sepertinya dia tidak ada di kelas” Jelasku membuatnya tersenyum.
“Ya, tentu saja. Akan ku berikan padanya saat dia masuk kedalam kelas” Tuturnya sambil menerima cat air dari tanganku.
“Terima kasih” Ucapku membalas senyumannya.
Setelah pergi ke kelas Anya, aku berpapasan dengan Nanami di koridor sekolah, dan dia terlihat tertekan setiap kali berhadapan denganku. Lalu dengan penuh pertimbangan akupun mulai berbicara dengannya, “Nanami ....” Ucapku menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhku kearahnya yang sudah melewatiku.
“Mari kita bersaing dengan adil.” Tuturku sambil tersenyum membuat matanya berbinar dan ikut tersenyum bersamaku.
“Cika.” Gumamnya menahan air mata.
__ADS_1
***
Waktupun berlalu dengan cepat, dan hari ini aku berkunjung kerumah Nanami untuk belajar kelompok bersama. Namun yang kami bicarakan sejak tadi hanyalah tentang Yuda, dan dia benar-benar bersemangat mengenai Yuda.
Tak lama kemudian, aku mendapatkan pesan dari Yuda.
From : Yuda
Cika \(>///<)/
Aku mendapatkan surat cinta dari seseorang, bagaimana ini ? x_x
‘Apa Nanami yang menulis surat itu?’ Batinku terus bertanya-tanya, kemudian aku bangkit dari posisi terduduk ku dan berpamitan dengan Nanami.
“Ada apa? kenapa mendadak pulang? kita belum mulai belajar kan.” Tanya Nanami terlihat bingung.
“Eh itu ... ibuku baru mengirim pesan, katanya aku harus cepat pulang. Mungkin ada hal penting yang harus dibicarakan denganku.” Jawabku sambil tersenyum dan meraih tas sekolahku.
“Terima kasih untuk hari ini, aku pergi ya.” Ucapku sambil tersenyum.
Setelah meninggalkan rumah Nanami, hatiku terus bertanya-tanya kenapa Yuda memberitauku soal surat itu, dan kenapa Nanami tidak menceritakan rencananya padaku? apa karena dia merasa tidak enak lagi padaku? padahal jika dia memberitauku, aku pasti akan mengerti dan mendukungnya.
Tapi sepertinya dia tidak ingin aku mengetahuinya, sebelum dia berhasil berpacaran dengan Yuda. Entah kenapa rasanya sangat sakit, saat aku tau aku kalah darinya. Gadis tercantik didalam kelasku, dan dia disukai banyak pria bahkan dari kelas lain juga. Sedangkan aku hanya gadis biasa dan .... “Kenapa aku membandingkan diriku dengan Nanami?” Gumamku sambil masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarku.
“Eh Cika? sudah pulang ?” Tanya Ibu tak ku perdulikan.
Ku buka pintu kamarku dan menutupnya, lalu berjalan kearah tempat tidurku dan membenamkan wajahku diatas bantal. Kemudian ponselku kembali berdering, dan ku buka pesan masuk dari Yuda setelah mengeluarkan ponselku dari dalam saku celana jeansku.
From : Yuda
Cika ???
Apa aku harus menemuinya diatap besok?
__ADS_1
Aku benar-benar gugup >///<
“Kenapa kau bertanya padaku ?” Gumamku sambil membenamkan wajahku kembali, kemudian ku nyalakan kembali ponselku dan membalas pesan darinya.
Dear : Yuda
Jika kamu merasa penasaran dengannya, kenapa tidak mencoba untuk menemuinya besok?
“Send.” Ucapku sambil menekan tombol Ok, Tak lama kemudian Yuda membalas pesanku.
From : Yuda
Tapi aku tidak tau harus memberinya jawaban apa? dan aku benar-benar gugup sekarang \=_\=
Dear : Yuda
Fighting! :3
Lalu ku matikan ponselku, dan mulai belajar untuk besok. Karena besok akan ada kuis dadakan, dan pak.Handoko tak kenal ampun pada siswa/i yang mendapat nilai rendah. Dia akan langsung memberikan remedial dihari itu juga, tentunya saat sekolah sudah berakhir.
Satu jam kemudian...
“Percuma,” Ucapku dengan nada mengeluh, “yang ada dalam otak ku hanya soal Yuda dan Nanami.” Lanjutku sambil memainkan pensil ditanganku dan menatap kosong kedalam lembar buku catatanku.
“Sepertinya memang harus cari suasana baru dulu, bikin lemon tea dulu deh ....” Ucapku sambil bergegas pergi ke dapur, dan kembali ke kamar dengan memabawa gelas berisi lemon tea yang sudah ku buat.
“Selanjutnya, mari kita belajar Cika. Semangat!!” Ucapku lagi berusaha menyemangati diriku sendiri, dan mulai fokus pada pelajaranku.
Bersambung...
__ADS_1