![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
“Selesai, Akhirnya selesai!!” Ucapku merasa puas dengan lukisan yang baru saja aku selesaikan. Tema pertama untuk kompetisi kali ini adalah keindahan alam, jadi aku melukis pemandangan yang sangat berkesan untuk ku.
‘Pantai ....’ Batinku masih menatap lukisanku, dan mengingat kejadian saat aku bersama teman-temanku berlibur kepantai dan bersenang-senang disana, meski ada kenangan pahit yang tak ingin ku ingat. Tapi akhirnya aku berhasil menyelesaikan lukisanku.
Terdengar suara dering handphone ku, dengan cepat aku meraihnya dan mengangkat panggilan yang masuk. Tapi sebelumnya aku mendapati nama Dinda dilayar handphone ku.
“Hallo Cika!” Ucapnya memulai pembicaraan.
“Ya?” Jawabku.
“Bagaimana? apa kau menyelesaikannya tepat waktu?” Tanya Dinda begitu bersemangat.
“Ya, aku baru saja menyelesaikannya.” Jawabku sambil tersenyum lega.
“Syukurlah, kalau begitu kita janjian di stasiun dan pergi menyerahkan lukisan kita.” Tutur Dinda.
“Ya, aku akan segera bersiap.” Jawabku.
“Kalau begitu sampai nanti.” Ucap Dinda mengakhiri telponya.
“Akhirnya aku bisa melewatinya, ku pikir aku tidak bisa menyelesaikan lukisanku selama dua hari. Tapi sepertinya aku berhasil menyelesaikannya.” Gumamku sambil melihat kearah lukisanku.
***
Setelah menempuh perjalanan panjang, aku dan Dinda datang ke sekolah pada jam istirahat pertama, tentu saja dihari sebelumnya kami meminta izin terlebih dahulu kepada guru yang bersangkutan.
“Hee... ku kira kau membolos.” Ucap Anya yang menghampiriku.
“Anya!!” Ucapku dengan penekanan, “jangan bilang kau tidak membaca pesan Line ku?!” Lanjutku membuatnya memasang ekspresi anehnya.
“Ya–yah itu... aku–aku ....” Tuturnya gelagapan.
“Sudah ku duga,” ucapku sambil melihat layar handphoneku, “kau tidak membacanya?” Lanjutku membuatnya terkejut.
“Ma–maafkan aku, aku tidak sempat membuka handphoneku karena aku juga kesiangan.” Jelasnya sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya yang menghalangi wajahnya.
“Huft... dasar Anya.” Gumamku sambil menghela nafas.
__ADS_1
Tak lama kemudian bel masuk pun berdering membuat semua orang bergegas masuk kedalam kelasnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya.
‘Hari ini sangat melelahkan.’ Batinku saat melihat Pak.Handoko memasuki kelas.
***
Waktupun berlalu dengan cepat, dan lelah yang ku rasakan semakin terasa, rasanya benar-benar membuatku ingin segera rebahan diatas tempat tidurku. Tapi sebelumnya aku harus melalui perjalanan panjang menuju rumahku, dan entah kenapa kali ini aku merasa perjalanannya akan menjadi lebih lama dari biasanya. Mungkin karena saat ini aku sedang dalam kondisi buruk ku.
‘Pagi tadi aku gak sempat sarapan, datang ke sekolah disaat istirahat dan masih gak sempat makan, istirahat ke dua Cuma makan roti isi dan teh kotak karena uangnya habis dipakai ongkos pulang pergi kebalai kota, sekarang aku benar-benar lelah dan... lapar.’ Batinku
“Sudah jam segini, aku harus pulang.” Ucap Anya saat melihat waktu menunjukan pukul enam sore.
“Benar juga!” Gumamku menyetujui ucapanya itu.
“Ngomong-ngomong si Raka dimana ya? katanya mau nganterin pulang. Tapi kok blom nongol juga? gak biasanya dia telat ....” Ucap Anya mengoceh sambil keluar dari ruang klub kesenian dan aku hanya bisa mengikutinya dari belakang.
Tak lama kemudian kami berpapasan dengan Raka, Yuda dan Nanami, mereka baru selesai mengikuti kegiatan klub musik.
“Kalian belum pulang?” Tanya Nanami sambil tersenyum.
“Hee... jadi Anya menunggu Raka ya ....” Goda Nanami membuat Anya salah tingkah.
“Kau mau pulang?” Tanya Yuda padaku sambil memegangi kepalaku.
“Ya.” Angguk ku sambil tersenyum untuk menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya. Entah kenapa aku masih kesal padanya yang semakin menjauh dariku. Dan saat ini dia juga bersama dengan Nanami.
“Kalau begitu kita pergi sekarang.” Ucap Yuda sambil menggandeng tanganku, membuatku terkejut setengah mati.
‘Yuda ....’ Batinku sambil memperhatikan dirinya, ‘Kenapa dia harus ngintilin sih? aku tau arah rumah kami itu searah, tapi gak usah ngikutin juga’ Lanjutku masih dalam hati melihat kearah Nanami yang berjalan disamping Yuda. Sedangkan Raka dan Anya pergi kearah berlawanan. Sepertinya mereka berniat mampir kesuatu tempat terlebih dulu sebelum pulang.
***
“Ada apa Cika?” Tanya Yuda yang menyadari perubahan ekspresi kekasihnya itu.
“Tidak ada. Bagaimana tadi kegiatan diklub musik? apa ada hal yang menarik?” Jawab gadis itu mengalihkan pembicaraannya.
“Hal menariknya Yuda tidak bisa fokus bermain musik, dia selalu saja melamun jika tidak diajak bicara, Hhaha...” Jelas Nanami sambil tertawa kecil.
__ADS_1
“Apa yang kau pikirkan? apa ada hal yang mengganggumu sampai tidak bisa fokus bermain musik?” Tanya Cika sambil melihat wajah Yuda yang berjalan disampingnya masih menggandeng tangannya.
“Itu... Entahlah, aku juga tidak tau ....” Jawabnya sambil memaksakan untuk tersenyum.
“Belakangan ini sulit sekali menemuimu, apa Yuda sedang menghindariku?” Tutur Cika membuat pria itu salah tingkah.
“Dia sibuk mengikuti kelas perbaikan untuk memperbaiki nilai-nilainya yang belum sempat diperbaiki dismester sebelumnya.” Jawab Nanami mewakili teman satu klubnya itu.
“He? jadi kau ikut kelas perbaikan? kenapa tidak pernah bilang? kan aku bisa menunggumu sampai selesai, jadi kita bisa sering pulang bersama seperti ini.” Tutur Cika merasa tak enak kepada kekasihnya itu.
“Tak apa. Lagipula hari ini kelas perbaikan ku sudah selesai, jadi kita bisa pulang bersama seperti sebelum-sebelumnya.” Ucap Yuda sambil memegangi kepala Cika.
“Weekend nanti kita jalan-jalan yuk. Sudah lama kita tidak pergi keluar, enaknya kita pergi kemana ya?” Tutur Cika kembali bersemangat.
“Sebenarnya weekend nanti kami ada latihan untuk festival sekolah tahun ini.” Jawab Nanami.
“Heee... benarkah? kalian sudah mempersiapkan segalanya sejauh ini? keren, kalau begitu aku akan datang melihat dan membawakanmu makanan, aku juga akan membuatkannya untuk Nanami.” Tutur Cika masih bersemangat.
“Terima kasih.” Ucap Yuda sambil tersenyum.
‘Padahal aku sedang kesal padanya, kenapa dia harus menunjukan ekspresi seperti itu?’ Batin Cika tak bisa berpaling dari tatapan mata Yuda.
“Jadi bagaimana dengan kompetisi lukisnya? ku dengar Cika ikut kompetisi itu dan pagi tadi pergi ke balai kota bersama dengan Dinda.” Tutur Yuda bertanya.
“Kami mendengarnya dari Ayumi.” Lanjut Nanami.
“Pengumumannya akan diberikan lusa nanti ....” Tutur Cika sambil melihat langkah kakinya, “Ah ia, Yuda diacara festival olahraga nanti. Kamu ikut lomba apa?” Lanjut gadis itu bertanya.
“Yuda ikut lomba sepak bola, basket dan estafet.” Jawab Nanami begitu antusias.
‘Padahal aku nanyanya sama Yuda.’ Batinku merasa kesal.
“Yah sebenarnya aku dipaksa oleh ketua kelas, jadi aku terpaksa ikut. Padahal aku sudah ikut lomba sepak bola, tapi dia memintaku untuk ikut lomba basket dan estafet juga.” Jelasnya sambil menggaruk tengkuknya.
“Hemh ....” Gumamku.
Bersambung...
__ADS_1