Melt [BELUM REVISI]

Melt [BELUM REVISI]
17:15 Pm.


__ADS_3

Setelah anginnya mulai berhembus lambat, Yuda pun membuka matanya dan menurunkan tangannya bersamaan dengan suara pintu yang tertutup.


Kini mata pria itu membelalak terkejut, pandangannya lurus kedepan dan tak bisa berkedip untuk sesaat, tubuhnya mematung ditempat dan mulutnya kelu tak bisa digerakan.


'A–apa yang terjadi?' Batin Yuda saat melihat sosok wanita yang sejak lama dinantikannya, tersenyum hangat kearahnya dengan tatapan yang tak kalah hangatnya.


"Aku kembali Yuda." Ucap wanita itu membuat pria itu tersadar dari lamunannya.


"Ci–ka ... Cika!" Gumam Yuda memaksakan kakinya untuk melangkah mendekati wanita itu, "Kau ...." Lanjutnya segera meraih tubuh wanita itu dan memeluknya dengan erat.


"Cika ... Ini bukan mimpi kan? Kau benar-benar Cika kan? Aku benar-benar merindukanmu Cika." Tutur Yuda masih memeluk Cika dengan mata berkaca-kacanya.


"Maafkan aku karena tidak mengatakan apapun soal kepindahanku ...." Jelas Cika dihentikan oleh Yuda.


"Maafkan aku. Seharusnya aku menyadari semuanya, maafkan aku karena sudah menyakitimu, Aku ... Aku–" Tutur Yuda sambil melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Cika dengan matanya yang menatap tajam kedalam mata Cika, "... aku sangat merindukanmu." Lanjutnya mengecilkan suaranya sambil menundukan kepalanya.


"Aku tau," ucap Cika sambil tersenyum membuat Yuda terkejut dan sekali lagi dia menatap mata Cika yang penuh dengan kehangatan, "itulah kenapa aku memutuskan untuk kembali." Lanjutnya sambil memeluk Yuda.


"Aku juga sangat merindukanmu Yuda. dan Nanami terus memintaku untuk kembali, tapi semuanya tidak berjalan dengan mulus ... berkali-kali aku berpikir untuk menyerah. tapi Anya terus mendorongku sampai aku bisa berada disini, dihadapanmu." Jelas Cika membuat Yuda mengeratkan kembali pelukannya.


"Tinggalah Cika ...," bisik Yuda membuat wanita itu terperajat, "tetaplah berada disampingku, hiduplah bersamaku!" Lanjutnya membuat Cika tak kuasa menahan tangisnya.


***


Hari ini aku memutuskan untuk bertemu kembali dengan Yuda, setelah meninggalkannya selama tujuh tahun. Aku juga sudah mengurus semua kepindahanku, sekali lagi ... sekali lagi aku akan tinggal dikota kelahiranku.


Selama tujuh tahun ini aku selalu bertukar pesan dengan Anya, Hana dan Nanami. mereka terus memberitauku soal Yuda. dan karena mereka, aku jadi sangat merindukannya.


Aku akan bertemu dengannya diatap sekolah sesuai dengan rencana kejutan ulang tahun Yuda yang direncanakan oleh Anya dan yang lainnya.


Lalu saat aku melihatnya terkejut dengan kehadiranku, aku benar-benar ingin memeluknya. namun lankahku kalah cepat darinya, dan dia benar-benar memeluk ku dengan erat. seolah-olah tak akan membiarkanku pergi jauh lagi.


"Tinggalah Cika ...," bisik Yuda membuatku terperajat, "tetaplah berada disampingku, hiduplah bersamaku Cika!" Lanjutnya membuatku tak kuasa menahan tangisku, untuk pertama kalinya aku menangis bahagia karena ucapannya yang membuat hatiku meleleh.


"Aku akan terus mencintaimu seumur hidupku, aku ...." Bisiknya segera ku hentikan dengan melepaskan pelukannya.


"Aku juga mencintaimu Yuda ... perasaanku belum berubah sejak aku memutuskanmu saat itu." Tuturku sambil mengapus air mataku dan tersenyum kearahnya, lalu pria itupun membalas senyumanku, dan tatapan teduhnya benar-benar membuatku tenang.

__ADS_1


"Jadi kalian sudah bertemu nih?" Teriak Hana membuka pintu mengejutkanku.


"Cika." Ucap Nanami sambil tersenyum.


"Kalian baikannya lama juga ya ...." Ejek Ali mengikuti Nanami dari belakang.


"Yah tujuh tahun ... sangat lama." Lanjut Raka sambil menggandeng Anya.


"Jadi bagaimana?" Tanya Adam membuat semua orang melihat kearahnya begitupun denganku.


"Ah ...." Ucap Raka yang terlihat mengerti dengan maksud Adam, lalu pria itu mendekati Yuda dan memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah ketangannya.


"Wiih..." Ucap Anya dan Hana bersamaan.


"He?" Gumamku masih tak mengerti dengan situasiku saat ini.


Setelah berbincang sebentar dengan Raka, kini Yuda kembali berjalan mendekatiku dan bersimpuh dengan salah satu kakinya dihadapanku sambil beraih tangan kananku, "Cika ...." Ucapnya membuat jantungku berdegup kencang.


"Yu–yuda? apa yang kau lakukan?" Tanyaku tergugup.


'He? pertanyaannya berubah menjadi ... terdengar seperti sebuah permintaan? tatapannya berubah menjadi sangat lembut dan tulus ....' Batinku yang masih memperhatikannya.


"Terima! terima! terima!" Ucap Anya, Hana dan Nanami begitu bersemangat. dan ku lihat senyuman diwajah Adam, Raka dan juga Ali.


"Cika?" Tanya Hana.


"Cika!" Lanjut Anya sambil mengangguk seolah mendukungku.


"A–aku ...." Ucapku benar-benar gugup, lalu ku tarik napasku sedalam mungkin dan menghembuskannya secara perlahan untuk menenangkan diriku.


"Sudah ku duga, sepertinya aku tidak bisa ...." Ucapku membuat suasananya berubah, raut wajah Yuda pun berubah.


"Jadi ...." Ucap Yuda sambil melepaskan tanganku dan kembali berdiri tegap dihadapanku, dengan cepat aku memeluk tubuhnya dan mengatakan jawabanku lagi.


"Aku tidak bisa, tidak bisa menolakmu Yuda! aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu lagi ...." Jelasku membuat Anya dan Hana tertawa kegirangan, dan Nanami bersama yang lainnya hanya bisa tersenyum bahagia.


"Cika kau membuatku takut!" Ucap Anya menepuk bahuku dan Hana melompat kedalam pelukanku saat Yuda baru melepaskan pelukanya.

__ADS_1


"Cika! Cika, aku turut bahagia untuk kalian." Tutur Hana masih memeluk ku, dan saat itu Yuda langsung menyematkan cincin dijari manisku saat Hana masih memeluk ku.


"Haah... aku mulai merasa lapar sekarang." Ucap Ali membuat semua orang tersadar.


"Tunggu, kita belum mengatakannya," ucap Anya membuat semua orang saling melempar pandangan dan menganggukan kepalanya, "1 2 ... 3!" Lanjutnya memberikan aba-aba, dan saat itu aku langsung menyadarinya.


"Selamat Ulang Tahun Yuda!" Ucapku bersamaan dengan mereka, dan Yuda pun tak bisa berkutik untuk beberapa saat karena merasa terkejut, namun senyumannya mulai mengembang.


"Yosh... mari makan!!" Teriak Ali tak sabar.


"Ngomong-ngomong, selamat ya untuk pertunanganmu dengan Raka." Ucapku sambil menepuk bahu Anya, lalu gadis itupun langsung mencubit pipiku tanpa ampun, "A–anya... aku memberimu selamat loh ... Anya, Sakit tau! lepaskan aku!" Lanjutku merengek meminta dilepaskan. sedangkan yang lainnya masih sibuk mempersiapkan makanannya.


"Ini hukuman untukmu karena pergi diam-diam!" Jelas Anya sambil melepaskan tangannya dari wajahku, dan sekarang aku melihat senyuman diwajahnya. sahabatku ini benar-benar cantik saat sedang jatuh cinta.


"Selamat datang kembali Cika!" Ucap Yuda bersamaan dengan yang lainnya membuatku terkejut.


"He?" Gumamku membuat mereka semua tersenyum hangat padaku, dan tanpa sadar akupun ikut tersenyum saat melihat ekspresi mereka.


Kemudian ku langkahkan kakiku mendekati mereka, mengikuti langkah Anya dari belakang.


"Itu punyaku oiii!! berikan padaku!" Teriak Hana kepada Ali yang sibuk berlarian mengamankan makannya, "balikin woii!!" Lanjutnya mulai mengejar pria itu.


"Mereka itu benar-benar tidak berubah ya ...." Gumamku saat melihat keributan dihadapanku.


"Kau benar." Ucap Yuda sambil meraih kepalaku dan mengelusnya dengan lembut dan tersenyum hangat.


'Perjalananku masih berlanjut... kali ini aku akan berjalan bersama Yuda ....' Batinku merasa begitu bahagia.


Saat ini waktupun menunjukan pukul 17:15 Pm. waktu yang sangat berharga bagiku.


.......


.......


.......


...~End~...

__ADS_1


__ADS_2