![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
Pagi ini kami berencana pulang dan Anya bersamaku sedang menunggu yang lainnya diberanda penginapan.
“Kami datang.” Ucap Hana diikuti Adam dan yang lainnya.
“Bagaimana kakimu?” Tanya Dinda padaku, “Lebih baik dari kemarin” Jawabku sambil tersenyum.
“Syukurlah.” Gumamnya.
“Ah ia aku lupa mengatakan terima kasih padamu dan Ali kemarin. Terima kasih karena kalian sudah menyelamatkanku, membantuku melepaskan kakiku dari lilitan tanaman air itu.” Tuturku pada mereka berdua.
“Sama-sama.” Ucap mereka bersamaan, “Aku senang kau baik-baik saja.” Lanjut Ali sambil menggaruk kepalanya.
“Jadi?” Tanya Hana, “kita pulang?” Lanjutnya sambil tersenyum.
“Tentu saja. Setelah itu kita janjian ditempat festival ya.” Jawab Anya begitu bersemangat.
Kamipun bergegas naik bis yang membawa kami menuju stasius. sesampainya distasiun, kami menunggu kedatangan kereta selama lima belas menit, tak lama kemudian keretapun tiba dan kami masuk kedalamnya.
Kali ini aku duduk disamping Anya dan Dinda, sedangkan Hana duduk bersama Nanami dihadapanku. Lalu para pria duduk disebrang tempat duduk kami. Ku lihat raut wajah Yuda yang murung sejak kemarin malam. Dan dia tidak ikut berbincang bersama teman-temannya, sedangkan Ali begitu bersemangat bersama Raka. Membahas soal permainanya malam tadi.
“Mau?” Tanya Anya sambil memberikan camilan ketanganku.
“Terima kasih.” Jawabku menerimanya dengan senang hati.
“Nanti malam kalian mau pakai pakaian apa?” Tanya Hana sambil mengunyah makanan dimulutnya.
“Entahlah.” Jawab Dinda sambil memainkan handphonenya.
“Bagaimana kalau Yukata?” Tanya Anya begitu antusias
“Kau mau bercosplay? itukan baju adat jepang.” Ucap Hana.
“Apa salahnya kan? kita juga bisa jadi pusat perhatian nantinya.” Jelas Anya.
“Yah tapi itu bagus untuk yang memiliki kekasih.” Ejek Hana membuat Anya kesal, “Apa ? memang benar kan? lagian kalau yang gak punya kekasih pakai yukata, trus tiba-tiba jatuh karena tersandung saat berjalan. Siapa yang akan membantunya? akan sangat merepotkan.” Jelasnya dengan nada malasnya.
“Kalau kau mau memakainya, nanti aku temani.” Goda Dinda kepada Hana, membuat wajahnya merona. Dan saat itu kami langsung tertawa melihat reaksinya yang berlebihan.
“Jadi kalian punya pakaian seperti itu juga.” Gumamku sambil menghentikan tawaku.
“Aku membelinya di online shop sih.” Jawab Anya.
“Yah, kalau Nanami lain lagi ceritanya.” Lanjut Hana.
Nanami memang berasal dari Jepang, dan dia menetap di negri ini untuk waktu lama. Mungkin untuk selamanya. Karena keluarganya memiliki perusahaan besar disini, dan dia kembali ke Jepang hanya untuk liburan saja, dan mengunjungi neneknya disana. Nanami pernah cerita soal keluarganya sekali padaku. Jadi aku tau kalau dia memang berasal dari Jepang.
***
“Kalau begitu sampai nanti.” Ucap Nanami sambil melambaikan tangan kepada yang lainnya dan aku hanya tersenyum kepada mereka, lalu berjalan bersama Nanami menuju perjalanan pulang.
“Cika?” Tanyanya.
“Aku baik-baik saja.” Jawabku.
__ADS_1
“Kau masih marah padaku?” Tanyanya.
“Tidak.” Jawabku.
“Sepertinya kau masih marah.” Tuturnya.
“Aku duluan ya.” Lanjutku saat sampai didepan rumahku dan meninggalkannya begitu saja.
Sesampainya dirumah, aku langsung membersihkan isi tas ku dan memasukan semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci lalu menjemurnya. Dan pergi ke kamarku untuk beristirahat sebentar, sebelum pergi ke acara festival.
“Ada pesan ....” Gumamku saat melihat layar handphoneku. Dan ada tiga pesan masuk disana, dari Nanami dan Yuda, lalu pesan grup. Dengan cepat aku membaca pesan grup itu, ku lihat mereka sudah memulai pembicaraan saat kami berpisah distasiun tadi.
Anya : Pukul lima tepat ya di jembatan festival 😁
Hana : Baik (*^*b)
Dinda : Aku tidak sabar menantikannya ☺️
Adam : Dasar kalian –,–
Ali : Mereka bersemangat sekali ya 😂
Anya : Jangan terlambat lagi seperti kemarin! 😬
Ali : Kami datang tepat waktu ko 😌
Hana : Mana ada? kalian telat 15 menit tau 😒
Raka : Sorry 😙
Dinda : Mereka mulai lagi 😅
Ali : Bucin emang 😒
Anya : Berisik kalian! 😠
Adam : Dia marah 😌
“Mereka ini benar-benar akrab ya.” Gumamku sambil tersenyum, lalu ku lihat jam dinding sudah menunjukan pukul empat sore, dengan cepat aku pergi mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke acara festival.
Setelah selesai mandi, aku bersiap dengan dres lengan pendek berwarna biru muda selutut dan menutupnya dengan jaket biru tua dengan dua garis hitam dilengan kirinya, lalu ku kenakan sepatuku yang berwarna putih setelah mengikat satu rambutku.
“Sudah sepanjang ini ya ....” Gumamku saat melihat rambutku tumbuh dengan cepat.
Ku dengar dering ponselku yang terus bersuara, dengan cepat aku mengambilnya dan melihat pesan grup yang ku terima.
Anya : Kalian dimana?
Nanami : Sebentar lagi aku sampai, dijembatan kan?
Hana : Aku dibelakangmu 😁
Dinda : Wah kau cantik mengenakan Yukata ya Hana 😍
__ADS_1
Anya : Cute ☺️
Hana : Berisik 😖
Raka : Kau juga cantik Anya 😘
Ali : (@_@)
Nanami : Aku melihat kalian 😊
Dengan cepat aku meraih tas kecilku dan menyelempangkannya, lalu berlari keluar rumah menuju tempat festival.
Dinda : Kau dimana Cika?
Ali : Yuda kau juga dimana?
Anya : Apa kalian pergi bersama? 😃
Hana : Good job Cika (*^*b)
Raka : Semoga berhasil Yuda 😗
Nanami : 😊
Anya : Bisakah kalian cepat? kakiku sudah pegal berdiri sejak tadi 😭
Cika : Maafkan aku... 😭 . tadi aku ketiduran
Dinda : Ya ampun @o@
Cika : Sebentar lagi aku sampai...
Raka : Cika, Yuda baru tiba. Kau dimana? ku kira kalian pergi bersama.
Cika : Aku masih berjalan kearah sana, aku sudah melihat kalian.
“Maaf aku terlambat,” ucapku sangat menyesal, namun tak satupun dari mereka menggubris ucapanku, “a–ada apa?” Lanjutku bertanya saat melihat mereka tak berkedip melihat penampilanku.
“Ti–tidak ada.” Jawab Ali dan Adam bersamaan sambil memalingkan wajahnya dariku.
“Kenapa kau tidak memakai Yukata?” Tanya Anya sambil memegangi kedua bahuku dengan ekspresi kecewanya.
“He? me–memangnya kita sudah janjian mengenakannya?” Tanyaku tergagap menahan malu.
“Curang. Hanya kau yang tidak memakainya ....” Rengek Hana.
“Ha-haha... Maaf maaf aku tidak tau kau menantikannya.” Tawaku sedikit memaksa.
“Sudahlah. Ayo kita berkeliling!” Ucap Raka sambil meraih tangan Anya dan menggandengnya, lalu Hana menggeret Adam.
“Kita mau apa sekarang? mencari makanan atau bermain dulu.” Tanya Dinda sambil tersenyum dan berjalan disamping Ali.
“Terserah kalian saja.” Jawabku sambil membalas senyumannya itu.
__ADS_1
Bersambung...