![Melt [BELUM REVISI]](https://asset.asean.biz.id/melt--belum-revisi-.webp)
Dua hari kemudian, acara festival olahraga akan dimulai hari ini. semua orang sangat sibuk dan bersemangat untuk melakukan pertandingan mereka. Menunjukan kemampuan mereka dan bersaing untuk menjadi sang juara.
Sementara itu dikediaman Yuda...
“Sayang ada paket untuk mu, ibu simpan dikamarmu ya.” Teriak seorang wanita.
“Ya!” Teriak Yuda yang sedang mandi.
Tak lama kemudian pria itu mengusaikan mandinya dan bergegas menuju kamarnya setelah mengeringkan rambutnya.
“Festivalnya hari ini ya, aku harus bergegas ....” Gumamnya sambil bersiap-siap dengan seragam sekolahnya.
Setelah selesai bersiap-siap, Yuda pun bergegas mengambil kotak bekalnya yang dia minta dari ibunya untuk mengisi energinya sebelum pertandingan dimulai. Karena mulai sekarang, tak akan ada lagi yang akan membuatkanya bekal.
“Bu Yuda pergi sekarang ya!” Teriak pria itu dengan terburu-buru.
“Heee? sarapannya?!” Teriak wanita itu saat melihat putranya terburu-buru.
“Nanti saja disekolah.” Teriak Yuda sambil berlari.
‘Hari itu aku dengar dia masih kesekolah dan melakukan kegiatan melukis di klubnya, tapi Hana bilang Cika pulang lebih cepat karena sakit, dan sejak hari itu aku tak pernah bertemu dengannya lagi. Apa dia demam ya? padahal aku ingin meluruskan semuanya ....’ Batin Yuda bertanya-tanya.
Disisi lain...
“Jadi besok ya ....” Gumam Adam menyadari hari ulang tahun sahabatnya.
“Bagaimana dengan kejutanya?” Tanya Hana begitu bersemangat.
“Tentu saja kita akan memberikannya, begini rencananya ....” Jelas Ali tanpa basa-basi langsung menjelaskan rencananya, membuat semua teman-temannya tak bisa berkutik, “Ada apa? kenapa kalian tidak berbicara?” Lanjutnya bertanya-tanya.
“I–itu... aku hanya merasa heran saja pada kalian berdua. Bukankah Anya dan Ali masih marah pada Yuda? tapi kalian masih mau memberikan kejutan padanya, rasanya ....” Jelas Hana segera dihentikan oleh Anya.
“Semua itu karena Cika, jika bukan karena dia yang memintaku. Aku tidak akan mau melakukannya.” Jelas Anya.
“Ngomong-ngomong, apa dia baik-baik saja ya?” Tanya Hana membuat semua orang melihat kearahnya, “Ma–maksudku ituloh, dia belum masuk sekolah lagi. Dan hari itu dia pulang cepat karena sakit, apa sakitnya sangat parah sampai dia izin selama ini? dan lagi aku khawatir dengan perlombaan kita hari ini. pagi ini dia harus membantu tim voly dan ikut serta dalam lari maraton kan?” Lanjut Hana menjelaskan.
“Hee... aku melupakannya, bagaimana ini? sekarang sudah jam tujuh, sebentar lagi acaranya dimulai, kita harus mencari penggantinya untuk berjaga-jaga, ta–tapi siapa?” Oceh Anya terlihat panik.
“Po–pokoknya untuk besok, kita lakukan seperti rencana dan sekarang kita fokus dulu dalam perlombaannya!” Jelas Ali ikut tergugup karena kepanikan Anya.
__ADS_1
“Kenapa kau ikut gugup juga?” Gumam Raka merasa heran dengan sifat Ali.
“Sudah sudah biarkan saja dia.” Ucap Adam sambil menepuk bahu Raka.
***
Setelah melakukan pertandingan dan berhasil lolos ke babak selanjutnya, bel istirahatpun berdering membuat semua siswa/i bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.
“Yuda!” Ucap Raka yang bertemu dengan sahabatnya dikoridor dan berjalan disamping pria itu.
“Raka?” Gumam Yuda tak menghentikan langkahnya.
“Bagaimana dengan Cika? apa kalian sudah baikan?” Tanya Raka tanpa basa-basi.
“Tidak akan semudah itu,” jawab Yuda terlihat murung, “ngomong-ngomong aku tidak melihatnya akhir-akhir ini, apa hari ini dia masuk sekolah?” Lanjutnya bertanya.
“Tidak, dia belum masuk sekolah lagi sejak hari itu.” Jawab Raka.
“Sepertinya sakitnya parah ....” Gumam Yuda sambil melihat langkah kakinya, ‘Atau mungkin dia menghindariku?’ Lanjutnya dalam hati.
“Terus bagaimana hubunganmu dengan Ali dan Anya?” Tanya Raka mengalihkan pembicaraan.
“Berusahalah untuk berbaikan dengan mereka. Mereka juga temanmu kan?” Tutur Raka sambil tersenyum kepada Yuda, berusaha untuk menghibur pria itu.
“Jangan menghiburku seperti itu. Aku tidak membawa uang lebih hari ini, jadi jangan berharap aku akan mentraktirmu.” Tutur Yuda sambil menyikut pinggang Raka membuat sahabatnya meringis kesakitan lalu tertawa bersamaan dengan Yuda.
Disisi lain...
“Akhirnya kita berhasil masuk kebabak selanjutnya. Kali ini kita juga harus memenangkannya dan masuk ke final besok!” Teriak Hana berusaha menyemangati Anya dan yang lainnya.
“Lawan kita cukup berat loh ....” Gumam Anya saat melihat selembaran ditangannya.
“Geh, kita langsung berhadapan dengan klub voly nya langsung ya?” Tutur Hana ikut memperhatikan kertas ditangan Anya.
“Meski tim voly mereka hanya tiga orang, tetap saja mereka anggota klub voly. Akan susah melawannya. Beruntunglah ada peraturan yang melarang kelas lain untuk bekerja sama dalam festival kali ini. jika peraturan tahun kemarin masih berlaku, maka kita sudah kalah diawal.” Jelas Anya membuat wajah Hana pucat.
“Jangan membuatku takut!” Teriak Hana sambil mencubit wajah Anya.
“Aduh, sakit!” Ucap Anya berusaha melepaskan tangan Hana, 'Dan pada akhirnya Cika tidak datang ....' Lanjutnya dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara bel berdering kembali, menandakan waktu istirahat telah usai. Dan mereka semua segera pergi ketempat perlombaannya masing-masing.
***
“Mereka pasti sedang berjuang untuk menjadi juara ....” Gumam Cika sambil menutup pintu mobil dan berdiri menikmati hembusan angin.
“Ayo Cika.” Ucap ibunya membuat gadis itu bergegas masuk kebandara mengikuti langkah wanita itu.
‘Sebaiknya aku mengirimkan pesan perpisahan pada mereka semua, dan semoga kejutan untuk Yuda besok bisa berhasil ... dan lagi, apa Yuda sudah membuka paketnya? semoga saja sudah ....’ Batin Cika bertanya-tanya.
“Kita akan berangkat lima belas menit lagi.” Tutur Ibunya Cika tak mendapatkan respon dari putrinya itu.
‘Aku jadi merasa bersalah pada Anya, dia pasti akan marah padaku. Maafkan aku Anya, Sebaiknya aku mengirimkan email kepada Anya dan yang lainnya ....’ Batinku sambil membuka heandphoneku dan mulai mengetik pesan untuk mereka.
“Kenapa aku membuat pesan untuk Yuda dulu? harusnya aku membuat pesan untuk Anya dan Hana dulu!” Gumamku berusaha untuk menahan air mataku yang hampir menetes, “Ya sudahlah, tinggal aku kirim dan membuat yang baru untuk mereka.” Lanjutku sambil menghapus air mataku yang sempat menetes saat mengedipkan mataku, dan tangan kananku langsung menekan tombol ok untuk mengirim pesannya.
***
“Dengan begini besok kita bisa melakukan pertandingan terakhir dan bisa menjadi juaranya!” Teriak Ali begitu bersemangat membuat teman-temannya ikut bersemangat.
“Jadi kau masuk final juga ya?” Tutur Adam mengejutkan Ali.
“Ya!” Jawabnya begitu bersemangat.
“Kalau begitu kami duluan ya.” Ucap salah seorang temannya Ali.
“Ya.” Ucap Ali sambil tersenyum kepada mereka, dan merekapun bergegas pergi menuju kelasnya meninggalkan Ali dengan Adam dipinggir lapangan.
“Jadi ada perlu apa repot-repot menemuiku?” Tanya Ali melihat kearah Adam.
“Kau cepat tanggap juga ya,” sindir Adam sambil menggaruk tengkuknya dengan tangan kanannya, “ini soal kejutan ulang tahun untuknya ....” Lanjutnya sambil memasukan tangan kanannya kedalam saku celana sekolahnya, dan ucapannya segera dihentikan oleh Ali.
“Kita akan melakukannya setelah pertandingan kita selesai.” Jelas Ali sambil menyeringai membuat Adam tak berkutik untuk beberapa saat.
“Jadi kau sudah baikan dengan Yuda ya?” Gumamnya terdengar ketelinga Ali.
“Mana mungkin!” Ucap pria itu menyangkal ucapan Adam dan pergi meninggalkannya dipinggir lapangan.
“Hee...” Gumam Adam merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
Bersambung...