Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 42 Emosi Zainal


__ADS_3

Brak.


"Dasar istri kurang ajar, kurang apa aku padamu sehingga kamu tega-teganya bermain serong dengan kakak iparmu sendiri?."


Sinta menutup mulutnya dengan cepat saat melihat Ayahnya dan Tante nya tidak memakai sehelai benang pun, begitu pintu terbuka karena tendangan Zainal mereka langsung kalang kabut mencari benda yang bisa menutupi tubuh polos mereka.


"Mas! Aku bisa jelaskan semua ini mas. Aku di jebak oleh abang mu. Tolong jangan berpikir jelek terlebih dahulu mas tolong!." ucap Adel menyudurkan Bagas.


"Adel! kenapa kamu seolah-olah menyalahkan aku? Bukannya kamu yang menggodaku terlebih dahulu ? Kamu bilang padaku bahwa kamu butuh kehangatan karena si ajainal selalu bekerja keluar kota ." Sekarang Bagas dan Adel saling menyalahkan.


Kamera handphone Sinta masih menyala merekam semua adegan yang terjadi saat ini .


"Diam kamu Adel, mas tidak menyangka kamu bisa berbuat sehina ini apa kamu tahu bahwa Bang Bagas itu adalah kakakku meskipun tiri, aku sudah tidak bisa lagi mentoleransi semuanya maka saat ini kamu bukanlah Istriku lagi. Aku mentalakmu Adel aku akan memulangkanmu kepada kedua orang tuamu!." Semua yang ada di sana terkejut tanpa kecuali Sinta juga.


Tanpa aba-aba Zainal pun langsung masuk ke dalam kamar dan menyeret Bagas keluar dari kamar tersebut, tak ketinggalan Zainal juga memukuli Bagas.


"Sinta! tolong Ayah! jangan sampai Ayah di permalukan oleh Om mu, tolong cegah Om mu Sinta!." Bagas mengiba pada Sinta agar Sinta menghentikan aksi Zainal.


Tapi karena hati Sinta sudah terlanjur sakit oleh Ayah kandung nya sendiri. Sinta memutuskan untuk diam saja menyaksikan Zainal menyeret Ayah keluar dari rumah Edo.


Sekarang di hadapan Sinta hanya ada Adel yang sedang menangis ketakutan. Sinta pun menatap Adel dengan pandangan jijik, lalu Sinta bergegas mencari pakaian milik Tantenya, namun nihil! entah dimana pakaian Adel.


"Gunakan pakaian inu untuk menutupi tubuh kotor mu itu!." Sinta melempar pakaian dari lemari milik Edo, dengan sigap Adel mengenakan pakaian itu.


Plak!.

__ADS_1


"Apa kamu tidak pernah berpikir kalau kamu terlalu sering menyakiti hati Ibu?."


Plak!.


"Ini tamparan untuk mu karena telah berani bermain serong dengan Ayahku sendiri," Sinta membabi buta menampar Adel.


"Stop hentikan! Harusnya kamu itu sadar kenapa Ayah ku selingkuh dengan ku, itu semua karena penampilan ibu mu seperti pembantu, sangat tidak menggairahkan seperti Upik abu atau si itik buruk rupa!." Bukannya mikir Adel malah menghujat Sarifah habis-habisan membuat emosi Sinta semakin meledak.


Dengan nafas memburu dan tenaga yang mendadak menjadi besar, Sinta langsung menyeret tubuh Adel hingga menyusul Bagas yang sedang di seret oleh Zainal keluar rumah.


"Kau bukannya meminta maaf padaku, malah semakin tidak tahu diri, aku pastikan setelah ini hidupmu akan menderita dan menjadi miskin Aku bukan anak kemarin sore yang takut dengan tante genit sepertimu yang telah mengganggu atau menyakiti hati Ibuku akan berurusan denganku," Hardik Sinta sembari memukul dan terus menarik paksa Adel sampai Adel meraung-raung minta ampun.


"Hentikan anak tidak sopan! Aku ini orang tua kenapa kamu memperlakukanku seperti maling?." Adel terus-terusan protos mengeluarkan umpatannya untuk Sinta.


"Kamu itu memang maling, tukang maling suami orang!." Sinta pun tak kalah mengumpat balik Adel.


"Astaghfirulloh Nak Zainal, tolong hentikan semua ini bisa di bicarakan baik-baik tanpa menggunakan kekerasan. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga membuat kekacauan seperti ini?." ujar pak Ustadz yang sepertinya baru pulang dari masjid.


"Bagaimana saya bisa sabar ketika kakak saya sendiri tidur dan berzina dengan istri saya. Bukankah di dalam hukum Islam kedua manusia kotor seperti ini harus dihukum rajam sampai mati. Ayo kita lakukan saja aku sangat ikhlas," teriak Zainal, dia sudah terlanjur sakit hati karena perbuatan istri dan kakak tirinya.


Melihat Bagas di permalukan seperti ini tidak ada rasa kasihan sedikitpun di hati Sinta. Sinta malah memikirkan perasaan ibunya jika ia tahu apa yang terjadi saat ini.


"Mas! tolong jangan permalukan aku seperti ini, aku masih sah menjadi istrimu mas tolong jaga aib ku!." Dengan tidak tahu malu Adel terus-terusan merengek kepada Zainal.


"Siapa bilang aku masih suamimu? Dengan di saksikan banyak orang, Adel Safitri, Saya talak kamu sekarang juga, kamu bukan istriku dan bukan tanggung jawabku lagi, besok aku akan memulangkanmu kepada kedua orang tuamu!." lagi-lagi Zainal mengulang kata talaknya untuk Adel.

__ADS_1


Melihat selingkuhannya di perlakukan seperti itu Bagas hanya bisa menunduk saja, sungguh pria pecundang bukan?.


"Sinta, apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Tadi Ibu Vivi menyusul Ibu ke rumah dan mengatakan bahwa ada ribut-ribut di sini. Tolong jelaskan pada Ibu apa yang terjadi sekarang?." tiba-tiba Sarifah datang bersama Ibu-ibu yang lain.


Sinta pun langsung berlari memeluk ibunya dengan erat, Sinta berusaha untuk memberikan energi positif kepada ibunya agar tidak terlalu sakit hati mendapatkan kenyataan yang pahit.


"Bu, Ayah sudah berselingkuh dengan tante Adel, barusan Sinta dan Om Zainal memergoki Ayah sedang berzina dengan tante Adel. Sinta mohon pada ibu. Ibu jangan pernah bersedih dengan apa yang terjadi hari ini. Ibu masih memiliki Sinta dan Bayu yang akan membahagiakan ibu sampai akhir hayat. Aku akan jamin hidup Ibu bahagia tanpa seorang suami brengs*k seperti Si Bagas," ujar Sinta pada ibunya sembari mengumpat ayahnya benar-benar sudah hilang rasa hormat Sinta kepada Cinta pertamanya itu.


"Aku ini masih ayahmu, Sinta. Apa kamu ingin ketika kamu menikah nanti aku tidak ingin menjadi walimu? jadi tolong jaga lisanmu!." Sinta kaget dengan ancaman ayahnya, mana ada seorang ayah yang tega berbicara seperti itu kepada anak perempuannya.


"Astagfirullah, istighfar Pak Bagas jika anda tua nanti siapa lagi yang bukan mengurus Anda Kecuali Sinta Dan Bayu anak-anak itu adalah tabungan kita saat kita tua nanti, agar kita tidak sendirian di saat kita sakit."


Semua warga yang ada di sini mengucap istighfar ketika mendengar umpatan Bagas kepada Sinta yang bilang tidak ingin menjadi wali nikah Sinta nanti.


"Anak seperti itu memang harus diberikan pelajaran bukannya membela sang ayah menutupi aibnya, anak tidak tahu diri itu malah mempermalukan Ayahnya di depan banyak orang. Dia sama-sama tidak berguna seperti ibunya!."


Bugh.


Entah dari mana datangnya Bayu tiba-tiba saja Bayu menendang wajah Ayah hingga Ayah tersungkur ke belakang.


"Lancang sekali Ayah menghina kakak beserta ibuku seperti itu, kamu sudah merasa hebat dan akan terus menjadi muda sampai-sampai tega berbicara seperti itu kepada istri dan anak sendiri ? Suatu hari ayah akan semakin menua dan semakin rapuh, Aku berjanji aku tidak akan pernah mau mengurus Ayah kelak cukup sudah hatiku sangat sakit melihat ibu diperlakukan tidak baik oleh ayah dan nenek!." Bayu mengumpat Ayahnya dengan kalimat-kalimat kasar.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2