
"Tidak, aku ke sini ingin memberikan uang untuk kalian, karena aku yakin kalian sedang hidup di liputi kemiskinan," tungkas Adel sambil mengambil uang sebesar 20 juta di dalam tas.
"Ada apa Bu? Kenapa suara Ibu sangat keras sekali sehingga terdengar sampai rumah bu Ningsih," Herman datang terlihat bajunya dipenuhi tanah merah adalah Tetangga sebelah rumah yang terkenal cukup berada.
"Ini anak sialan ini datang ke sini hanya untuk mencela saja benar-benar tidak tahu malu kamu, Adel!. Astuti terus-terusan melontarkan kalimat-kalimat menyakitkan.
"Pergi sekiranya kamu datang ke sini hanya untuk menertawakan keadaan kami sebaiknya kamu tidak usah pernah datang ke sini lagi !." sahut Herman dingin.
Adel memperhatikan Bapaknya dari atas hingga bawah, keringatnya bercucuran di tambah Herman sekarang terlihat semakin kurus.
"Oh, sekarang laki-laki yang tidak berguna ini ternyata sudah bekerja ya? Bapak kerja apa sampai Bapak dipenuhi tanah merah seperti itu? Jangan-jangan jadi tukang kebun untuk menyambung hidup? haha kasihan sekali kalian!." Adel menertawakan kemiskinan yang sedang keluarga nya alami.
__ADS_1
"Tanpa di duga Astuti menarik rambut Adel dengan sangat keras.
"Aarrggg bu!. Sakit bu. Jangan kurang ajar seperti ini?."
Assisten Adel mencoba membantu Adel, namun semuanya nihil, Astuti tetap menyeret rambutnya sampai Adel sekarang berada di pintu depan rumah.
"Woi perhatian saya kedatangan tamu tak diundang. Dia adalah seorang anak durhaka yang lupa akan kedua orang tuanya di rumah, anak tidak tahu malu seperti ini enaknya diapain ya? Dan Apa kalian tahu sekarang anak tidak tahu diri ini bekerja sebagai model telanjang!." Astuti mempermalukan anaknya di depan banyak tetangga.
"Iya, anak saya juga ngeliatin ke saya foto seksi si Adel cuma pakai bikini doang di ig, apa nggak malu ya, udah durhaka sama kedua orang tua tambah pekerjaan nya juga haram." ujar salah seorang tetangga mereka.
Adel tak terima di hujat seperti itu, lantas ia berteriak, "Stop! kalian menghujat ku. Asal kalian tahu ya. Kedua orang tua ini adalah keturunan iblis, mereka menyuruh ku untuk mencari uang dengan cara apapun asalkan gaya sosialita nya terpenuhi. Kalian jangan hanya menilaiku sebelah mata saja, karena waktu itu ibuku bahkan pernah menyarankan agar aku menjadi wanita panggilan saja agar bisa mengirim mereka uang yang banyak," Adel balik mempermalukan keluarga nya.
__ADS_1
"Ti-tidak. Mana ada orang tua yang tega seperti itu kepada anaknya! jangan jadi tukang fitnah kamu Adel," Astuti semakin meninggikan nada bicara nya sehingga orang yang berkumpul depan rumah pun semakin banyak.
"Haha ada, kalian berdua orang nya! Dasar orang tua tidak berguna."
Plak.
"Pergi kamu dari sini, semakin di biarkan mulutmu semakin lancang. Kamu harus ingat bahwa kamu lahir dari rahim ibumu, dia bersusah payah melahirkanmu, tahu sudah besarnya kamu menjadi perempuan pembangkang seperti ini. Seharusnya sejak kamu bayi kamu, kami tenggelamkan saja ke dalam bak mandi!." hati Adel nyeri ketika bapaknya berbicara sadis.
"Baiklah, ambil uang ini! anggap saja uang yang aku berikan ini bayaran untuk menyewa rahim ibu saat mengandung ku dulu!." Setelah mengucapkan itu Adel dan Assisten nya pergi meninggalkan rumah orang tua Adel.
***
__ADS_1