Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 48 Di Bully karyawan kantor


__ADS_3

Dengan berat hati Bagas membereskan ruangannya itu dan mengambil barang-barang pribadinya lalu memasukkannya ke dalam box yang sudah tersedia, entah siapa pengganti nya selanjutnya, Bagas akan memusuhi orang itu jika karyawan di sini menggantikan jabatannya.


"Oh iya Mas Bagas, setelah ini kamu boleh pulang ke rumah meskipun belum waktunya jam pulang. Bos menyuruhku untuk menyampaikan hal ini supaya kamu beristirahat terlebih dahulu di rumah sebelum besok mengerjakan pekerjaan yang baru," ujar admin HRD itu dengan tak sopan tiba-tiba masuk ke ruangan nya.


Bagas menghela nafas panjang untuk mengontrol emosi nya agar tidak memukul laki-laki jadian itu, jika ia sampai emosi dan melakukan hal konyol seperti itu, sudah Bagas pastikan ia akan di tendang dari perusahaan ini saat ini juga.


Dua jam berlalu, akhirnya Bagas pun selesai mengambil barang-barang pribadinya. Setelah selesai Bagas pun keluar dari ruangan dan menuju parkiran untuk kembali pulang ke rumah.


"*Akhirnya karyawan dengan gaji besar dan kerjaannya hanya luntang-lantung nggak jelas turun jabatan juga ya guys ya! gue tuh udah muak banget ngeliat kelakuan atasan gue yang dulu, yang selalu bekerja dengan seenaknya jidatnya doang tapi gajinya selalu fantastis bahkan dua selalu di pandang sempurna terus sama Pak David. Jijik banget ya guys ya ngeliat orang yang suka cari muka kaya gitu!." *


"Iya kena azab tuh dua hahahaa mamam!."


"Makannya kalau kalian-kalian udah berada di atas angin, jangan suka seenaknya sama yang di bawah ya. Jangan kayak yang ono nih! emangnya enak turun tahta hahahaha ups! Eh udah-udah orang nya ada noh!."


Bagas mendapatkan sindiran-sindiran pedas dari karyawan-karyawan kantor.

__ADS_1


Bagas sangat mengakui dan menyadari pada saat ia menjadi atasan di sini. Bagas memang selalu menjadi atasan yang sering membully para karyawan yang tidak giid looking, entah mengapa kala itu Bagas jika melihat tampang-tampang mereka yang gak menarik itu membuatnya muak dan bawaannya itu selalu ingin membully mereka.


"Udahlah biarin aja, biar dia denger. Kalau perlu gue panggil aja ya! Oy Bagas sini lu, lu mau kemana? mau pindahan? eh atau lu habis kebanjiran ya jadi lu mau ngungsi ke posko korban bencana, ups! hahahaa," Bagas pun hanya terdiam tanpa menggubris cibiran-cibiran yang terlintar dari mulut karyawan itu.


"Woy bisa pada diem gak sih lu pada? ini kantor oy bukan pasar! bisa pada diem gak? berisik tau, ganggu gue aja lagi kerja aja!." teriak Edo, mendengar teriakan Edo sontak seluruh karyawan yang sedang tadi mencibir nya tiba-tiba terdiam.


"Thanks ya sob lu udah bantuin gue memberhentikan nyinyiran dari seluruh karyawan kantor ini, lu emang temen terbaik gue!." ucap Bagas pada Edo.


"Ya elah sob gue itu tadi bukan bantuin lu kalu, gue emang keganggu sama bacotan ayam-ayam ini, berisik amat kaya di pasar bikin kepala gue pusing tau! lagian gue kan masih marah ke lu, males gue sama lu, lu bikin malu gue tau gak, gituan sama selingkuhan lu itu, mana kegrebek lagi, ******! banget lu jadi temen! kaya gak mampu bayar hotel aja lu b*ngs*t! lagian ngapain juga sekarang lu pake acara cosplay OB kaya gini coba, nyari-nyari bahan hujatan orang aja lu sob tau ga?." ujar Edo menggerutu panjang lebar pada Bagas.


"Serius lu Gas? ya lagian lu kenapa gak tolak coba penurunan jabatan lu itu, kan bisa kali? bokap lu kan pemilik saham terbesar di perusahaan ini, lu tinggal bilang aja ke bapak lu itu, gitu aja ribet amat! lagian yang bikin malu tuh kan kelakuan lu sendiri t*l*l! ngapain coba pake selingkuh di grebek pula, masih mending hidup gue, sekalinta gue belom nikah, seenggaknya gak akan ada orang yang gue rugiin dan sakiti." pungkas Edo.


"Gue nggak bisa nolak gitu aja Do. Apalagi si bos ngasih pilihan yang nggak ada bagus-bagus nya, jadi OB atau resign dari perusahaan ini. Kalau gue resign mau kerja apaan gue di luaran sana? pasti perusahaan lain juga udah tahu informasi tentang gue yang viral itu, terus kalau gue di rumah terus, bisa-bisa tetangga-tetangga gue malah makin nyinyir. Ya udah gue mau coba ngomong sama bokap aja, makasih saran nya Do, Bye!." Bagas pun lantas pergi terburu-buru sampai tidak sempat mendengarkan obrolan dari Edo lagi karena terlalu bersemangat untuk pulang ke rumah dan hendak membicarakan hal-hal ini dengan bapak tirinya.


***

__ADS_1


[Kembali ke Sinta dan Zainal]


"Emangnya ada apa sih Sin? apa yang sebenarnya yang akan mereka rencanakan pada Om? sebenarnya tadi kamu mendengar apa dari mereka? Om sama sekali gak ngerti, tolong jelaskan sekarang semua nya!." tanya Zainal penasaran.


"Om denger sendiri kan tadi pas awal dateng ke sini apa yang di ucapkan oleh Ibu mertua Om? Aku kaget Om mendengar ucapan dari Ibu mertua Om, kok bisa sih seorang Ibu bukannya memberi nasihat yang baik-baik kepada anaknya, ini malah dengan gamblangnya menjerumuskan anaknya seperti itu, bahkan terang-terangan mendukung namanya perselingkuhan. Dan di sambung dengan bapak mertua Om yang datang dan meminta Tante Adel untuk menghadapnya, karena penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Bapak mertua Om akhirnya aku berinsiatif untuk pura-pura ikut ke toilet rumah mereka. Supaya bisa mendengar apa yang akan di katakan oleh Bapak mertua Om itu kepada tante Adel." ucap Sinta menjelaskan.


"Iya Om denger sendiri kok, Om juga sudah menduganya jika Ibu mertua Om itu bakalan seperti itu. Kelakuan Tante mu itu memang sebelas dua belas dengan Ibu mertua Om. Awalnya Om pikir kalau anaknya tidak akan seperti Ibunya itu. Om kira jika Tante mu itu akan menurun dari bapak nya yang baik. Eh sekarang ternyata terbukti jika kelakuan Tante kamu itu menurun dari Ibunya benar-benar parah memang," sahut Zainal.


"Hah Bapak mertua Om baik? baik dari mana nya Om?." jawab Sinta tercengang dengan penuturan Zainal.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2