
"Oya memang dari dulu Baoak nya itu baik Sin, karena jika Ibu mertua Om cerewet dan mulai menyimpang, dia selalu menegurnya dan memarahinya, tadi juga pasti Baoak mertua Om memanggil Tante kamu ke dalam karena hendak memarahi anaknya kan?." tanya Zainal polos.
"Hah gimana Om? bapak mertua Om baik? Om gak salah? Oh iya aku mengerti sekarang. Aku bisa membaca ternyata Bapak mertua Om itu bermuka dua, doa sengaja menunjukkan sifat yang baik jika ada Om, supaya Om bisa berpikir positif padanya. Perlu Om tahu yah, pada awalnya aku mikirnya gitu Om, ia bakalan marahin Tante Adel. Eh sungguh di luar dugaan ternyata pemikiran Bapak mertua Om dan Ibu mertua Om itu malah sama saja. Cuman bedanya kalau Iby mertua Om kan orang nya cerewet dan blak blakan sedangkan Bapak mertua lebih bermain cerdas, dia sengaja meminta Tante Adel menghampirinya karen ingin memarahi sembari bertindak kasar pada Tante Adel. Dia bukannya marah karena Tante Adel selingkuh, justru dia marah karen perselingkuhan Tante Adel terbongkar karena Tante Adel tidak bisa bermain cantik, parah banget tahu Om!. Bapak mertua Om kasar dan licik!." pungkas Sinta mengejutkan Zainal yang sedang menyetir lalu menoleh sekilas ke arah Sinta lalu pandangan nya kembali ke depan.
"A-apa? kamu nggak salah Sinta?." tanya Zainal.
"Ya enggaklah Om, Om lihat sendiri tadi kan, Bapak mertua Om nekat pura-pura tertabrak dan terjatuh supaya Om tak jadi pergi, itu trik dia tahu Om, sebenarnya dia itu gak kenapa-napa, cuman akting doang tadi itu! untung saja kita cepat-cepat pergi, kalau enggak bisa-bisa Om di suruh meminum kopi yang telah mereka racuni dengan pelet supaya Om terpengaruh sekaligus menuruti semua perintah Tante Adel dan membatalkan perceraian Om," pungkas Sinta lagi yang membuat Zainal syok dan tidak mengira dengan rencana licik keluarga Adel.
"A-apa? bener-bener kurang ajar mereka semua! bisa-bisanya mereka bertindak sekeji itu, Om benar-benar gak nyangka kalau ternyata selama ini sifat dan kelakuan Bapak mertua Om juga seperti itu. Untung saja hari ini Om pergi bersama kamu, kalau enggak Om nggak bakalan tahu apa jadinya nanti kalau nggak ada kamu!."
"Berkat kamu Om jadi tahu segalanya sekarang, di mulai dari perselingkuhan Ayahmu dan Tante kamu, di sambung dengan kelicikan dan niat busuk keluarga Tante kamu. Makasih yah Sinta! untung ada kamu dan untung hari ini Om perginya sama kamu." timpal Zainal.
"Sama-sama Om, kalau hari ini aku nggak ikut Om, mungkin hal-hal buruk akan menimpa Om hari ini." sahut Sinta.
"Iya Alhamdulillah Allah masih melindungi Om, gak tahu kenapa Om tiba-tiba aja kepikiran buat ajak kamu, Om sangat bersyukur. Tapi Om sebenarnya masih gak terima sih dengan kelakuan Ayah kamu. Tadinya Om ingin memenjarakan dia, tapi jika sampai Om memenjarakan Ayahmu, nanti dia justru bakalan makin keenakan!" ujar Zainal
__ADS_1
"Kok makin keenakan sih Om? malah jika Im memenjarakan Ayahku justru aku sangat setuju sekali, bahkan Ibu dan kakek juga pasti setuju, terkecuali nenek ya Om, kalau Nenek nggak usah di tanya, dia pasti akan membela terus darah dagingnya itu sampai dia mati sekalipun anaknya memang salah," jawab Sinta.
"Nenek mu memang seperti itu Sinta sudah sejak dulu."
"Om berniat untuk tidak memenjarakan Ayahmu karena jika dia di dalam penjara tanpa menjalani sangsi sosial ia pasti akan keenakan dan sesimple itu. Om akan membalas dendam secara perlahan saja supaya lebih berdampak padanya." sahut Zainal.
"Iya juga sih Om, Om bener juga!."
"Dan kamu tenang saja Sinta, sebagaimana bentuk terima kasih Om pada kamu, jika kamu butuh uang atau apapun nanti Om akan membantu kamu. Bahkan jika kamu mau, Om juga akan membiayai sekolah ataupun kuliah kamu nantinya. Ini juga berlaku untuk adikmu, Bayu ya!." ucap Zainal lagi tulus.
"Yang salah itu kan hanya Ayahmu, sedangkan kamu, Bayu dan juga ibumu kan hanya korban. Apalagi kamu sampai harus susah payah berjualan seperti itu demi biaya sekolah dan hidup kamu ya Om mana tega lah!. Om akan menanggung semua kebutuhan dan segalanya, ya itung-itung sebagai balas ucapan terima kasih Om pada mu sekaligus tanggung jawab Om sebagai pamanmu. Mana ada paman yang tega membiarkan keponakan nya hidup susah coba? Itu pun jika Ibu kamu setuju ya, karena Om tahu betul jika Ibu kamu pasti tidak akan pernah mau menerima bantuan apapun dari Om, bahkan selama ini dia tidak pernah sama sekali menceritakan keluh kesahnya pada Om akibat kelakuan ayahmu, padahal jika Ibu mu cerita, Om pasti akan membantunya, tapi Ibu mu sama sekali tidak melakukannya dan memilih menanggung beban itu seorang diri selama ini." ujar Zainal.
"Iya sih Om, aku sebagai anaknya tahu betul bagaimana Ibuku, Ibuku itu paling anti dan gak suka jika merepotkan orang lain dalam kehidupannya. Tapi tenang Om kalau masalah Ibu nanti aku bisa bujuk Kok! yang terpenting sekarang adalah niat baik Om itu, karena niat baik Om seperti itu membuatku sungguh bersyukur memiliki paman sebaik Om Zainal, makasih yah Om!." ucap Sinta penuh haru.
"Beneran kamu mau membujuk Ibu kamu itu untuk bisa menerima bantuan dari Om? sungguh?." tanya Zainal memastikan.
__ADS_1
"Iya Om bener, justru aku sangat berterima kasih dengan niat baik Om itu. Makasih yah Om! eh tapi memang Farhan gak papa gitu jika dia tahu Om mau bantuin keluargaku?. Oh yah kedepannya Farhan akan di urus sama siapa Om? sama Om atau Tante Adel?." balas Sinta.
"Farhan? Tenang saja kalau masalah Farhan, ia pasti gak akan keberatan kok. Toh bagaimana pun kalian itu juga kan keluarganya, meski kamu hanya saudara sepupu nya. Farhan akan di urus sama Om lag, kamu jangan ngaco deh, mana mungkin Om membiarkan Farhan di urus oleh orang seperti Adel dan keluarganya. Jangan ngaco deh Sin!." sahut Zainal.
Sinta meras beruntung memiliki paman yang begitu baik seperti Zainal. Sinta sampai tak tega jika harus membeberkan kalau sebenarnya Farhan bukanlah anak kandungnya melainkan Anak kandung dari Bagas dan Adel.
Sinta takut Zainal berubah pikiran dan tidak mau mengurus Farhan. Kalau itu terjadi kasihan Farhan, bisa-bisa Farhan nanti akan di urus oleh Ibu dan keluarganya yang bobrok itu di kampung, dan akan mendapat pengaruh buruk dari mereka.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1