Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 68 Di Grebek Lagi


__ADS_3

Brak.


Prok...prok.. prok...


"Bagus ya kamu Jaya, jadi begini kerjaanmu di belakangku ternyata. Kurang ajar! dasar suami tak tahu di untung! bisa-bisa nya kamu melakukan sesuatu yang menjijikan di belakang ku! kamu pikir kamu siapa, hah!." teriak Bu Sisil seraya memberikan tepukan tangan yang keras.


Sontak Jaya, suami dari Sisil dan selingkuhan nya yang tak lain adalah Adel terkejut dan panik dalam kondisi telanjang bulat. Saat itu juga Jaya bergegas bangun dari ranjang dan bergegas mengambil pakaian nya. Sementara Adel menutupi tubuh telanjang nya di balik selimut.


Saat Adel dan laki-laki yang bernama Jaya sedang berada di mall, Bayu tak sengaja melihat. Kebetulan Bayu mengenal siapa Jaya dan istri nya karena salah satu teman nya pernah mengajak nya berkunjung ke tempat saudara nya yang ternyata adalah Jaya dan Sisil. Beruntung Bayu memiliki ingatan yang kuat, ia bergegas pergi ke kediaman Sisil untuk memergoki suaminya yang sedang bersama dengan Adel. Sebelum itu Bayu membututi kemana pergi nya Adel dan Jaya, setelah itu memberikan informasi kepada istri sah dari Pak Jaya.


"Tu-tunggu Bu, Bapak bisa jelaskan semuanya." ucap Jaya sembari mengenakan semua pakaian nya.


"Jelasin? apa yang akan kamu jelasin sekarang? Apa menurutmu semua ini masih kurang jelas, Hah?."teriak Sisil.


"Apa yang Ibu lihat tidak seperti yang Ibu bayangkan kok!, ini cuman salah paham aja. Bapak bisa jelaskan semuanya." jelas Jaya memasang raut wajah tanpa dosa.


"Salah paham kamu bilang? kamu pikir aku bodoh? kamu ingat yah Jaya, kamu itu bukan siapa-siapa jika bukan tanpa aku tau! Mulai sekarang kamu urus saja l4cur ini dan jauh-jauh dariku. Aku akan mengurus perceraian kita secepatnya. Kamu akan kembali miskin. Jangan harap kamu bisa hidup enak kedepannya. Urus saja wanita murahan itu. Dan kamu wanita l4cur, jangan harap hidupmu akan tenang setelah ini aku akan memberikan perhitungan denganmu." pungkas Sisil menatap penuh emosi kepada dua penzina di hadapan nya itu .


"Jangan kayak gitu dong Bu! Bapak bisa jelasin baik-baik. Apa kamu nggak kasihan sama anak dan cucu kita. Pikirkan merek Bu, sebelum Ibu mengambil tindakan seperti itu." ucap Jaya yang tidak tahu malu.


"Hahahaa, pikirkan dulu! Apa aku nggak salah dengar? kamu mempertanyakan tindakan ku untuk bercerai denganmu? Lantas apa kamu nggak berpikir, apa yang telah kamu lakukan ini? Apa kamu nggak mau melakukan hal menjijikan seperti ini dengan pelacur ini! mikir dong mikir!." timpal Sisil sembari menunjuk sisi kepala nya.


"Woy! nenek peyot jangan sembarangan kalau ngomong ya. Dasar Nenek peyot, enak saja hina-hina aku terus. Harusnya kamu itu ngaca dong, gimana wajah mu itu. Udah tua, peyot, keriput, hidup lagi. Wajar dong Pak Jaya selingkuh wong istri nya itu aja kayak kadal gurun gitu hahahaa!." sahut Adel tanpa tahu malu.

__ADS_1


Plak.


"Cukup Adel, cukup!." sanggah Jaya memotong perkataan Adel. Jaya menampar pipi Adel dengan keras hingga Adel terhuyung ke samping, Jaya tidak ingin istri nya bertambah marah karena hinaan dari Adel.


"Apa? coba teruskan si Jaya ngomong apa saja tentang ku pada wanita rendahan seperti kamu? coba katakan! Aku minta kamu diam, aku ingin mendengar semua ocehan dari wanita mu dulu. Biarkan dia ngomong, aku ingin dengar. Katakan cepat!."


"Ya Pak Jaya bilang istri nya jelek, dada nya kecil nggak ada buat pegangan, bokong nya pun tepos, orang nya cerewet bikin pusing, peot, keriput lagi, kulit nya pun kendor. Beda jauh sama aku yang cantik, badan nya mulus, putih, bersih, seksi, dada ku pun besar. Makannya dia sangat bergairah dan jatuh cinta denganku. Dia berjanji sama aku suatu hari akan..."


"Cukup! nggak usah di lanjutkan omong kosong mu itu! Bu nggak usah dengerin omongan sampah dari wanita ini, dengerin bapak aja. Bapak sama sekali tidak pernah mengatakan itu. Percaya lah pada Bapak Bu, mana mungkin bapak mengatakan itu, bapak cinta mati sama Ibu, sungguh!." ucap Jaya dengan wajah memelas meminta belas kasih untuk percaya dengan omongan nya saja.


"Apaan sih kamu Mas! kamu kok ngomong kayak gitu sih! kemarin-kemarin kamu kan nggak ngomong kayak gitu. Kenapa sekarang kamu malah berubah, Mas? Sudahlah biar aku utarakan semua nya padanya sekarang. Biar dia sadar, bahwa tanpa kamu dia bukan siapa-siapa. Bukankah kamu memang sudah berniat untuk membuangnya?. Kamu sudah berjanji loh Mas, gimana sih!." ucap Adel.


"Hahahaa lucu sekali kamu Jaya! coba teruskan hei wanita penggoda, dia bilang mau membuangku? Bagus ternyata begini tabiat asli nya kamu Jaya? sekarang teruskan janji apa yang si Jaya janji kan padamu?." Adel kebingungan kenapa wanita di hadapan ini justru tertawa senang mendengar penuturan nya.


Plak.


"Kamu kenapa sih menamparku, Mas? biarkan saja dia pergi sendiri. Dia kan cuman wanita miskin yang kebetulan hidup bersama mu. Kamu sudah berjanji untuk menikahi ku dan membuang nenek peyot ini." sahut Adel sembari memegang pipi bekas tamparan Jaya.


Bugh,


"Apaan sih Jaya, jangan sentuh aku lagi dengan tangan kotor mu itu. Aku jijik bersentuhan denga mu lagi. Kamu dengar kan apa yang perempuan ****** itu katakan?." sinis Sisil tidak terima dengan sentuhan suaminya.


"Hei Nenek peyot berhenti berbicara buruk tentang ku. Meskipun kamu perempuan kaya tapi tetap saja kamu nenek peyot, keriput dan tidak menggairahkan. Harusnya sebelum marah-marah pada suamimu sendiri sebaiknya nenek ngaca Nek! suamimu juga bilang begitu padaku makanya dia cari selingkuhan daun muda!." Adel terus saja melontarkan kalimat-kalimat hinaan untuk Sisil.

__ADS_1


Mungkin karena kesal dengan hinaan nya Adel. Sisil maju ke arah Adel dan menjambak rambutnya hingga Adel sekarang Adel berada bersujud di bawah kaki Sisil."


"Pak Jaya! tolong saya. Tenaga nenek-nenek ini ternyata masih kuat." Adel meringis meminta ampun kepada Sisil.


"Aku akan mengurus perceraian kita dan kamu ******, kamu ambil aki-aki tua miskin itu sekarang kamu bisa memiliki nya seutuhnya, aku tidak sudi lagi." Setelah puas menyiksa Adel, Sisil pun pergi dari tempat itu.


"Bu, tunggu Bu! jangan kayak gini Bu!." teriak Jaya memohon berteriak-teriak dan memanggil istrinya.


"Mas Jaya! kamu belum membayarku, Mas! dasar kakek-kakek miskin!" Adel mengumpat habis-habisan.


"Ow ada yang kegrebek lagi nih, udah main sama aki-aki, malah di tinggal gitu aja dan nggak di bayar. Kasihan!. Ternyata harga diri Tante sudah benar-benar murah yah!" akhirnya Bayu mengeluarkan suara dan meledek Adel.


"Kamu?. Jadi ini ulah kamu?. Padahal aku tidak pernah mengusik kehidupan kamu dan ibumu lagi. Kenapa kamu ikut campur hah!." teriak Adel sekencang-kencang nya ke arah Bayu.


"Hahahaa Tante-tante jadi sekarang kerjaan Tante kayak gini? cocok sih, hahaaa!." ucap Bayu tertawa senang, setidaknya sedikit pembalasan lagi untuk orang yang pernah menyakiti ibu nya.


Lalu Bayu melenggang pergi begitu saja di hadapan Adel yang masih terduduk di lantai.


"Aaarrrggg sial!." teriaknya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2